"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.
Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.
Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Apartment Jang Ki Yong.
Jin Guk menatap Ji Min yang sedang menonton televisi dengan kaki satu di angkat ke kursi dan memakan cemilan. Sesekali tertawa menertawakan pelakon yang ada di acara itu.
"Dia tampan tau" ucap Jin Guk memuji dengan suara pelan.
Ki Yong mendelik tak suka mendengar pujian tentangnya.
"Pantas Sarah selalu memujinya" lanjut Jin Guk terus.
"Diam! " Ki Yong tak suka, dia menutup mulut Jin Guk dengan tangannya.
Jin Guk menepis tangannya kemudian ikut duduk di samping Ji Min.
Ji Min menoleh, tersenyum lalu kembali ngemil dan nonton.
"Hey... kau tidur di sini tau! " ucap Jin Guk.
"Ya, terimakasih banyak" jawab Ji Min senang karena sofanya empuk.
Jin Guk terus memperhatikan lengannya yang berotot, dia mulai penasaran.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan lengan sebagus ini? " tanyanya.
Ji Min melirik lalu tersenyum.
"Ahhh, hanya dengan latihan tangan pakai botol air mineral sedang, lakukan setiap hari" jawabnya.
"Hanya dengan botol air mineral? " Jin Guk tak percaya.
"Yang penting itu konsistensinya, bukan ukurannya" jawab Ji Min.
Mereka jadi mengobrol, akrab.
Sementara itu, Ki Yong masuk ke kamarnya untuk menyelesaikan naskah mereka.
Dia menatap ponselnya, merasa ingin menanyakan kabar Sarah.
- Kau baik baik saja kan? -
Terkirim.
Mata Ki Yong membelalak, tak sadar dia sudah mengirim pesan seperti itu padanya.
"Aduhhh, terkirim lagi" ucapnya seraya mengusap wajah.
- tidak baik baik saja, seluruh badan ku rasanya seperti baru dihajar -
Jawaban datang, dan membuatnya terdiam. Lalu dia tersenyum, merasa Sarah sudah mulai menganggapnya teman.
- Besok aku bawakan obat untuk sakit badan, kau pasti tam terbiasa berkendara, apalagi seperti dikejar deadline begini -
Ki Yong menunggu, tapi sampai malam, sampai dia mengantuk, tak ada balasan lagi dari Sarah.
***
Sarah sudah siap untuk bekerja, dia menatap Da Jin dan So Min yang berdiri menatapnya.
"Mau apa kamu? " tanya Da Jin.
"Kerja" jawab Sarah seolah hal itu salah.
"Lah, emang udahan bikin filmnya? " tanya So Min sambil masuk dan merapikan belanjaan mereka.
Sarah tertegun, dia juga tak tahu apalagi yang harus dilakukan.
"Mungkin sudah, Produser Go ga bilang apa apa lagi" ucapnya.
Kemudian tiba-tiba, ponsel Da Jin berdering. Dia melihat nomor Ki Yong yang menelpon.
"Halo! " jawabnya.
"Kenapa Sarah tidak bisa dihubungi, Pak Go nungguin" ucap Ki Yong.
"Hmmm pantesan, ya nanti dia ke sana" jawab Da Jin kemudian menutup telponnya.
So Min bertanya dengan mengangkat kedua alisnya.
"Ki Yong yang nelpon, katanya kamu ga bisa dihubungi" ucap Da Jin.
Sarah memeriksa handphonenya.
"Hehe, kurasa data internetnya habis" ucapnya meringis.
So Min memukul lengannya kemudian menariknya ke kamar.
"Ayo ganti baju! " ajaknya.
"Tidak usah, aku bisa ganti sendiri" Sarah menolak, tahu akan didandani lagi.
Tapi So Min bersikeras.
***
Di kantor.
Sarah datang, tapi karena tanpa ditemani Ki Yong dia tidak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan.
"Aku mau ketemu Pak Go! " ucap Sarah.
"Pak Go mana? Department mana? Di sini banyak yang namanya Pak Go! " ucap satpam itu sembari acuh padanya.
Sarah menghela.
"Di sini yang namanya Produser Go He Jin cuma satu kan? " ucap Sarah.
Satpam itu melirik, kemudian menatapnya seluruh badan.
"Kamu siapanya? " tanyanya sedikit curiga bahwa dia pacarnya.
Sarah mengerti dengan pandangan itu, dia mengambil nafas dalam mencoba bersabar dengan sikapnya.
"Emang bapak ga lihat beberapa hari lalu saya masuk sini sama Jang Ki Yong? " Sarah menjelaskan.
"Ahhh aku ingat! " satpam itu berbinar.
Sarah lega karena dia mengingatnya.
"Kamu pelayan di kedai belakang kan? " ucap Satpam itu seraya menunjuk ke belakangnya.
Sarah tercengang, tapi cukup senang karena dia mengenalinya.
"Mau apa kemari? Kamu ga bawa makanan" Satpam itu mulai bersikap akrab.
Kemudian tiba-tiba Ki Yong datang.
"Mau ketemu saya! " ucapnya.
Ki Yong yang sedang di rias, memakai penjepit rambut di kepalanya, juga serbet di lehernya.
Satpam itu terdiam kemudian sedikit membungkuk.
"Ahh ya, maaf" ucapnya.
Tanpa banyak bicara, Ki Yong meraih tangan Sarah dan mengajaknya masuk.
"Nanti aku minta tanda pengenal ke HRD, kamu udah mulai diterima sebagai penulis di sini" ucapnya sambil terus menariknya.
Orang-orang menatap mereka, aktris Eun Hae pun melihat mereka.
"Siapa dia? " tanya Eun Hae.
"Tidak tau, aku baru lihat" jawab Asisten, Gu Mi.
Tapi kemudian dia ingat.
"Ahhh, mereka.... " tunjuk Gu Mi.
"Apa? " Eun Hae menunggu, penasaran.
Gu Mi mengambil handphonenya dan mencari, kemudian menunjukkan foto sosial media penggemar Ki Yong.
"Ini! " tunjuk Gu Mi.
Eun Hae menatap jelas mereka terlihat sangat dekat di foto itu, bukan hanya karena berdiri bersebelahan, tapi tangan Ki Yong menggenggam erat tangannya, seperti yang tadi dia lihat.
"Penggemar bilang, mereka bertemu saat di Jeju" jelas Gu Mi.
Eun Hae tertegun menatap ke arah mereka yang masuk ke dalam lift.
Sementara itu, Ki Yong terus bicara pada Sarah.
"Kali ini terlambat aku bisa membela mu di hadapan pak Go, tapi besok tidak boleh terlambat" ucapnya lagi kemudian memencet tombol tutup pada lift.
"Tunggu.... aku kan cuma narasumber" Sarah menyentuh dadanya sendiri.
"Tidak, Pak Go bilang dia mau kamu menjadi penulisnya, selesaikan, dia akan keluarkan uang untuk film ini" ucap Ki Yong.
"Akan jadi masalah kalau tiba-tiba aku jadi penulis di sini" ucap Sarah tahu dirinya yang hanya pekerja migrant.
"Tenang, Kepala Polisi Kim sedang mengurusnya" jawab Ki Yong seraya merapikan rambut Sarah yang sedikit berantakan.
Sarah terdiam, memikirkan mengapa Young Jae mau melakukannya.
Pintu lift terbuka saat Ki Yong masih mengaitkan rambut Sarah ke telinganya.
Han So Hee, mantan pacar Ki Yong, yang mau masuk lift, melihat pemandangan itu. Dia tertegun menatap Ki Yong.
Sarah sendiri hanya terus memikirkan ketakutannya karena bekerja di sana.
Ki Yong menatap So Hee, tapi kemudian hanya menggerakkan kepalanya menyapa. So Hee membalas, meskipun dalam benaknya bertanya tentang wanita yang Ki Yong belai tadi.
Mereka masuk ke ruangan He Jin.
He Jin yang sedang menelpon, menyuruhnya untuk duduk.
"Duduklah, aku harus pergi" ucap Ki Yong sambil menunjuk ke jepit rambutnya.
Sarah hanya mengangguk kemudian duduk.
Song Nu Ri asisten He Jin, duduk di meja yang hari itu Sarah mengerjakan naskahnya, menatap padanya kemudian tersenyum karena Sarah tersenyum padanya.
Selesai menelpon, He Jin menancapkan kedua tangannya di pinggang.
"Kamu ini seenaknya datang jam segini" tunjuk He Jin.
Sarah mengerutkan dahinya.
Nu Ri terkejut dengan nada bicara He Jin yang memang selalu marah marah.
"Loh, kan aku cuma narasumber, ngapain ke sini! " jawab Sarah santai seolah tak takut dengan orang yang sedang marah marah.
...****************...