On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang Seorang gadis bernama Renara Maharani memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Kesehariannya di kelilingi oleh nyawa tanpa raga atau sering di kenal sebagai hantu, dimana pun dirinya berada mereka yang tak kasat mata selalu menganggu ketenangan yang dirinya inginkan selama ini.
Percaya atau tidak mereka yang kalian sebut sebagai hantu itu hidup saling berdampingan dengan manusia dan apa kalian merasakan bahwa saat ini disamping kalian ada mereka yang tak kasat mata sedang melihat kalian membaca coretan kisahnya sambil berbisik "Aku ada disini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 23 [MUSUH]
Renara berusaha untuk meronta dalam cengkraman kuat orang berjubah hitam tersebut.
Suaranya sudah habis karena terus berteriak dalam bekapan tangan orang tersebut, sampai Renara merasakan dirinya sudah tiba di tengah hutan.
Orang berjubah hitam itu langsung menghempaskan Renara hingga jatuh terduduk dan meringgis kesakitan karena lutut dan telapak tangannya terkena duri.
"Siapa kamu?!" tanya Renara sambil menatap tajam kearah orang tersebut. Namun orang itu tidak membalas perkataan Renara.
"Apa aku punya kesalahan?" tanya Renara sekali lagi saat orang tersebut melangkah mendekati dirinya.
"Sebelumnya kau pasti sudah kenal dengan diriku," jawab orang tersebut, suaranya seperti seorang wanita.
"Siapa kau?" tanya Renara penasaran. Orang tersebut langsung membuka penutup wajahnya.
"Kak Violetta," gumam Renara saat melihat orang tersebut adalah Violetta.
"Apa yang kakak inginkan dari ku?" tanya Renara.
"Kau mengambil Daren dan Angkasa dariku!" bentak Violetta. Sedangkan Renara yang mendengar perkataan itu langsung tersenyum sinis, kakak kelas nya yang satu ini benar-benar sangat meresahkan, ternyata dia belum tahu siapa itu Daren dan siapa itu Renara.
"Oh, maaf sebelumnya kakak siapa nya Daren sama Angkasa?" tanya Renara sambil tersenyum sinis.
"Daren pacarku! apa kau tidak tahu itu? bahkan satu sekolah tahu aku pacarnya daren! dan tentang Angkasa kau tidak perlu tahu banyak." jawab Violetta dengan ucapan yang menggebu-gebu. Renara kembali tersenyum sinis mendengar ucapan Violetta.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu!" bentak Violetta sambil mencengkeram kuat rahang Renara, sedangkan Renara malah menatap tajam kearah Violetta tanpa rasa takut.
"Apa kau tidak cukup dengan mengambil Rafael dariku?" tanya Renara.
"Bocah bodoh itu hanya boneka ku saja," jawab Violetta sambil memutar bola matanya malas.
"Malang sekali," ucap Renara sambil mencengkeram kuat tangan Violetta dan memutar nya hingga dia meringgis kesakitan.
"Jika sudah mengambil Rafael dariku jangan harap kau bisa mengambil yang lain juga dariku!" sambung Renara.
"Apa kau tuli? Daren hanya milikku!" ucap Violetta.
"Apa otakmu saat ini berada di dengkul kakak senior?" tanya Renara sambil berbisik di telinga Violetta dan mencengkram kuat tangan Violetta.
Jangan pernah berpikiran jika Renara adalah gadis lemah yang berlindung di balik punggung seseorang hanya karena hal sepele seperti ini, dia pernah belajar silat dan taekwondo meskipun hanya beberapa bulan saja tapi setidaknya itu adalah bekal untuk menjaga diri.
"Lepas!" teriak Violetta sambil melotot kearah Renara.
"Apa cara mu serendah itu senior?" tanya Renara sambil tersenyum sinis. Violetta tidak menjawab perkataan Renara. Sedangkan Renara berdecak kesal saat pertanyaannya tidak di jawab.
"Ternyata kau tidak piawai dalam menargetkan musuh." sambung Renara sambil berbisik ke telinga Violetta.
"Lepaskan! sakit!" bentak Violetta.
"Baiklah aku akan lepaskan, tapi jangan pernah ganggu Daren lagi! dia milikku!" geram Renara saat melihat Violetta yang meringgis kesakitan.
"Tapi aku pacarnya." ucap Violetta.
"Sebelum itu kenali dulu siapa keluarganya, pacarnya dan teman-temannya, baru kau bisa menargetkan musuh dan ternyata tepat sasaran, hari ini anda sedang beruntung kakak senior." ujar Renara sambil tersenyum sinis.
Jika saja Safira yang di perlakukan seperti ini, sudah pasti Violetta akan di hajar habis-habisan, dia sudah seperti membangunkan singa yang sedang tertidur.
"Arghh! lepaskan!" ringgis Violetta saat Renara mencengkram kuat tangannya.
"Lain kali cari tau siapa musuh mu, jika tidak telik malah dirimu yang malu sendiri." ucap Renara sambil melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Violetta.
Violetta tidak menjawab perkataan Renara, dia malah mengusap tangannya yang memerah karena cengkraman dari Renara.
Renara berdiri dari duduknya untuk melangkahkan kaki meninggalkan Violetta, namun saat dirinya ingin melangkah pergi Violetta mencekal tangan Renara dan mendorongnya hingga terbentur ke pohon.
"Argh!" rintih Renara saat kepalanya terbentur sangat keras ke pohon. Dia merasakan ada cairan dingin yang mengalir di pelipisnya.
Renara langsung menatap tajam kearah Violetta sambil mengusap darah yang mulai menetes ke arah matanya.
Disaat Renara sedang menatap tajam kearah Violetta, dia sudah siap dengan tanah yang sejak tadi dirinya genggam, tanpa aba-aba Violetta langsung melemparkan tanah kearah mata Renara.
"Perih," ucap Renara saat matanya terkena banyak tanah.
"Makannya jangan pernah main-main!" bentak Violetta sambil berlalu pergi meninggalkan Renara sendirian dengan mata yang mulai tidak bisa menyeimbangkan dengan cahaya gelap di sekitar hutan itu.
"Bang daren, Sam, tolongin Nara! mata Nara perih!" ucap Renara saat pandangannya mulai memburam.
"Tata, Fira! Argh!" sambung Renara yang kini sudah jatuh terduduk karena kepalanya seolah sedang berputar sangat hebat.
"Mama, papa!" teriak Renara dan semua nya langsung gelap, dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Sedangkan di sisi lain, Metta dan Safira sedang mencari Irsyam dan Daren untuk memberitahukan kepada mereka bahwa Renara hilang.
"Kak Sam sama bang daren mana sih?! lagi situasi kayak gini malah gak ada!" ucap Metta yang sedang mencari Daren dan Irsyam.
Meskipun Renara sudah di cari oleh Angkasa dan anggota lainnya tapi mereka juga harus memberitahu Daren dan Irsyam.
"Itu dia," ucap Metta saat melihat Daren dan Irsyam sedang duduk santai. Metta dan Safira berlari kearah Daren dan Irsyam.
"Kalian kenapa disini?" tanya Daren bingung.
"Nara mana?" tanya Irsyam.
"Itu masalahnya, Nara ilang dari barisan pas di pos akhir," jawab Metta.
"Nara ilang?" tanya Daren dan Irsyam kaget.
"Iya, terus tadi Kak Angkasa sama yang lain bantu cari Nara," jawab Metta.
Tanpa berpikir panjang lagi, Irsyam langsung berlari kearah hutan untuk mencari kekasihnya itu diikuti dengan Daren di belakang nya.
"Sam, gue kesana," ucap Daren sambil melangkahkan kaki ke sebelah kanan sedangkan Irsyam ke sebelah kiri hutan.
Daren tidak mempermasalahkan hubungan percintaan antara Irsyam dan Renara, dia malah menyetujuinya karena sahabatnya itu belum pernah sama sekali tergerak hatinya untuk memiliki seorang wanita.
Irsyam mecari Renara kedalam hutan, hatinya kalang kabut, kakinya seolah kehilangan arah dan tangannya gemetar saat mendengar nama Renara.
"Ra! lo dimana?!" teriak Irsyam sambil melihat sekeliling hutan. Irsyam yang merasa pandangannya gelap itu langsung membuka layar ponselnya dan menyalakan senter untuk menyinari langkahnya.
"Ra!!" teriak Irsyam, Suara Irsyam menggema di tengah-tengah hutan yang gelap.
"Ra! jawab gue! lo dimana?!" teriak Irsyam lagi.
Hatinya sudah tidak karuan, kesal, takut, khawatir bercampur menjadi satu, kesal karena tidak mendengar ucapan untuk tidak ikut jelajah malam, takut jika Renara tidak dapat ditemukan dan khawatir dengan keadaan Renara saat ini.
Namun di saat Irsyam sedang melihat sekeliling hutan tersebut cahaya dari senter ponselnya itu tertuju pada tangan seseorang di balik pohon.
Irsyam melangkahkan kaki mendekat kearah pohon tersebut untuk melihat tangan siapa. Dan saat dirinya tiba di pohon tersebut dirinya melihat Renara yang sedang tergeletak dengan darah yang mengalir dari pelipisnya dan pergelangan tangan yang membiru.
"Ra," ucap Irsyam dengan suara gemetar saat melihat Renara seperti itu.
Tanpa berpikir panjang, Irsyam langsung mengangkat Renara untuk membawanya pergi ke tenda dengan mata yang berkaca-kaca.
Semoga aja kak Riumi nya baca...
nggak sabar nungguin kelanjutanny nih
emng the best cerita kak riumi.
plus seram 😃
semangat Thor👍💪💪