NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)

Esok harinya, Seno sudah bersiap berasama dengan Anita untuk kembali berjualan di bazaar. Hari ini Anita tidak memiliki jadwal kuliah sama sekali. Jadi, dia jauh-jauh datang dari Kota Y untuk bisa membantu Seno dalam berjualan.

Meskipun Seno sudah mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu membutuhkan bantuan Anita dalam berjualan, adiknya itu kekeh ingin membantunya sekarang. Jam delapan pagi mereka sudah sampai di lokasi.

Kemarin, total kentang yang berhasil Seno jual hingga jam delapan malam adalah dua ratus lima puluh perkedel kentang. Itu juga karena beberapa orang yang ingin membeli wortel miliknya. Tiga ratus wortel yang sebelumnya ia katakan sebagai promo itu, kemarin sudah ludes terjual.

Hari ini pun Seno berencana membuat promo lagi. Anggap saja ini adalah caranya mengenalkan wortel miliknya kepada khalayak umum. Dengan begitu, ketika Seno melakukan lelang, maka mereka akan cukup antusias untuk mengikuti lelang tersebut.

Seno masih perlu menjual dua puluh lima buah kentang atau dua ratus lima puluh perkedel kentang. Jika kemarin ia bisa menjual sebanyak itu, tentunya sekarang pun bisa.

Lima belas menit setelah Seno dan Anita datang, tiba-tiba saja ada beberapa mahasiswa yang mendatangi booth mereka. Anita cukup kaget melihat hal itu. Ada perasaan takut dalam diri perempuan itu melihat para mahasiswa itu mendatangi booth mereka.

Kebanyakan dari mahasiswa itu memiliki tubuh berisi. Jadi, dalam pikiran Anita, para mahasiswa itu datang bukan dengan niat baik.

Tetapi itu berbeda dengan Seno yang terlihat cukup tenang. Itu karena ia melihat keberadaan Anton dan kelima temannya di antara para mahasiswa tersebut. Hal ini berarti para mahasiswa itu berniat membeli kentang mereka, bukan membuat keributan.

“Bos, kentangnya sudah siap nggak?” Tanya Anton ketika sudah berada di dekat booth milik Seno.

Tiba-tiba saja panggilan Anton terhadapnya berubah. Sedikit banyak Seno bisa menebak alasannya. Mungkin itu karena mereka merasakan sendiri bahwa kentang milik Seno benar-benar bisa mengenyangkan dalam waktu cukup lama.

“Tentu saja belum. Aku baru datang. Jadi, semuanya belum selesai dipersiapkan.” Jawab Seno.

Meski hanya tinggal mencelupkan perkedelnya di dalam telur sebelum menggorengnya, tetapi masih banyak yang perlu Seno persiapkan. Memasang gas dan menyiapkan kompornya misalnya.

Belum lagi Seno perlu sedikit membersihkan area sekitar booth miliknya dari dedaunan yang jatuh. Tentunya Seno membutuhkan waktu sedikit lama untuk mempersiapkan semuanya.

“Kapan Kamu mulai membuka semuanya Bos? Aku ingin segera membeli kentang milikmu itu. Kamu memang benar Bos, kentangmu itu cukup benar-benar membuat aku kenyang lama. Jadi, aku membawa cukup banyak pasukan untuk membeli kentangmu itu.”

“Mereka ini adalah mahasiswa yang suka berhemat dan menjadikan obat mag sebagai camilan. Aku juga sudah memberitahukan semua berita ini di group chat angkatan, forum kampus dan group asrama. Kentang milikmu yang cukup murah untuk membantu mereka menghemat uang makan, akan laku keras hari ini.” Jelas Anton.

Jika yang katakan Anton itu benar, maka dirinya akan cukup sibuk hari ini. Meski sekarang ada Anita yang membantu Seno, tetapi akan ada ratusan pelanggan mereka hari ini.

“Aku belum bisa mulai berjualan dalam waktu dekat. Aku masih memepersiapkan semua ini. Jika kalian tidak keberatan, kalian bisa menunggu sepuluh menit lagi, atau aku bisa menjual kentang mentah kepada kalian. Tiga puluh ribu untuk satu buah kentang. Itu bisa menjadi jatah makan selama sepuluh hari.”

Lagi pula, misi dari sistem adalah mengajak orang lain menghabiskan lima puluh kentang. Tidak ada keharusan untuk Seno membagikan kentang itu dalam kondisi matang.

“Tiga puluh ribu untuk makan sepuluh hari? Apa benar seperti itu? Jika begitu, maka aku bisa menghemat uang makan bulananku hingga sepuluh kali lipat.” Ucap salah satu teman Anton.

“Kalau begitu aku ambil tiga buah kentang sekaligus. Aku bisa memasak kentang ini di dapur kosanku.” Imbuhnya.

“Eh Mas Seno ini nggak masalah?” Tanya Anita sembari melihat ke arah kakaknya.

Seno mengangguk pelan. “Kalau memang ada yang mau beli kentang mentah, layani aja.” Jawab Seno.

Mendengar ucapan Seno, langsung saja Anita mulai melayani mereka yang ingin membeli kentang mentah. Ada sepuluh orang yang datang bersama dengan Anton, dan semuanya membeli tiga buah kentang.

Dua puluh menit setelah sepuluh orang itu pergi, ada sekitar dua puluh lima orang yang mendatangi booth milik Seno. Semua mahasiswa itu juga membeli kentang mentah tiga buah setiap orangnya.

Anita yang melihat jumlah uang yang mereka terima dari dua kelompok orang ini merasa tidak percaya. Dalam waktu singkat, mereka mendapatkan tiga juta lebih.

Itu sama seperti jumlah gaji yang bisa seseorang dapatkan setelah bekerja selama sebulan. Sementara ini, dalam waktu kurang dari satu jam mereka sudah mendapatkan uang sebanyak itu.

“Kamu lihat sendiri bukan uang yang aku dapatkan sekarang. Jadi, kalian nggak perlu terlalu khawatir mengenai aku yang membuang-buang waktuku untuk sesuatu yang tidak terlalu menghasilkan.”

“Ini masih awal dari karirku sebagai petani hebat. Nantinya, pendapatanku bukan hanya jutaan saja dalam waktu sejam, mungkin nanti akan berubah menjadi puluhan juta atau bahkan ratusan juta. Mulai sekarang persiapkan saja mental kamu Nit.” Jelas Seno.

Setelah dua kelompok mahasiswa itu datang, tidak ada lagi yang datang beramai-ramai ke booth milik Seno. Hal ini membuat Seno bisa mempersiapkan kentangnya dengan tenang tanpa ada gangguan.

….

Jam setengah sembilan barulah pengunjung bazaar mulai terlihat bermunculan. Ini lebih awal daripada kemarin.

Penjualan Seno pada hari ini lebih bagus daripada kemarin. Seno sendiri melihat beberapa wajah tidak asing yang berkunjung ke booth miliknya. Mereka adalah pelanggan yang kemarin sudah mencoba kentang milik Seno.

‘Sepertinya mereka masih pensaran dengan kentangku dan ingin membuat sebuah pembuktian baru.’ Gumam Seno dalam hati.

Pada pukul sebelas siang, Fahmi dan Miko yang kemarin sudah membeli wortel dari Seno, kini kembali medatangi booth milik Seno. Kali ini keduanya tidak sendirian. Ada empat orang lainnya yang datang bersama dengannya.

“Apakah promo wortel itu masih ada?” Tanya Miko.

Kemarin Miko mencoba sendiri wortel itu. Hasilnya cukup mengejutkan bagi Miko. Pandangan matanya semakin tajam sekarang.

Tidak hanya Miko, Fahmi juga sudah mencoba kasiat dari wortel itu. Matanya sudah tidak lagi bermasalah sekarang. Dengan begini ia bisa mengikuti seleksi itu dengan tenang. Sekarang Fahmi mengajak beberapa temannya untuk membeli wortel milik Seno.

Keempat orang yang datang dengan mereka ini bukan membeli wortel untuk mereka sendiri, melainkan membeli wortel tersebut untuk nantinya diberikan kepada Miko dan Fahmi. Dengan begini, mereka bisa membeli lebih banyak wortel.

Pembatasan yang dilakukan oleh Seno membuat mereka melakukan hal ini. Keduanya ingin membeli lebih banyak lagi wortel ajaib itu.

“Hari ini wortel promo hanya berjumlah dua ratus saja. Setiap orangnya hanya bisa membeli dua buah wortel sekarang.” Jelas Seno.

“Eh, kenapa semakin menurun? Kemarin masih tiga bukan? Sekarang kenapa hanya dua saja?” Tanya Miko.

“Tentu saja karena jumlah dari wortelku terbatas. Aku tiga ratus wortel kemarin sudah ludes terjual. Sekarang sisa wortel yang bisa aku jual dalam promo hari ini hanyalah dua ratus wortel. Jika kalian ingin lebih, maka belilah di The Auction. Aku akan melelang lagi wortelku di sana.” Jelas Seno.

Penjelasan Seno membuat Miko dan Fahmi mengerutkan kening mereka. Ini berarti wortel yang akan mereka dapatkan kali ini akan lebih sedikit.

Tidak hanya itu saja, ada seratus orang lebih yang sudah mengetahui kasiat dari wortel itu setelah membelinya kemarin. Jika begitu, dua ratus wortel promo ini akan menjadi rebutan.

Jika mereka membeli di lelang nanti pun harganya akan menjadi gila-gilaan karena sudah cukup banyak orang yang mengetahui kasiatnya.

Miko dan Fahmi pun saling bertukar pandangan. Keduanya seperti memiliki pemikiran yang sama sekarang.

“Baiklah. Berikan Kami dua buah wortel setiap orangnya dans satu buah perkedelmu itu.” Jawab Miko.

Setelah pergi dari booth milik Seno, Fahmi dan Miko pun menghubungi beberapa teman mereka. Keduanya berniat meminta teman mereka membantu membelikan wortel ajaib itu dari Seno. Mereka akan berusaha membeli sebanyak mungkin wortel itu sebelum habis terbeli oleh yang lainnya.

Di samping Seno, Anita membuka mulutnya tidak percaya setelah melihat uang yang Kakaknya terima setelah menjual beberapa buah wortel. Itu sangat banyak.

“Kamu kaget ya melihat aku menerima uang sebanyak ini dari berjualan wortel? Itu adalah wortel yang sama dengan wortel yang aku jual kepada Miranda. Jadi, sekarang Kamu percaya bukan jika ada orang lain yang mau membeli wortel itu dengan harga mahal selain Miranda?”

Seno kemudian memandang ke arah Anita. “Lihat itu? Aku bisa dengan cepat mendapatkan uang sekarang. Uang yang aku dapat hari ini, semuanya bisa kamu bawa. Bagi saja dengan Renata nantinya. Anggap saja sebagai uang jajan dariku.”

“Nggak ah ini uang buat Mas Seno aja. Lagipula yang sudah bekerja keras kan Mas Seno kok kita yang nikmatin gitu aja. Kalau Mas Seno mau ngasih kita uang jajan, seratus dua ratus saja sudah cukup.” Jelas Anita.

“Udah Nit terima aja. Aku sekarang cukup gampang cari duit. Jadi nggak perlu sungkan atau ngerasa nggak enakan gitu.”

Dibujuk beberapa kali oleh kakak akhirnya Anita menrima pemberian dari Seno tersebut. “Baiklah.”

Seno cukup senang Anita menerimanya. Seperti yang Seno katakan, cukup mudah baginya sekarang mencari uang. Tentu saja dia sekarang bisa sedikit memanjakan kedua adiknya dengan memberi mereka uang jajan yang cukup besar.

‘Hem… sepertinya aku harus berterima kasih kepada Dina karena sudah menawariku berjualan di sini. Misiku cukup terbantu banyak di sini. Tidak hanya itu, pendapatan yang aku terima selama dua hari ini cukup bagus.’ Gumam Seno.

Seno mendapat kabar bahwa Dina memiliki jadwal padat dua hari ini. Jadi perempuan itu tidak sempat untuk mampir ke booth milik Seno.

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!