NovelToon NovelToon
Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Status: tamat
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ardian Uzumaki

Mampir karya ongoing Author juga...
- Reinkarnasi Sang Pahlawan
- Pahlawan Di Dunia Moderen

===

Lanjutan dari novel Pahlawan Di Dunia Kultivator book 1, jadi jika ingin membaca book 2 maka baiknya membaca book 1 dulu.

Kekacauan di Benua Langit akan dimulai, Sekte Lembah Siluman sudah mulai melakukan pergerakan.

Shin bersama teman-temannya akan berjuang, untuk menghentikan kekacauan ini.

Apakah nantinya Dewa Siluman akan berhasil bangkit kembali? Bagaimana Shin akan menghentikan Dewa Siluman jika makhluk itu benar-benar bangkit?

Ikuti lanjutan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardian Uzumaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Bing Zheng Vs Wu Zhong

Pertarungan antara Bing Zheng melawan Wu Zhong kini semakin dahsyat karena teknik khusus yang digunakan Wu Zhong, membuatnya dapat meningkatkan kekuatan secara signifikan, meskipun dengan resiko yang tidak main-main.

Bing Zheng yang memiliki pertahanan kuat, kini dibuat kewalahan dengan serangan ganas dari dari Wu Zhong.

Api membara yang dikeluarkan Wu Zhong, bahkan mampu melelehkan pertahanan Bing Zheng dengan cukup mudah.

Bing Zheng terus disudutkan dalam posisi bertahan, sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menyerang balik.

Wajah Bing Zheng terlihat serius, keningnya mengerut sampai alisnya terlihat menyatu, mengeluarkan konsentrasi penuh untuk menahan serangan Wu Zhong, dan memprediksi dari mana arah datangnya serangan Wu Zhong.

Wu Zhong menyerang dari segala arah, bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, melemparkan bola api membara kearah Bing Zheng tanpa henti.

Kecepatan Wu Zhong juga meningkat drastis, membuat Bing Zheng sulit mengikuti gerakannya dengan mata.

Tidak diragukan lagi jika kekuatan Wu Zhong sekarang berada diatas Bing Zheng.

"Hahaha..." Wu Zhong terus menyerang tanpa henti sambil tertawa keras seperti orang gila "Kemana wajah sombong mu sebelumnya Bing Zheng?! Bukankah kau bilang serangan ku tidak akan mampu menembus pertahanan mu?! Kenapa sekarang pertahanan mu sangat lemah!"

Setelah beberapa saat, Wu Zhong tiba-tiba menghentikan serangannya, sekarang dia melayang beberapa ratus meter diatas kepala Bing Zheng, sambil menyeringai lebar.

Dalam hatinya, Wu Zhong mengakui jika pertahanan Bing Zheng benar-benar kuat, bahkan setelah menggunakan mode berserk, dia masih saja belum mampu memberikan luka pada Bing Zheng, meskipun sekarang dia berhasil menembus pertahanannya.

"Baiklah, bagaimana dengan yang ini!" Wu Zhong mengangkat tombaknya menghadap langit.

Seketika udara diatas Wu Zhong menderu, kemudian semburan api keluar, menggulung dan memusat sehingga membentuk sebuah pusaran api raksasa dengan ujung bawah yang runcing.

"Tombak Meteor!" Wu Zhong mengibaskan tombaknya kearah Bing Zheng, seketika pusaran api raksasa itu meluncur cepat kearah Bing Zheng.

"Jangan pikir hanya dengan itu kau bisa membunuh ku!!" ucap Bing Zheng.

Bing Zheng kemudian melepaskan tombaknya, namun tombak trisula itu tidak jatuh ketanah, malah melayang didepan Bing Zheng dengan mata tombak menghadap atas.

Energi es keluar dari tubuh Bing Zheng, kemudian masuk kedalam tombaknya, membuat tombak trisula itu bertambah besar dengan cepat, sampai sama besarnya dengan Tombak Meteor Wu Zhong.

"Tombak Dewa Es!!" Bing Zheng mengibaskan tangannya keatas, membuat tombak trisula raksasa itu meluncur cepat, mengarah pada Tombak Meteor milik Wu Zhong.

Kedua serangan mematikan itu semakin dekat sampai akhirnya berbenturan.

Ujung dari kedua teknik itu berbenturan, saling mendorong satu sama lain, tidak ada yang ingin mengalah.

Kedua serangan dahsyat itu masih saling mendorong, sampai akhirnya...

*BOOOOMMMM...!!!

Ledakan yang begitu dahsyat terjadi membuat tanah berguncang bagaikan terjadi gempa keras, langit bahkan kini dipenuhi awan hitam dengan kilatan petir yang terus menyambar.

Bing Zheng menatap kearah langit, tidak menemukan keberadaan Wu Zhong karena kepulan asap dari ledakan keras tadi.

Tiba-tiba, Bing Zheng melihat sesuatu yang jatuh, itu adalah sebuah tombak trisula, tombak tingkat suci milik Bing Zheng.

Bing Zheng ingin menangkap tombak itu, namun tiba-tiba Wu Zhong muncul didepannya dan dengan keras menendang perut Bing Zheng.

Bing Zheng tidak sempat menghindar karena serangan Wu Zhong yang datang secara tiba-tiba, membuatnya terkena tendangan Wu Zhong dengan telak, sampai terpental jauh dengan cepat, menyemburkan seteguk darah segar, sampai akhirnya mendarat menghantam tanah dengan keras.

Pada akhirnya, Wu Zhong yang menangkap tombak trisula milik Bing Zheng dengan tangan kirinya, sehingga kini Wu Zhong memegang dua tombak.

"Tombak yang bagus, tapi aku sama sekali tidak menyukainya, jadi akan ku kembalikan pada mu!" Wu Zhong dengan sigap melempar tombak trisula itu kearah Bing Zheng.

Bing Zheng yang masih terlentang didalam kawah besar, melihat tombak trisulanya yang melesat dengan cepat, mengarah pada kepalanya.

Namun Bing Zheng bisa dengan mudah menangkap tombak itu.

Bing Zheng menyadari jika sekarang kekuatan Wu Zhong sudah melampaui dirinya, bahkan sekarang Wu Zhong hanya bermain-main melawannya, sama sekali tidak serius.

Sedangkan dirinya yang sudah mengeluarkan kekuatan penuh masih belum mampu memberikan serangan berarti pada Wu Zhong.

Jika ini terus berlanjut maka kematian akan menanti dirinya.

"Kenapa wajahmu terlihat begitu Bing Zheng? Apakah kau sudah menyadari perbedaan kekuatan kita?" Wu Zhong menyeringai penuh kemenangan, merasa sudah diatas angin.

"Jangan pikir hanya kau saja yang memiliki teknik rahasia!" Setelah berpikir cukup keras, Bing Zheng akhirnya memutuskan untuk menggunakan teknik terlarang miliknya.

Teknik yang mirip dengan mode berserk, namun berbeda.

Yaitu teknik yang bernama Dewa Es Pembunuh, dimana mampu meningkatkan kekuatan pengguna sampai batas maksimal, hingga mencapai puncaknya.

Namun bedanya, Teknik ini tidak memiliki efek samping separah mode berserk, namun menggunakan teknik ini dapat menurunkan kultivasi pengguna hingga satu tingkatan.

Artinya jika Bing Zheng menggunakan Teknik Dewa Es Pembunuh, maka kultivasinya akan turun menjadi Martial Monarc.

Dan kemungkinan terburuknya adalah kehilangan kultivasi sepenuhnya.

Aura dingin yang pekat dan menusuk tulang tiba-tiba meledak keluar dari tubuh Bing Zheng, rambutnya terangkat dan berubah warna menjadi putih kebiruan, matanya juga mengeluarkan cahaya putih kebiruan.

Kening Wu Zhong sedikit mengkerut, dia bisa merasakan hawa panas apinya mulai ditekan oleh hawa dingin es Bing Zheng.

"Tidak ku sangka kau juga memiliki teknik rahasia! Tapi jangan berpikir kau bisa mengalahkan ku!!" Wu Zhong langsung melesat menyerang Bing Zheng, begitu juga sebaliknya, sehingga kembali terjadi pertarungan dahsyat antara dua kultivator tingkat Martial Saint tersebut.

Hanya dalam beberapa detik, mereka berdua sudah bertukar ratusan serangan, gerakan mereka sangat cepat hingga sulit diikuti mata.

Ledakan-ledakan terus terjadi di mana-mana, akibat dari benturan dua senjata mereka.

Sudah tidak terhitung berapa serangan yang mereka keluarkan.

*Booommm...!

*Booommm...!

*Booommm...!

Tanah bergetar karena ledakan yang terus terjadi, bahkan getarannya sampai ke medan perang utama.

Setelah belasan menit, Bing Zheng mampu memukul mundur Wu Zhong hingga puluhan meter.

Wu Zhong tidak pernah menduga jika teknik rahasia Bing Zheng mampu menandingi teknik miliknya.

Kenyataan ini membuat Wu Zhong marah sehingga dia berteriak keras dan menyerang Bing Zheng secara membabi buta.

Meskipun memang dalam mode berserk, Wu Zhong mampu mempertahankan emosinya sehingga tidak mengamuk, namun dalam mode berserk, emosi Wu Zhong akan muda terpancing.

Ini merupakan kelemahan dari teknik Wu Zhong.

Wu Zhong yang menyerang tak tentu arah membuat Bing Zheng bisa dengan mudah membaca serangan Wu Zhong.

Bing Zheng dapat menghindari semua serangan Wu Zhong dengan cukup mudah, meskipun sesekali dia harus kewalahan menghindari serangan Wu Zhong.

Semakin lama Wu Zhong terlihat semakin marah, dia menyerang semakin ganas, namun semakin Wu Zhong tidak dapat mengendalikan emosinya, serangannya menjadi semakin cepat dan kuat.

Hal ini membuat Bing Zheng yang awalnya sangat santai melawan Wu Zhong, kini menjadi cukup kewalahan terus menghindari serangan Wu Zhong.

Namun Bing Zheng tidak semata-mata hanya menghindar saja, dia terus memperhatikan gerakan Wu Zhong, berusaha mencari celah besar.

Dalam beberapa menit kemudian, Bing Zheng akhirnya menemukan celah besar pada Wu Zhong.

Bing Zheng bergerak cepat menangkis serangan tombak Wu Zhong, kemudian menciptakan sebuah tombak es lalu menusuk Wu Zhong tepat pada jantungnya.

\=\=\=

\=\=\=\=>>

\=\=\=

1
anton prasetya
Luar biasa
Khairul Azman Abdul Kahar
kenapa tidak diambil cincinnya
tobias
Luar biasa
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
aku akan 😄😄
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
yg paling lemah
Erwan Triawan
Luar biasa
Erwan Triawan
Lumayan
Raditya Vicky
Luar biasa
Hari Kuswanto
kenapa sering banget salah nama ya?
Hari Kuswanto
typo nya harus dikurangi thor, review dulu sebelum release
Bima Sakti
Luar biasa
Junaidi Abdullah
Lumayan
Junaidi Abdullah
Biasa
Vision Utama
top
Wiji Antono
Luar biasa
Andre Stefan
thanks thor sdh menamat kan cerita ny/Casual//Casual//Casual//Casual//Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
yah, sok bijak lg..
teguh andriyanto
betina banksad emang ini
Teguh
Mc sok naif
Teguh
Mc tolol goblocq
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!