NovelToon NovelToon
Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:603.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Rahayu

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fatimah yang biasa di panggil Fatim berasal dari keluarga yang cukup berada namun sangat tomboy dia anak semata wayang yang tak pernah menyukai laki - laki karena menganggap semua lelaki adalah sama seperti ayahnya yang menurutnya berengsek karena tega meninggalkannya dan ibunya sewaktu ia masih kecil.

Akankah semuanya berubah sejak ia mengenal sosok Abas lelaki sederhana murid pindahan yang sekarang sekelas dengannya.

Apakah Fatim akhirnya akan merasakan jatuh cinta dimasa SMA nya???
Siapakah lelaki yang dapat memenangkan hatinya??? ikuti kisah selanjutnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEJALANAN KE LEMBANG

Setelah Fatim merasa kalau Abas lelaki yang aneh, kini Fatim tidak tahu harus berbicara apa, karena merasa tidak enak dicuekin sama Abas. Sementara Abas juga terdiam karena sibuk berkompromi dengan hatinya.

"Krik... kriekkk."

Suasana masih hening, sampai Abas menginjak pedal rem mendadak.

"Trieeeeet... duk."

"Aduhhh Abas loe bisa nyetir nggak sih, ini kali kedua loe bikin jidat gue ada lampunya, sakit tahu!"

"I... i.. iya maaf Fatim tapi... "Belum selesai Abas berbicara kaca mobil diketuk dua orang preman.

"Tok... tok.. tok.. buka nggak, atau gue pecahin nih kaca mobil."

"Heh bocah... ayo buka."

Lama Abas terdiam, dan melirik sedikit kearah Fatim.

"Udah buka aja, tanyain apa maunya." Ucap Fatin santai.

"Mereka pasti mau malakin kita."

"Kalau cuma duit kasih aja, gitu aja kok repot."

"Ihhh kamu mah kok gitu, kalau mau uang itu ya kerja yang halal bukan malakin orang."

"Heh buka nggak, malah rundingan, cepattt !"

Akhirnya dengan terpaksa Abas membuka kaca mobilnya.

"Turun loe bedua sama cewek loe, kami butuh mobilnya, cepatttt !"

"Udah turun aja dulu."

"Tapiii ini mobil Abi ku satu - satunya."

"Loe bisa berantem nggak kalau bisa nanti gue bantu dikit - dikit, bantu neriakin."

"Ih Fatim kamu kok tega sih sama aku, masa cuma bantu neriakin doang. "

"Ya udah deh gue bantu tambahin dengan doa, cukupkan? "

"Nah gitu dong, bantu doa, semoga aku menang."

"Aamiin."

Akhirnya mereka berdua turun.

"Mana kontak mobilnya, sini!"

"Maaf om, nggak bisa ini mobil orangtuaku, bukan mobilku, kalau mobilku om boleh ambil."

Ya Allah nih cowok sopan amat sama rampok, capek deh, batin Fatim sambil menepuk jidatnya.

"Kurang ajar ya loe, gue nggak peduli ini mobil siapa, mau bapakmu kek, mau mbahmu kek, nggak peduli gue, yang gue tahu sekarang mobil ini harus jadi milik gue, titik! "

"Kalau kami menolak?"

"Nih rasakan ini!" Sambil mengayunkan balok. kayu kearah Abas.

"Awasss."Dengan gesit Abas menghindar.

"Wussss."Pukulan itu lolos.

"Setan alas, berani melawan juga ya loe rupanya."

"Terima ini, hiaaattttt... hiatttt, bug."

Abas tersungkur sudut bibirnya mengeluarkan darah. Namun Abas segera bangkit dia tidak mau terlihat lemah didepan perempuan yang mulai merusak detak jantungnya.

"Loe nggak apa - apa Abas, bibir loe berdarah."

"Aku nggak apa - apa alhamdulillah."

Ya Allah nih cowok ya bibir dah pecah aja masih alhamdulillah, bener - bener deh nih cowok buat disko jantung gue.

"Segitu doang hah kemampuan loe, maju loe. "

"Hiattttt." Preman yang satu lagi melompat keudara bermaksud menghantam Abas dari belakang, namun dengan mudah dihadang oleh Fatim.

"Bukkk... plak... bukk."Pukulan dan tinju Fatim mendarat ditubuh si preman ynag tadi hendak menyerang Abas dari belakang.

"Sialan loe, perempuan nggak tahu diuntung loe, udah gue diemin ternyata loe mau berantem."

"Hiat... plak... zappp... bugg ...bammm."Tubuh preman dua terkapar dan tidak bisa berangkat lagi.

Melihat temannya sudah terkapar preman satu menjadi kalap, dengan gesit ia mengambil sebilah pisau hendak menusuk perut Abas namun dengan gesit ditahan oleh Fatim sehingga ujung bahu Fatim sedikit tergores. Dan hanya dalam hitungan menit preman satu pun dapat Fatim lumpuhkan.

"Pegi nggak loe, cari kerja yang halal napa coba."

Keduanya pergi kocar kacir mengendarai sepeda motornya.

"Loe nggak apa - apa Bas?"

"Nggak apa - apa kok, tapi bahumu terluka."

"Cuma luka gores doang, bentar juga sembuh, yuk lanjut jalan."

"Kamu beneran nggak apa - apa, dimobil lo kotak P3Knya, aku obatin ya?"

"Ya udah deh, boleh."

*Kapan lagi gue diobatin ama cowok ganteng, biasanya kan gue terus yang ngobatin orang sekarang gantian deh, batin Fatim.*

"Sini deketan sedikit biar bisa aku kasih obat. "

Giliran Fatim sudah mendekat, Abas menjadi salah tingkah dan berkeringat.

"Nih kapasnya kamu oles sendiri ya, aku cuma bantu masukin obanya doang. "

"Whattts, kalau gitu nggak usah aja deh Bas, beneran nggak usah."Tolak Fatim kesal.

*Waduh marah nih bidadari, maaf ya aku nggak bisa dekat - dekat dengan kamu, kasihan jantungku. *

"Ya udah deh sini aku oles." sambil mengoleskan kapas yang telah dikasih obat antiseptik .

Sambil mengoleskan obat mata Abas melihat kearah lain hanya sesekali melihat kearah Fatim Alhasil obat yang dioles malah kemana - mana, dan membuat Fatim kesal dan berniat menjahili Abas, perlahan Fatim memegang tangan Abas untuk mengarahkan tempat mengolesi obat yang benar.

"Astagfirullah." Dengan cepat Abas menarik tangannya dan melihat kearah Fatim tajam.

Jantung Abas sudah berdetak seratus kali lebih cepat, keringat telah membanjiri wajah tampannya. Dan Fatim dengan wajah tanpa dosanya pura - pura terkejut.

"Kenapa Bas, tangan loe sakit?"

"Truse kenapa loe lihat gue kayak gitu, atau loe udah mulai naksir ya sama gue."

Yang ditanya langsung gelagapan dan membuang pandangannya ke sembarang arah.

"Eh nggak luka kok maaf, aku kaget aja saat kau sentuh, karena aku nggak bersentuhan dengan wanita selain Umiku atau adik - adikku dipondok."

"Ha... ha.. yang bener loe, alhamdulillah dong gue yang pertama, duh senengnya gueee."

*Ya Allah nih cewek, kenapa polos banget sih, belum faham masalah adab pergaulan lelaki dan wanita, tapu kenapa hatiku merasa senang disentuh olehnya , ampuni aku ya Allah, semoga dia jadi jodohku, karena dia sudah menyentuhku.*

"Maaf ya Bas, gue bercanda doang kok, soalnya coba loe lihat, pundak gue udah belepotan kemana - mana obatnya yang loe. oles, habisnya loe nggak lihat luka gue dimana loe ngobatinnya dimana. " Jelas Fatim.

Akhirnya Abas memberanikan diri untuk melihat luka Fatim dan benar sudah belepotan karena ulahnya.

"Maafin aku ya, jadi belepotan semua bahumu. "Ucap Abas sambil tersenyum.

*Aduh meleleh dedek bang liat senyum loe semanis lolipop, eh aku kok tiba - tiba inget kak Pop ya, sudah besar juga dia sekarang, ganteng nggak ya, ah sudah belasan tahun nggak ketemu, kalau ketemu suatu hari nanti masih inget nggak ya, kak Pop dimana ya sekarang?

"Yah sudah sekarang kita lanjut ya ke Lembangnya, nanti kamu ketinggalan rombongan karya wisatanya."

Akhirnya mereka berdua sepakat melanjutkan perjalanan menunu Lembang, setelah hampir setengaj Jam kini tulisan selamat datang di Lembang sudah didepan mata. Dan mereka. segera menuju ke jalan Teropong Bintang untuk mencari rombongan sekolahnya.

"Alhamdulillah akhirnya kita sampai, aku anterin sampai bertemu rombonganmu ya Fatim? "

"Oke deh pak ,siap !"

"Loh kok panggil pak sih, berasa tua banget jadinya aku, panggil yang lain dong."

*Eh aku kok jadi lebay gini ya, haduhh buat aku malu saja.*

"Eh emang mau dapat panggilan khusus ya, emmm gue panggil loe apa ya, mas... bro... bang.. kak, loe mau yang mana? "

"Panggil kakak saja ya."

"Emang yakin loe lebih tua dari gue? "

"Gue enam belas tahun nanti bulan Agustus."

"Aku udah tujuh belas tahun nanti bulan Agustus juga, karena dulu aku sengaja nggak mau sekolah karena mau sekolah bareng seseorang teman." Jelas Abas.

"Oke deh kalau gitu gue panggil loe kakak ya."

Setelah deal dengan panggilan keduanya berjalan menyusuri perkampungan dan menuju rumah kepala desa, disana mereka. bertemu dengan Yati dan Rangga yang tengah mengobrol dipendopo rumah bapak kepala desa.

Mobil Abas menepi, dan keduanya turun bersamaan dari mobil.

"Assalamualaikum."Ucap Fatim dan Abas bersamaan.

"Waalaikumussalam."Jawab mereka serentak.

"Fatim! "Ucap Rangga dan Yati bersamaan.

"Iya ini gue, dan ini teman gue Abas. "

Abas menagkupkan kedua tangannya didepan dada pada Yati dan mengulurkan tangannya pada Rangga dan pak Kades.

"Aku Abas, teman Fatim."

Tatapan tajam mata Rangga melihat Abas membuat Abas merasa tidak nyaman, dan hendak segera mohon diri.

*Mungkin pria ini adalah pacarnya Fatim makanya dia menatapku dengan tajam, aku sebaiknya aku pulang saja, dan ahh. mengapa hatiku sakit saat tahu Fatim punya lelaki lain. *

Kedua sahabat itu kini telah saling berpelukan melepas rindu, dan Fatim segera menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan sampai kemudian dia bertemu dengan Abas. Setelah mendengar penjelasan Fatim barulah Rangga memamerkan senyumnya.

"Baiklah sepertinya tugas ku sudah selesai, sebaiknya aku pamit sekarang."

"Loe beneran udah mau pulang bro, terimakasih ya sudah menyelamatkan Fatim dan mengantarkannya ke Lembang, hati - hati dijalan bro. "Ucap Rangga menepuk pundak Abas.

"Iya terimakasih, aku pamit."Ucap Abas segera meninggalkan mereka.

Melihat Abas yang telah memasuki mobilnya dengan cepat Fatim berlari menghampirinya.

"Ehmm kak terimakasih ya untuk semuanya, gue akan mengingat semua kebaikan loe kak, dan gue akan berusaha membalasnya."

"Kalau kamu mau membalas budi padaku cukup dengan bersikaplah yang baik dengan lawan jenismu jaga jarak jangan sembarangan mau disentuh lelaki."Ucap Abas tersenyum.

"Baiklah akan gue coba lakukan, semoga lain waktu kita bertemu lagi, da.. da. .." Sambil melambaikan tangan.

Mobil Abas berjalan perlahan meninggalkan Lembang. Entah mengapa serasa hatinyapun tertinggal disana.

*Semoga nanti bisa bertemu lagi dengamu Fatim, ah hatiku serasa sedih berpisah dengannya padahal baru dua hari kita bersama tapi rasanya sudah akbrab untuk waktu yang lama. Dan jantungku mengapa selalu berdetak saat mengingat namanya Fatima... semoga masih bisa bertemu. *

1
Andi Fitri
bagus banget karya kmu Thor..tpi ko udh ga ada up nya
Bu Fit: insyaaAllah ini mau segera dilanjut setelah lama hiatus. maaf membuat kalian menunggu
total 1 replies
Andi Fitri
Yati tiap lht cowok ganteng lgsg jatuh kecentilan..😁
Andi Fitri
pak dokter alasan aja anggap adek padahal lain di bibir lain di hati
Andi Fitri
pak dokter jgn terlalu pede fatim tdk suka sama laki2 yg terlalu pede Krn dia sudah jdi calon istri lelaki Sholeh..
Andi Fitri
pasti putra atau gladis...
Andi Fitri
lah pak Komar pamer anakx hafalan 30 jus tau agama tpi ko maksa..tau agama tdk suka pamer dan memaksakan kehendak..🤭
Andi Fitri
sdh aku duga pelakunya putra sengaja dia rusak motor agar bisa mengajak Fatim di mobilnya..
Andi Fitri
ya Rabb msh ada kh manusia tulus seperti Nadya dan fatim di dunia nyata..
Andi Fitri
gladis baru jdi anak kepsek aja udh belagu blm tau siapa fatim..
Andi Fitri
author bikin air mata meluncur dgn sendirinya..😭😭
Andi Fitri
Yati jgn terlalu pede jual mahal dikit sm cowok dong..
Andi Fitri
karya2 author mmg sllu bikin hati tertampar tpi bikin adem dgn pesan2 agamanya ..👍👍👍
Andi Fitri
karya author memang sllu bikin terharu dan byk pelajaran yg bisa kita ambil..👍👍👍
Nata
thor saya SDH nunggu hampir 2 tahunan lohhh....

semangat Thor,, sehat selalu
Bu Fit: insyaaAllah aku udah kembali, izin melanjutkan kisah yang terlerai
total 1 replies
Ila Lain
kapan dilanjutin Thor???
Qina Zahra
jangan lama thor aq suka banget segera temukan lagi abas ma fatim
Agus Rachmad Riduwan
moga tetap semangat berkarya
Rasni 01
mampir kesini Krn rekomendasi dr KK fit.(cinta untuk dokter nisa)
maura shi
layangan putus nih
Hidayati Rizkia
up tiap hari dong......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!