NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:324.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersama Suami

Devin masuk ke kamar Tasya, dia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidur. Tasya teringat ucapan Okta, dia segera beranjak sambil ketakutan.

Devin melingkarkan tangan kanannya, pada pinggang Tasya. "Kamu mau kemana?" Masih menahan tubuh Tasya agar tidak berdiri.

"Aku mau mengambil air minum ke dapur." Jawab Tasya, beralasan.

"Istirahatlah, biar aku saja yang mengambilnya." Ucap Devin.

Devin segera turun dari ranjang tidur, melangkahkan kakinya membuka pintu lalu keluar.

"Kenapa si pria kaku berwajah es ini baik padaku. Oh iya, dia menganggap ku teman. Tapi aku takut dia meminta haknya, seperti yang Okta ucapkan saat di perpustakaan." Tasya bergumam pelan.

Ponsel Tasya berbunyi, dia tidak ingin mengangkat panggilan tersebut. Tertera nama Okta di sana, berulang kali dia tetap menelepon. Tasya segera menekan tombol matikan daya, supaya ponselnya tidak bisa dihubungi.

Devin masuk ke dalam kamar, sambil membawa nampan.

"Tasya, aku membawakan kamu air teh dan juga nugget." Ucap Devin, dia meletakkan di atas ranjang tidur.

"Terimakasih." Jawab Tasya.

Devin mengambil nugget goreng tersebut, lalu menyuruh Tasya membuka mulut.

"Aku bisa makan sendiri." Ucap Tasya.

"Buka mulut, atau aku paksa." Jawab Devin.

Tasya membuka mulutnya, lalu Devin memasukkan makanan itu. Tasya merasa Devin benar-benar berubah. Tasya memberanikan diri, untuk melakukan hal yang sama.

"Buka mulutmu, biar aku suapi." Ujar Tasya, sambil tersenyum.

"Iya, demi temanku yang lagi galau." Jawab Devin.

'Istri dianggap teman, dasar suami menyebalkan.' Batin Tasya.

Devin mengunyah nugget goreng yang disuapi oleh tangan Tasya. Kini Devin meminum air teh yang ada di atas nampan.

"Devin, itu 'kan punyaku." Tasya protes.

"Kita minum bersama saja." Jawab Devin, dengan santai.

Tasya meminum air itu, setelah Devin. Ada sisa air teh yang menempel pada bibir Tasya. Devin membersihkan dengan jari telunjuknya, lalu mengemut air dari bekas bibir Tasya itu.

'Ini adalah ciuman secara tidak langsung.' Batin Devin.

Tanpa terasa Devin senyum sendiri, Tasya melihat Devin dengan keheranan.

Tasya menepuk pundak Devin, suaminya itu menjadi salah tingkah. Dia tidak menyadari, apa yang sudah dilakukan di depan Tasya.

"Kamu kenapa?" Tanya Tasya.

"Aku, aku, aku hanya lupa." Jawab Devin gugup.

"Oh, aneh sekali kamu hari ini." Ujarnya.

"Lebih baik sekarang kamu tidur, aku mau membawa nampan ini ke dapur." Jawab Devin.

Tasya segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidur. Devin segera mengantar nampan ke dapur. Saat kembali ke kamar, Devin melihat mata Tasya sudah tertidur pulas. Devin menaiki ranjang tidur, dengan perlahan lalu mematikan lampu.

"Muach." Devin mencium bibir Tasya.

'Apa pria kaku sering melakukan ini saat aku tidur. Aku pura-pura tidak tahu saja, daripada aku bangun nanti kami sama-sama malu.' Batin Tasya.

Dia sengaja pura-pura tidur, karena penasaran apa yang akan Devin lakukan. Devin masih bertahan pada posisinya.

'Bibirmu seksi sayang, matamu yang bersinar cerah selalu membuatku bahagia.' Batin Devin.

Tangannya menyelipkan poni rambut Tasya yang beberapa helai, di sisi kanan dan kiri. Devin meraba perut Tasya, hingga ke bagian atas. Devin memegangnya sambil tersenyum, dia dapat merasakan nafas Tasya yang naik turun.

'Kalau aku melakukan ini saat kamu terbangun, aku takut kamu mengamuk karena tidak menyukainya.' Batin Devin.

'Kenapa harus lancang seperti ini dia.' Batin Tasya.

Tangan Devin meraba-raba tubuh Tasya, Istrinya itu masih bertahan, pura-pura tidur. Devin mencium kembali bibir Tasya, sambil tangannya liar kemana-mana.

'Tasya kamu jangan mengeluarkan nafas panjang mu, nanti dia akan tahu kalau kamu tidak tidur.' Batin Tasya.

Devin melihat tubuh Tasya yang menggeliat, Devin menghentikan kegiatan yang dia lakukan sendiri.

"Muach!"

Devin mencium tangannya sendiri, karena berhasil memegang bagian kesukaannya itu. Devin tidur dengan perasaan berbunga-bunga.

Keesokan harinya Tasya bersiap-siap, dia merapikan poni rambutnya yang beberapa helai. Dia sangat sayang pada poninya, karena membuatnya terlihat manis.

'Semalam pria kaku melakukan hal gila padaku.' Batin Tasya.

"Sya, aku tunggu di luar." Ujar Devin datar, tanpa raut wajah tersenyum.

"Devin, semalam kenapa tidur satu ranjang denganku." Tasya protes.

"Aku tidak suka tidur di kursi sofa." Ucap Devin.

"Semoga kamarmu cepat direnovasinya." Jawab Tasya.

Devin segera keluar kamar, dia berharap renovasinya lebih lama lagi. Devin keluar kamar sambil tersenyum, hatinya merasa berbunga-bunga karena aksi liar semalam.

"Kenapa tuan Devin tumben senyum ceria." Bisik bibi Ingke.

"Aku juga tidak tahu, mungkin dia bahagia." Jawab temannya berbisik.

Tasya dan Devin sekarang sarapan bersama. Tasya merasa tidak semangat, untuk ke sekolah hari itu.

"Sya, kamu tenang saja. Devin akan menemani kamu ke sekolah." Ujar Nadin.

"Aku tidak apa-apa kok Ma." Jawab Tasya.

"Tapi ini soal hubungan kalian, jadi harus diselesaikan bersama." Sahut Argan.

"Yang dibilang oleh Papa benar." Tambah Devin.

"Baiklah." Jawab Tasya pasrah.

Mobil Devin melaju ke sekolah Tasya, setelah mereka selesai sarapan pagi. Semua mata tertuju pada mereka, tidak ada yang berani menghina Tasya. Mengingat orang di sebelah Tasya, adalah penguasa dalam dunia bisnis.

"Tasya!" Seru Okta.

Tasya segera berlari, Devin mengikutinya dari belakang. Devin masuk ke lingkungan sekolah dengan berani, tanpa merasa enggan dan asing. Semua orang juga tahu, Devin itu siapa.

"Ferdian, aku kembalikan padamu." Ujar Tasya. Dia memberikan dasinya.

"Ambil saja untukmu, aku ikhlas kok." Jawab Ferdian.

"Dasi ku sudah ketemu, terimakasih telah meminjamkan milikmu untukku." Ujar Tasya.

Ferdian mengambilnya dari tangan Tasya. "Iya Sya, sama-sama." Jawabnya.

"Tasya, kamu dipanggil ke ruang kepala sekolah." Ujar Tera.

"Sepertinya, kepala sekolah sedang marah." Timpal Jelita.

Nafas mereka berdua terengah-engah, karena terburu-buru menghampiri Tasya. Devin menemani Tasya, hingga menuju ruang kepala sekolah.

"Tasya, Bapak sudah melihat pertunjukan di gedung sekolah. Apa alasan kamu menikah saat SMA?" Tanyanya.

"Maaf Pak, ini semua salah keluarga saya." Devin malah menjawabnya.

"Memangnya apa yang terjadi?" Tanyanya lagi.

"Dia dipinta menjadi pengantin pengganti, karena calon saya kabur." Jawab Devin.

"Ini sudah melanggar peraturan sekolah. Semua siswa dan siswi demo, meminta Tasya dikeluarkan." Jawab pria itu.

"Bagaimana bila saya yang menyelesaikan ini. Lagipula Tasya tidak seperti yang mereka tuduhkan, dia sedang tidak hamil." Ucap Devin.

"Hamil atau tidak, siswi tetap tidak boleh berstatus istri." Jawabnya.

"Bapak harus mempertimbangkan lagi siswi berprestasi. Apalagi ujian sudah dekat, setidaknya ada toleransi dari pihak sekolah." Devin berusaha membela istrinya.

"Baiklah, kami akan memikirkan ini dengan baik-baik." Jawab bapak kepala sekolah.

'Apa benar, teman akan melakukan apapun.' Batin Tasya.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!