Queen Li tumbuh dalam kekacauan—dikejar rentenir, hidup dari perkelahian, dan dikenal sebagai gadis barbar yang tidak takut siapa pun. Tapi di balik keberaniannya, tersimpan rahasia masa kecil yang bisa menghancurkan segalanya.
Jason Shu, CEO dingin yang menyelesaikan masalah dengan kekerasan, diam-diam telah mengawasinya sejak lama. Ia satu-satunya yang tahu sisi rapuh Queen… dan lelaki yang paling ingin memilikinya.
Ketika rahasia itu terungkap, hidup Queen terancam.
Dan hanya Jason yang berdiri di sisinya—siap menghancurkan dunia demi gadis barbar tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Queen kembali ke rumah lamanya dengan ditemani Jason.
Rumah itu sunyi—terlalu sunyi.
Tidak ada kehangatan, hanya sisa kenangan yang menyesakkan dada.
Di dalam kamar utama, Queen berlutut di depan lemari. Ia memasukkan pakaian, perhiasan, dan barang-barang milik Zoanna ke dalam kardus tanpa ragu. Setiap lipatan terasa seperti mengubur masa lalu.
“Queen, apa yang sedang kau lakukan?”
Jason berdiri di ambang pintu, suaranya tenang namun penuh kekhawatiran.
“Aku ingin membuang semua barangnya,” jawab Queen tanpa menoleh.
“Bahkan satu pun aku tidak ingin melihatnya lagi.”
Tangannya gemetar, tapi gerakannya tegas.
Jason melangkah mendekat dan memapah Queen berdiri.
“Biarkan orang-orangku yang membereskannya,” ujarnya lembut.
“Ambil saja barang yang benar-benar kau inginkan. Mulai hari ini, rumah ini kita kosongkan.”
Queen menatap sekeliling kamar itu—tempat yang seharusnya menjadi rumah, namun justru menjadi penjara emosional.
“Iya,” ucapnya pelan.
“Aku ingin menjual rumah ini.”
Jason terdiam, menunggunya melanjutkan.
“Rumah ini dibeli dengan uang hasil dari mantan-mantannya,” kata Queen dingin.
“Setelah dijual, uangnya akan aku donasikan ke panti asuhan.”
Ia menghela napas panjang.
“Aku tidak ingin meninggalkan satu barang pun miliknya di hidupku.”
“Semua pakaiannya dan perhiasannya lebih baik dijual saja daripada dibuang,” lanjut Queen dengan suara tenang.
“Uangnya bisa membantu mereka yang membutuhkan.”
Jason mengangguk.
“Baiklah. Rey akan mengurusnya sesuai keinginanmu,” ujarnya dengan senyum tipis.
Belum sempat mereka melangkah keluar, pintu ruang tamu terbuka kasar.
“ZOANNA MU, KELUAR!”
teriak seorang pria dengan nada kasar.
Rey yang sudah menunggu di ruang tengah langsung berdiri menghadang.
“Kenapa kau kemari?” tanyanya dingin.
“Mana Zoanna Mu?” bentak pria itu. “Suruh dia keluar!”
“Jacky?” suara Queen.
Queen melangkah keluar dari kamar ibunya, wajahnya datar tanpa ekspresi.
Jacky menoleh, menatap Queen dari ujung kepala hingga kaki, lalu mendengus.
“Queen Lin, di mana ibumu?” katanya ketus.
“Sampaikan padanya aku tidak akan membayar satu sen pun uang itu. Kalau dia ingin menceraikanku, dia yang harus membayarku. Rumah ini juga seharusnya jadi milikku!”
Queen menatapnya tajam, tak ada sedikit pun gentar di matanya.
“Kau datang tepat waktu,” katanya dingin.
“Kalau ingin bertemu dengan istrimu, pergilah ke penjara.”
Jacky terdiam.
“Zoanna Mu tidak akan pernah keluar lagi,” lanjut Queen pelan namun menusuk.
“Dan kau sangat beruntung—tuntutan terhadapmu telah dibatalkan.”
“Apa maksudmu?” suara Jacky meninggi.
Queen melangkah satu langkah lebih dekat.
“Maksudku jelas,” katanya.
“Kau tidak perlu membayar apa pun, karena Zoanna tidak lagi memiliki hak sebagai istrimu—atau sebagai manusia bebas.”
“Dia yang ingin menceraikanku, dan sekarang malah berakhir di penjara?”
“Aku tidak peduli. Walaupun dia berada di balik jeruji besi, dia tetap harus menandatangani surat cerai.”
“Aku menuntut hakku sebagai suaminya.”
Queen menatap Jacky dengan sorot mata dingin, tanpa sedikit pun ragu.
“Jacky, dengarkan baik-baik,” ucapnya tegas.
“Zoanna memang mengajukan cerai, tapi sekarang statusnya adalah narapidana kasus pembunuhan. Proses perceraian tidak membutuhkan persetujuan atau tanda tangannya lagi.”
Jason melangkah maju, suaranya rendah namun penuh tekanan.
“Pengadilan bisa menjatuhkan putusan cerai sepihak. Terlebih lagi, Zoanna kehilangan hak sipilnya. Apa yang kau sebut ‘hak sebagai suami’ itu sudah gugur.”
Queen melanjutkan, nadanya tajam.
“Rumah ini bukan harta bersama. Dibeli sebelum pernikahan dan atas nama Zoanna.
Kau tidak berhak menuntut apa pun ... tidak uang, tidak properti.”
Ia menatap Jacky lurus ke mata.
“Jika kau terus memaksa, itu bukan lagi soal perceraian, tapi upaya pemerasan terhadap keluarga korban. Dan hukum tidak akan berpihak padamu.”
Jason menunjuk ke arah pintu.
“Pergi sebelum kami memanggil polisi.”
Queen menutup dengan dingin:
“Zoanna akan menjalani sisa hidupnya di penjara. Dan kau ... tidak akan mendapatkan apa pun darinya.”
“Narapidana?” Jacky tertawa kecil dengan nada sinis.
“Apakah aku harus diam begitu saja? Usiamu jauh lebih muda darinya, dan aku telah membuang begitu banyak waktu untuknya.”
Ia mengepalkan tangan dengan wajah tidak puas.
“Sekarang aku harus pergi dengan tangan kosong?”
“Tangan kosong?” Queen menatap Jacky dengan dingin.
“Saat kau menikahinya, apakah kau membawa harta benda? Kau tidak memiliki apa pun sejak awal.”
“Tuntutan terhadapmu telah dibatalkan—itu saja sudah sangat menguntungkan bagimu.”
“Dan sekarang kau masih berani meminta lebih?”
Jason melangkah maju, sorot matanya dingin.
“Rey, usir dia.”
Rey segera menarik lengan Jacky dengan kasar dan menyeretnya pergi dari ruangan itu.
“Queen, aku akan meminta Rey segera menjual rumah dan seluruh barang milik Zoanna. Jadi jangan merasa terbebani,” ujar Jason dengan tenang.
“Iya, aku ingin mengemas pakaianku dulu,” jawab Queen, lalu melangkah masuk ke kamarnya.
Rey kembali ke ruang tengah.
“Bos, bagaimana dengan Jacky? Apakah kita biarkan saja?” tanyanya.
Jason menyandarkan tubuhnya, sorot matanya dingin.
“Biarkan. Tidak ada gunanya menuntutnya lagi. “Lagipula Queen belum membayar satu pun dari utang itu.”
Jason menoleh tajam ke arah Rey.
“Soal rentenir yang pernah meminjamkan uang, beri mereka peringatan.”
“Jika mereka berani muncul di hadapan Queen, aku tidak akan sungkan mendatangi mereka satu per satu.”
hai teman teman .... ayo ramaikan karya ini dgn follow tiap hari dan juga like, komen dan jangan ketinggalan beri hadiah yaaaaaaa
sungguh, kalian gak bakalan menyesal, membaca karya ini.
bagus banget👍👍👍👍
top markotop pokoknya
hapus donh🤭🤭
kau jangan pernah meragukan dia, queen
👍👍👌 Jason lindungi terus Queen jangan biarkan orang2 jahat mengincar Queen
.
ayoooooo tambah up nya.
jangan bikin reader setiamu ini penasaran menunggu kelanjutan ceritanya
ayo thor, up yg banyak dan kalau bisa up nya pagi, siang, sore dan malam😅❤️❤️❤️❤️❤️❤️💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏
kereeeeennn.......💪