NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 05

Sang mama tersenyum dan kemudian berjalan kembali ke ruang makan untuk menunggu Aruna.

"Sepertinya aku harus menunggu lagi, sampai kondisi Aruna benar-benar baik," batin sang mama yang kemudian menyiapkan makanan ke dalam piring milik Aruna sebelum sang anak tiba dan mereka makan bersama.

Sepintar apapun Aruna menutupi kesedihannya di hadapan sang mama,ia tak akan bisa mengelabui naluri mama nya yang begitu kuat dan pernah merasakan cinta itu seperti apa.

Keesokan harinya.

Seperti biasa Aruna selalu menunggu Reyhan datang untuk mengambil dirinya dan berangkat sekolah bersama.

Namun sayang nya sudah beberapa puluh menit berlalu Reyhan tak kunjung datang juga.

"Si Rey kemana sih? Gak biasanya dia telat gini, kalau gue tungguin terus bisa-bisa gue jadi telat masuk sekolah dan gerbang bakal di tutup," ucap Aruna sambil celingak-celinguk mencari sosok Reyhan namun tak terlihat batang hidungnya.

Akhirnya Aruna pun memutuskan untuk pergi ke sekolah jalan kaki, hal ini membuat sang mama khawatir karena sekolah lumayan jauh dari rumah mereka namun mau bagaimana lagi mereka tidak punya kendaraan dan Aruna hanya bisa jalan kaki jika Reyhan tidak menjemput nya.

"Sayang, tidak selamanya kamu bisa bertanggung dengan orang lain," batin mama Dinda iba melihat Aruna berjalan pergi sendirian ke sekolah.

Hati sang mama semakin sakit, rasanya dia semakin yakin untuk menikah dan memberikan Aruna kehidupan yang lebih baik dari ini, di usianya yang sudah empat puluh lima tahun ini, ia hanya memikirkan kebahagiaan putri satu-satunya, ya itu Aruna.

Jika bukan dia siapa lagi yang bisa memikirkan sang anak, papa nya Aruna sampai detik ini tidak pernah menunjukkan wajah nya bahkan mama Dinda tidak tau sama sekali kabar tentang anak laki-laki nya yang di bawa pergi oleh mantan suami dan pelakor itu.

Beberapa puluh menit kemudian.

"Makasih ya pak tumpangan nya," kata Aruna yang turun dari motor seorang guru di sekolah nya, gurunya tampa sengaja melihat Aruna berlari-lari menuju sekolah di sepanjang jalan.

"Sama-sama, Aruna bapak harap kau segera memiliki kendaraan nak, jika belum bisa membeli kau setidaknya carilah kontrakan yang dekat dengan sekolah, kau murid pintar jangan sampai telat jika tidak itu akan berpengaruh dengan beasiswa mu," pesan sang guru kepada Aruna.

"Iya pak, saya ngerti nanti saya bicarain ke mama saya soal ini," jawab Aruna sambil menyeka keringat nya.

"Bagus, kalau begitu masuk lah," ucap sang guru lagi.

"Baik pak," jawab Aruna yang kemudian berjalan masuk ke dalam gerbong sekolah.

Sementara sang guru hanya bisa melihat Aruna dengan tatapan iba.

"Huh, capek banget, untungnya gue gak telat," ucap Aruna sambil berjalan gontai karena ia sangat kelelahan.

Namun langkah nya terhenti ketika melihat Reyhan yang saat itu berjalan menghampiri nya dengan Vani.

Ia pun berniat untuk memarahi Reyhan karena tidak menjemput nya dan membuat ia hampir terlambat, Aruna masih berfikir kalau hubungan mereka akan masih sama seperti biasanya.

"Aruna, Lo jalan kaki?" tanya Vani kepada Aruna.

"Aduh menurut Lo gimana? Gue capek banget dan hampir terlambat, ini semua gara-gara Rey, Lo kenapa ninggalin gue?" tanya Aruna sambil memukul lengan Reyhan.

"Sorry Ar, kayaknya gue udah gak bisa berangkat ke sekolah sama Lo lagi deh, soalnya sekarang gue bakal jadi antar jemput nya Vani karena katanya dia bosen naik mobil, gue minta maaf banget ya," kata Reyhan tampa rasa bersalah sedikitpun.

Seketika Aruna terdiam mendengar penjelasan sahabatnya itu, dia tidak menyangka kalau hanya karena Vani yang bosan naik mobil, Reyhan rela jadi tukang antar jemput nya.

"Maaf ya Aruna, gak apa-apa kan gue kayak gini? Kan Rey sekarang cowok gue," kata Vani yang tangan nya selalu menempel di lengan Reyhan.

"Bisa bosen ya naik mobil? Padahal enak loh, ada AC ada atep nya dan Lo gak perlu kepanasan," kata Aruna sedikit emosi.

"Udah Aruna Lo gak perlu marah ke Vani dia bener kok, kan dia cewek gue," kata Reyhan sambil menepuk-nepuk punggung tangan Vani.

"Terserah Lo deh," kata Aruna yang kemudian memilih meninggalkan dua orang tersebut yang membuat hatinya kembali sakit padahal masih pagi.

Vani tersenyum miring ketika melihat Aruna yang mulai marah dengan nya dan Reyhan, hal ini membuat nya semakin melihat kehancuran persahabatan antara Reyhan dan Aruna.

"Sayang, kayaknya Aruna marah deh sama aku," ucap Vani sambil menundukkan kepalanya sedih.

"Sayang, udah gak usah di pikirin, dia orang nya emang gitu, kasar tapi sebenarnya dia pengertian dan baik kok, bel udah bunyi tuh, kita masuk kelas sekarang ya," ucap Reyhan yang kemudian menarik tangan Vani dan berjalan menuju kelas.

"sial, Reyhan masih aja mikir kalau Aruna itu baik," batin Vani menggerutu.

Pelajaran pertama pun akhirnya di mulai, seperti biasanya Reyhan duduk di sebelah Aruna namun ia tidak bisa berhenti memperhatikan Vani di belakang nya.

Meskipun masih duduk bersama, namun rasanya sudah banyak yang berubah dari Reyhan, Reyhan tidak lagi menjahili Aruna seperti biasanya, dia bahkan tidak meminta Aruna lagi untuk mengerjakan tugas nya, bahkan Reyhan tidak mengajak Aruna untuk bicara, meskipun Aruna beberapa kali mencoba untuk bersikap seperti biasa terhadap nya, namun Reyhan hanya akan tetap fokus dengan Vani yang duduk di belakang mereka.

Intinya ia mulai bersikap acuh tak acuh kepada Aruna.

Pelajaran pertama pun telah berkahir, saat Aruna bersiap-siap ingin keluar Reyhan tiba-tiba menahan tangan nya.

"Aruna ada yang pengen gue omongin ke Lo," ucap nya kepada Aruna.

"Apaan? Gak bisa di kantin aja? Gue laper nih," jawab Aruna.

"Gak, di sini aja mumpung Vani lagi ke ruang guru, gue ke kantin nya nanti aja sama dia barengan," ucap Reyhan santai dan tak ada lagi waktu untuk Aruna sekarang.

"Yaudah sih, Lo mau ngomong apa tingal ngomong aja," ucap Vani yang perasaan nya mulai merasakan sesuatu yang tak enak.

"Lo tukeran tempat duduk bisa kan? Lo pindah ke tempat duduk Vani aja, soalnya kasian Vani duduk sendirian di belakang, gue mau duduk sama dia, dia sekarang pacar gue, gue pengen jaga perasaan dia," jelas Reyhan tak sedikitpun ia memikirkan perasaan Aruna yang dulunya adalah sahabat paling ia sayangi.

Deg ...

Seketika Aruna yang mendengar ucapan Reyhan merasa kalau kini dirinya benar-benar tak ada apa-apa di bandingkan dengan Vani.

"Lo gila ya? Gak mungkin gue kasih kursi gue buat dia, ini kan kursi gue, gue nyaman di sini, Lo kasihan dia sendiri? Lo gak kasian sama gue sendiri?" tanya Aruna sambil menunjuk dirinya sendiri.

Meskipun sekarang ia kehilangan kesabaran ia tetap bicara dengan sedikit pelan.

****

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!