NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 9

Nelson Brixtone, meski usianya sudah mencapai kepala 6, pria itu masih memiliki tubuh kuat dan atletis tampak sehat serta bugar, dan tentu masih menjadi idola di kalangan para wanita juga. Apalagi sekarang zaman dimana para wanita muda lebih memilih pria mapan daripada pria muda yang miskin.

Pria tua itu mengenakan mantel besar yang menjuntai di bahunya, dipadukan dengan setelan jas mahal serba hitam. Sosoknya terlihat garang, antagonis, dan menakutkan bagi siapa pun yang sengaja menatapnya, namun semua orang tidak berani terang-terangan menatap Nelson, karena mereka tahu, sebesar apa pengaruh Nelson jika pria itu tidak senang.

“Kau datang…” Ujar Nelson dengan suara rendah dan tegas.

“Tentu saja. Pelelangan proyek sebesar ini mana mungkin luput dari perusahaanku. Suka atau tidak, aku sekarang di sini.” Balas Max datar.

“Kau tampak sehat.” Sambung Nevari santai, wanita itu meneguk wine di tangannya sembari tersenyum tipis. Seolah pertanyaannya tersirat rasa penasaran yang dingin.

“Tentu saja. Tidak ada yang bisa membunuhku.” Kata Max percaya diri dan tak kalah dingin.

“Aku harus menemui teman lama ku. Juven baru saja kembali dari rumah sakit. Kalian mengobrol saja dulu.” Kata Nelson pergi di dampingi pengawalnya untuk menemui temannya.

Setelah kepergian Nelson, ketegangan di antara ibu dan anak tak lagi membutuhkan teriakan atau ancaman terang-terangan. Cukup dengan tatapan, udara di sekitarnya sudah terasa menyesakkan.

“Jadi… Kau masih hidup.” Kata Nevari dengan suara rendah.

“Aku berdiri di hadapanmu sekarang. Sepertinya itu mengecewakanmu.”

Nevari berdiri anggun, wajahnya tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja gagal lagi menyingkirkan anak tirinya. Sekali lagi, dan lagi, rencananya tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Senyum tipis yang terukir di bibir Nevari bukanlah tanda kelegaan, melainkan topeng licik yang menyembunyikan rasa kesal dan kekecewaan, ia tak menyangka Max akan kembali, hidup, utuh, dan berdiri tepat di hadapannya. Bagi Nevari, keberadaan Max adalah kesalahan yang seharusnya sudah diperbaiki malam itu.

“Tapi sepertinya kau cukup kewalahan.” Nevari terkekeh pelan.

“Lucu juga kau memakai itu di kepalamu…” Nevari menunjuk dahi Max dengan telunjuknya yang ramping dan panjang, kukunya panjang berwarna merah menyala.

Max menyentuh plester yang menempel di dahinya.

“Ini cukup berkesan, jadi kubiarkan saja. Lagi pula, mereka menggunakan cara licik, membawa-bawa almarhum ibuku. Siapa pun yang berusaha mengusiknya, bermain-main dengan makamnya, aku tak segan membunuhnya, bahkan di hadapan ayahku.” Ancam Max.

Wajah nevari nampak menegang saat Max mengatakan tentang makan sang ibu.

“Jadi makam ibumu baik-baik saja?” Nevari meminum wine nya perlahan.

“Kenapa? Kau pasti terkejut karena rencanamu gagal? Apa utusanmu tidak melaporkannya padamu?” Balas Max datar.

Tatapan Nevari menajam sesaat, lalu kembali jinak.

“Kau bicara berlebihan. Aku hanya ingin memastikan makam ibumu tidak bermasalah.”

Max terkekeh pelan, tanpa humor.

“Kau terlalu peduli pada orang mati.”

“Dia tetap bagian dari keluarga.” Jawab Nevari lembut, namun nada suaranya dingin.

“Lahan itu akan dipakai untuk sesuatu yang lebih berguna.”

Max sedikit memiringkan kepalanya. Darahnya hampir mendidih saat menatap wajah sang ibu tiri. Ada dorongan kuat dalam dirinya untuk meremukkan kepala wanita itu hanya dengan satu tangan.

Tubuh Max memang masih menyimpan bekas luka, tetapi sorot mata Max tajam dan penuh perhitungan, Max tahu, upaya pembunuhan ibu tirinya bukan sekadar serangan fisik, melainkan jebakan licik yang jauh lebih kejam.

Nevari telah berani menyentuh satu hal yang tak boleh disentuh siapa pun, yaitu makam ibu kandung Max.

Dengan dalih pemindahan lahan dan izin pembangunan, untuk bisnis SuperWorld Real Estate, Nevari merancang skenario busuk yang menyeret nama makam itu. Isu pembongkaran disebarkan, penjaga dibungkam.

Max paham betul, Nevari benar-benar ingin menghilangkan dan menghapus jejak ibu kandungnya, bahkan sebatas makam yang di dalamnya terdapat tengkorak ibu kandung Max, Nevari tetap cemburu.

Setiap pertemuan di antara mereka adalah perang tanpa senjata. Kata-kata yang keluar dari mulut Nevari terdengar lembut, namun sarat racun. Sebaliknya, jawaban Max singkat dan datar, seolah tak ada emosi, padahal di balik sikap tenangnya, ada keinginan kuat untuk menyeret wanita itu ke neraka.

Max hendak maju dan seolah siap meremukkan tubuh ramping Nevari, namun tiba-tiba Nelson datang.

“Sudahi obrolan kalian. Acara akan segera di mulai.”

Nelson pun mengajak Nevari pergi. Saat berbalik, senyum samar tersungging di sudut bibir wanita itu.

Max membalas dengan senyum sinis, ia tak pernah mengerti, atau mungkin tak mau menerima, bagaimana ayahnya terus melindungi iblis yang telah membuat ibunya mengakhiri hidup.

Acara pelelangan berlangsung dengan suasana tegang. Setiap perusahaan mempresentasikan dan menyerahkan proposal terbaik mereka sebagai bahan pertimbangan pemerintah. Keputusan akan diambil dengan sangat selektif, siapa yang paling layak memenangkan proyek bernilai fantastis itu.

Namun di tengah acara, ketika Max duduk dan tanpa sengaja matanya menangkap wajah yang familiar meski dalam semalam. Pandangannya terus tertumbuk pada orang itu. Ingatannya terlalu tajam, terlebih kejadian yang melibatkan wajah itu baru terjadi beberapa jam lalu.

“Pria itu…”

“Oh, maksud Anda pria yang duduk bersama keluarga Genevra, Tuan? Jawab Bleiz.

“Dia adalah pacar Nona Ezme, putri Tuan Cedric Genevra. Perusahaannya sedang naik daun. Mereka bergerak di bidang pengembang IT. Anak tertuanya, Darwin Genevra, juga mendirikan perusahaan IT baru yang cukup maju dan telah diakui beberapa perusahaan besar.”

“Tapi putrinya terlihat masih belia.”

“Nona Ezme masih bersekolah, namun ayahnya memberikan hak sepenuhnya pada Nona Ezme untuk hidup mandiri di luar Mansion utama. Mungkin usianya sekitar 18 tahun.”

Sontak Max tertawa.

Bleiz jelas keheranan.

“Tuan… Anda tidak bermaksud untuk…”

“Jangan konyol. Apa sejauh ini aku seperti penyuka gadis remaja? Merepotkan saja. Akan ku tembak isi kepala mu jika kau berpikir macam-macam.”

“Maafkan saya tuan.”

“Hmm… Apa mereka tahu… Siapa pria itu?” Ucap Max lirih.

”Pria itu sudah memiliki istri.”

“Bagaimana, Tuan?” Tanya Bleiz datar.

“Aku ingin kau mengirim beberapa pengawal untuk mengawasi orang-orang tertentu.” Perintah Max tegas.

“Baik, Tuan.”

Max berbisik pada Bleiz. Pengawal itu membungkukkan punggungnya dan mengangguk tanda mengerti.

“Baik, Tuan.” Ucap Bleiz sebelum keluar dari ruangan untuk menghubungi seseorang.

Di luar gedung, Bleiz segera menjalankan perintah tuannya.

“Kenji, kirim anak buahmu untuk mengawasi Nona Ezme dan keluarga Genevra, terutama pacar putri bungsunya, lalu kirimkan aku semua data dan informasi apapun menyangkut mereka.”

“Baik, Tuan.”

“Kau juga bertugas mengawasi seorang wanita bernama Zayna Carmen. Laporkan semua kegiatannya setiap waktu padaku.”

“Saya mengerti.”

“Jangan ada kesalahan. Ini perintah langsung dari Tuan Maxime.”

Bleiz menutup panggilan lalu membuka beberapa pesan baru yang masuk. Ternyata informasi yang Bleiz inginkan sudah di kirimkan oleh anak buah Kenji.

Namun hasilnya membuat Bleiz kebingungan sekaligus terkejut, namun wajah Bleiz tetap datar tanpa ekspresi apapun. Hanya satu alisnya yang naik.

Ia tak mengerti, mengapa tuannya meminta pengawasan terhadap orang-orang dari kelas rendahan.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!