NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Perjodohan

Akhir Cinta Perjodohan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Menantu Pria/matrilokal / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Obsesi / Tamat
Popularitas:582.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: SyaSyi

Syafa dan Ustadz Zhafran menikah karena sebuah perjodohan. Awalnya Ustadz Zhafran menerima perjodohan ini, demi rasa hormatnya kepada Hasan Al Kahfi Ayah dari Syafa yang selama ini menjadi donatur tetap di pondok pesantren Al Inayah tempat Ustadz Zhafran mengajar. Ada rahasia tersembunyi Ustadz Zhafran yang hanya diketahui Abah Alwi dan Ummi Fatimah.

Syafa Nafeeza, seorang gadis berusia 21 tahun. Saat ini dirinya masih duduk di bangku kuliah semester 6 di Universitas Pelita Bangsa. Dirinya kerap berpenampilan seksi dan memiliki sifat angkuh. Dia hanya ingin berkawan dengan golongan kelas atas. Saat ini dirinya telah memiliki kekasih yang bernama Galang Saputra. Rasa khawatir yang dirasa sang Ayah, membuat sang Ayah menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki pilihannya.

Akankah Syafa menerima perjodohan ini? Bagaimana akhir cinta dari perjodohan dua manusia yang memiliki dua sifat yang berbeda? Mampukah Ustadz Zhafran membantu Syafa melakukan hijrah cinta? Yuk ikuti kisahnya dalam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebahagiaan Ayah Hasan dan Bunda Almira

"Bun, Syafa hamil," ucap Syafa, saat melakukan panggilan telepon dengan sang bunda.

"Alhamdulillah. Bunda senang sekali mendengarnya. Sekarang Syafa bukan anak kecil lagi, Syafa sebentar lagi akan menjadi seorang ibu," ujar Bunda Almira.

"Iya, Bunda. Syafa akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk anak Syafa kelak," sahut Syafa.

Bunda Almira merasa bersyukur, karena anaknya telah berubah. Syafa yang sekarang bukanlah anak yang manja dan menentang orang tuanya. Semenjak menikah dengan Zhafran, Syafa banyak memiliki perubahan. Meskipun di awal pernikahan, dirinya kerap bicara ketus dengan Zhafran. Namun, Zhafran tetap bersikap sabar dan mampu merubah Syafa.

Mendengar putrinya sedang hamil, tentu saja Ayah Hasan sangat bahagia. Dia bersyukur, karena keinginannya akhirnya terwujud ingin segera memiliki cucu. Ayah Hasan bersyukur karena pilihannya tepat untuk menjadi Zhafran sebagai pendamping anaknya. Semoga rumah tangga anaknya sakinah, mawadah, dan warohmah.

"Bun, ayo kita tengok Syafa ke rumahnya! Sekalian kita mampir beli makanan ya dia suka. Belikan juga parcel buah, dan cemilan biskuit untuknya. Biar cucu kita selalu sehat. Oh iya, belikan juga susu hamil," ujar Ayah Hasan kepada sang istri.

Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Syafa, tetapi mereka berniat untuk membelikan semua kebutuhan anaknya. Rasanya tak terhingga, seperti menang undian.

"Nanti, Ayah mau coba bicara sama Zhafran mengenai tawaran Ayah untuk bekerja di perusahaan Ayah. Sebentar lagi, mereka akan memiliki anak. Pastinya, biayanya tak akan sedikit. Ayah tak mau, jika nantinya cucu Ayah kekurangan secara materi. Namun, Ayah sangat mengenal. Zhafran. Dia bukan tipe yang mau menerima bantuan dari orang lain, dia itu tipe pekerja keras. Kalau Ayah suruh bekerja di perusahaan Ayah, InsyaAllah dia pasti mau menerima bantuan kita. Ayah juga ingin membelikan rumah untuk mereka, sebagai hadiah pernikahan mereka," ungkap Ayah Hasan dan Bunda Almira setuju. Dia juga merasa tak tega dengan kondisi anaknya. Selama ini, Syafa selalu hidup senang. Semua keinginannya terpenuhi.

Ayah Hasan dan Bunda Almira baru saja sampai di rumah Zhafran dan Syafa. Hatinya merasa miris melihat kondisi anaknya, tetapi dia senang melihat kebahagiaan sang anak. Syafa tampak lebih menerima keadaan, Ayah Hasan dan Bunda Almira tertawa geli dalam hati. Saat melihat sang anak menggunakan daster, dengan rambut ya di kuncir kuda.

"Ayah, Bunda, Syafa kangen sama Ayah dan Bunda," ucap Syafa yang langsung menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk secara bergantian. Meluapkan kerinduannya.

"Gimana kondisi kehamilan kamu, Sayang? Apa bayinya sehat? Kamu gimana, ada yang dirasa tidak?" tanya Bunda Almira.

Zhafran mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian. Meskipun dirinya dalam keadaan susah, kedua mertuanya tetap baik kepadanya. Menghargai dirinya.

"Ini tadi Bunda mampir dulu belikan kamu ayam kriuk, buah-buahan, cemilan biskuit, susu ibu hamil. Biar cucu nenek dan kakek selalu sehat, kamu juga sehat," ujar Bunda Almira. Dirinya sempat mengelus perut anaknya.

Syafa menceritakan kalau dirinya sempat di rawat satu malam di rumah sakit, karena kondisinya lemah terus menerus muntah. Sampai dehidrasi.

"Kok kalian tak mengabari Ayah sama Bunda sih," ucap Ayah Hasan.

Lagi-lagi menantunya tak ingin merepotkan dirinya. Karen sebenarnya Zhafran mampu membayar semua biaya yang dikeluarkan.

"Usia kehamilan kamu berapa? Terus gimana, sekarang masih ada keluhan?" tanya sang Bunda.

"Lima minggu Bun. Sekarang sih sudah mulai mendingan, tak terlalu parah kalau pagi," sahut Syafa.

Syafa sudah mau menerima kondisinya sekarang, sudah menerima kehadiran anaknya. Dia menikmati sekali masa kehamilannya, menjadi calon seorang ibu.

"Zhafran, ada hal penting yang ingin Ayah katakan kepada kamu. Ayah harap, kamu jangan tersinggung ya. Ayah tak bermaksud menghina kamu. Tujuan Ayah bicara, untuk mengurangi beban yang kamu pikul," ujar Ayah Hasan.

"Iya, Ayah," sahut Zhafran.

"Sebentar lagi kalian akan memiliki seorang anak. Biayanya pasti tak cukup sedikit. Ayah ingin memberikan pekerjaan kepada kamu, agar kamu bisa memberikan nafkah yang lebih besar dari saat ini. Bagaimana? Apa kamu setuju?" tanya Ayah Hasan kepada sang menantu.

"Maafkan aku Ayah, bukan aku menolak bantuan Ayah. Namun, aku akan berusaha sendiri dulu untuk membahagiakan istri dan anakku kelak," sahut Zhafran.

Karena tanpa bantuan mertuanya, dia mampu membahagiakan istrinya. Bahkan harta kekayaan yang dia miliki, lebih banyak dari mertuanya. Namun, Zhafran masih memilih untuk merahasiakannya.

"Iya Ayah, biarkan Kak Zhafran berusaha. Selama ini Kak Zhafran sudah membahagiakan aku. Dia sudah bekerja keras," ungkap Syafa membuat kedua orang tua dan suaminya tersenyum bahagia.

"Ya, sudah! Gimana baiknya saja. Jika kalian mau berusaha sendiri, Ayah sangat senang. Ayah salut dengan kegigihan Zhafran. Terima kasih sudah membahagiakan putri Ayah satu-satunya, meskipun dalam bentuk yang sederhana. Ayah bahagia karena sebentar lagi akan memiliki cucu dari kalian," ujar Ayah Hasan.

1
Nureliya Yajid
lanjut thor
Nureliya Yajid
menarik
Surati
bagus
SyaSyi: makasih kak
total 1 replies
Sulastri Herlina
𝚋𝚒𝚊𝚛𝚒𝚗 𝚊𝚓𝚊 𝚐𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚊,,, 𝚌𝚞𝚎𝚔𝚒𝚗 𝚊𝚓𝚊,, 𝚖𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚞 𝚊𝚓𝚊 𝚓𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚞𝚊𝚜 𝚗𝚊𝚏𝚜𝚞
Faris Setyawan Fais
bagus cuman tulisannya banyak berantakan
bening
bagus2 bngt Thor hasil karya nya,singkat dan tdk bertele2
SyaSyi: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Fitri Yani
bagus sih cuma bahasanya masih kaku 😁
semangat kakak
Holipah
Galang ternyata mokondo 🤣
Fitri Yani
fix Zaffran aslinya anak Sultan 😂
Lina Sutiah
❤️❤️❤️❤️❤️😘😘😘
Tiger Cc
gk adill ini tubuhnya udh dilihat cwo lainn
ayu nuraini maulina
ck
ayu nuraini maulina
cinta cma nafsu semata
MakBarudakh
bagus
Sri Wulan Hazariah
Luar biasa
ayri hasbi
kasihan Zhafran, walaupun msih perawan, tp badannya Syafa udah dinikmati Galang😡
tokcar d monkar
T O P B G T
Hikmah Sasty
nih gak ada smbungnx SMA sekli🥲
Agus Irianto
dpt pahala istri ajak diluan
Agus Irianto
galang2 banci pengecut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!