"mbak Reina!! I Love you!!".
"belajar yang bener!! nggak usah cinta-cintaan!! lagian kamu itu calon adik ipar ku!! jadi berhenti menggangu ku!!".
"nggak peduli!! yang penting I love you mbak Gemoy!!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar Diri Lah!!
Reina masih menunggu Lena mencoba gaun pengantin nya. Namun di saat diri nya menunggu, dua orang yang di kenal Reina masuk ke dalam butik tersebut dengan gaya yang cukup glamor.
Reina yang belum menyadari kehadiran Tasya dan juga Cecilia hanya menatap layar ponsel nya sambil sesekali tersenyum. Apalagi melihat dan membaca pesan-pesan singkat dari Erlangga membuat Reina tak bisa menahan senyuman nya.
Reina hanya mengirimkan foto gaun pernikahan langsung di tanggapi serius oleh Erlangga.
"setelah ini aku akan memaksa mu membeli set pakaian pernikahan kita!!. Aku sungguh tidak sabar!!".
Begitu lah kira-kira isi salah satu pesan singkat yang di kirim Erlangga di tengah kesibukan nya membobol informasi penting perusahaan milik Anderson Crooner.
"astaga!!! Bagaimana bisa kita bertemu wanita jelek ini di sini!!". Pekik heboh Cecilia yang melihat Reina berada di dalam butik yang sama dengan nya.
Tasya pun tersenyum sinis dan membiarkan Cecilia menghina Reina. Wanita itu juga sedang mencari waktu yang tepat untuk membawa Reina ke pelukan Anderson. Tanpa sepengetahuan siapa pun.
Tapi untuk saat ini biarlah dia menikmati aksi Cecilia menghina dan mempermalukan Reina.
Sementara itu Reina yang mendengar suara berisik dari Cecilia kini menoleh ke arah dua perempuan yang sangat tidak ingin di temui nya. Reina masih diam tak memperdulikan mereka dan kembali pada ponsel nya. Karena menanggapi Cecilia yang sejak dulu suka menggangu nya hanya membuang waktu saja.
Lagian Reina adalah seorang wanita dewasa yang tidak ingin terpancing oleh gadis yang usia nya hampir sama dengan Erlangga.
Merasa di abaikan Cecilia kini merampas ponsel Reina dengan cepat dan hal itu membuat wanita bertubuh subur itu langsung bangkit dan marah.
"hei!!! Kembali ponsel ku!!". Kesal Reina yang berusia merebut ponsel nya.
Dua wanita ini mengganggu nya dan kini malah merampas ponsel nya dengan tidak memiliki sopan santun sedikit pun.
Cecilia yang tertawa jahat kini berlari menghindari Reina yang marah karena ponsel wanita itu ada di tangan nya. Dan bersembunyi dibalik tubuh Tasya.
"maka nya!! Nggak usah sok-sokan untuk mengabaikan ku!! Dasar wanita gendut!!".
Reina sudah tau jika gadis seperti Cecilia adalah seorang yang cukup sulit untuk di hadapi jika diri nya adalah Reina yang dulu. Reina yang sekarang cukup mampu menahan emosi nya agar tidak meledak dan mempermalukan diri sendiri.
Karna bagi Reina menghadapi dua orang ini tidak bisa dengan kekerasan. Harus dengan cara elegan yang tidak merusak citra diri.
"kembalikan ponsel ku sekarang atau aku akan memanggil pihak keamanan". Balas Reina dengan keadaan yang masih tenang namun dalam hati menahan rasa kesal.
Namun bukan nya mengembalikan ponsel Reina, gadis muda itu malah melihat ke layar ponsel Reina yang kini masuk sebuah notifikasi. Mata Cecilia melihat siapa yang mengirimkan pesan singkat pada wanita itu. Dan betapa terkejutnya di layar ponsel itu tertulis "my Erlangga".
Ponsel yang belum terkunci dengan segera Cecilia melihat isi pesan tersebut.
"sayang... Kamu masih lama pulang dari luar?? Aku kangen pengen cium sama peluk kamu".
Cecilia yang membaca pesan singkat itu kini malah tersulut emosi. Apalagi yang mengirimkan pesan itu adalah Erlangga Tirta Bhaskara, pemuda yang sangat dia sukai.
"SIALAN!!! Bagaimana bisa kau berbuat sejauh ini!!". Pekik Cecilia menatap nyalang ke arah Reina yang masih menatap nya dengan tenang.
"kembalikan ponsel ku sekarang, membaca pesan pribadi seseorang bukan kah hal tersebut sudah keterlaluan!!".
"aku hanya membaca pesan mu yang sangat menjijikan!! Merayu kekasih ku hanya untuk kepentingan mu sendiri!!". Kesal Cecilia lagi yang kini malah terpancing oleh emosi nya sendiri.
Padahal tadi dia ingin memancing Reina untuk marah namun setelah melihat pesan yang di kirim Erlangga membuat hati nya panas. Erlangga hanya untuk nya dan tidak pantas Reina mendapatkan pemuda tampan dan juga berbakat seperti Erlangga.
"kau!! Kau menggoda Erlangga agar dia mau bersama mu. aku yakin kau menjebak nya!! Jika tidak bagaimana bisa kekasih ku mengirimi mu pesan menjijikan ini!!".
Keributan yang di buat Cecilia dan juga Tasya kini mengundang beberapa orang yang ada di dalam butik itu untuk melihat mereka. Begitu pula dengan Lena yang kini keluar masih dengan gaun yang sedang dia coba.
"keributan apa ini!!". Ucap Lena dengan nada yang kuat dan tiga menatap tidak suka pada dua wanita yang menjadi sumber keributan.
Reina tak tahan dengan keadaan ricuh yang di buat dua orang pengganggu yang baru datang ini. Dengan langkah tegas dan juga pandangan yang tenang Reina berjalan ke arah Cecilia tanpa memutuskan pandangan tajam nya. Setelah sampai di depan Cecilia dengan tegas Reina merampas kembali ponsel nya.
"apa kau masih berada dalam delusi mu di masa lalu?". Ucap Reina dengan sangat tenang.
Bagi Reina menghadapi gadis seperti Cecilia dan juga Tasya adalah hal yang biasa. Dulu waktu masih mengejar Arga Reina selalu berhadapan dengan wanita-wanita seperti mereka. Penggemar Arga adalah bagian pengalaman yang membuat Reina cukup gampang menghadapi para perempuan pengganggu seperti mereka
"kau mengatakan aku menggoda Erlangga dan menjebak nya? Oh ayo lah.. apa kau tidak bisa membaca dengan baik. Di dalam pesan ini Erlangga lah yang menggoda ku dan kau tau kenyataan itu sejak dulu". Sambung Reina lagi dengan nada yang setenang mungkin namun sarat akan sindiran yang nyata.
Sementara itu Tasya yang mendengar semua nya terkejut dengan apa yang dia ketahui. Erlangga bukan kah itu nama adik dari Arga. Dan juga Cecilia marah karena dia suka pada adik nya Arga.
"Cil.. Apa pemuda bernama Erlangga itu wajah nya seperti ini?". Tanya Tasya dengan nada pelan lalu menunjukkan layar ponsel nya yang terdapat wajah Erlangga yang dia ambil diam-diam.
"iya kak.. Ini pacar aku!!". Jawab Cecilia dengan heboh.
"wahhh!!! Ternyata selama ini kamu menggoda adik nya Arga!! Aku tak menyangka hal ini. Pantas saja kau berhenti mengejar Arga ternyata kau sudah memiliki rencana lain untuk dekat dengan kekasih ku melalui adik nya!!".
Ucapan Tasya semakin memperkeruh keadaan yang sudah keruh itu. Orang yang melihat semakin saling bisik saat melihat Reina.
"hais!!! Dua wanita ini benar-benar membuat ku muak!!. Ku katakan pada kalian berdua ya. Tidak usah membesar-besarkan keadaan ini. Pertama kau Cecilia.." Reina mengarah kan pandangan tajam nya ke arah gadis tersebut.
" Aku sama sekali tidak pernah menggoda Erlangga bahkan sejak dulu. Dan kau juga tau bukan Erlangga lah yang selalu menggangu ku dan meneriakkan kata cinta nya untuk ku. Tapi kau tidak terima semua kenyataan itu sehingga kau masih terus berada dalam obsesi mu".
"dan kedua kau Tasya!! Walaupun aku dulu gila mengejar kekasih mu itu tapi sekarang aku sungguh tidak tertarik dengan Arga. Jika kau mau kenapa kau tidak menikah saja dengan pria itu. Aku sudah melepaskan nya. jadi kau bebas mendapatkan Arga. Aku sudah tidak punya rencana apapun untuk mendekati pria itu". Sambung Reina lagi yang membuat dua orang itu terdiam kehabisan kata-kata.
"kalian berdua memang pengganggu!!".
kini Lena ikut membantu sahabat nya ini dari keributan yang di buat dia wanita itu. Masih dalam balutan gaun pengantin nya Lena berjalan mendekati Reina.
"asal kalian tau ya!! Erlangga sudah mencintai Reina sejak dulu. Dan bahkan mereka akan segera menikah. Lihat Erlangga bahkan memberikan cincin pernikahan yang cukup mahal untuk Reina".
Lena kini mengangkat tangan Reina dan memperlihatkan jari manis sahabat nya yang sudah melingkar cincin yang cukup mewah dan juga elegan. Siapa saja yang melihat nya tau jika cincin itu sengaja di tempah di suatu tempat hanya untuk satu orang.
"jadi sadar diri lah lalu pergi dari sini!!".
laki laki cap kadal