NovelToon NovelToon
Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Obsesi / Anak Yatim Piatu / Trauma masa lalu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Harsie Alive

DALAM TAHAP REVISI
AUTHOR GAK JAMIN CERITANYA BAKAL SERU
KALAU PENASARAN SILAHKAN DIBACA
Arkan dan Arta si pria cupu dan gadis cacat di persatukan dalam ikatan pernikahan untuk menyelamatkan nama keluarga kedua belah pihak lebih tepatnya menyelamatkan nama keluarga Arkan dan mantan tunangannya yang merupakan sepupu Arta.

Arta dahulu gadis yang ceria dan cantik hingga sebuah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orangtuanya mengubah segala hal dalam hidupnya.

Ia harus hidup terpisah dari sang kakak yang memiliki kepribadian ganda akibat kejadian di masa lalu, ia tinggal bersama keluarga Mahendra adik dari sang Ibu yang telah berpulang.

Bukannya disayangi, Arta justru mengalami kekerasan fisik dan tekanan mental di rumah itu, tak sampai disitu ia harus mengganti posisi sepupunya uuntuk menikah dengan Arkan karena pria cupu itu telah jatuh miskin.

Namun, ada rahasia dibalik semua kejadian yang mereka alami bahkan identitas keduanya adalah rahasia terbesar yang mereka simpan selama ini.

Sang kakak menaruh curiga pada keluarga Mahendra menyebabkannya mencari tahu penyebab kecelakaan keluarga mereka.

Kejadian demi kejadian saling bertautan, merangkai puzzle menjadi satu gambar yang utuh.

Kisah cinta mereka telah diulai, misteri dibalik kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya akan diungkapkan oleh alter ego sang kakak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obatku

Hari sudah pagi, jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Namun tampaknya si gadis yang kini berubah status menjadi seorang istri belum juga bangun dari tidurnya.

Arkan memandang istrinya itu, sesekali ia mengelus lembut pipi gadis itu.

"Manisnya," gumam Arkan memandang wajah Arta.

"Tapi kenapa dia tidak menghilangkan bekas luka ini?" gumamnya lagi, karena ia tahu bekas luka seperti itu akan sangat mudah dihilangkan mengingat teknologi yang sudah sangat canggih sekarang ini.

"Ah tak masalah, dia tetap yang paling cantik," ucapnya lagi sambil mengelus pipi gadis itu hingga siempunya mulai merasa terganggu.

Arta mengerjapkan matanya karena merasa ada yang bermain-main dengan wajahnya. Namun saat ia membuka matanya ia tak melihat siapa yang mengelus wajahnya tadi.

Dia menggeliatkan tubuhnya, rasa lelahnya setelah pesta semalam telah hilang karena istirahat yang cukup lelap tak seperti biasanya.

"Hmm mungkin cuma mimpi. Kak Arkan masih tidur, sepertinya dia sangat lelah," ucap Arta memandang Arkan yang tampak terlelap padahal Arkan cuma berpura-pura tidur saat melihat Arta mulai bergerak karena sentuhannya.

Arta memiringkan tubuhnya menghadap ke arah tubuh Arkan. Kini tubuh mereka saling berhadapan.

Arta memberanikan diri menyentuh pipi suaminya itu, awalnya ia ragu ragu namun tangannya seolah ingin menyentuh wajah pria itu.

Arta membelai lembut wajah Arkan dengan penuh kasih sayang.

"Apa pria setampan ini tidak malu dengan wanita cacat sepertiku?" gumam Arta namun masih bisa didengar Arkan.

"Apa dia akan meninggalkanku seperti orang-orang itu? Teman, sahabat bahkan Robin yang pernah mengatakan mencintai ku pergi hanya karena tak tahan melihat wajahku." lirihnya menatap Arkan, tangannya beralih ke dadanya yang terasa sesak.

"Apa aku akan bahagia Tuhan? aku takut mereka akan meninggalkanku. Aku takut mereka akan pergi seperti Mama dan Papa, aku takut hiks hiks hiks," tanpa disadari, air mata Arta menetes.

Ia menatap langit-langit kamar itu, membayangkan kematian kedua orangtuanya, mengingat sahabat-sahabatnya dulu yang kini berubah menjadi musuhnya, Robin mantannya yang terang-terangan jijik padanya bahkan keluarga pamannya yang begitu membencinya.

Arkan sedari tadi menahan dirinya untuk tidak memeluk gadis itu. Ia tak ingin Arta tahu bahwa ia mendengar semua keluh kesahnya, ia ingin Arta menceritakan semuanya secara terbuka bukan dengan cara ini.

Arta bangun lalu membersihkan dirinya agar tak terlihat seperti baru menangis. Saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat Arkan sudah duduk di atas kasurnya.

"Kakak sudah bangun?" ucap Arta menghampiri Arkan.

"Hmm, kemarilah," balas Arkan sambil menepuk kasur meminta Arta duduk disebelahnya.

Arta duduk di samping Arkan , "ada apa kak? apa kakak kelelahan? atau penyakit kakak akan kambuh lagi?" ucap Arta khawatir sambil mengecek tubuh Arkan dengan meletakkan punggung tangannya ke kening Arkan.

Arkan meraih tangan Arta lalu menggenggamnya dengan erat.

"Jangan khawatir, sepertinya aku sudah menemukan obatku," ucap Arkan menatap Arta.

"Ma..maksud kakak?" ucap Arta gugup karena saat ini mata mereka bertemu hingga membuat jantung Arta bergemuruh kencang disana.

"Heheh tidak tidak," cengir Arkan.

"Kau menggemaskan," ucap Arkan sambil mencubit gemas hidung Arta lalu langsung beranjak dan berlari ke kamar mandi.

"Hah?apa tadi itu?dan kenapa aku deg degan seperti ini?"ucap Arta terpaku dengan perlakuan Arkan tadi.

Sementara itu, Arkan membersihkan dirinya sambil senyum-senyum sendiri di kamar mandi, mengingat betapa menggemaskannya wajah Arta yang seperti tomat tadi.

"Astaga Arta, kau sungguh menggemaskan," ucap Arkan.

"Aku pasti akan membahagiakanmu! Sepertinya kau memang obat untukku. Padahal aku sudah takut akan kembali kumat, tapi ternyata bersamamu aku lebih tenang, " seru Arkan mengingat betapa nyenyak tidurnya semalam.

Setelah beberapa menit, Arkan keluar dengan handuk yang terlilit di pinggangnya hingga mengekspos otot-otot di tubuh bagian atasnya yang tidak memakai baju.

"Astaga kak! kenapa tak pakai baju," teriak Arta sambil menutup matanya.

"Eh aduh ma maaf, kakak lupa, " ucap Arkan gugup lalu langsung menyambar pakaiannya dan mengenakannya dengan cepat.

"Hei sudah, kau juga akan melihatnya nanti," goda Arkan seraya duduk di sebelah Arta yang masih menutup rapat matanya.

"Arhhh kakak Mesum!" ucap Arta malu.

"Sudah-sudah kakak sudah pakai pakaian kakak kok. Atau kamu mau melihatnya lagi hah?" goda Arkan lagi.

"Ah kakak ini, aku malu kan jadinya," rengek Arta seperti anak kecil namun masih setia menutup matanya.

"Ya sudah, buka matamu apa kau mau berlama-lama di kamar ini?" ucap Arkan masih dengan nada menggoda

Arta lalu membuka matanya dan melihat Arkan yang sudah rapi dengan penampilannya seperti biasa mengenakan kemeja longgar dan celana jeans serta kacamata yang setia bertengger di wajahnya yang meninggalkan kesan cupu.

"Ah kakak sudah rapi, tapi kita mau kemana?" tanya Arta.

"Ke tempat si kembar," balas Arkan.

"Oh iya baguslah, aku juga rindu dengan mereka," ucap Arta penuh semangat untuk menemui anak angkatnya itu.

"Kita sudah resmi menjadi orangtua asuh si kembar, tadi asistenku menelepon kalau surat-suratnya sudah beres," ucap Arkan pada Arta.

"Benarkah !! Wah itu berita yang bagus! aku tak sabar ingin bertemu dengan mereka," ucap Arta antusias.

" Iya, nanti kita beritahukan pada mereka." ucap Arkan tersenyum melihat Arta yang begitu antusias sampai-sampai ia tak sadar telah menggenggam tangan Arkan.

"Eh ma maaf kak," ucap Arta malu sambil melepas genggamannya dari tangan Arkan.

"Hei apaan sih, toh kita sudah resmi," ucap Arkan kembali menggenggam tangan Arta.

deg deg deg deg

jantung Arta seolah akan keluar dari tubuhnya karena perlakuan manis pria itu.

"Hei apa kau malu?" tanya Arkan.

"hmm aku...aku cuma gugup," ucap Arta malu-malu sambil menundukkan kepalanya.

"Benarkah? ku pikir kau malu dengan penampilan cupu dan jelekku ini," ucap Arkan.

Arta segera mengangkat kepalanya lalu menatap Arkan dengan intens.

"Kak! kakak tahu tidak Arta nggak peduli seperti apa penampilan kakak yang Arta tahu kakak sekarang sudah jadi suami Arta. Apa pun baik buruknya kakak akan Arta terima," ucap Arta penuh penegasan.

"Dan lagi jangan melulu memikirkan masalah penampilan. Kita bisa sama-sama mengubahnya. Arta akan bantu kakak kalau kakak mau mengubah penampilan kakak, dan Arta juga akan berubah. Lagipula Arta tidak masalah kok dengan penampilan kakak!" ucap Arta sambil menatap dan menggenggam kedua tangan Arkan.

Arkan menarik Arta ke dalam pelukannya, dan memeluk istrinya dengan erat. Ia dapat mencium aroma harum yang menenangkan diri tubuh gadis itu.

Arta yang dalam pelukan Arkan seketika menegang, wajahnya panas dan jantungnya berdegup kencang.

"Terimakasih, ayo kita jalani semuanya dari awal. Lakukanlah seperti katamu tadi, bantu aku berubah," ucap Arkan lembut.

"Dan lagi aku ingin kamu menaruh sepenuhnya kepercayaanmu padaku, begitu banyak rumah tangga di luar sana yang hancur berantakan hanya karena tak saling percaya. Apa pun masalahmu entah itu dalam pekerjaan, perilakuku atau apa pun itu kumohon bicarakan denganku," tambahnya lagi.

Entah darimana kata-kata itu bisa keluar, Arkan mengatakannya dengan tepat. Dia mengantisipasi penyebab keretakan rumah tangga yang biasanya di awali karena kurang komunikasi dan tidak percaya dengan pasangan.

"Terimakasih mau menerima Arta kak,"ucap Arta dalam dekapan Arkan.

"Tapi Arta masih boleh bekerja kan?" tanya Arta.

"Hahah kau ini, tak mungkin aku melarang seorang CEO untuk bekerja. Kau boleh bekerja selama kau ingat kewajibanmu sebagai seorang istri dan juga seorang Ibu. Selain itu kau kularang untuk merasa lelah heheheh!" balas Arkan Sambil terkekeh.

"Apa sih kak hahah," ucap Arta geli.

"Ya sudah kita mau terus berpelukan atau bertemu si kembar?" tanya Arkan .

Arta langsung melepas pelukannya lalu menarik tangan Arkan keluar kamar hotel itu.

"Ayo kita temui anak anak kita!" ucap Arta tersenyum lebar.

.

.

.

1
Meta Meta
season 2 nya mana kak othor
Meta Meta
kak othor season 2 nya mana
Meta Meta
bagus lanjut season 2 dong thor
Nova Evita
cerita nya bagus . author pinter sekali cari ide cerita
Rizky Anindiya
kapan bales dendam nya kak.
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Tiwik
Luar biasa
Dyah Oktina
lah... kelompok mafia yg d takuti kok bisa teledor... 😔🤔🤐
Dyah Oktina
iya... siapa yg d culik ... siapa yg teraniaya... 😆😆😆😆😁😁😁😁😁
Dyah Oktina
aduh... kasihan banget... Mia.... mau ngusik anaknya sendiri mark&ziko.. sementara baron mau jo&jen semua ada D rumah arkan&arta... wah... masalah berat u mereka... kasihan anak2... dasar orang2 biadab.. 😠😡😡
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭orang2 berengsek...
Dyah Oktina
Luar biasa
Puji zaim
cerita yg menarik
Esih Mulyasih
oke sich...wlu byk masalah yg terpendam semoga ceritanya sesuai ekspektasi para pembaca 😉😁
Nora♡~
Semangat terus thor... Akhirnya ceritanya berakhir dengan penuh kebahagiaan... tahniah thor dan teruslah berkarya...
Welda Arsy❤
karya mu bagus thorrrr,,,kok karya mu nggak yg lain thorrr,,,penasaran aq dg karya mu yg lain,,,ud aq klik profil kosong.
Welda Arsy❤
aq mampir kecerita mu thooor
Marsella Ciotang
keselbngt sama ibu Tri si indahh
Qilla
prettttttt coba bukan istri presedir apa iya ngomong gitu prettttt prettttt prettttt
Rina Aisya
maaf cerita nya terlalu banyak drama, cuma saran aja, klo cerita nya mafia biasa'nya ngk bertele tele sat set gitu ini JD kesannya mafia amatiran.dan untuk Arta yg bos mafia please jgn dikit-dikit pingsan. boleh sedih tp hrs ada sisi kuatnya mafia. maaf sekedar saran aja🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!