NovelToon NovelToon
Menikah Karena Perjodohan (Haris Dan Hana)

Menikah Karena Perjodohan (Haris Dan Hana)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: alana alisha

Haris tidak menyangka akan dijodohkan dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya sama sekali bernama Hana. Ia di jodohkan oleh seorang ulama kharismatik bernama haji Zakaria yang sudah dianggap seperti ayah kandungnya sendiri. Padahal ia sudah memiliki gadis pilihannya sendiri bernama Arini untuk dijadikan calon istri. Tidak mendapat respon dari sang ibu akan gadis pilihannya dan juga ia berhutang budi terhadap sang ulama karena telah membiayainya dari kecil hingga dewasa, menjadikannya dilemma untuk membuat keputusan sehingga ia terpaksa menikahi gadis pilihan sang ulama.
Bagaimanakah nasib pernikahan Haris dan Hana? Bagaimana pula kisah pernikahan mereka dan nasib orang-orang yang tersakiti oleh pernikahan ini, apakah mereka akan Bahagia?

Simak ceritanya pada novel ini, dengan judul “Pernikahan karena Perjodohan (Haris dan Hana)” by Alana Alisha.

Ig: @alana.alisha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alana alisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Bangkit dari Keterpurukan

Malam ini memang lain dari biasanya. Dingin begitu menusuk. Ditambah suhu AC yang rendah, menyebabkan Hana sedikit menggigil. Padahal ia telah mengenakan selimut. Tubuh Hana memang tidak terlalu tahan dingin. Berbeda dengan Haris yang tampak tidur dengan tenang, ia tidak terlalu bermasalah dengan suhu dingin. Bahkan malah sering sekali merasa kepanasan. Hana menggeliat dalam tidurnya. Ia mencari posisi nyaman dengan berbalik ke kanan dan ke kiri. Haris merasa sedikit terganggu. Dalam gelapnya malam, dalam ketidaksadarannya, ia pun mendekap Hana dengan erat dan meletakkan kedalam dadanya yang bidang. Haris memeluk Hana. Gadis itu berubah tenang. Posisi ini sepertinya memang membuat keduanya nyaman.

Pukul 02.30 dini hari. Haris terbangun dan menyadari Hana telah berada dalam dekapannya. Sudut bibirnya melengkung membentuk kurva tipis. Ia tersenyum. Haris menatap gadis dalam kungkungannya tersebut lekat-lekat. Cantik. Ia mengelus sulur rambut yang sedikit menyembul dari balik kerudungnya. Ia penasaran, ingin rasanya melihat lebih jauh lagi, hanya saja ia takut kalau Hana terbangun. Ia tidak pernah berada dalam posisi sedekat ini dengan wanita manapun kecuali ibunya. Itu juga jarang terjadi. Hubungan ia dan ibunya bukan tipe hubungan anak dan ibu romantis walau mereka saling sayang dan dekat yang memang layaknya ibu dan anak.

Ya Allah, jatuh cinta kan lah aku pada wanita ini. lirih hati Haris. Sudut matanya berembun.

“Ma.. mas” Hana terbangun. Ia terkejut melihat posisinya kini. Ia beringsut mencoba menghindar. Namun Haris menahannya.

“Sebentar saja. Aku merasa sangat nyaman” Bisik Haris. Jarak wajah mereka sangat dekat, Hana dapat merasakan hembusan nafas Haris pada wajahnya. Tubuh Hana meremang. Ia terdiam kaku. Mematung. Sama sekali tidak bergerak. Situasi yang sangat canggung.

Haris semakin mendamba, ia memeluk Hana erat, seakan tidak pernah ingin melepaskan pelukannya. Wajah mereka semakin dekat, bahkan hidung Haris sudah menyentuh sedikit ujung hidung mancung Hana. Posisi mereka saling berhadap-hadapan. Hana tampak begitu ranum dibawah temaram cahaya lampu.

“Ma…ss” Hana segera memalingkan wajahnya. Huft, Hampir saja. Haris tampak kecewa.

“Maaf” Haris merenggangkan pelukannya.

“Su.. sudah mau jam 3, ayo kita shalat tahajud bersama mas” Hana mencoba menepis kecanggungan yang ada. Pipinya bersemu merah layaknya buah tomat yang merekah. Haris menangkap kegugupan Hana. Semakin menggemaskan. lalu ia pun mengangguk mengiyakan.

Hana beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, Haris mengusap rambutnya kasar. Sulit sekali rasanya menahan diri.

***

Pagi ini cuaca masih mendung. Sepertinya hujan akan turun sebentar lagi. Awan hitam masih menyembunyikan Mentari di atas sana. Di cuaca seperti ini, rasanya malas sekali melakukan kegiatan apapun. Arini baru saja terbangun dari tidurnya. Ia sedang lagi masa Haid, tidak mengapa jika ia melewatkan shalat shubuhnya. Tubuhnya merasa sangat Lelah. Padahal berminggu-minggu udah ia tidak keluar kamar. Hanya rebahan, ke kamar mandi, menangis dan bersedih yang hanya dapat ia lakukan. Namun sekarang tiba-tiba muncul keinginan untuk kembali bangkit dari keterpurukan hidup. Apalagi beberapa hari terakhir ia mendengar ceramah-ceramah motivasi pembangun jiwa, juga kata-kata positif penyemangat yang kerap kali ibunya lontarkan untuk menasehatinya. Iya. Sudah saatnya ia bangkit. Walau cuaca tampak tidak bersahabat, namun tidak menyurutkan tekad nya untuk bisa menata kembali kehidupannya setelah sekian lama ia mengalami kekecewaan. Ia beranjak menuju kamar mandi, setelah menyelesaikan segala macam ritual pagi, ia pun keluar kamarnya.

“Ummi masak apa?” Sapa Arini yang ketika melihat ibu lagi kerepotan masak di dapur.

“Masya Allah Rin, ini beneran kamu??? Sini nak!” Ibu terkejut melihat Arini keluar kamar mengingat Arini masih dalam keadaan sangat terpuruk.

“Iya mi, Arini rindu makan di meja makan bersama Ummi” Arini memeluk dan mencium pipi ibunya dari arah belakang. Ibu Arini tersenyum.

“Ibu rindu kamu yang seperti ini nak, yang ceria dan penuh semangat”

Arini dan Ibunya sarapan pagi bersama. Ibu dan anak ini tampak bahagia. Walau sebenarnya titik tentang masa depan Arini belum menemukan terangnya.

“Nak, apa kamu sudah berhasil melupakan Haris?” Ibu bertanya pada suapan nasi terakhir namun mendengar pertanyaan ini, Arini urung memakannya. Ia pun menggeleng.

“Arini belum bisa melupakan mas Haris mi. Mungkin tidak akan pernah bisa” Arini menatap lurus ke depan. Pandangan nya terasa hampa.

“Lalu kamu akan melakukan apa untuk melupakan Haris nak?”

“Arini tidak akan melakukan apapun untuk melupakan mas Haris mi. Seperti nasehat Ummi, Arini akan memperjuangkan hubungan Arini dan mas Haris” Sahut Arini mantap.

“Hahaha. Ini baru anak Ummi. Cerdas, ceria dan benar-benar memakai logika. Alhamdulillah nak, Allah telah membuka mata hati kamu untuk bisa terus tegar, berprinsip dan mempertahankan apa yang memang menjadi hak kamu. Ummi bangga!”

“Arini tidak bisa melupakan mas Haris, tapi Arini juga masih merasa tidak tega terhadap Hana. Kalau Arini berada di posisi Hana, mungkin Arini tidak akan membiarkan jika suami Arini menikah lagi”

“Tidak nak, kamu tidak salah. Dengarkan Umi baik baik, walau hal ini sudah sangat sering Umi katakan, Bukan kamu yang merebut Haris, tetapi Hana. Kamu yang lebih dahulu akan menikah, Haris juga telah menjanjikan pernikahan padamu. Kamu tidak boleh takluk hanya karena perasaan kasihan. Yang kuat akan selalu menjadi pemenang. Bertahanlah nak!” Ibu menggenggam tangan Arini seraya menatap serius kearah wajahnya.

“Tapi Arini tidak yakin mas Haris masih mencintai  Arini, Mi. Jangan-jangan Mas Haris sudah terlena dengan pesona Hana dan melupakan Arini” Arini mulai kembali pesimis, ia tahu benar bagaimana Hana. Keanggunannya, kecantikannya. Prestasi-prestasinya. Ia telah mengecek dan memastikan semua sebelum kemarin-kemarin sudah memutuskan untuk mundur. Ia merasa insecure.

“Kamu sangat berlebihan, Ummi masih melihat binar cinta di mata Haris ketika ia mengunjungimu beberapa waktu lalu. Bahkan sinarnya tidak memudar walau hanya sedikit. Kamu juga jauh lebih cantik dari Hana. Anak Ummi

yang tercantik. Kamu harus percaya diri nak!. Lagipula, pernikahan mereka bukan karena kemauan Haris atau Hana. Mereka hanya korban perjodohan. Korban keegoisan para orang tua” Ibu semakin meyakinkan Arini.

Arini terdiam. Ia berpikir sejenak. Mau tidak mau ia membenarkan semua perkataan Ibunya. Lagian, ibu tidak mungkin salah. Seorang ibu selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ibu adalah pelita di saat semua cahaya telah redup. Ibu adalah gairah yang membangkitkan walau semua tenaga telah terkuras habis. Setidaknya,

beginilah yang Arini pikirkan untuk saat ini.

Mempertimbangkan hal ini semua, semangatnya naik menjadi-jadi. Ia tersenyum. Harapan meraih bahagia itu memang masih ada. Sama sekali belum padam. Ia menunggu di ujung sana. Hanya perlu sedikit usaha untuk menuju ke arah sana. Entah itu dengan merangkak, tertatih bahkan berlari sekalipun. Keputusannya sudah bulat. Esok atau lusa ia akan menghubungi Haris. Namun, Ia harus memastikan terlebih dahulu lingkar hitam pada matanya telah hilang dan mempersiapkan penampilan maksimal.

***

.

.

Hai teman-teman, dukung terus karya ini dengan cara like komen vote dan jangan lupa klik tombol favorit. terima kasih banyak.^^

Ig @alana.alisha

1
Umi Kholifah
bagus cerita nya
Henny Nurhayati
Alhamdulilah ..... semoga ceritanya menarik jg seru seperti Hana dan Haris 😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
Ya Allah .... gk rela kalau Roni meninggal karena Roni blm mendapatkan cinta dan kebahagiaan bersama Arini yg cinta nya ke Arini begitu besar jg pengorbanan lahir batin nya penuh perjuangan 😭😭😭😭😭
Henny Nurhayati
semoga kaki nya Hana tdk bermasalah semoga baik2 aja dan bisa kembali normal agar bisa berlari dan bermain bersama bayi kembarnya 😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
Ya Allah .... sy baca nya jd deg deg kan .... tegang rasanya ....
Henny Nurhayati
lanjutkan thor ....
Henny Nurhayati
Haris .... cepat bantu Hana jgn ampe telat 🤗🤗🤗🤗🤗
Henny Nurhayati
Deg deg kan mau apa mereka semua nya .... Ya Allah lindungi Hana dan anak2
Henny Nurhayati
lanjutkan thor 😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
lanjutkan thor 🤗🤗🤗🤗🤗
Henny Nurhayati
syukurlah Arini sudah mau menikah dgn Romi.
Haris dah sedikit tenang krn tdk ada lg tekanan utk menikahi Arini 😊😊😊😊
Henny Nurhayati
Arini sudahlah km jgn berharap lg kalau Haris akan menikahi km.
kebih baik di cintai dr pd mencintai.
maka terimalah cinta ny Romi 😋😋😋😋😋
Henny Nurhayati
kenapa Thor .... Ummi Fatma memaksa Haris utk nikahi lg apalagi dgn Arini ?
pasti ada sesuatu yg memaksa atau mengancam Ummi Fatma 😬😬😬😬
Henny Nurhayati
Mi Amor Hana .... 😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
seperti nya Hj Aisyah ama ustadzah Layla jg punya niat yg tdk baik. mereka sama2 jahat 😬😬😬😬😬
Henny Nurhayati
lanjutkan thor ....
semangkin seru ... dan memaksa emosi ikutan kesel 😆😆😆😆😆
Henny Nurhayati
Hana kapan kasih kabar bahagia nya ke Haris ...
sy yg gk sabar gmn reaksi nya Haris 😚😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
lanjut thor 😚😚😚😚😚
Henny Nurhayati
lanjutkan thor ....
sy gk suka dgn Hj Aisya yg terlalu memaksa kehendak.
Henny Nurhayati
skenario nya Lisa hebat .... dah bisa meracuni Hj Aisya.
Hana ajak aja je New york biar Lisa gk bisa berkutik 😊😊😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!