NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

Malam yang seharusnya menjadi puncak kejayaan keluarga Mahendra berubah menjadi medan perang yang menghancurkan reputasi mereka dalam sekejap. Di dalam mobil yang melaju kencang meninggalkan Grand Hyatt, Kirana mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya memburu. Adrenalin yang tadi memuncaknya di atas panggung kini mulai surut, meninggalkan rasa hampa yang dingin dan mencekam.

Di spion tengah, ia melihat lampu-lampu hotel yang semakin menjauh. Ia tahu, mulai detik ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Ia bukan lagi Manajer Pemasaran yang dihormati, ia adalah wanita yang baru saja mendeklarasikan perang terbuka melawan salah satu dinasti bisnis paling berpengaruh di Indonesia.

Ponselnya yang retak terus bergetar di kursi penumpang. Nama "Arka" muncul berulang kali, disusul oleh puluhan panggilan dari nomor tidak dikenal, kemungkinan besar wartawan atau pengacara keluarga Mahendra. Dengan gerakan kasar, Kirana mengambil ponsel itu dan melemparkannya keluar jendela mobil saat melintasi jembatan. Ia melihat benda itu hancur terlindas kendaraan lain di belakangnya.

"Selesai sudah," bisiknya pada kegelapan.

Kirana tidak pulang ke apartemennya. Ia tahu itu adalah tempat pertama yang akan didatangi oleh anak buah Surya Mahendra. Sebagai gantinya, ia memacu mobilnya menuju sebuah kawasan pinggiran di Bogor, ke sebuah rumah kecil yang tidak terdaftar atas namanya.

Itu adalah rumah mendiang bibinya, satu-satunya aset yang ia jaga kerahasiaannya selama bertahun-tahun sebagai tempat pelarian saat ia merasa penat dengan Jakarta.

Sesampainya di sana, Kirana segera masuk dan mengunci pintu rapat-rapat. Ia terduduk di lantai ruang tamu yang berdebu. Dalam kegelapan, pertahanan yang ia bangun sepanjang malam akhirnya runtuh. Ia menangis. Bukan tangisan sedih karena kehilangan Arka, tapi tangisan karena pengkhianatan terhadap dirinya sendiri. Ia merasa bodoh, naif, dan kotor.

"Bagaimana bisa aku membiarkan diriku percaya pada kata-katanya?" isaknya, memukul lantai dengan tangan gemetar.

Ia mengingat bagaimana Arka menatapnya di panti asuhan. Bagaimana pria itu berpura-pura membacakan cerita untuk anak-anak, padahal di kepalanya ia sedang menghitung keuntungan dari taruhan mobil sport. Setiap kenangan manis kini berubah menjadi racun yang membakar otaknya.

Keesokan paginya, berita tentang 'Skandal Mahendra' meledak di seluruh media nasional.

"*Pesta Ulang Tahun Mahendra Group Berujung Ricuh, Rekaman Taruhan Sang Ahli Waris Tersebar* !"

"*Kirana, Ratu Es Kencana Jewelry, Mundur Setelah Bongkar Kebobrokan Arka Mahendra* !"

"*Saham Mahendra Group Anjlok 10% dalam Pembukaan Pasar Pagi Ini* !"

Di sebuah vila pribadi di Puncak, Arka Mahendra melempar tabletnya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Wajahnya merah padam, rambutnya berantakan, dan matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa.

Surya Mahendra berdiri di depannya, menatap putranya dengan dingin yang mematikan. "Kau tidak hanya kehilangan taruhan mobil sport itu, Arka. Kau kehilangan kepercayaan investor internasional. Global Star Corp dari Singapura membatalkan kerja sama karena mereka menganggap kita terlibat dalam pencurian data ilegal."

"Aku akan menemukannya, Ayah," geram Arka. "Aku akan menyeret Kirana kembali dan membuatnya mencabut tuntutan hukum itu. Dia tidak punya siapa-siapa. Dia hanya seorang wanita yang sedang emosional."

Surya mendekati Arka dan menamparnya dengan keras. "Dia baru saja menghancurkan apa yang aku bangun selama empat puluh tahun! Dia bukan sekadar wanita emosional, Arka. Dia adalah wanita yang kau beri senjata untuk membunuh kita semua. Cari dia. Temukan dia sebelum polisi mulai melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap data-data yang dia klaim ilegal itu."

Arka memegang pipinya yang panas. Rasa cintanya yang palsu kini telah bermutasi menjadi obsesi kebencian yang murni. "Aku akan membuatnya memohon untuk mati, Ayah. Aku janji."

Dua minggu berlalu. Kirana menghabiskan waktunya dalam pengasingan, namun ia tidak diam. Menggunakan laptop baru dan koneksi internet yang terenkripsi, ia memantau pergerakan pasar. Ia melihat bagaimana Kencana Jewelry mulai goyah karena kehilangan dirinya dan skandal vendor yang ia picu.

Ia menyadari satu hal, menghancurkan reputasi Mahendra di pesta itu hanyalah luka gores. Untuk benar-benar mematikan naga itu, ia harus memiliki kekuatan yang setara. Ia butuh modal, ia butuh jaringan, dan ia butuh identitas baru.

Suatu sore, seorang pria datang ke rumah pelariannya. Pria itu mengenakan kemeja linen sederhana namun memiliki aura ketenangan yang sangat kuat. Dia adalah Reza, seorang mantan pialang saham jenius yang pernah dikhianati oleh keluarga Mahendra sepuluh tahun lalu dan kini hidup dalam kesendirian.

"Kau membuat keributan yang cukup besar di Jakarta, Kirana," ujar Reza sambil duduk di teras, menatap pegunungan di depan mereka.

Kirana keluar dengan wajah yang lebih tirus namun mata yang lebih tajam. "Aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku - harga diri."

"Harga diri tidak bisa membeli saham atau membayar pengacara," sahut Reza pahit. "Keluarga Mahendra sudah mulai menyewa detektif swasta untuk melacakmu. Mereka akan menemukan tempat ini dalam hitungan hari."

Kirana menatap Reza. "Itulah sebabnya aku menghubungimu. Kamu tahu lubang-lubang gelap di sistem keuangan mereka. Dan kau juga tahu di mana mereka menyembunyikan aset-aset yang tidak dilaporkan."

Reza tersenyum tipis. "Kau ingin balas dendam lebih jauh?"

"Aku hanya ingin keadilan," jawab Kirana tegas. "Aku ingin Arka Mahendra merasakan apa artinya tidak memiliki apa-apa. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya menjadi objek yang dibuang setelah tidak berguna."

Reza mengangguk perlahan. "Baiklah. Tapi untuk melakukan itu, Kirana yang lama harus mati. Kau tidak bisa kembali ke Jakarta sebagai manajer perhiasan yang tersakiti. Kau harus kembali sebagai predator."

Hari itu juga, Kirana memulai transformasinya. Ia memotong rambut panjangnya menjadi potongan bob tajam yang membingkai wajahnya dengan tegas. Ia menjual seluruh sisa perhiasan pribadinya, termasuk mobil dan jam tangan mahalnya, melalui pasar gelap untuk mendapatkan modal awal yang tidak terlacak.

Bersama Reza, ia mulai mempelajari instrumen investasi tingkat tinggi. Ia belajar bagaimana cara menjatuhkan perusahaan dari dalam, bagaimana cara menggunakan perusahaan cangkang, dan bagaimana cara bermain di area abu-abu hukum bisnis.

"Ingat," ujar Reza suatu malam saat mereka sedang menganalisis laporan keuangan Mahendra Group yang bocor. "Arka adalah kelemahan terbesar ayahnya. Dia sombong dan ceroboh. Jika kau ingin menghancurkan Surya, kau harus membuat Arka melakukan kesalahan yang lebih besar lagi. Kau harus membuatnya merasa dia menang, tepat sebelum kau menarik karpet dari bawah kakinya."

Kirana menatap foto Arka yang ada di layar laptopnya. Rasa sakit di hatinya kini telah mengeras menjadi batu. "Aku akan menjadi cermin baginya, Reza. Aku akan memberinya semua yang dia inginkan termasuk kekuasaan, kekayaan, dan pesona, hanya untuk mengambilnya kembali di saat dia paling merasa di atas angin."

Tiga bulan kemudian.

Dunia bisnis Jakarta dikejutkan dengan munculnya sebuah firma ekuitas swasta baru bernama Nirmala Capital. Firma ini berbasis di Singapura dan Dubai, namun mulai melakukan akuisisi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan menengah yang menjadi penyuplai bahan baku bagi Mahendra Group.

Pemilik Nirmala Capital dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Ia hanya berkomunikasi melalui perwakilan hukumnya. Namun, rumor beredar bahwa pemiliknya adalah seorang wanita muda yang sangat dingin dan cerdas.

Di kantor barunya yang megah di Singapura, Kirana berdiri menatap gedung-gedung tinggi. Ia mengenakan setelan jas putih yang sangat elegan. Tidak ada lagi kalung safir, tidak ada lagi keraguan.

"Arka," gumamnya sambil menyesap kopi hitam tanpa gula. "Aku sudah menyiapkan panggung yang jauh lebih besar untukmu."

Pintu terbuka, dan Reza masuk membawa sebuah undangan fisik. "Mahendra Group sedang mencari investor baru untuk proyek hotel mereka di Bali yang sempat terbengkalai karena skandal tahun lalu. Mereka sedang putus asa, Kirana. Mereka butuh suntikan dana segar untuk menyelamatkan nama mereka."

Kirana mengambil undangan itu, sebuah undangan makan malam terbatas bagi para calon investor di Jakarta.

"Waktunya pulang ke Jakarta," ucap Kirana. Suaranya tidak lagi bergetar. Ia telah terlahir kembali. "Kirimkan konfirmasi bahwa perwakilan dari Nirmala Capital akan hadir. Tapi pastikan mereka tidak tahu siapa aku sampai saat aku melangkah masuk ke ruangan itu."

Malam itu, Kirana berkemas. Ia bukan lagi Kirana si Manajer yang naif. Ia adalah Kirana sang Penghancur. Ia siap kembali ke sarang singa, bukan sebagai mangsa, tapi sebagai pemilik baru dari sarang tersebut.

...----------------...

**Next Episode**.....

1
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
zhelfa_alfira
lanjut²...
Sunaryati
Okey ku kira walau di penjara Bram tidak tinggal, orang yang serakah hal dunia biasanya sulit menerima kekalahan walau terbukti bersalah
Sunaryati
Menegangkan melebihi cerita mafia
Sunaryati
Semoga Arka selamat
zhelfa_alfira
semangat²
zhelfa_alfira
lanjut sama2 masih punya perasaan tapi ego masih sama² tinggi
zhelfa_alfira
dah selesai yang menegangkan kita tunggu yang manis2 nya lagi.😁🤭
zhelfa_alfira
wow seru nya cerita ini...
zhelfa_alfira
akhirnya keangkuhan arka selesai juga
zhelfa_alfira
bagus akhirnya ketahuan juga padahal reza sudah tau semua kebusukan arka...semangat²
zhelfa_alfira
entah lah bisa² nya masuk lobang yang sama...
zhelfa_alfira
keren² aku suka hancur kan dan hempaskan yang sudah menyakiti
zhelfa_alfira
keren
Miss Ra: /Kiss//Heart/
total 1 replies
zhelfa_alfira
wow keren aku suka karakter kinara tegas...semangat up kk author
zhelfa_alfira: sama² semangat
total 2 replies
zhelfa_alfira
lanjut²
Miss Ra: siaaap...

lanjut besok pagi ya kak..
good night...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!