NovelToon NovelToon
Level-Up Jadi Penguasa Dunia Monster!

Level-Up Jadi Penguasa Dunia Monster!

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Hari Kiamat / Perperangan / Action / Pemain Terhebat / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra

"Saat langit robek dan dunia menjadi neraka, uang tak lagi berkuasa. Hanya satu angka yang berharga, yaitu.. Peringkatmu."

Hari itu dimulai dengan hawa panas yang luar biasa. Bumi Aksara, seorang pemuda 20 tahun yang bekerja sebagai kasir minimarket, hanya memikirkan bagaimana cara bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi.

Namun, dunia punya rencana lain. Sebuah retakan hitam membelah langit, membawa ribuan monster haus darah ke permukaan bumi.

Seketika, sebuah layar sistem muncul di depan mata setiap manusia. Dunia berubah menjadi permainan maut yang kejam. Manusia diklasifikasikan ke dalam 5 Tingkatan, dan Bumi mendapati dirinya berada di kasta terendah: Tingkat 5, Posisi 5 (Neophyte).

Dengan insting tajam yang diasah oleh kerasnya hidup di jalanan, ia mulai mendaki tangga kekuatan.
Dari seorang kasir yang dihina, Bumi berubah menjadi predator yang ditakuti. Ia akan melintasi medan perang yang kejam, demi mencapai satu tujuan mutlak... Menjadi Nomor Satu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberontak Pertama.

[ Peringatan! Boss Wilayah: "The Devourer" sedang menuju koordinat Anda dalam 58 detik... ]

Angka di layar hologram itu terus berkurang, berkedip merah seirama dengan detak jantung Bumi yang kian cepat.

Dengan cepat, ia menarik lengan pria kemeja itu masuk lagi ke minimarket.

Di ujung jalan, ia bisa melihat bayangan raksasa yang merayap di antara gedung-gedung tinggi. Setiap langkah makhluk itu meninggalkan jejak retakan di aspal dan suara dentuman yang membuat perut mual.

"Hanya enam puluh detik?" Bumi menggeram. Ia menoleh ke arah pria berkemeja yang kini gemetar hebat meringkuk di trotoar. "Pak! Sadarlah! Cepat ambil semua korek api gas dan botol alkohol di rak obat! CEPAT..!"

"T- tapi... monster itu sangat besar! Kita tak bisa melawannya. Lari, ayo kita harus lari!" pria itu merengek.

Bumi menyambar kerah baju pria itu dan mengangkatnya hingga kakinya berjinjit. Mata Bumi berkilat tajam. "Dengar, siapa namamu?"

"H- Hendra..."

"Hendra, Jika kita lari, monster itu akan menangkap kita dengan mudah. Bangunan minimarket itu cukup kuat dan ada gudang bawah tanah kecil untuk stok barang. Jadi, pilihannya cuma dua: bantu aku atau mati jadi camilan monster itu. Paham?!"

Hendra mengangguk cepat meski air mata membasahi pipinya. Ia segera merangkak menuju rak yang ditunjuk Bumi.

Bumi sendiri tidak tinggal diam.

Ia mengaktifkan [Visi Struktural - Tingkat 1]. Seluruh isi toko kini tampak seperti cetak biru transparan di matanya.

Ia melihat dengan jelas garis-garis kekuatan pada dinding dan langit-langit.

Duar!

Duar!

Duar!

Suara langkah itu semakin dekat. Bumi melihat rak-rak besar berisi stok beras dan galon air di bagian belakang.

Di kepalanya, sebuah rencana gila datang.

"Hendra! Tumpuk semua galon air di depan pintu masuk, lalu siram dengan deterjen cair! Buat lantainya selicin mungkin!" perintahnya sambil menyeret dua tabung pemadam api berukuran besar.

Bumi menggunakan pipa besinya untuk menghantam pengait besi di langit-langit toko, tempat lampu gantung besar berada. Berdasarkan analisisnya, titik kait itu sudah berkarat. Satu hantaman keras akan membuatnya runtuh!

[ Boss Wilayah: "The Devourer" tiba dalam 20 detik... ]

"Sudah selesai!" teriak Hendra sambil menuangkan botol kelima deterjen ke lantai depan pintu yang sudah hancur.

"Cepat masuk ke gudang belakang! Jangan keluar sampai aku panggil!"

Bumi berdiri di tengah ruangan. Ia memegang dua tabung pemadam yang sudah ia modifikasi. Penutupnya ia kendurkan sedikit agar tekanan gas di dalamnya siap meledak jika dipicu.

Di saku celananya, ada pisau cutter baru yang ia ambil dari rak.

Tiba-tiba, cahaya matahari yang tersisa tertutup oleh bayangan yang sangat besar. Di depan pintu minimarket, muncul sosok yang membuat nyali manusia biasa langsung menciut.

The Devourer!

Tingginya hampir empat meter. Tubuhnya seperti perpaduan antara beruang raksasa dan ulat bulu, dengan puluhan tangan kecil yang tumbuh di sepanjang perutnya.

Kepalanya tidak memiliki mata, hanya sebuah mulut vertikal raksasa yang terus mengeluarkan cairan asam berwarna kuning.

SREEEEEEET!

Monster itu mencoba masuk. Namun, saat kaki raksasanya menginjak lantai yang penuh deterjen dan air, makhluk itu tergelincir. Tubuhnya menghantam bingkai pintu, meruntuhkan sebagian dinding semen.

GROOOAAAAARRR!

Raungan itu begitu keras hingga telinga Bumi berdenging dan mengeluarkan sedikit darah.

"Selamat datang, pelanggan besar," bisik pemuda itu menyeringai tipis.

Saat monster itu mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang licin, Bumi melemparkan tabung pemadam api pertama tepat ke arah mulutnya yang terbuka itu.

HUP!

Tabung itu masuk ke dalam kerongkongan dengan cepat. The Devourer secara insting menggigit tabung baja itu.

"Hendra! SEKARANG!"

Hendra, yang mengintip dari balik pintu gudang, melemparkan gumpalan kain yang sudah dibakar api ke arah lantai yang sudah disiram alkohol oleh Bumi sebelumnya.

Detik itu juga...

FWOOOSHHH!

Api menjilat lantai, merambat cepat menuju tubuh monster yang masih berjuang untuk berdiri. Saat api menyentuh tabung pemadam api yang ada di mulut monster...

BOOOOOOMMMMM!

Ledakan gas bertekanan tinggi merobek rahang bagian dalam The Devourer. Cairan kuning dan darah hitam muncrat ke segala arah. Monster itu terhuyung ke belakang, menghantam rak-rak berat yang sudah disiapkan Bumi.

Druaaakk!

Bumi melihat kesempatan. Ia berlari, melompat ke atas pundak monster yang sedang kesakitan itu.

[ Visi Struktural ] menunjukkan sebuah kristal kecil berdenyut di tengkuknya, letak inti energi berada.

"Fisikku memang lemah!" Bumi berteriak sambil menghujamkan pipa besinya yang sudah diruncingkan ke arah inti tersebut. "Tapi aku bisa dengan mudah mengalahkan mu, brengsek!"

KRAAAKK!

Pipa besi itu menembus inti. Cahaya ungu gelap terpancar dari luka tersebut. Monster itu meronta satu kali lagi, menghancurkan seluruh sisa rak di toko, sebelum akhirnya ambruk dan tak bergerak lagi.

[ Selamat! Anda telah membunuh Boss Wilayah: "The Devourer" (Tingkat 5) ]

[ Mendapatkan 1.500 Experience Point.

Mendapatkan Item: Inti Devourer (E-Grade)

Peringkat naik drastis: Tingkat 5 - Posisi 2 (Master) ]

Bumi jatuh terduduk di atas bangkai monster itu. Tubuhnya gemetar hebat karena kelelahan, namun rasa hangat energi yang masuk ke tubuhnya kali ini jauh lebih kuat.

Otot-ototnya berkedut, tulang-tulangnya terasa mengeras, dan tinggi badannya seolah bertambah sedikit.

[ Statistik Diperbarui:

* Fisik: 5/10 (Batas Maksimal Manusia Normal)

* Agilitas: 5/10

* Kemampuan Unik: Visi Struktural

Berevolusi menjadi: Strucutral Decay - Tingkat 1 ]

Bumi menatap tangannya. Ia mencoba menyentuh sisa potongan besi yang ada di samping kakinya. Saat ia mengaktifkan skill barunya, besi itu tiba-tiba retak dan hancur menjadi debu hanya dengan satu sentuhan ringan.

"Luar biasa..." pemuda itu terpana.

Hendra tampak keluar dari gudang dengan wajah penuh debu. Ia menatap bangkai monster itu, lalu menatap Bumi seolah melihat dewa kematian. "Kita... kita selamat?"

Bumi berdiri, membersihkan debu dari seragam kasirnya yang kini sudah compang-camping.

Ia menatap layar sistemnya lagi.

[ Peringkat Regional Anda: 12 ]

Dari hampir setengah juta, ia melesat ke posisi 12 hanya dalam hitungan menit. Namun, kebahagiaannya terhenti saat sebuah pengumuman global muncul dengan warna emas yang menyilaukan.

[ PENGUMUMAN: Pembaruan Sistem Tahap 1 Selesai. Seluruh "Iron Cage" di dunia kini memiliki akses ke Toko Poin.

Kekuatan militer pemerintah mulai dikerahkan untuk melakukan 'Pembersihan' di Zona Luar. ]

Bumi mengerutkan kening. "Pembersihan?" ulangnya bingung.

Tiba-tiba, suara deru helikopter terdengar dari langit. Dari balik kaca toko yang hancur, Bumi melihat beberapa lampu sorot besar dari arah Ivory Heights menyapu jalanan.

Suara pengeras militer menggema:

"Perhatian seluruh warga sipil di Zona Luar. Demi keamanan nasional, area ini akan disterilisasi. Siapa pun yang memiliki Peringkat di atas Adept tanpa izin resmi akan dianggap sebagai ancaman dan harus segera menyerahkan diri atau dieksekusi di tempat."

Bumi menatap Hendra, lalu menatap tangannya sendiri yang baru saja mencapai peringkat Master.

"Pembersihan?" Bumi tertawa getir. "Mereka tidak menyelamatkan kita saat monster itu datang, tapi sekarang mereka datang untuk membunuh siapa saja yang bisa melawan?"

Pemuda itu menyambar tas ransel dari rak tas, mengisinya dengan sisa makanan kaleng dan botol air. Ia menatap ke arah helikopter yang mulai menurunkan tali untuk pasukan khusus bersenjata lengkap.

"Hendra, kalau kau ingin tetap hidup, jangan pernah bilang pada mereka apa yang terjadi di sini," ucap Bumi sambil melangkah ke pintu belakang.

"Kau mau ke mana?" tanya Hendra ketakutan.

Bumi menoleh sedikit, bayangan helikopter menutupi wajahnya yang kini terlihat sangat dingin.

"Aku akan mencari tempat di mana hukum mereka tidak berlaku. Dan aku akan pastikan... saat aku kembali nanti, akulah yang akan membersihkan para pecundang itu!"

Saat Bumi hendak melompat melewati pagar belakang, kali ini sebuah suara sistemnya yang mirip robot terdengar jelas di dalam kepalanya...

[ Misi Rahasia Terdeteksi: "Pemberontak Pertama". Apakah Anda akan menerima? ]

***

1
I'm Nao
bentar ini aku baru sadar apakah kalangan atas dan sejenisnya sebenarnya sudah tahu dari awal tentang peristiwa tersebut?
I'm Nao
hmmmmmm jadi apakah kemampuan mc seperti appraisal atau sejenisnya? yang bisa mengetahui susunan komponen suatu benda mati/barang begitu? kalau salah atau kurang pas tolong beritahu
Baba Aga
akhirnya setelah sekian lama, update lagi
Kholi Nudin
lanjut terooossssss
Kholi Nudin
cerita nya ringan tapi berbobot 💪
Baba Aga
sehari jangan cuma 2 bab dong thor. Tanggung bgt😄
Wisma Rizqi
ada beberapa kata yang typo ya thor?untung ceritanya bagus😄
Wisma Rizqi
Bagus nich kalau mereka nantinya jadi team💪
Wisma Rizqi
serasa main game baca nove ini
Wisma Rizqi
Bagus. Alur jelas, sat set!
Sri Yanti
Bagus! Bumi Aksara. Gagahh bet 😍
Kholi Nudin
buseeeettt tiap bab naik level
Kholi Nudin
sebenarnya bagus, tapi masih ada beberapa kata yang typo. Enggak banyak sih. cm ya kudu mandeg mikir dulu
Kholi Nudin
ini typo ya? sedang mengujiku mungkin maksudnya bukan sebuah🤣
Kholi Nudin
ada zombi kah ?? monster apa zombi ini?
Kholi Nudin
Bumi manusia lemah tapi udah bisa langsung menguasai sistem. hebat bgt gak tuh🤭
Baba Aga
jadi anjing pemerintah 😄 realita yang sudah ada ini sebenarnya.... tanggung banget tiap hari cuma 2 bab. 4 bab minimal lah baca tanggung banget nggantung
LC Ira
dari tadi aku bacanya crepesss 🤭
LC Ira
Baskoro udah sombong kalah lagi 🤣🤣🤣
LC Ira
Bagus. masalah tiap bab jelas loh, bukan yang kaya konflik loncat-loncat enggak jelas. Cuma susah ngapalin level tiap sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!