NovelToon NovelToon
3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: LeoRa_

Kehidupan yang monoton sedikit mengusik kebosanan ketiga sekawan yang hidup dalam dunia hitam dimana seharusnya tidak mereka masuki.

Sampai pada peristiwa yang tidak terduga pun terjadi kepada mereka.

Tak pernah terpikir oleh ketiganya, bahwa jiwa mereka akan melintasi waktu ke zaman kuno. Tak hanya itu, mereka bahkan harus memulai hidup dari awal hanya dengan berbekal ingatan pemilik tubuh untuk memudahkan mereka beradaptasi pada zaman yang berbeda.

menempati tubuh yang lemah adalah kesan pertama yang buruk bagi mereka tapi mau bagaimana lagi?! beginilah adanya.

si gila menempati si baik hati.

si datar menempati si lemah tak berguna.

si centil menempati si budak.

segala yang belum pernah mereka temukan akan di temukan di kehidupan kali ini. kira-kira bagaimana kelanjutannya?!

Dan sepertinya mereka belum menyadari keterkaitan antara masa lalu dan masa depan...

silahkan mampir ke ceritaku yang lain dengan latar kolosal...

semua yang terdapat dalam cerita ini adalah murni hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama/tempat maupun lain hal mohon di maklumi. semua itu murni pemikiran author sendiri.

tertanda: LeoRa_


salam sayang😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LeoRa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBUAT ONAR

Kicauan burung di pagi hari mengusik tidur seorang gadis yang berada dalam posisi tak pantas untuk seorang perempuan bergelar permaisuri dan hebatnya meski terusik tapi tak membuatnya terganggu hingga marah. Gadis itu cukup menikmati kicauan burung itu di pendengaran nya, layaknya nyanyian.

Berada di peraduan dalam kamar penginapan, tubuh itu terlentang dalam bentuk bintang dengan setengah kepala hingga tangan kanannya keluar dari peraduan. Bantal kepalanya sudah berpindah ke bawah lutut kaki kirinya dengan selimut yang bergulung di ujung kaki kanannya terpojok ke sudut peraduan. Untungnya ia tidak tidur dengan seseorang, suami misalnya. Kalau tidak bisa di pastikan teman tidurnya akan memilih tidur di lantai dengan beralaskan selimut dari pada tidur di sampingnya.

Gadis itu mulai menggeliat seraya melakukan peregangan otot dan kemudian perlahan mata itu terbuka. Sejenak kesadarannya sedang dikumpulkan sembari mengerjapkan mata dan detik berikutnya ia menarik bangkit tubuhya ke posisi duduk. Senyum merekah pun terbit, secerah mentari terbit pagi ini.

Dan itu karena hari yang ia tunggu-tunggu telah tiba. Ia sungguh tak sabar.

Tak ingin berlama-lama, ia pun langsung meloncat turun dari peraduannya menuju kamar mandi, seraya berseru riang.

"MY BEST FRIEND! I'M COMING!"

Segalanya dilakukan dengan secepat kilat. Ia mengenakan pakaian yang ia beli semalam, sebuah hanfu berwarna biru muda dan putih dengan di padu hijau lembut. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai bebas hanya dengan memilin sejumput rambut diatas telinganya untuk di bawa kebelakang dan di ikat dengan pita berwarna biru mudanya. Tampilan sederhananya cukup membuat pesonanya keluar. Bagaimana bila ia memakai hanfu dengan hiasan lengkap?! Bisa jadi lebih dari sekadar mempesona.

"Selesai! Ck! Kau sungguh luar biasa cantik, Ahn Reychu! Mengapa selama ini malah kau sembunyikan! Dasar bodoh!" puji dan ejeknya bersamaan yang di peruntukan kepada si pemilik tubuh saat ia mematupkan dirinya di cermin yang telah di sediakan oleh penginapan itu sendiri.

Karena persiapannya telah selesai dan lagi ia tak punya barang untuk di bawa, alhasil hanya uang taelnya yang ia bawa di dalam kantung.

Penampilannya yang sekarang sudah cukup untuk membuat orang lain pangling bila bertemu dengan nya. Apalagi yang sudah pernah bertemu, mereka tidak akan dapat mengenalinya lagi. Walaupun hanya dia seorang yang memakai cadar.

Cantik, bersih, wangi, plus pesonanya yang tak akan ketinggalan. Seketika orang-orang akan melupakan yang namanya gadis kumuh serta gila kemarin.

"Saatnya berangkat!" serunya dengan hati riang gembira.

Saking bahagianya ia sampai lupa dimana pintu berada hingga ia dibuat terkejut oleh ulahnya sendiri saat tubuhnya sudah keluar sempurna melewati jendela. Tak di sangka olehnya, pagi-pagi begini ia akan memulainya dengan sebuah kekonyolan!

Dan ada yang perlu diberitahukan disini...

Kamar tempat ia menginap ada di lantai 3. Silahkan di bayangkan!

"AAA...! BODOH KAU REYCHU!" teriaknya saat jatuh.

Tak ingin menjadi jelek lagi, ia pun mencari cara agar dapat mendarat dengan mulus. Namanya juga gravitasi bumi, melihat permukaan tanah sudah hampir dekat segera kedua tangannya meraih kayu yang menonjol di pembatas lantai 1. Meski tangan itu akhirnya menimbulkan rasa sakit ia tidak peduli.

Krak!

Suara hantaman telapak tangannya saat ia menjadikan kayu itu penopang tubuhnya yang berat meski kurus berbunyi.

"Auch!" keluhnya. "Sial kau!" umpat Reychu untuk dirinya sendiri. Untungnya tak banyak yang melihat kelakuan ekstrim nya di pagi hari itu.

Hari yang masih pagi, hari yang baru saja mulai menghangat membuat tak banyak orang yang berlalu lalang. Tapi, tetap saja ada juga yang sempat mengabadikan adegan ia terjatuh dengan penglihatan mereka.

Sebenarnya itu terlihat memalukan, tapi untungnya dia bukan tipikal gadis yang gengsian hingga segala sesuatu berujung malu. Sedang untuk orang-orang itu, terkejut? Pasti. Bahkan ada yang berteriak saking syoknya.

Dalam keadaan bergelantungan ia melirik ke bawah guna melihat seberapa jauh jarak antara kakinya dengan tanah. Nafas lega pun keluar. Tak ada yang perlu di khawatirkan lagi, hanya tinggal melepaskan pegangannya dan membiarkan kakinya menapak sempurna di tanah. Soalnya jaraknya hanya tinggal satu meter saja.

Brugh!

Pendaratan yang mulus.

Menepuk-nepuk telapak tangannya sambil sesekali meringis akibat rasa perih yang mendera. Tapi, itu bukanlah apa-apa. Kini senyum sumringah nya terukir lebar di wajahnya dari balik cadar yang ia kenakan. Karena ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu.

Dirasa cukup istirahatnya, ia pun mulai bergegas pergi ke tempat tujuan dengan berlari.

"Rayan. Akan aku seret kau keluar dari sana!" katanya tanpa berpikir.

Dua jam berkeliling sambil bertanya-tanya, akhirnya tempat yang ingin di tuju pun sudah terpampang di depan mata. Senyum di balik cadar pun masih bertahan. Kini yang ia perlukan adalah ide untuk bisa membawa pergi seseorang dari dalam kediaman sana.

"Akhirnya aku sampai!" seru Reychu seraya memandang papan nama yang tertulis di atas pintu dan itu bertuliskan 'KEDIAMAN YU'.

Mengangguk sejenak. "Hmm. Kediamannya besar juga." komentarnya. "Kini tinggal bagaimana caranya aku bisa membawa keluar Rayan dari dalam sana. Apa yang bisa aku lakukan, ya?!" pikirnya sambil melihat-lihat sekitar.

Tak lama ide pun muncul di kepalanya. Senyum lagi-lagi terukir, namun kini bukan indah melainkan seringaian yang akan membuat siapapun yang melihatnya pasti akan di penuhi oleh tanda tanya di benaknya.

"Dari dulu seorang Reychu Velicia memang tak pernah mendapatkan ide yang lebih baik daripada..." melangkah mendekati pintu yang masih tertutup itu. Tangannya terulur untuk menyentuhnya.

Dengan senyum aneh khasnya dari balik cadar ia melanjutkan.

"Membuat onar!" gumamnya lugas.

Detik berikutnya...

DOR!

DOR!

DOR!

"HEI... BUKA PINTUNYA! BUKA PINTUNYA KU BILANG! APA TAK ADA YANG MEMDENGARKAN! HEI... JIKA TAK ADA JUGA YANG MEMBUKAKAN PINTUNYA UNTUK KU, AKU AKAN MENDOBRAKNYA! KALIAN DENGAR! CEPAT BUKA! SALAH SATU DARI KALIAN TELAH MEMBUAT MASALAH DENGANKU! BUKA SIALAN!" teriaknya sambil terus menggedor-gedor pintu kayu itu. Usai menyelesaikan kalimatnya ia terkekeh, perilakunya yang sekarang sungguh sama sekali tidak mencerminkan seorang permaisuri kerajaan Huoli yang katanya bijaksana dan lembut, jika orang-orang tahu mungkin mereka akan menganggap permaisuri mereka tengah mengalami kesurupan.

Tak ingin menunda waktu, ia pun hendak melanjutkan lagi namun sepertinya keberuntungan sedang berpihak padanya. Berpihak agar ia tak membuang-buang tenaga lagi.

Pintu itupun di buka.

"Apa yang kau lakukan, hah?! Kau bisa merusak pintu ini kalau kau menggedornya seperti itu. Dasar tidak tahu aturan!" tegur seorang wanita bertubuh gemuk dengan garangnya. Reychu tentu saja terkejut, tapi bukan karena kemunculan dan teguran orang tersebut yang tiba-tiba melainkan karena tubuh gempal wanita itu yang dirasa seukuran 3 kali lipat tubuh rampingnya. Melihat itu ia nyaris menyemburkan tawanya, tapi untungnya masih bisa ia tahan. Reychu tak ingin rencananya gagal ia pun segera melanjutkan.

"Pfft!" tahannya nyaris saja. "Sial. Itu badan apa gentongan?!" ejek Reychu spontan dengan suara pelan. Begitulah ia, mulutnya memang suka blak-blakkan. Wanita gempal di depannya sedang berkacak pinggang dengan raut wajah kesal. Untungnya wanita itu tidak mendengarnya.

Menstabilkan diri dan kembali ke sandiwaranya. "Apa peduliku?! Minggir aku mau masuk!" perintahnya begitu saja seolah ia bisa memerintah seenaknya.

"Apa?! Apa kau sudah gila?! Apa kau tahu ini kediaman siapa?! Lancang sekali kau ini..." geram wanita yang tak lain adalah kepala pelayan di kediaman Yu itu.

Dengan ikut berkacak pinggang Reychu menyerbu balik. "Tentu saja aku tahu! Tapi, itu bukan urusanku! Salahkan orang dari kediamanmu ini yang sudah mencari masalah denganku! Aku tak mau tahu aku harus dapatkan orang itu! Minggir! Jangan halangi jalanku!" melangkah sambil mendorong tubuh gemuk itu kuat hingga terhuyung ke belakang di buatnya.

Wanita itu tak bisa menyembunyikan rasa geramnya hingga ingin rasanya ia mencakar dan mencabik-cabik gadis bercadar itu.

Keributan yang di buat Reychu sungguh tak sia-sia. Begitu Reychu menerobos masuk saat itulah dapat ia lihat orang-orang yang berpakaian pelayan juga pengawal berkerumun dengan wajah ingin tahunya mereka. Tapi, Reychu cuek saja padahal hatinya tengah tertawa riang atas hal itu.

"Dimana gadis bernama Yu Rayan?!" tanya Reychu sukses membuat semua yang ada, termasuk kepala pelayan yang baru saja masuk itu terkejut.

"Apa maksudmu, nona?" tanya pelayan wanita yang lain.

"Tidak dengar?! Kalau begitu ku sarankan agar kalian mulai sekarang rajin membersihkan telinga kalian! Sungguh menyebalkan!" sarkas Reychu dalam mode sandiwaranya.

"Nona anda..." ucapannya terpotong oleh Reychu.

"CEPAT! AKU INGIN YU RAYAN SEGERA MENGHADAP PADAKU! MASIH KURANG JELAS JUGA!" jerit Reychu tak karuan sedang dalam hatinya ia tertawa puas melihat ulahnya. Merasa lucu sendiri, seumur-umur dia hidup ini adalah yang pertama ia lakukan untuk sahabatnya. Kalau dulu ia biasanya melakukan hal itu bersama sahabatnya untuk orang lain.

"Benar-benar tak punya sopan santun!" seru lantang suara seorang wanita paruh baya namun masih bolehlah dikatakan cantik.

Mendengar suara itu Reychu segera menoleh padanya begitupun para penghuni kediaman keluarga Yu tersebut.

"Nyonya!" seluruh kepala menunduk hormat seketika kecuali kepala Reychu yang malah berani memandang langsung wajah nyonya rumah itu.

"Kau siapa berani membuat onar di kediaman Yu kami? Tidakkah kau tahu siapa kami?" serbu wanita itu marah. Reychu hanya mendengus.

"Aku tidak peduli akan hal itu. Siapa aku atau pun siapa kalian bukanlah urusanku! Aku datang kemari untuk minta pertanggungjawaban salah satu dari kalian! Yu Rayan! Aku hanya ingin dia!" tegas Reychu seraya mengeluarkan aura kebangsawanan hingga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya tertegun dan bingung.

Otak mereka mempertanyakan siapakah gerangan gadis bercadar yang cantik dengan gaun sederhana namun tak juga melunturkan pesonanya. Bahkan baju murah di tubuhnya bisa terlihat mahal.

"Huh!" dengus wanita itu lantaran kesal kenapa ia malah tak berkutik setelah merasakan aura kebangsawanan yang kental dari dalam diri gadis di depannya. Ia jadi sangat ingin tahu dari keluarga bangsawan mana gadis itu berasal sampai punya nyali sebesar itu untuk bertindak lancang pada keluarga kerabat perdana menteri kerajaan Huoli.

"Pelayan Song. Panggilkan Rayan kemari! Gadis itu harus menyelesaikan masalah yang dibuatnya dengan gadis ini!" perintah wanita yang tak lain adalah nyonya rumah tangga keluarga Yu.

"Baik, saya laksanakan nyonya." patuh kepala pelayan bernama Song Hui yang bertubuh gempal itu pun beranjak pergi untuk memanggil orang yang di maksud.

Sebelum Yu Rayan datang, si nyonya rumah ingin tahu apa ulah anak haram itu pada gadis yang meski berpakaian sederhana ia terlihat bukan berasal dari keluarga biasa.

"Tunggulah sebentar." sinisnya. "Sebelum dia datang, aku ingin tahu apa kesalahan yang sudah Yu Rayan perbuat hingga kau mau repot-repot datang kemari?" tuturnya dengan nada angkuhnya.

Menarik salah satu ujung bibirnya tipis. "Anda tak perlu tahu. Yang perlu anda tahu adalah bahwa kedatangan saya kemari memiliki urusan dengan gadis di keluarga Yu ini. Yu Rayan. Selebihnya biar jadi urusan saya dan nona Yu Rayan!" tegasnya yang terdengar tak terbantahkan. Padahal kenyataannya ia tak tahu atau tepatnya belum sempat memikirkan asalan yang tepat untuk bisa menemui gadis yang ia yakini adalah sahabatnya. Sebelumnya ia hanya memiliki ide untuk membuat onar selebihnya ia tak memikirkan nya.

Dasar!

1
Graselda
sukaa bgtt sm bacaannya.. tp gk ad bahass guru ryura pdhl karakter dia juga pnting
Hana Hye Kyo
Luar biasa
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh gundik gong gong 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
semoga itu bayi perempuan 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
selir agung/gundik agung gong gong 🤣🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
akhirnya dendam terbalaskan 🤣🤣🤣
mammmpuuuuuuuusssss🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣puasss aku mendengar nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiihhh 🐌🙄
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh pengecuuutt bin pecundaaang buusuuuuukkkk 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
sa bodo skip 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiiihhhhh 🧠🧠☠️☠️☠️☠️
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiihhhh 🧠🐌🐌🙄
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh dasar 🧠🧠🐌🐌🐌🐌🐌🙄
dafa ramadhan
baguuuuus bangeeeeeet
Sil
Luar biasa
Nelly Winarsih
nglanjutin baca dri akun lamaku
rayshiva
makasih kak cerita nya benar2 sangat menghibur
Shinta Dewiana
akhirnya setelah sekian lama....tamat juga...kerennnlah thor..
Nana
akhirnyaaa
Nana
akhirnya paham alurnya, yg jagain mereka pas koma ya 3 pria ini, awalnya kirain bakal langsung nyariin 3ry, ternyata mengikuti alur waktu
Nana
beneran ketularan chuchu 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!