setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang membuat ku bekerja keras, jadi aku merasa aku sudah bekerja keras namun saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ingin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 32. sedikit harta.
Di aula keluarga gu, suasana tiba-tiba menjadi hening.
Bang
Patriak gu yang duduk di kursi utama tiba-tiba menghancurkan meja di samping nya
"Ini.... Bagaimana bisa kantong-kantong itu menghilang? Siapa? Siapa yang berani mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri... Sungguh tak bermoral" Teriak patriak gu marah.
"Benar, selidiki, siapapun aku sendiri yang akan mematahkan tangannya, sungguh tak bermoral, kantong penyimpanan yang iya ambil setidaknya ratusan, siapa bajingan yang menelan kantong sebanyak itu, apakah iya tak takut perut nya meledak. " Patriak Hu duduk di kusi tamu kehormatan juga sangat marah, padahal iya sudah menghitung bahwa dengan kantong penyimpanan musuh, setidaknya iya tak akan banyak merugi meskipun membayar kompensasi prajurit yang gugur dan membangun kembali kota.
Sekarang kantong penyimpanan sudah hilang, kerugian yang iya tanggung sungguh luar biasa.
" Sial selidiki, siapapun yang berani menelan keuntungan sebesar itu sendirian, aku akan mematahkan tangan dan kakinya" Ucap patriak gu dengan marah.
Namu, pada saat itu. Seorang petinggi keluarga Hu yang berdiri di belakang patriak hu tiba-tiba maju dan membisikan sesuatu pada patriak hu.
Beberapa saat kemudian, ekspresi patriak hu berubah. " Uhuk, uhuk aiya sepertinya aku sedikit lelah, patriak gu aku pamit dulu. " Ucap patriak hu kemudian berdiri
"Ey patriak Hu, kenapa tiba-tiba sudah ingin pergi? bukan kah kita harus mencari pencuri ini dulu, kenapa kau tak menunggu sebentar? Dengan penyelidikan keluarga gu, seharusnya kita akan segera menemukan pencuri ini, setelah itu bukankah kita harus mengadilinya bersama? " Melihat patriak Hu yang tiba-tiba ingin pergi, Tuan muda gu yang juga terlihat marah segera menghentikannya dan bertanya.
"Benar, patriak hu? Bukankah kita harus menemukan dan mengadili pencuri ini bersama?" Ucap patriak gu bingung melihat patriak hu yang tadi terlihat sangat marah tiba-tiba ingin pergi seolah tak ingin ikut campur lagi dalam masalah ini.
Padahal, diantara kantong penyimpanan yang hilang itu, terdapat kantong penyimpanan milik para kultivator pembangunan fondasi, kekayaan yang terdapat di dalamnya sangat besar, bagaimana mungkin pak tua hu ini tiba-tiba rela melepaskan nya?.
"Ey pencuri apa? Semua orang bertarung sengit bagaimana mungkin ada orang tak bermoral yang berani mencuri kantong-kantong itu? Mungkin dari awal, Orang-orang itu tak membawa kantong penyimpanan?, kalau tidak, memangnya siapa yang berani dan mampu mengambil kantong-kantong itu di tengah pertempuran, siapa? Sudahlah aku ada urusan aku pergi dulu" Ucap patriak gu saat mendengar kata-kata patriak gu dan tuan muda gu, patriak Hu juga secara khusus menekan suaranya saat kata-kata (siapa yang berani dan mampu) keluar dari mulut nya seolah mengartikan sesuatu.
Setelah mengatakan itu, patriak hu tak lagi memperhatikan yang lain nya dan segera bergegas pergi bersama orang-orang nya.
"Ini patriak gu! Apa maksudnya mereka tak mebawa kantong,.... " Melihat patriak gu pergi, tuan muda gu ingin kembali menghentikan nya dan bertanya namun saat itu patriak Gu yang sebelum nya memperhatikan penekanan pada suara patriak hu tiba-tiba membuka matanya seolah mendapat pencerahan.
Iya segera memotong kata-kata tuan muda gu yang sepertinya masih tak sadar.
"Sudahlah sudah, patriak Hu mungkin benar, orang-orang itu pasti tak membawa apapun" Ucap patriak gu
" Huff aiyah sepertinya saudara Ary sedang membutuhkan uang?" Ucap Lin feng yang sedari tadi duduk diam, iya juga sepertinya menyadari arti kata-kata patriak hu.
Tak seperti yang lain nya, lin feng tak terlalu berhati-hati dengan kata-kata iya merasa meskipun ary mendengar kata-kata mereka iya seharusnya tak terlalu tersinggung, jadi iya merasa tak perlu menggunakan permainan kata agar semua orang segera mengerti.
Mendengar lin feng mengatakan sebuah nama, semua orang segera mengerti dan langsung mengetahui tersangka utamanya.
Yang di sebut saudara harusnya memiliki kultivasi setingkat, kemudian nama Ary sangat asing, kemudian hanya ada satu kultivator pembangunan fondasi asing yang membantu mereka tadi malam, jadi semua orang langsung mengerti.
Namun meskipun semua orang sudah mengetahui tersangka utamanya, tak seorangpun di aula itu yang berani bersuara lebih jauh untuk mengungkit penangkapan. Tuan muda gu yang sebelumnya tak mengerti juga segera mengerti dan segera menutup mulutnya dan duduk diam di kurainya.
Iya tak seperti lin feng, iya sangat takut dengan kekuatan ary.
Semua orang di aula itu kembali terdian. Kekuatan yang di tunjukan ary semalam...., tak seorang pun di aula itu mampu menghadapinya.
Terlebih lagi, ary sebenarnya sudah sangat membantu mereka, jika tak ada ary tadi malam, kota ini mungkin sudah tamat.
"Huff sudahlah jangan bahas lagi" Ucap patriak gu mendesah dan menggelengkan kepalanya
'Aiya berapa banyak kekayaan dalam kantong-kantong itu yaaa hais sudahlah relakan saja' ucap patriak gu dalam hati
"Gu heng, bawa mayat-mayat para kultivator iblis ini ke kota( tembok hijau,) lihat berapa banyak yang bis akita dapatkan, kerugian kita kali ini sangat besar, semoga, semoga saja mayat-mayat ini cukup berharga untuk menutupi kerugian kali ini" Ucap patriak gu memerintahkan.
Keluarga gu dan rumah tuan kota telah mengumpulkan semua mayat kultivator iblis.
sekte pedang bintang kecil, sekte terbesar di kekaisaran dongga memburu dan membasmi iblis di seluruh negara, mereka bahkan memasang bounty, siapapun yang berhasil membunuh kultivator iblis dapat membawa mayat nya ke cabang-cabang sekte pedang bintang kecil yang terdapat di beberapa kota.
Mayat-mayat itu dapat di tukar dengan hadiah.
****###****
Di luar gerbang selatan kota tepi selatan, Ary menunggu dengan tenang di sebuah bukit tak jauh dari gerbang kota.
Ary duduk di bawah sebuah pohon besar dan rimbun yang berada di puncak bukit.
Di sampingnya, seekor banteng besar mengunyah beberapa herbal dengan senang terlihat sangat menikmatinya.
Mooo mooo~
Sapi itu mengeluarkan suara mo karena sangat menikmati herbal itu.
Pemandangan itu terlihat cukup aneh, sapi itu makan dengan cukup rapi terlihat sangat pintar.
"hey sapi jangan berisik, aku sedang mengitung pendapatan ku kali ini" Ucap ary karena merasa terganggu.
Di sekitar ari, banyak kantong penyimpanan yang berserakan, ary membuka satu-persatu kantong penyimpanan yang iya dapatkan tadi malam mengeluarkan isinya dan menghitung kekayaan didalamnya.
Iya kemudian memasukan harta yang telah di hitung kedalam kantong penyimpanan yang sebelumnya milik para kultivator pembangunan fondasi.
Kantong-kantong ini kualitasnya sepertinya lebih tinggi, ruang di dalam nya lebih luas dari kantong-kantong lain nya.
Kantong-kantong yang berserakan adalah kantong-kantong biasa yang sudah kosong.
Herbal yang dimakan sapi itu adalah herbal yang cukup biasa yang ditemukan dalam kantong-kantong itu.
" aku kaya, aku kaya, hahha" ucap ary senang dan tertawa kecil.
Kekayaan yang iya dapatkan kali ini sungguh luar biasa, iya yakin bahwa kali ini, iya pasti bisa di anggap orang kaya.
ary kemudian dengan bahagia membuka kantong berikut nya untuk menghitung kekayaan didalam nya.
Namun saat itu, iya tiba-tiba merasakan dua kultivator pembangunan fondasi yang mendekat dengan cepat ke arahnya.
Ary tetap tenang dan tak mempedulikan kedua orang yang datang, Iya terlihat sangat sibuk menghitung hartanya.
Beberapa saat kemudian, kedua kultivator pembangunan fondasi itu akhirnya sampai dan berhenti di depan nya.
"Ini... Sangat banyak? " Ucap tuan muda gu melihat banyak nya kantong penyimpanan kosong yang berserakan di sekitar ary.
Jumlahnya pasti lebih dari seratus.
Bahkan lin feng yang melihat pemandangan ini juga tak bisa tak menghitung perkiraan kekayaan dalam kantong-kantong itu.
Lin feng dan tuan muda gu juga tiba-tiba mengingat kantong besar yang dibawa ary semalam, sepertinya isi kantong itu semuanya adalah kantong penyimpanan.
" Uhuk, uhuk, aiyah sungguh kantong-kantong ini kosong semua, kok bisa ya.. aku hanya mendapat sedikit harta tak berguna, aiyah... " Ucap ary terbatuk Menyadari lin feng dan tuan muda gu menatap kantong-kantong penyimpanan nya.