Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lokasi Misi : W ( Menyelamatkan Ellena )
“Bagaimana kondisi di sektor A?” Tanya seseorang yang juga terdengar di telinga Harley melalui earphone yang tersemat di telinganya.
“Aman” Jawab seorang wanita.
Sementara di basemen gedung komplotan Caesar dengan bebas memasuki gedung tersebut melalui akses masuk karyawan tanpa ada seorang pun yang mencurigai kemunculan mereka di sana. Mereka memasuki ruangan kontrol limbah dan mulai mengganti pakaian mereka serta mempersenjatai diri mereka masing-masing, tak lupa dengan topeng untuk menutup wajah-wajah mereka selama mereka beraksi nanti.
Caesar membagi tim nya menjadi tiga bagian, dua orang untuk memasuki ruang kontrol dimana petugas keamanan mengawasi seluruh gedung melalui CCTV yang terpasang di setiap sudut ruangan, empat orang lagi untuk bersiaga di pintu ruangan berangkas dan sisanya ikut bersamanya untuk membobol isi berangkas tersebut.
Mereka pun keluar dari ruangan itu dengan senjata ditangan mereka masing-masing, bersiap untuk melumpuhkan siapapun yang mencoba untuk menghalangi jalan mereka. Tiba di depan pintu ruang kontrol, dua anggota Caesar memasuki ruangan tersebut dan langsung melumpuhkan para penjaga di sana dengan pistol yang sudah mereka pasangi alat peredam lalu mematikan seluruh kamera CCTV di gedung tersebut.
“Har, kamera CCTV gedung telah mati” Ucap salah satu anggota tim.
“Aktifkan Stealth mode” Titah Harley.
Tak lama semua lampu didalam gedung itu tiba-tiba saja mati, bersamaan dengan aktifnya sistem keamanan di sana. Sistem keamanan akan mengunci secara otomatis semua akses masuk dan keluar gedung ketika dalam keadaan bahaya seperti saat ini, sontak keadaan tersebut memicu kepanikan seisi gedung.
Para petugas keamanan bahu membahu menuntun para tamu, staf dan seluruh karyawan gedung menuju ke tempat paling aman dan mengunci diri mereka hingga keadaan aman kembali. Mereka pun menekan sebuah tombol yang terkoneksi langsung dengan kepolisian setempat, untuk memberitahu mereka keadaan bahaya tersebut. Yang mereka tidak ketahui adalah sebagian dari petugas polisi dan intel telah berada di gedung tersebut, mereka menyamar sebagai tamu bank, petugas kebersihan, petugas keamanan bahkan teller bank di sana termasuk Harley dan Chopper.
“Permisi pak, saya harus ke kamar mandi” Ucap seorang pemuda tampan berkaos hitam berlambangkan huruf S yang fenomenal itu, kepada seorang pria yang terlihat seperti kepala keamanan tersebut.
“Saya juga pak” Sambung seorang gadis berambut pirang. Keduanya tengah memegangi perut mereka.
“Kami akan mengantarkan mereka” Ucap salah seorang petugas keamanan, sambil menganggukkan kepalanya kepada temannya, seorang petugas kemanan wanita.
“Oke, kalian berhati-hatilah dan cepat kembali” Ucap sang kepala keamanan, sambil menuntun ke empatnya ke depan pintu lalu membuka kunci pintu tersebut dan menguncinya kembali setelah mereka keluar dari ruangan itu.
“Dimana mereka?” Tanya Harley kepada seseorang melalui alat komunikasinya. Saat ini keempatnya telah berada di dalam toilet pria dan sedang mempersiapkan persenjataan mereka, tak lama empat anggota tambahan yang menyamar memasuki ruangan itu dan bergabung dengan Harley beserta tim nya.
“Mereka telah memasuki ruangan berangkas Har…Hati-hati, mereka menggunakan peledak” Jawab seseorang diseberang sana. Orang tersebut tengah menyaksikan aktivitas mereka dengan mode infra merah melalui laptop canggihnya.
Sementara itu di ruang berangkas.
“Brengsek!Si bodoh itu gagal mematikan semua sistem keamanan gedungnya!” Umpat Victor saat dirinya dan Caesar serta beberapa orang anak buahnya tiba-tiba terkunci di ruangan itu, ketika mereka baru saja meledakkan sebuah bom kecil untuk membuka pintu besi disana.
“Ini sudah hampir jam 5 Victor, apa kamu sudah memberitahu anak buah mu untuk mengambil uang tebusannya di tempat yang sudah disepakati?” Tanya Caesar setelah dia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
Mereka memang telah mempersiapkan rencana B jika rencana A berada diluar ekspektasinya, seperti yang sedang terjadi saat ini. Bom akan tetap mereka ledakkan jika mereka tidak mau memberikan sejumlah uang yang telah mereka sepakati sebelumnya, ibarat kata pepatah yang mengatakan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
“Sudah Caesar, kamu jangan khawatirkan tentang itu, sekarang saat nya kita harus cepat-cepat keluar dari gedung ini” Balas Victor sambil memasukkan batu-batu berlian kedalam kantong serut yang sudah dia siapkan, sementara Caesar dan teman-temannya memasukkan uang yang ada di sana ke dalam beberapa tas besar.
“Kalian sudah selesai?!” Teriak Crist, setelah pria itu memasang alat peledak disekitar pintu.
“Ledakan sekarang Crist!” Titah Victor, lalu…
DUARRR!
Bom tersebut berhasil menghancurkan pintu, hingga merekapun bergegas keluar dari ruangan itu dengan mengantongi barang-barang hasil rampokannya.
“Sialan!Dimana mereka!” Umpat Caesar saat dirinya melihat tidak ada seorangpun anggotanya yang berjaga di sana.
“Sepertinya mereka sudah pergi Caesar” Kekeh Crist, pria bergaya rambut mohawk itu senang-senang saja jika teman-temannya itu pergi. Dia malah berpikir dengan mereka pergi, itu artinya hasil pembagian dari uang yang akan diberikan oleh Caesar akan jauh lebih besar lagi untuknya.
“Otakmu ditaruh dimana bodoh! Mereka tidak akan bisa keluar dari sini! Sistem keamanan telah mengunci secara otomatis semua akses! Dan coba tebak siapa yang memegang kantong bom hah!” Ujar Victor lalu mendorong kepala Crist dengan senjatanya.
“Bersiap! Dan tembak siapapun yang menghalangi!” Titahnya
Sementara mereka sibuk mengisi kantong-kantong mereka dengan uang dan semua perhiasan tadi, diluar tim Harley telah berhasil menyingkirkan semua anggota Caesar satu persatu dan menyembunyikan mayat mereka ditempat aman.
Victor pun mulai menelusuri jalan yang tadi telah mereka lalui sebelum memasuki ruangan berangkas besi tersebut, tetapi diluar dugaan dia menemukan ruangan dimana para tamu dan semua karyawan bersembunyi. Dia bisa melihat keberadaan mereka lewat kaca yang ada di pintu itu, dia pun langsung memerintahkan Crist untuk meledakkan pintu itu agar bisa menawan mereka dan menjadikan mereka sebagai jaminan agar dirinya dan Caesar serta anggota lainnya bisa keluar dengan selamat dari gedung itu.
Bersamaan dengan itu hampir saja tim Chopper mendekati ruangan itu, saat dirinya menyadari kehadiran Caesar dan teman-temannya di depan pintu ruangan persembunyian dan sedang mencoba untuk membobol pintu itu dengan memasangi bom. Seketika dia menghentikan langkahnya dengan mengangkat sebelah tangannya agar teman-teman yang mengikutinya pun berhenti dan merunduk.
DUARRR!
Teriakan pun mulai terdengar saat bom meledak dan berhasil membobol pintu ruangan besi tersebut, dan Caesar dan Victor serta anggota lainnya mengeluarkan secara paksa seisi ruangan lalu menggiringnya menuju lobby gedung bank itu.
“Tutup mulut kalian atau akan aku tembak!” Ancam Victor dengan moncong pistol diarahkan ke kepala penghuni ruangan tersebut.
Crist menarik seorang wanita diantara mereka, dia mengenal wanita itu sebagai seorang manager di bank itu dan menyerahkannya kepada Caesar dengan mendorong tubuhnya hingga terjatuh tepat didepan kaki penjahat keji tersebut.
“Cepat hubungi mereka!” Titah Caesar, lalu memberikan ponsel yang entah milik siapa kepada wanita itu.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading
Happy weekend
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...