NovelToon NovelToon
My Wife, My Boss

My Wife, My Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Senjata makan tuan, mungkin adalah istilah yang cocok untuk seorang laki-laki playboy bernama Satrya Tama Fadillah. Niat balas dendam kepada seniornya yang bernama Nabila Mariska Setyarini, malah menjadi boomerang untuknya. Laki-laki yang akrab di sapa Tama itu malah tergila-gila dan jatuh cinta pada Nabila. Bagaimana cara Tama mendapatkan hati Nabila?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, wilayah dan profesi.

selamat membaca. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khilaf

"Iya, wanginya khas parfum cewek, emang kurirnya cewek ya?" Nabila tersenyum mengejek.

"Hem, enggak. cowok kok." Ucapnya masih tak jujur.

Nabila mulai curiga. sebaiknya aku jujur.

"Oke aku jujur sayang," duduk di hadapan Nabila.

Nabila hanya memasang ekspresi datar, mencoba mendengarkan apa yang akan di jelaskan oleh Tama.

"Tadi itu Citra ada di bawah, lalu aku mengajaknya pergi dari sini dengan mobilku, dia cuma mau ngucapin salam perpisahan kok," Jelasnya.

"Oh," Jawaban singkat dari Nabila.

"Sayang, kamu marah?"

"Enggak, aku senang kamu mau jujur," Nabila tersenyum.

"Jadi kapan kamu bisa ketemu orang tuaku?"

"Besok, gimana?"

"Boleh sayang, lebih cepat lebih bagus, lagian besok kita kan libur." Jawab Tama yang terlihat semangat.

Aduh gimana ya, aku terlanjur berjanji pada Tama. Sebenarnya aku nggak siap, kenapa secepat ini sih ketemu sama orang tuanya?

***

Hari ini, pekerjaan mereka tidaklah terlalu banyak, sehingga mereka bisa santai, sesekali Tama turun ke ruangan bawah bergabung dengan rekan-rekannya yang lain. Namun berbeda dengan Nabila yang sejak pagi hingga sore hari tetap berada di atas, ia bisa lebih bebas dan santai di ruangan itu. Nabila merasa sangat lelah karena perjalanan kemarin, makanya sesekali Nabila merebahkan tubuhnya di sofa.

Untunglah hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan, jadi aku bisa santai.

Saat Tama turun ke lantai bawah, Nabila memejamkan matanya, hingga ia benar-benar tertidur.

Karena sudah jam 5 sore dan itu adalah jam pulang mereka, Tama kembali naik ke ruangan atas niatnya untuk mengajak Nabila pulang.

Ternyata malah tidur. Tama mendekat ke Nabila, duduk disampingnya, mulai menatap wajah cantiknya, ia membelai pipi kanan Nabila dengan tangan kanan nya.

"Sayang bangun, ayo kita pulang." tapi Nabila tak kunjung bangun.

Tama tetap berada diruang tersebut, menemani Nabila yang masih tertidur. Ia memainkan ponselnya sambil sesekali melirik ke Nabila yang masih tertidur lelap, tanpa terasa sudah setengah jam lebih ia menunggu, dan rekan-rekannya yang lain sudah pada pulang, bahkan Aldi si OB juga sudah pamit pulang sejak tadi. Sekarang hanya tinggal mereka berdua di kantor itu.

"Nabila, sayang, ayo bangun, kita pulang."

Ini pingsan atau tidur sih?

Tama mendekati wajahnya dengan wajah Nabila, kemudian

Cup. mengecup sekali bibir Nabila tidak membuat Nabila membuka mata. Kemudian mengecup lagi dan bibirnya mulai bermain disana, karena merasa ada sesuatu diwajahnya, hembusan nafas Tama membuat Nabila membuka matanya ia terbangun dan tentu saja terkejut dengan perlakuan Tama. Tapi kali ini ia membalas ciuman itu dengan sangat lembut, cukup lama mereka melakukan itu, bahkan Nabila mulai melingkarkan kedua tangan nya di leher Tama akhirnya Nabila tersadar dan melepasnya.

"Udah, ayo kita pulang." Nabila bangun dan duduk, merapikan rambutnya.

"Kok udahan? hahaha." Tama menertawakannya.

Nabila tidak peduli, ia mengambil cermin kecil dari dalam tasnya, kemudian bercermin melihat bagaimana keadaan wajahnya terutama bibirnya yang habis di ***** oleh kekasihnya itu.

"Makasih ya," Ucap Tama.

"Untuk apa?"

"Karena sudah membalasnya," Jawab Tama.

Nabila tertunduk malu, seketika wajahnya memerah.

"Aku khilaf," Jawab Nabila ketus.

"Nggak apa-apa sekarang kamu khilaf, semoga khilafnya sering-sering ya." Mengacak-acak rambut Nabila, padahal baru saja ia rapikan.

"Itu memang maunya kamu, dasar laki-laki, selalu saja memanfaatkan keadaan," mengambil tasnya kemudian melangkah keluar.

"Aku hanya mencoba membangunkanmu dengan cara itu," Jelasnya.

"kenapa kamu nggak pulang duluan?"

"Mana mungkin aku ninggalin kamu sendiri disini,"

"Aku udah biasa, bahkan menginap disini sendirian kalau kerjaan lagi numpuk juga pernah," mereka jalan beriringan mulai menuruni tangga.

"Sayang, aku antar kamu pulang ya. jangan khawatir, mereka udah pada pulang kok, tinggal kita berdua."

"Oke, ayo."

Sepanjang perjalanan, Nabila hanya diam. Sebenarnya ia sangat malu karena terbawa suasana ia jadi membalas ciuman Tama, bahkan dengan sangat mesra.

"ini aku antar kemana?" Tanya Tama.

"ya kerumah lah,"

"Sayang, aku kan belum tahu alamat rumahmu yang baru, tapi aku ingat saat kamu berjalan kaki dari swalayan, apa di daerah itu rumah barumu?" Tanya Tama.

"Iya benar," Tama langsung melajukan mobilnya kearah rumah Nabila.

Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka hampir tiba,

"Masuk ke komplek perumahan itu ya Tam," Tama mengangguk mengerti dan mengikuti arahan Nabila.

"Stop, disini." Ucap Nabila, kemudian Tama mengehentikan mobilnya.

"Kamu pasti heran kan rumahku yang dulu berbanding terbalik dengan yang sekarang? ya beginilah keadaan ku dan keluargaku sekarang," Jelas Nabila lagi, padahal Tama tidak bertanya apa-apa.

"Aku turun ya, oh iya kirimkan alamat rumah kamu ya."

"Besok sore aku jemput kamu," Jawab Tama.

"Baiklah, sampai ketemu besok." Kemudian Nabila melambaikan tangannya pada Tama dan mulai memasuki pagar rumahnya yang sederhana.

Setelah memastikan Nabila sudah masuk kerumahnya, Tama melajukan mobilnya memutar balik dan keluar dari komplek perumahan tersebut.

Apa Papanya bangkrut? kok bisa keadaannya sekarang seperti itu? Pantas dia bekerja keras demi keluarganya.

Tama sama sekali tidak mengetahui tentang Papa Nabila yang sudah punya keluarga lain dan meninggalkan Nabila. yang Tama ingat dulu Nabila sama seperti dirinya, anak orang berada dan serba berkecukupan.

***

Bersambung....

1
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor 😘😘😘
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fina Fitriani
nice....
Sartini Nickynina
Ceritanya bagus, simple, dan konfliknya juga enggak banyak
Nur Khikmah
Luar biasa
Nur Khikmah
tama plimplan
Ari_nurin
harusnya cari asisten cowok .. biar menjaga perasaan istri juga
dan ga timbul fitnah
Ari_nurin
aku sih sebenernya ga suka dg Tama jd ya aku jengkel aja. baru kali ini aku ga suka dg karakter tokoh utama nya ..
Ari_nurin
wah kecewa aku . gampang banget Nabila memaafkan Tama. ..
Ari_nurin
Halah gampang banget Nabila menerima Tama lagi. syarat kamu itu belum nikah aja Tama sdh tergoda dan gampang khilaf apalagi nanti. klu bosan pasti cari khilaf lagi
Ari_nurin
gpp .. Nabila Ama Leo aja ..
Ari_nurin
baru jg se minggu kamu sdh ga bs jaga kepercayaan Nabila .. Tama Tama .. katanya susah dapat nya tp kok gampang bgt tergelincir godaan spt ciuman. apalagi yg satu itu pasti lebih gampang lagi kamu tergoda .. haddeww 😏😏
Ari_nurin
udah Ama Abang arsitek aja Nabila ...ngapain Ama Tama laki laki plin plan gt
Ari_nurin
mampus loe Tama .. ayo Nabila cari laki laki lain yg bisa jaga perasaan pasangan dan tegas dg orang lain.geram bgt aku Ama Tama .. plin plan
Ari_nurin
aku benci Tama yg ga tegas .. Nabila ga usah ama Tama aja .. Eman Eman .. ga bs jaga perasaan pasangan dan jaga diri ..
Ari_nurin
aduh Tama harusnya kamu selesaikan dulu urusan mu dg cewek kamu itu. pasti runyam nanti klu Nabila tau
Ari_nurin
yg pertama kamu selesai kan dg urusan mu dg citra ...ga tanggung jawab bgt dh punya pacar mau mendekati Nabila .. yg ada nanti justru Nabila dituduh merusak hubungan kamu dh citra. dasar playboy cap rambak si Tama🤨😏
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
kasihan Nabila gara2 ayah yg selingkuh sudah susah mau percaya Sama laki2
Retno Budhihartati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!