⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 (Pisah Ranjang)
Ia yang ingin meminta tolong pada sang suami pun tak berani, karena takut jika mengotori tangan suaminya.
Beruntung pemilik speed boat datang, “Mau di bantu naik neng?” ucap si bapak.
“Ummm, boleh pak,” sahut Beeve.
Andri mendengar percakapan itu, ia menoleh ke Beeve dengan tatapan mata tajam.
“Bikin malu saja,” batinnya. Tak lama Beeve pun menyusul Andri.
Keduanya masih tak saling bertegur sama satu sama lain, sampai supir pribadi Andri tiba di pelabuhan.
Andri masuk ke dalam mobil, begitu pula dengan Beeve.
Sedang sopir memasukkan koper mereka ke bagasi, kemudian masuk kembali ke dalam mobil.
“Tuan, nyonya besar berpesan, untuk pulang ke rumah terlebih dahulu sebelum tuan dan nyonya kembali ke rumah,” ucap Ali sang supir.
“Enggak perlu pak, langsung pulang ke rumah ku saja,” titah Andri.
“Tapi tuan....,”
“Nanti aku yang telepon ibu, ayo sekarang kita pulang ke rumah,” ujar Andri
“Baik tuan,” Ali pun mulai mengemudi mobil sedan majikannya, membelah jalan raya yang ramai akan kendaraan.
Selang 2 jam, mereka akhirnya tiba di rumah Andri yang begitu elegan dan indah, rumah itu memiliki 2 lantai dan pekarangan yang luas, terdapat kolam berenang di sisi timur rumah, dan juga taman bunga di sisi barat, terdapat juga beberapa pohon cemara di halaman depan rumah yang membuat area itu terlihat asri.
Beeve jelas suka dengan rumah suaminya, “Rumahnya bagus,” batinnya.
Andri tanpa satu kata pun keluar dari dalam mobil, Beeve pun menyusul suaminya yang langkahnya begitu cepat.
Andri yang lelah segera masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai satu, sejurus dengan ruang tamu.
Beeve juga ikut masuk ke dalam kamar sang suami, sesampainya dalam kamar Andri merebahkan tubuh di atas ranjang.
Sedangkan Beeve tak tahu harus berbuat apa, dia juga lelah, namun enggan untuk naik ke atas ranjang.
Alhasil ia memutuskan untuk duduk di sebuah sofa yang ada dalam kamar luas tersebut.
Saat ia akan duduk Andri tiba-tiba berdecak, “Ck,” membuat Beeve melirik suaminya, tapi Andri tak bergeming, ia pun kembali ingin duduk, lalu Andri berkata,
“Kau enggak mengerti?”
“Iya mas??”
“Jangan duduk di situ, itu adalah sofa yang ku duduki setiap hari,” ungkap Andri.
Beeve yang mengerti kalau ia kotor, langsung mengangkat kembali bokongnya.
Lalu tiba-tiba Ali datang mengetuk pintu kamar yang terbuka.
Tok tok tok!
“Maaf tuan dan nyonya, kopernya saya taruh dimana?” tanya Ali.
“Ta...,” belum sempat Beeve melanjutkan katanya, Andri sudah memotongnya.
“Koper ku bawa ke dalam, kopernya taruh di lantai 2,” titah Andri.
“Di kamar mana tuan?” tanya Ali, sebab di lantai 2 ada 4 kamar kosong.
“Paling pojok,” ujar Andri.
Beeve menatap lekat suaminya yang masih rebahan di atas ranjang, hatinya lagi-lagi merasa sakit, di perlakukan kasar seperti itu.
“Baik tuan,” ucap Ali, ketika Ali akan beranjak, Beeve menghentikannya.
“Tunggu pak,”
“Iya nyah?”
“Biar aku saja,” ucap Beeve.
“Saya saja nyonya, ini adalah tugas saya,” ujar Ali.
“Enggak apa-apa pak, kamarnya paling pojok kan? Saya hanya naik tangga ke atas, jangan khawatir,”
“Nyonya bisa naik lift ke lantai 2, mari saya tunjukkan jalan nya nyonya,” ujar Ali.
Beeve dengan menahan sakit di hatinya meninggalkan kamar suaminya.
Ia pun di tuntun oleh Ali hingga sampai ke lantai 2.
Ting!
Sesampainya di lantai 2, mereka pun keluar dari dalam lift, dan Ali mengantarkannya hingga ke depan pintu kamar yang di maksudkan.
“Ini kamarnya nyah, dan itu.....,” tunjuk Ali ke sebelah kamar dekat lift.
“Adalah ruang kerja tuan,”
“Baik pak, terimakasih atas bantuannya, bapak boleh istirahat sekarang,” ucap Beeve.
“Baik nyonya, permisi,” Ali pun meninggalkannya di lantai 2 yang sunyi itu.
Ceklek!!! Beeve membuka pintu kamar, saat ia melihat isi di dalamnya tidak ada masalah, karena kamar itu juga luas, properti di dalam juga lengkap.
Beeve pun duduk di atas ranjang empuk yang begitu lembut dan nyaman.
“Apa aku akan menghabiskan hari-hari ku dalam kamar ini sebelum kami cerai?” gumamnya.
Baru saja ia ingin merebahkan tubuh, tiba-tiba telepon yang ada di sebelah ranjangnya berbunyi.
Semula ia pikir telepon itu bukan untuknya, ia pun mengabaikannya, namun karena terus berdering Beeve pun mencoba mengangkatnya.
📞 “Halo....,” Beeve.
📞 “Kenapa ngangkatnya lama?” Andri.
📞 “Mas Andri?” Beeve.
📞 “Cepat ambil semua baju mu,” Andri.
📞 “Dimana mas?” Beeve.
📞 “Di kamar ku,” Andri.
📞 “Baik mas,” Beeve.
Ia pun bergegas menuju kamar suaminya, ting! Ia pun sampai ke lantai 1, dan menuju kamar Andri.
“Bajunya dimana mas?” tanyanya.
Andri yang duduk di sofa pun menunjuk ke sebuah lemari berwarna putih.
Beeve menuju lemari yang di maksudkan, drkkkk!!
Saat ia menggeser pintu lemari, ia di buat tercengang, karena seisi lemari penuh dengan baju-baju wanita, dan semua masih baru.
“Ternyata ini hadiah untuk ku,” batinnya.
Semua yang ada dalam lemari untuk Beeve, karena Beeve tak membawa apapun dari rumahnya, kecuali yang ada dalam koper dan baju yang ia kenakan saat ini.
Ia pun mulai menurunkan baju tersebut satu persatu.
“Tuh, ada troli,” ucap Andri, mengarahkan pandangan matanya ke sebelah pintu toilet.
“Terimkasih mas,” Beeve mengambil troli tersebut dan mengisi penuh dengan baju-bajunya yang ada dalam lemari, kemudian ia mengantarkannya ke kamarnya.
Ia pun bolak-balik dari kamar suaminya sebanyak 4 kali, dan itu membuatnya sangat lelah.
Lalu pada saat ia mengembalikan troli ke kamar suaminya, sang suami berkata.
“Lain kali, masuk ke kamar orang ketuk pintu dulu,”
Beeve menelan saliva dan berkata “Baik mas, maaf atas kesalahan ku,”
Setelah meletakkan troli ke tempat semula ia keluar dari kamar suaminya.
Saat ia menuju lift, ia bertemu dengan Ali, “Pak,” ucapnya.
“Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?”
“Hmm, apa enggak ada ART di rumah ini?”
“Ada nyah, tapi baru datang besok, karenakan sebelumnya mereka di minta datang 2 hari sebelum nyonya dan tuan kembali honeymoon, tapi karena nyonya dan tuan pulang dadakan, ya mereka baru bisa datang besok untuk bekerja,” mendapat penjelasan dari Ali, Beeve pun mengerti.
“Baik pak, terimakasih banyak,”
“Sama-sama nyonya, saya permisi,” ucap Ali.
“Berarti di rumah ini enggak ada makanan dong,” Beeve yang sudah menjadi istri pun memutuskan untuk ke dapur, meski ia merasa lelah, namun ia tak ingin di nilai malas.
Sesampainya ia ke dapur, ia pun membuka kulkas, dan ternyata di dalam kulkas hanya ada 5 butir telur.
“Ya ampun, bawangnya mana ya?” Beeve mencari-cari bawang ke semua sudut dapur, namun tak menemukan sama sekali.
Akhirnya dengan bahan seadanya ia membuat telur dadar, sebagai lauk hari itu, beruntung nasi sudah tersedia di dalam rice cooker.
Setelah memasak, ia yang lapar makan terlebih dahulu, karena perutnya benar-benar keroncongan.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir