seorang mahasiswi cantik, bernama queeneira wijaya, yang tinggal bersebelahan dengan seorang pemuda tampan lulusan Akpol.
hati kewanitaannya mulai bergerak untuk meluluhkan pria pendiam dan dingin itu
mungkinkah gadis periang itu bisa mencuri perhatian seorang aska prayoga.???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
care..
jangan kau tanya kan cinta untukmu
disini yang ada dirimu..
adakah benarnya janji di atas ingkar
di sana yang ada ragu..
sebuah chat masuk via aplikasi WhatsApp, pada jam 20.10 di ponsel milik via.
sebuah nama dengan foto profil tangan cowok dan cewek yang sedang bergandengan. memakai gelang yang senada dengan bentuk butiran bulatan kecil, mirip seperti tasbih.
queen masih sangat mengingat, kapan foto antara dirinya dan aska itu di ambil.
tepat setelah aska meluruskan masalah tentang kesalahpahaman antara queen dan aska, yang terjadi ketika aska pulang dari kampung halamannya,menghadiri acara pernikahan nisya, mantan calon jodoh nya.
sepenggal lagu dari Audy, yang di kirim oleh aska yang entah dimana tempat nya itu berada. mampu membuat hati queen berdesir ngilu.
apa maksud dari mas aska mengirim pesan singkat ini..
queen merebahkan dirinya di atas kasur single miliknya. seluruh tubuhnya terasa lemas, memikirkan segala kemungkinan yang dimaksudkan oleh mas aska.
kenapa mas aska mengirim isi pesan seperti itu..
mungkinkah mas aska ingin menghentikan hubungan tanpa status ini.
atau..
mas aska ingin menyampaikan, bahwa hatinya ragu.
hubungan yang terjalin di atas kekecewaan hati arya, kelak, jika ia nanti mengetahuinya.
bukankah ini menyakitkan..
apakah ini jawaban dari pesan yang tadi queen kirimkan. saat queen menyangka aska sedang tebar pesona dengan rindi.
ah... queen menutup matanya erat erat, di tambah dengan lengan yang berada di atas kedua matanya. hatinya terasa ngilu membayangkan cowok yang sedang merajai hatinya, akan pergi meninggalkannya.
queen menggenggam baju di atas dadanya. rasanya ingin sekali queen mer*mas hati dan jantung nya yang berada di dalam sana.
terasa luka, tapi tak berdarah..
queen membuka matanya, mengangkat ponsel milik nya dan mengetikkan jari membalas pesan dari aska tadi.
'apa maksudnya mas?' tanya queen.
queen masih setia mengamati layar ponsel miliknya, saat warna biru tertera pada centang dua.
lima menit.. sepuluh.. setengah jam.. hingga satu jam lebih sudah. queen tak kunjung mendapat jawaban.
queen mulai kesal.. otak nya kembali berfikir, tentang berbagai arti dari isi chat itu..
semoga saja ini hanya spekulasi dirinya tang salah. sama seperti ketika queen mengira aska menikah secara diam diam.
gadis cantik itu masih merasa getaran dalam hatinya, sampai ia mendengar ketukan di daun pintu kamarnya.
queen beranjak bangun dengan cepat.
berharap aska adakah seseorang yang sedang berada di luar sana. mengingat sekarang sudah hampir jam sebelas malam.
queen membuka pintu nya secara perlahan, sampai ia mendapati seorang lelaki dengan jaket dan helm berwarna hijau sedang berdiri membawa sebuah kantong plastik di tangannya.
"cari siapa mas?" tanya queen dengan hati yang kecewa.
"cari i..ra... queeneira mbak" jawab nya setengah terbata. queen mengangguk dengan berucap "oh.. iya saya.."
"oh.. ini ada titipan pesanan makanan mbak, dari pak aska" tuturnya seraya memberikan tentengan kantong plastik yang bergambar seorang kakek sedang tertawa.
"oke mas makasih ya.."
"iya mba sama sama... saya permisi" pamit ojek online itu yang masih tampak sibuk dengan ponsel di genggamannya.
queen mendudukkan dirinya di atas sofa depan meja tv. menaruh bingkisan itu di atas meja. sebenarnya queen susah tidak tahan dengan bau harum dari isi makanan itu. tapi queen menyempatkan mengirim pesan, mengkonfirmasi kepada cowok yangng memberikan.
'makanannya udah sampai.. makasih ya mas...'
tak lupa queen memfoto bingkisan itu lalu mengirimnya.
warna biru pada centang dua , menandakan bahwa sang empunya sudah membaca pesan itu.
tapi masih saja tidak ada jawaban.
queen berdecak sebal. lebih memilih makanan yang tersaji di depannya.
"bodo amatlah.. yang penting dia masih perduli sama gue" . ucapnya seraya membongkar bingkisan yang ia terima tadi.
***
di tempat lain, cowok yang menerima sebuah notif di ponselnya sedang tersenyum. membaca isi pesan dari gadis kesayangannya.
"selamat makan ira" gumamnya lirih. tidak ingin siapapun mendengar perkataan nya.
queen sudah terpejam di atas kasur nya, saat malam sudah semakin larut.
suara motor laki, berderu halus dan mati. aska menyempatkan membuka pintu kamar queen. menge chek keadaan di dalamnya.
hanya sekali tarikan pada handle nya, dan langsung terbuka. aska berdecak kesal. "teledor banget dih jadi perempuan"
tidak ingin masuk melihat ke dalam. aska memilih menutup kembali daun pintunya, dan beranjak masuk kedalam kontrakannya sendiri. tapi ia membiarkan pintu kamar nya terbuka.
aska merebahkan diri di atas sofa miliknya, meluruskan kedua kaki jenjang nya yang terasa lelah..
melepaskan penat dengan tiduran di atas sofa yang sempit, bukanlah suatu pilihan yang bagus. sambil memainkan gadget di tangannya, sesekali aska menengok ke arah luar, mengamati keadaan sekitar..
"ah.. cepet dateng kek pagi nya.." lirih aska menghela nafas berat..
,
😴
😴
😴
💪
sudah tamat atau masih lanjut Thor ?
koq sampai skarang nggak Up ?
Tolong diperhatikan Thor kalo buat cerita, jangan di gantung ceritanya 🤔🤔
kan penasaran Thor 🤭😁
Linduuuuuu MaMas Lana😢😢😢