NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27. perang

Seluruh warga dikejutkan dengan suara ledakan yang begitu dahsyat dari rumah Tua Mbah Saryati. mereka berbondong-bondong kesana untuk melihat apa yang terjadi, tak terkecuali para warga yang terluka juga tidak mau ketinggalan ikut berlari menuju rumah tua itu.

"Astaga rumah itu hancur?"

"bagaimana bisa sedangkan dengan api kita tadi tidak mempan sama sekali"

"lihat Disana!!"

Salah seorang warga menunjuk sesuatu di atas rumah itu. Sosok Makhluk yang ukurannya sangat besar melebihi rumah Juragan Sapto. wajahnya seram dan bertanduk besar.

grrrrhhhhhh

mereka yang ada disana sudah gemetar ketakutan karena melihat secara langsung makhluk mengerikan yang tidak pernah mereka lihat selama ini.

Para warga sudah mulai kocar kacir ketakutan dan ingin menyelamatkan diri agar tidak di sakiti oleh makhluk besar itu

"Hahahaha Aku lah yang berkuasa! Akulah yang abadi!!!" suaranya menggelegar hingga menimbulkan getaran yang kencang.

"suara apa itu?" tanya Aksara

mereka sedang berlari menuju rumah warisan tua, namun terkejut karena mendengar suara keras yang menyeramkan

"itu dia! kita harus menyelamatkan para warga terlebih dahulu" ucap Ki Satya

"tapi Ki, siapa yang akan menghentikan iblis itu jika kita sibuk dengan warga?" tanya Nadira

"Kalian berempat kesana lah dulu, nanti kami akan menyusul segera" ucap kiyai Syafiq

Bukan mereka ingin meninggalkan Nadira dan teman-temannya, kiyai Syafiq hanya ingin agar mata para warga yang membenci kelaurga Nadira terbuka lebar untuk melihat pengorbanan Yang dilakukan oleh gadis itu.

"baiklah, ayo kita segera kesana" Ajak Rehan

mereka dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh agar cepat sampai.

"Lihatlah betapa besar dan menyeramkan wujud iblis itu" ucap Elsa

"kita harus bisa mengalahkannya, apa kalian siap?" Nadira menatap temannya satu persatu dengan perasaan yang agak gundah

"kenapa aku merasa gelisah, ya Allah bantulah kami semoga semuanya baik-baik saja"

"tenang saja Nadira kami sudah siap, meskipun nyawa taruhannya" ucap Rehan

"aku akan selalu di sampingmu Nadira. Bahkan jika nyawaku di ujung kerongkongan maka sisanya, untukmu!" tegas Aksara menatap dalam ke arah Nadira

"Aksara jangan berkata seperti itu, apapun yang terjadi kamu harus baik-baik saja" ucap Nadira

Aksara menatap Nadira dengan perasaan campur aduk, ia merasa gelisah dan jantungnya berdebar kencang.

Bukan karena jatuh cinta, namun ada sesuatu yang membuatnya takut, cemas dan tak terkendali

"berjanjilah padaku Aksara!" Tegas Nadira dengan mata berkaca-kaca

"aku janji Nadira! Aku akan selalu mendampingi mu!" tegas Aksara

"dan Rehan serta Elsa, berjanjilah kalian padaku untuk baik-baik saja. Kalian tidak boleh terluka" Nadira menatap Elsa dan Rehan bergantian

"aku janji Nad!" jawab Elsa

"aku janji kak!" ucap Rehan yang membuat Nadira haru karena memanggilnya kakak

mereka lalu berjalan lagi memasuki Halaman rumah yang sudah hancur karena ulah iblis itu.

"Hahahaha Darah pilihann....eeuummhh wanginya" Iblis itu menggeram seram

"ini malam terakhir mu kolonyowo!!" teriak Nadira

"hahahaha ini bukan malam terkahir ku, karena aku abadi!! Abadi!!!" Suara iblis itu bergema sangat keras hingga menyakiti telinga mereka

"suaranya keras sekali! Gendang Telinga ku rasa mau pecah!" ucap Elsa

"Allah ada di pihak kami! dan kau adalah makhluk hina yang hanya bisa menyesatkan manusia!" teriak Aksara

"Kalau begitu mintalah pada tuhanmu itu agar memusnahkan ku hahahaha!!" Iblis itu merasa sombong karena ia yakin kekuatannya sudah bangkit sepenuhnya karena meminum d*arah suci dari para gadis yang ditumbalkan

"Cih sombong sekali. Biasanya yang sombong begini yang cepat mati" Cetus Rehan

"Kau yang akan mati anak Pandu!!!" bentak iblis itu

"loh dia tau kalo aku reinkarnasi dari pandu?" gumam Rehan yang membuat temannya menatap malas ke arahnya

"kamu ini ya! Jelas tahulah wong yang ngalahin kalian dia! dia kan iblis pasti Taulah!" Elsa gemas sekali dengan Rehan yang bisa-bisanya bersikap konyol di saat seperti ini

"cih bocah kemarin sore!!! sebelum mendekatiku maka hadapi dulu pasukanku!!"

Kolonyowo mengibaskan tangannya dan seketika itu munculah ratusan siluman yang bermacam-macam bentuknya. Dan yang membuat mereka terkejut adalah, ada seseorang yang sangat mereka kenali

"Paklek Saruji!!!!" Nadira dan Elsa tak percaya jika suami almarhumah simbok Minah berada di kumpulan pasukan iblis

"apa yang paklek lakukan?!" teriak Nadira

"melakukan hal yang akan sangat menguntungkan ku pastinya" ucap Saruji menyeringai

"Kau pikir aku akan diam saja ketika anakku di jadikan tumbal oleh kakekmu!! Kau pikir aku terima dengan lapang dada seperti Minah bodoh itu!!" bentak Saruji dengan menunjuk Ke arah Nadira

"aku akan melakukan segala cara agak putriku hidup kembali walaupun dengan susah payah aku mencari gadis suci dan terkahir darahmu untuk membangkitkan anakku hahahaha!!! Saruji sudah seperti bukan dirinya lagi. ia tertawa terbahak-bahak karena sebentar lagi, rencananya yang ia susun bertahun-tahun lamanya, akhirnya akan segera tercapai.

"paklek sadarlah! Anak paklek sudah berpuluh Tahun meninggal! Bagaimana mungkin dia bisa hidup lagi" Ucap Rehan

"Bisa!! Aku akan lakukan apapun untuk menghidupkannya!" Ucap saruji dingin

"tapi paklek itu musyrik! Paklek mengorbankan banyak para gadis hanya untuk ambisi paklek yang belum tentu terwujud itu!" ucap Aksara

"jangan percaya pada iblis itu paklek! Dia hanya memperdaya paklek!" teriak Nadira.

"apa yang kalian debatkan lagi!!! serang dia Saruji!! dengan darahnya kau bisa menghidupkan anakmu!!" Hasut kolonyowo

Seraaanggggg!!!!!

Nadira dan teman-temannya menyiapkan senjata mereka untuk menghadapi ratusan siluman itu.

Nadira dan Rehan mencabut pedang mereka yang bersinar terang hingga membuat siluman-siluman itu mundur karena cahaya pedang menyakiti mata mereka.

Askara menyiapkan busurnya dan membisikkan anak panah yang jika ia Lesatkan akan berpecah menjadi puluhan anak panah

sedangkan Elsa sendiri, ia terbang dan berdiri di atas dahan pohon agar dengan leluasa memainkan serulingnya. Ia meniupkan seruling dengan imajinasinya dimana ia melesatkan ratusan panah berapi.

"aku tidak menyangka jika mereka bisa menggunakan senjata-senjata itu dengan hebatnya. kukira dengan mempercepat rencana, aku bisa menghalangi mereka dalam mempelajari senjata itu!" gumam Saruji yang diam di dekat kolonyowo dengan memperhatikan peperangan antar ratusan siluman dengan empat pemuda yang ia anggap remeh.

"Nadira hati-hati dibelakang mu!!" teriak Rehan

Jlebbb

Belum sempat Nadira menoleh kebelakang, Siluman yang ingin menyerang Nadira tadi sudah terkapar karena terkena anak panah Aksara

"Fokus Nadira jangan lengah!" ucap Aksara

"baik, terimakasih Aksara"

Nadira terus me*ebas musuh yang ada didekatnya. Ia sesekali melompat bahkan memutar tubuhnya untuk melakukan serangan .

Begitu juga dengan Rehan, pemuda itu nampak gagah dengan Kilauan pedang naganya yang mengeluarkan cahaa biru. ia melesat dengan cepat dan memb*nuh banyak siluman hanya dengan sekali sabetan.

"Kau lihat satya, mereka mampu dan Saling menjaga satu sama lain" ucap kiyai Syafiq yang memantau dari jauh

mereka berdua memang tidak ingin membantu, karena sekalian mengetes kemampuan keempat anak muridnya itu.

Namun, jika menghadapi kolonyowo, maka ia akan ikut turun tangan juga

"ya, semoga mereka bisa mengalahkan iblis itu dan kuharap Aksara..." ucapan Ki Satya terhenti karena tidak sanggup membayangkan Bagaimana sakitnya anak-anak itu jika mengetahui salah dari mereka nantinya akan menjadi penghalang musnahnya kolonyowo

"sebelum hal itu terjadi, Aksara kita tahan dulu dengan Rantai pengikat Jiwa. agar dia tidak bisa menyerang teman-temannya" ucap kiyai Syafiq

"rantai pengikat Jiwa? Bukankah teknik itu sangat berbahaya Syafiq!" Ucap Ki Satya terkejut

"demi keselamatan mereka dan kemusanahan Kolonyowo!" tegas kiyai Syafiq

Elsa terus memainkan serulingnya dengan tenang tanpa rasa lelah, ia terus mencoba imajinasi yang lain , terkadang anak panah, terkadang hujan pisau, bahkan angin.

"keren juga nih seruling"

"astaga gadis yang satu itu kenapa sempat-sempatnya bergelantungan seperti lutung" Ki Satya yang tadinya tegang melihat Nadira, aksara dan Rehan yang bertarung di tengah-tengah banyaknya siluman. Malah di buat frustasi dengan tingkah Elsa yang bergelantungan di dahan pohon satu ke pohon yang lain dengan posisi terbalik

"Rehan Awaassss!!!!

Craakkk!!

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!