IG suliani_cucu
Bijak dalam membaca ya, ini area ibu-ibu rumah tangga.
Hamil karena diperkosa menjadi beban yang berat untuk Elsa Anindita, dia harus menulikan telingnya kala banyak orang yang menggunjingnya.
Apa lagi setelah melahirkan, bebannya makin berat saja. Karena selain mendapatkan gunjingan, Elsa pun harus ekstra bekerja keras untuk menghidupi kedua putrinya.
Beruntung kedua putrinya tumbuh menjadi anak yang sangat pandai dan mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
Hingga akhirnya Elsa dipertemukan kembali dengan peria yang memperkosanya, akan seperti apa hubungan mereka pada akhirnya?
Yuk kita kepoin kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Tour
Dua minggu telah berlalu, setiap hari Aurora dan Aurelia begitu sibuk mempersiapkan tour keliling asia yang akan mereka jalani.
Sebenarnya Tuan Dirja ingin menyinggahi banyak negara, tetapi karena liburan semester hanya satu bulan, dan juga mereka masih anak-anak, akhirnya Tuan Dirja pun memutuskan hanya akan mengadakan konser di 5 negara saja.
Itu pun, sudah termasuk dengan konser yang akan di adakan di Indonesia sebagai acara penutup. Tuan Dirja pun memutuskan jika konser pertama akan diadakan di negara S, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Dan besok, Aurora dan Aurelia beserta semua tim dan Kru yang bertugas akan berangkat menuju negara S.
Begitupun dengan Elsa, dia harus ikut. Karena Elsa, harus mendampingi kedua putrinya.
Mendengar Aurora dan Aurelia akan pergi ke Negara S, membuat Gia merasa sedikit bersalah. Karena Gia belum bisa menemani mereka, padahal selama dua mingggu ini, mereka terlihat lebih dekat.
Tuan Dirja sengaja selalu menyempatkan waktu, untuk Aurora dan Aurelia bisa bertemu dengan Gia. Mereka harus bisa lebih dekat, pikirnya.
Gia juga sudah pulang dari rumah sakit, Gia juga sudah menjalani terapi. Bahkan, Gia sudah mulai bisa berjalan, walaupun hanya satu sampai dua langkah saja.
Gia memang ingin ikut, tapi dia tidak mau mengambil resiko jika harus pergi saat ini. Akhirnya Gia pun memutuskan, untuk tetap di rumah sambil melakukan terapi.
Siapa tahu, Gia akan cepat sembuh dan bisa menyusul mereka saat tour nanti.
Saat sore tiba, Tuan Dirja meminta izin kepada Elsa untuk membawa kedua putrinya. Dia berkata Jika dia akan membelikan baju untuk keperluan kedua Putri Elsa, saat tour nanti.
Tuan Dirja berkata, jika mereka akan pergi ke butik. Elsa pun setuju, dan tanpa sepengetahuan Elsa, dia pun membawa kedua Putri Elsa menuju rumahnya.
Karena di sana, Gia sudah menunggu. Gia menunggu kedua putri cantik tersebut, dia ingin mengucapkan kata-kata penyemangat untuk kedua putrinya Elsa
"Selamat sore, Om." sapa twins A bersamaan.
"Sore cantik, Om kangen. Sini, peluk." pinta Gia.
Aurora dan Aurelia pun menurut, mereka langsung memeluk lelaki yang dua minggu ini selalu bersama dengan mereka.
"Kalian hati-hati, selalu jaga kesehatan, jaga pola makan biar ngga sakit. Om, pasti kangen." ucap Gia.
"Pasti, Om. Kita akan selalu menjaga semuanya, kita akan melakukan hal yang terbaik, agar bisa mendapatkan hal yang baik." ucap Aurora.
"Anak pandai," ucap Gia.
"Om, baik-baik di sini. Nanti, kalau Om kangen video call aja." ucap Aurelia.
"Siap, Cantik." ucap Gia.
Tuan Dirja menghampiri Aurora dan Aurelia dengan membawa banyak paper bag di tangannya.
"Ini, baju dari Om Gia. Semuanya Om Gia, yang pilih. Semoga kalian suka." ucap Tuan Dirja.
Aurora dan Aurelia pun melerai pelukan mereka, kemudian mereka pun beralih menatap Tuan dirja.
"Banyak sekali," ucap Twins A bersamaan.
"Tentu, Sayang. Semuanya untuk keperluan kalian," ucap Gia.
"Untuk menunjang penampilan kalian, agar lebih cantik." ucap Tuan Dirja.
Twins A terlihat sangat senang, apa lagi saat Tuan Dirja juga membelikan mereka banyak mainan. Membuat kedua anak itu begitu bahagia, karena mereka memang jarang memikirkan mainan.
Sedangkan Elsa, kini sedang berada di pusat perbelanjaan. Dia sedang membeli keperluan sehari-hari untuk di rumah, dia dan kedua putrinya akan pergi. Tapi, di rumah masih ada ibu Anira.
Setelah mendapatkan yang dia perlu, Elsa juga mampir ke swalayan untuk membeli sayuran dan keperluan dapur lainnya.
Elsa begitu kerepotan, hingga tanpa sengaja dia menabrak lelaki muda yang sedang memilih sayuran tak jauh darinya.
Brugh!!!
"Aduh, maaf." ucap Elsa seraya membenahi semua belanjaan nya karena terjatuh.
Lelaki muda tersebut nampak memperhatikan Elsa, wanita cantik yang mempesona, pikirnya. Dia suka melihat Elsa, karena terlihat dewasa dan sangat manis di matanya.
"Hai, Nona. Ada yang bisa aku bantu?" tanya pemuda itu.
"Tidak usah, sudah rapih kok." jawab Elsa.
"Belanjaannya banyak banget," ucap pemuda itu.
"Iya, untuk keperluan sehari-hari." jawab Elsa sambil tersenyum.
Pemuda itu begitu terpesona dengan senyuman Elsa, bahkan pemuda itu menatap Elsa tanpa berkedip.
"Maaf, De. Saya duluan," pamit Elsa.
Elsa langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya, sedangkan Pemuda tersebut malah mengikuti Elsa, dia tidak jadi belanja karena terpesona dengan kecantikan Elsa.
Setelah melakukan pembayaran, Elsa pun bergegas untuk pergi dari Swalayan tersebut. Tanpa diduga, Pemuda tersebut langsung membawa semua barang belanjaan Elsa.
"Eh, eh, eh... Ngga usah, aku bisa bawa sendiri." ucap Elsa.
"Biar aku bawain, sebutkan saja alamat kamu di mana." ucap pemuda itu keukeuh.
"Aku tinggal di perumahan xc," ucap Elsa menyerah.
"Hem, tidak jauh rupanya. Ayo, mobil ku ada di parkiran." ajak pemuda itu.
Elsa pasrah, baru saja bertemu, tapi pria ini benar-benar... menguji kesabarannya. Tiba di parkiran, pemuda itu langsung menyimpan semua barang belanjaan Elsa di bagasi.
Kemudian, pemuda itu membukakan pintu untuk Elsa. Dengan wajah kesal, Elsa pun masuk. Pemuda itu langsung menyusul masuk dan duduk di balik kemudi.
Tak lama, pemuda itu pun langsung melajukan mobilnya ke perumahan xc. Sampai di sana, pemuda tersebut langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Elsa.
Elsa hanya bisa tersenyum kecut, dia kesal terhadap pemuda itu. Elsa memperhatikan pemuda itu dari atas sampai bawah, dia memakai kaos santai dan celana pendek.
Wajahnya terlihat tampan, dan yang pastinya lebih muda dari Elsa. Elsa pun langsung turun dan berjalan menuju pintu rumahnya, pemuda itu pun langsung menyusul.
"Ini belanjaannya, Nona Cantik." ucap pemuda itu.
"Terimakasih, sekarang kamu pulang." ucap Elsa.
"Ngga ngajakin ngopi dulu gitu, aku masih ingin memandang wajah cantik kamu, Nona." ucap Nya.
Elsa terlihat memutar bola matanya," Kamu. masih kecil, mending nyari yang seumuran sama kamu."
"Ya ampun, Nona. Usia ku memang baru dua puluh dua tahun, tapi, jangan meragukan kemampuan ku dalam membuat anak kecil." jawabnya dengan senyuman nakal.
"Ah, ya ampun Anak jaman sekarang memang aneh," ucap Elsa.
Elsa terus saja menggerutu dalam hatinya, sedangkan pemuda itu terus saja berusaha merayu Elsa yang terlihat sangat manis di matanya.
"Bunda,," panggil Aurora dan Aurelia.
Elsa dan pemuda itu pun langsung menoleh ke arah Kembar twins A, mata Aurora dan Aurelia langsung membulat sempurna ketika melihat pemuda yang berada di depan Bunda mereka.
"Ya tuhan, Om VB." ucap Aurora.
"Dia ganteng banget," ucap Aurelia.
Elsa nampak melongo dengan apa yang di ucapkan oleh kedua putrinya, sedangkan pemuda yang di panggil VB itu pun langsung tersenyum bangga karena kedua putri Elsa ternyata mengenlnya.