Fayza kehilangan ingatannya akibat kecelakaan pesawat yang nyaris menewaskannya. Dirinya diselamatkan oleh seorang pria yang ternyata menyimpan dendam dengan salah satu anggota keluarganya.
Dendam yang tersimpan turun menurun itu membuat Hideo Kojima Park merasa seperti mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya melalui Fayza.
Seiring berjalannya waktu, Hideo mulai mempertanyakan apakah cinta dan dendam bisa berjalan beriringan ditambah dengan menghadapi kemarahan keluarga besar Fayza.
Cerita ini adalah generasi kelima klan Pratomo.
Disarankan untuk membuka nama author untuk mengetahui judul - judul klan Pratomo.
Follow my Ig @hana_reeves_nt
Cerita ini full halunya author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pregnant?
Fayza akhirnya mendapatkan ponsel jadul warna pink sesuai dengan keinginannya. Gadis itu malah lebih suka menghabiskan waktu dengan olah raga di gym, belajar memasak dan menikmati harinya bersama Hideo jika pria itu berada di rumah.
Hideo menatap horor ke ponsel milik Fayza yang menurutnya sangat sangat model dinosaurus yang girly tapi istrinya itu sangat menyukai ponselnya.
"Aku kan hanya butuh ditelpon dan menelpon kamu kan? Jadi seperti ini saja sudah cukup bagiku, Hideo" ucap Fayza.
Hideo memang simalakama. Satu sisi dia tidak ingin Fayza berselancar mencari tahu siapa dirinya, di sisi lain dia ingin Fayza bisa dihubungi.
Kehidupan Hideo di rumah berbanding terbalik jika dirinya sudah berada di markas Silver Shinning di Seoul. Jika di rumah Hideo mendapatkan kedamaian, istri yang sangat memanjakan dirinya dan kebahagiaan tersendiri, di markas tampak suram dan gelap.
Hideo sangat menikmati dualisme kehidupannya karena baginya adalah suatu balance tersendiri yang membuat otaknya waras. Dan Hideo bersyukur dirinya berhasil mendapatkan Fayza meskipun harus memanipulasi kehidupan wanita itu tapi itu semua karena Fayza lah yang membuat hidupnya nyaman.
***
Dua bulan sudah keduanya menikah dan pagi ini seperti biasa Fayza ke dapur bersama dengan koki utama memasak sarapan banyak orang. Dua Minggu terakhir ini entah kenapa dirinya pengen makan banyak dan malas berolahraga. Paling hanya yoga yang masih rutin Fayza lakukan sedangkan gym dengan alat apapun, dia malas melakukannya.
Hideo bangun dengan perasaan tidak nyaman dan tubuhnya terasa lemas. Apakah aku ketularan flu? Memang tiga hari lalu, ada anak buahnya yang terkena flu dan langsung Hideo suruh pulang daripada menyebarkan virus.
Kepala Hideo terasa pusing dan perutnya tidak enak. Apa aku salah makan kemarin sebelum pulang? Memang sebelum kembali ke Jeju, Hideo sempat memakan sashimi bersama Jin dan anak buahnya yang lain. Jangan-jangan salmonnya kemarin kurang segar.
Suara pintu kamar terbuka dan tampak Fayza membawakan teh panas. Wajah istrinya seketika panik melihat Hideo pucat.
"Kamu tidak apa-apa, Hideo?" tanya Fayza panik. Setelah meletakkan cangkir tehnya di nakas, Fayza memegang kening Hideo. "Badanmu agak hangat." Fayza membuka laci meja riasnya dan mengambil termometer digital. "Kempitkan di ketiak kamu." Hideo pun mematuhi permintaan istrinya.
"Apa aku salah makan ya Fay?" ucap Hideo pelan.
"Memangnya kamu makan apa sebelum pulang kemarin?" tanya Fayza yang duduk di pinggir tempat tidur untuk mengawasi suaminya.
"Sashimi."
"Mungkin tidak fresh ikannya juga bisa, Hideo." Fayza mengambil termometer nya dan mengerenyitkan dahinya. "38,2°C. Aku akan minta Jin menghubungi dokter Daewoon agar kemari. Kalau keracunan, tidak bisa dibiarkan."
Tiba-tiba Hideo bangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Fayza mendengar bagaimana suaminya memuntahkan isi perutnya. Bergegas dia mencari Jin yang masih berada di ruang Dojo untuk berlatih di hari Minggu ini.
"Jin! Jiinn!" teriak Fayza.
Jin yang masih memakai baju Kendo bergegas keluar dari Dojo. "Ada apa nyonya?"
"Panggil dokter Daewoon! Hideo sakit!"
Jin pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi dokter Daewoon sedangkan Fayza berlari menuju kamar mereka.
Dilihatnya Hideo tampak lemas di depan wastafel kamar mandi. Keringat bermanik-manik tampak di dahinya.
"Oh astaga! Apa perutmu sakit? Apa kamu kena diare?" tanya Fayza sambil memapah suaminya kembali ke tempat tidur. "Aku akan ganti kaosmu yang basah karena keringat."
Fayza melepaskan kaos rumah Hideo yang membuat dirinya sempat bertanya-tanya tumben suaminya tidur memakai kaos karena selama ini lebih suka tanpa baju.
Wanita itu pun mengambil handuk kecil dan dengan telaten mengelap keringat suaminya lalu memakai kan kaos rumah yang baru dan kering karena Hideo tampak lemas.
"Minum teh dulu, Hideo." Fayza mengambil cangkir teh yang di nakas namun Hideo menolaknya.
"Aku tidak mau teh..." bisiknya pelan.
"Lalu kamu mau apa? Aku buatkan bubur ya?"
Hideo menggelengkan kepalanya. "Tidur lah disini bersamaku."
Fayza meletakkan kembali cangkir teh dan naik ke atas tempat tidur. Hideo sendiri langsung memeluk tubuh istrinya dengan menaruh kepalanya di dada Fayza.
"Perasaanku saja atau memang dadamu tambah besar Fay" gumam Hideo yang membuat istrinya langsung melotot.
"Kamu tuh sakit nggak sih? Malah ngomongin dada!" sungut Fayza kesal.
"Tapi benar Fay. Rasanya dadamu tambah besar dan kencang deh!" Hideo dan Fayza lalu sama-sama terdiam dan saling berpandangan.
"Kamu hamil?"
"Apa aku hamil?"
Seru keduanya bersamaan.
Fayza menatap panik ke Hideo karena dirinya mendapatkan menstruasi seminggu sesudah menikah tapi setelah itu dia tidak mendapatkan periode nya lagi.
"Astaga! Apa kamu yang hamil tapi aku yang kena imbasnya?" gumam Hideo yang tampak berpikir namun hatinya sangat berharap Fayza hamil.
"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan dokter Daewoon. Apakah aku hamil atau kamu hanya keracunan sashimi."
***
Satu jam kemudian dokter Daewoon tiba di rumah Jeju dan segera melakukan pemeriksaan untuk sepasang suami istri itu. Fayza sendiri diminta untuk melakukan tes urine di kamar mandi sedangkan Hideo diperiksa apakah salah makan atau memang mengalami couvade syndrome. Jin yang menemani Hideo hanya bisa meringis melihat kali ini bossnya tampak tidak berdaya.
Tak lama Fayza pun keluar dari kamar mandi dengan wajah memerah. Dirinya menampilkan tiga alat test kehamilan, dua digital dan satu kertas kecil yang semuanya menunjukkan bahwa dirinya sedang hamil.
Ketiga orang pria disana tampak bahagia melihat hasil test Fayza.
"Selamat tuan Park, anda akan menjadi ayah" ucap dokter Daewoon tulus.
"Selamat nyonya" sahut Jin yang tidak menyembunyikan kebahagiaannya.
"Tapi... bagaimana aku harus kontrol kehamilan? Aku tidak berani naik helikopter di saat seperti ini." Fayza menatap bingung ke suaminya sambil memeluk perut yang sudah ada makhluk hidup disana.
"Kamu tidak usah memikirkan akan hal itu." Hideo menoleh ke arah Jin. "Siapkan semua peralatan dan alat super canggih untuk pemeriksaan kehamilan istriku. Pakai saja kamar kosong di bawah untuk tempat periksa."
"Baik boss."
"Dokter Daewoon, anda memang dokter syaraf. Apakah anda bisa memeriksa kehamilan istriku? Atau kamu ada kenalan dokter obgyn yang bisa dipercaya?"
Dokter Daewoon tersenyum. "Saya saja yang akan mengontrol nyonya Park." Lalu dokter itu berbisik di sisi telinga Hideo. "Agar rahasia anda aman, tuan."
Hideo mengangguk. "Na-eun dan Yumi tetap sebagai perawat istriku. Bilang pada mereka untuk lebih ketat lagi menjaga istriku disaat aku tidak ada disini."
"Astaga Hideo! Aku tuh hamil bukan sakit!" gerutu Fayza kesal melihat suaminya semakin posesif.
"Tapi kamu membawa anak kita, Fay. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu."
Dokter Daewoon berdehem. "Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya Park. Oh, nyonya, harap sabar ya karena ternyata tuan Park yang mengalami sindrom kehamilan simpatik."
Fayza melongo. "Jadi yang merasakan mual-mual itu Hideo?"
"Bukannya itu bagus nyonya. Anda tidak akan mengalami morning sick karena sudah digantikan oleh tuan Park" senyum Dokter Daewoon.
Fayza cemberut. "Nggak seru!"
Jin dan dokter Daewoon terkejut. Kenapa Fayza malah cemberut. "Kenapa nyonya?"
"Aku kan ingin merasakan morning sick."
Hideo hanya menepuk jidatnya.
***
Yuuuhhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️