Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Di ruangan rawat Laura, terlihat Chika yang sudah tertidur dengan posisi duduk dan meletakkan kepalanya di atas tempat tidur Laura saat ini. Laura melihat Chika yang tertidur kelelahan akibat menjaganya merasa sedih, apalagi ketika Chika tau bahwa laki - laki yang ia sayangi itu tak lain adalah Randy pacarnya Chika saat ini. Laura tak tega jika harus mengatakan yang sebenarnya ke Chika, ia takut kalau Chika bakalan marah besar kepadanya. Laura kini mengelus rambut indah Chika yang tanpa Laura sadari air matanya dari tadi sudah mengalir.
Chika yang sudah menyadari ada tangan yang mengelus rambutnya pun terbangun.
"Laura? lu udah sadar?" Tanya Chika sambil mengucek - ngucek matanya. Laura sama sekali tidak menyaut Laura hanya sibuk menghapus air matanya.
"Laura, lu kenapa nangis?" Tanya Chika lagi.
"Gue ga apa - apa kok Chik!" Jawab Laura dengan kondisi yang sangat lemah.
"Chika, Mama gue mana?" Tanya Laura yang dari tadi tidak melihat sosok Mama nya, padahal Mama nya paling khawatir kalau melihat anaknya sakit, apalagi sampai di rawat seperti ini.
"Aduh gue harus gimana ya nanti kalau gue jawab Mama nya kecelakaan bisa bisa pingsan lagi!" Ucap Chika dalam hati.
"Chika!" Panggil Laura yang melihat Chika tiba - tiba melamun.
"Eh iya Ra, gue laper nih belum makan dari tadi gue cari makan dulu ya, lu juga laper kan?" Ucap Chika mengalihkan pembicaraan.
"Yaudah kalau gitu!" Jawab Laura yang spontan benar - benar lupa dengan pertanyaannya tadi.
"Lu ga apa - apa kan gue tinggal bentar?" Tanya Chika. Dan Laura hanya menggelengkan kepalanya.
"Yaudah kalau gitu gue cari makan dulu ya Ra!" Ucap Chika.
Sementara disisi lain Aliya sedan duduk di kursi tepat di samping Mama dengan posisi duduk. Echa terbaring lemah bahkan untuk membuka matanya saja ia tak bisa.
Aliya terbangun dari tidurnya, disaat ia melihat kembali Mama nya ternyata masih belum terbangun.
"Ma, bangun Ma!" Ucap Aliya sambil menggoyang - goyangkan pelan tangan Mama nya.
"Ma, Mama ga bosan tidur mulu, Mama ga mau jenguk Kak Laura?" Tanya Aliya. Namun Echa tetap dalam keadaan komanya. Aliya menangis kembali karena usahanya untuk membanguni Mama nya selalu gagal.
"Ma, Aliya kesepian Ma. Kak Laura sakit Mama juga sakit, Aliya jadi pengen seperti Mama sama Kakak dari pada Aliya sendirian seperti ini!" Ucap Aliya yang kini telah meletakkan kepalanya di atas tangan Echa.
"Di saat seperti ini Papa justru tak bisa dihubungi sama sekali, Aliya benar - benar merasa sendiri Ma!" Ucap Aliya sambil melamun dan sesekali menghapus air matanya yang mengalir.
Air mata Aliya yang mengalir mengenai tangan Echa, ternyata membuat Echa perlahan - lahan menggerakkan satu persatu bagian tubuhnya, Namun Aliya sama sekali tidak menyadarinya.
"Aliyaa!" Ucap Echa dengan susah payah. Sontak membuat Aliya terkejut dan ketika ia melihat Echa ternyata dugaannya benar bahwa yang menyebut namanya adalah Mama nya. Aliya langsung memeluk tubuh Echa yang sedang terbaring lemah.
"Mama, akhirnya Mama bangun juga!" Ucap Aliya dengan sangat bahagia melihat Mama nya akhirnya sudah terbangun.
"Kamu sendirian Al?" Tanya Echa. Dan Aliya pun kemudian melepaskan pelukannya dan kembali duduk seperti semula.
"Iya Ma, kak Laura di rawat lagi Ma!" Jawab Aliya sedih.
"Mama mau lihat Kak Laura dulu!" Ucap Echa sambil berusaha untuk duduk di tempat tidurnya.
"Mama, nanti aja Mama masih belum boleh bergerak banyak!" Jawab Aliya sambil membantu Echa agar berbaring lagi.
"Nanti kalau Kak Laura udah sadar, Aliya akan bawa kak Laura kesini!" Lanjut Aliya mencoba menenangkan Echa.
"Mama, sekarang makan bubur dulu setelah itu Mama makan obat ya Ma!" Ucap Aliya lagi sambil mengambil mangkuk bubur yang ada di atas meja. Echa hanya menganggukkan kepalanya.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊