"Sayang sakit " ucap Aqeela menahan sakit, bahkan dia sampai menggenggam erat tangan suaminya.
"Tidak ada yang tidak sakit sayang kecuali membuatnya, enak " bisik Werren vulgar, mampu membuat wajah Aqeela bersemu merah.
"Nyonya sudah saat nya anda mengejan " ucap dokter memberikan instruksi.
"Aaaaarrrrrrggggggg " Teriak kan pertama gagal, padahal Aqeela sudah berusaha tapi masih gagal.
"Nyonya, sekali lagi " instruksi dari dokter .
"Baby pasti bisa, demi bayi kita " ucap pria yang di samping Aqeela, dan tidak lupa dia mengecup seluruh wajah istrinya.
"Aaaaarrrrrrggggggggggg " teriakan yang tidak sia-sia akhirnya.
Oek Oek Oek Oek
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Huekk
Huekkk
"Sayang " panik Werren langsung menghampiri istrinya yang berubah memuntahkan isi di dalam perutnya, tapi hanya cairan saja.
"Huaaaa mommy " sedih Fiona.
"Sekarang tidak ada penolakan, ayo ke rumah sakit " titah Ara yang tidak bisa di bantah oleh siapa pun.
"Ayo kita pergi dari sini, biar dokter kepercayaan kami periksa di sana, nak Werren juga perlu perawatan khusus " saran Darco.
"Tidak mau di periksa " rengek Aqeela seperti anak kecil, Werren yang memeluk sang istri menggeleng tidak ada penolakan.
"My " rengek Aqeela, berharap sang mommy akan luluh tapi malah di tatap dengan tajam, membuat nyali Aqeela menciut.
"Mommy sepelti Fio ckckck " bangga Fiona saat memiliki kemiripan pada sang mommy.
"Iya, tapi kau sangat cengeng " jawab Felix dan langsung masuk mobil, mereka akan kembali di kediaman Darco.
"Glandma liat akak, dia dahat " adu Fiona.
"Cucu grandma memang cengeng " ucap Ara menambahi.
"Huaaaa, nenek " adu Fiona langsung merentangkan kedua tangannya pada sang nenek berharap berada di pihaknya Sekarang, dan langsung di sambut dengan senang hati oleh Narcy.
"Sayang, ini tidak gratis " ucap Narcy dengan senyum misterius nya, dia harus bijak untuk menghadapi cucu cerdiknya, dan benar saja Fiona kecil langsung membuka tas ransel bewarna pink nya dan mengeluarkan sesuatu di sana.
"Ini blacklist " ucap Fiona menyerahkan black card pada pada pemiliknya, " punya Daddy banyak " lanjut Fiona, sombong sekali dia.
"God, Narcy langsung menyimpan kartu kredit suaminya di saku celananya, " cucu nenek memang cengeng, huaaaaaa Fiona semakin menjerit karena tidak ada seorang pun di pihaknya, " tapi hebat bisa membuat oom jahat tumbang " lanjut Narcy, dan benar saja tangis Fio langsung berhenti dan dengan gerakan cepat dia menghapus air mata buaya andalannya.
Sruuukkkk
"Dan jorok " tambah Narcy, tawa mereka langsung menggelegar mendengar ucapan Narcy, sedangkan Fiona hanya menekuk wajah kesal, kan dia cuman menarik hingus yang ingin keluar tapi malah di ejek, menyebalkan.
"Sudahi sayang, nanti cucu ku tambah kesal, ayo kita pulang " intruksi Darco.
Dengan tiga buah mobil saling beriringan mereka kembali di kediaman Darco, untuk mengobati luka Werren dan memeriksa Aqeela yang pastinya.
***
Sedangkan di Indonesia, kekhususan di mansion utama Benata mereka berkumpul menunggu dengan sabar putri nya yang berada di Jerman.
"Sayang tenang lah, mereka akan memberi kabar " ucap Dominic.
"Benar grandma, tenang lah mom dan yang lain pasti selamat " ucap Aqeel juga.
Dinda langsung duduk di sofa, terlihat jelas kekhawatiran pada orang kesayangan, apa lagi mereka menaruhkan nyawa mereka di sana membuat Ara khawatir dan bercampur kesal kenapa tidak anak buah nya saja yang di kirim kenapa harus putri dan cucunya dan lagi dua bocah kecil kesayangan mereka juga ikut serta, ah jangan bilang dia membawa iyutnya di waktu penyelematan, Astaga Dinda tidak bisa membayangkan itu.
""Sayang kalian tidak boleh seperti sepupu kalian " peringat Dinda pada Aland dan Alend yang sibuk bermanja-manja pada sang mommy, mendengar itu mereka langsung menghentikan pergerakan mereka dan langsung duduk dengan tegak.
"Maksud nenek buyut " tanya Aland tidak paham, dan di anggukkan kepala oleh si Alend.
"Maksud nenek buyut, Aland dan Alend tidak boleh ikut jejak grandma, seperti adik F " jelas Winda pada kedua putranya.
Sepertinya yang mereka lihat, dua F sering di latih oleh sang Daddy dan berbeda dengan mereka yang tidak tertarik pada dunia peperangan, itu sebabnya Aqeel maupun Ara hanya melatih mereka seperti bela diri kain nya, untuk senjata Winda tidak setuju itu sebabnya mereka hanya melihat sepupu latihan.
"Emmm, tapi kenapa my " tanya Alend, sekarang sepertinya Winda mendapat alarm Berbahaya, Winda langsung menatap snag suami meminta bantuan, Aqeel yang paham langsung mendekati putra keduanya.
"Nanti, jika usia Alend sudah dewasa akan paham kenapa mommy tidak mengizinkan semua nya " jawab Aqeel membuat putranya kecewa, di otak kecilnya kenapa adik mereka boleh yang usianya masih muda darinya dan dia tidak boleh, kenapa mereka di didik dengan berbeda.
"Sayang, Aqeel langsung menatap putra nya sebelum melanjutkan ucapan, " aunty dan uncle tinggal di Eropa dan di sana uncle banyak musuh dan bisa saja mereka melakukan hal keji pada mereka, itu sebabnya mereka di didik dan di ajarkan untuk menggunakan senjata api, ia memang bahaya tapi itu untuk menjaga diri mereka " jelas Aqeel, ini memang berat di usia putra mereka yang baru masuk di kelas utama, tapi dia tidak ingin banyak lagi pertanyaan yang lain mereka ajukan, dan dari kecil mereka sudah mengetahui dunia grandma dan grandpa nya Karna mereka sering melihat mereka latihan.
"Kenapa adik F tidak tinggal di sini saja selama, biar tidak bahaya " usul Alend, dia pikir hidup di sini juga aman, padahal di mana pun berada pasti akan ada masalah lain nya.
"Uncle bekerja di sana, jadi siap atau tidak adik F akan ikut dan tinggal di sana " jelas Winda lagi, mereka harus sabar saat sang putra mengajukan pertanyaan lain nya.
"Uncle juga kerja di sini " kini giliran Aland yang bicara.
"Iya, tapi di sini uncle hanya bekerja sedikit dan di sana sangat banyak, bahkan aunty juga harus bekerja " jawab Aqeel.
"Sini " ajak Dominic, yang dari tadi diam akhirnya akan menjelaskan semua nya, dengan refleks Dinda menggeser duduknya untuk memberi akses mereka duduk di samping suaminya.
Alend dan Aland langsung mendekat dan duduk di samping kakek buyut mereka.
"Mungkin Alend dan Aland merasa di bedakan dengan adik " yang langsung di anggukkan kepala oleh dua A, mereka mengerti itu pasti terbesit perbedaan di otak kecil mereka apa lagi mereka tinggal bersama, jadi tidak ada kemungkinan mereka merasa di bedakan.
"Begini, Aland dan Alend di sekolah selalu mendapat nilai A+ bukan " tanya Dominic yang langsung di anggukkan kepala oleh mereka, saat membenarkan ucapan sang kakek buyut.
"Banyak teman yang iri dan berniat menyingkirkan Alend dan Aland bukan " lagi, mereka menganggukkan menebarkan hal itu.
"Seperti itulah adik F, mereka harus di didik kuat untuk berdiri di kaki mereka sendiri, Karna posisi uncle di Jerman adalah murid yang cerdas di sekolah seperti Aland dan Alend, banyak yang ingin menggeser posisi uncle, dan uncle tidak mengizinkan itu, uncle ingin unggul sampai akhir, jadi uncle berinisiatif untuk mendidik adik F lebih kuat lagi biar ada badai sekali pun yang menghantam mereka, adik F masih di posisi unggul dengan nilai yang baik " jelas Dominic, dan memang mereka cerdas mereka memahami.
"Jadi Alend harus kuas seperti adik F, biar tidak ada yang bisa menggeser posisi Alend " ucap Alend.
"Iya, tapi dengan syarat tidak ada kecurangan di dalam nya, murni hasil jerih payah sendiri " ucap Aqeel lagi.
"Ingat jangan takut tidak mendapat pekerjaan, dan rela melakukan segala cara demi berada di atas, big no, tidak hanya Daddy dan mommy yang marah, grandma bahkan adik F, mereka bisa saja menembak kepala Kalian, hehe " lanjut Aqeel lagi.
Mereka di ajarkan sekaya apa pun orang tua dan keluarga kalian, jangan harap kalian akan duduk di kursi kebesaran Benata ataupun Ryan, semua perlu usaha dan bersaing dengan yang lain, jika tidak posisi kalian akan di sisi oleh yang lain, ajaran dari Indah masih mereka terapkan bahkan sampai akhir hayat mereka, keberhasilan bukan milik orang berkuasa tapi keberhasilan milik seseorang yang berani maju ke depan sekalipun melewati badai.
"No, lihat saja kami akan unggul dari pada adik F " ucap Aland percaya diri.
"Good, kami pegang ucapan mu son " ucap mereka.
"Ayo kita belajar biar kita seperti Daddy " ajak Aland semangat.
"Ayo, baru beberapa langkah Alend langsung kembali ?
Ayo kira-kira pertanyaan apa lagi yang akan Alend ajukan?
Next part selanjutnya KK jangan lupa hadiahnya, awas aja ya otor merajuk ni 🗡️🗡️
UPS,,, canda doang, tapi hadiah nya jangan lupa ya biar semangat lagi update nya 🥰