NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:114.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERBINCANGAN TIGA BERSAUDARA

"Sepertinya di rumah lagi nggak ada orang deh , " ujar Dewi setibanya di kediaman Kakek Damar. Pintu rumahnya tertutup dan tidak terlihat adanya orang yang ada di rumah.

Saat hendak membukanya , ternyata terkunci. Jaka mengambil kunci di tempat biasanya. Jika kunci itu tidak ada disana maka ada yang tinggal di rumah , namun jika kuncinya ada di sana maka memang tidak ada seorangpun yang ada dirumah.

Seperti yang sudah Dewi prediksi, kuncinya ada di tempat. Jaka segera mengambil kunci itu dan membuka pintu rumahnya.

"Kalian pulang saja. Biar Aku istirahat di rumah saja," kata Jaka datar.

"Tidak bisa. Kami akan menemani Abang sampai Kakek Damar atau Vina pulang," jawab Dewi dengan tegas.

"Benar! "

"Apa yang kalian khawatirkan. Lagipula Aku sudah biasa tinggal disini. Tidak perlu ditemani lagi," ucap Jaka dengan kesal. Dia masuk ke dalam rumah dan mendudukkan dirinya di kursi tamu. Rami dan Dewi mengikutinya dari belakang. Kemudian duduk di kursi .

"Abang memang sudah biasa tinggal disini. Kalau Abang dalam kondisi baik-baik saja, Kami tidak perlu khawatir seperti ini. Setidaknya harus ada seseorang yang menemani Abang disini sampai Kakek maupun Vina pulang. Sebelum itu jangan paksa Kami untuk pulang."

"Apa yang dikatakan Mbak Dewi benar. Aku juga akan tinggal disini sampai Kakek dan Mbak Vina pulang. Oh iya....bukankah tadi Abang belum sempat sarapan. Bagaimana kalau sekarang Abang sarapan dulu?"

"Aku belum lapar," tolak Jaka tanpa pikir panjang.

"Abang tidak mau sembuh?"

"Tunggu sampai Kakar ipar kalian pulang dulu."

"Iya kalau dia pulang cepat, kalau sampai sore bagaimana?" ujar Dewi tidak setuju dengan ide abangnya.

"Tunggu sebentar lagi."

"Memangnya Mbak Vina sudah masak?"

"Waktu ke rumah tadi tinggal lauknya saja yang belum matang. Pasti sekarang sudah matang. Biar Aku lihat di dapur dulu."

"Nggak sopan loh Mbak, masuk-masuk ke dalam saat orangnya tidak ada."

"Apa Kamu pikir Bang Jaka itu bukan orang? Lagian bukan Aku yang mau makan tetapi Bang Jaka."

"Sudahlah....biar nanti Aku ambil sendiri di dapur."

"Harus sekarang. Atau Aku ambil makanan dari rumah saja. "

"Jangan! apa kata orang nanti. "

"Kalau begitu tunggu apalagi?"

Tidak ingin mendengar omelan kedua adiknya, Jaka bangun dan berjalan ke ruang makan. Di bawah tudung saji sudah ada nasi dan juga lauknya. Hanya ada sambal, kulup, sama ikan klotok goreng.

Jaka mengambil secukupnya , kemudian makan dengan tenang di ruang makan. Ia tidak menawari kedua adiknya karena keduanya baru saja sarapan.

"Sudahlah... Kalian pulang saja. Ngapain tinggal disini. Kalian tidak bosan apa? " kata Jaka setelah hampir satu jam mereka menunggu.

"Bosan lah. Sebenarnya Mbak Vina pergi kemana sih, kok sampai sekarang belum pulang juga."

"Mungkin ikut Kakek ke ladang."

"Benar juga. Kenapa Aku tidak kepikiran. Lama dong pulangnya. Masak kita akan tinggal disini sampai sore nanti."

"Ayah sama ibu tidak bilang begitu sih. Beliau cuman bilang buat nemenin Bang Jaka doang. Kalau kita pulang sekarang, siapa yang akan menemani bang Jaka?

"Aku bukan lagi anak kecil yang perlu kalian temani!"

"Siapa juga yang bilang Bang Jaka anak kecil. Anak kecil yang bikin anak kecil," gurau Dewi sambil tersenyum kecil.

"Terus kenapa Kalian masih disini?"

"Kami hanya tidak ingin terjadi sesuatu sama Bang Jaka. Apalagi kalau sampai Bang Jaka kembali ke kuburan seperti kemarin. Kita juga nanti yang disalahkan."

"Tidak akan ada yang menyalahkan Kalian."

"Maaf ya Bang , kami tetap akan tinggal disini. Kami akan pulang saat Kakek Darma atau Mbak Vina datang."

"Aku ingin tidur."

"Apa Kami melarang abang tidur? Kalau mau tidur ya tingal tidur. Kenapa masih laporan sama Kami."

"Kalian mau ngapain disini?"

"Abang tenang saja, Kami tidak akan melakukan sesuatu yang membuat Bang Jaka malu."

"Terserah deh."

Jaka menyerah untuk membujuk kedua adiknya pulang.Keduanya sama keras kepalanya seperti dirinya. Ia meninggalkan keduanya dan pergi ke kamar. Kepalanya terasa sakit.

Dewi dan juga Ramlih tidak berdiam diri saja di sana. Setelah Jaka masuk ke dalam kamar, ia mencari sapu buat bersih-bersih. Sedangkan Ramlih pergi ke belakang rumah. Siapa tahu ada pekerjaan yang bisa ia lakukan.

Saat tengah hari, Kakek Darma pulang sambil membawa rumput. Beliau pulang seorang diri. Kebetulan Ramli sedang duduk di teras rumah.

"Baru pulang Kek," sapa Ramli sembari membantu Kakek Darma menurunkan rumput yang dipikul.

"Iya. Kamu sendirian saja?"

"Bang ada di kamar. Mbak Dewi ada dibelakang. Kakek pulang sendirian saja? Mbak Vina nggak ikutan pulang ?"

"Loh....bukannya tadi Vina ada di rumah kalian?" tanya Kakek Darma heran.

"Tadi Mbak Vina pamit pulang duluan. "

"Oh...mungkin dia sedang jalan-jalan. Kalian tidak perlu khawatir. Kalian sudah makan?"

"Sudah Kek. Karena Kakek sudah pulang, aku juga mau pulang ke rumah."

"Kok buru-buru?"

"Kami disini sudah dari tadi Kek. Tolong jaga Bang Jaka ya Kek," pinta Ramli dengan tulus.

"Apa yang Kamu katakan anak nakal. Jangan dengarkan omong kosongnya Kek," kata Jaka yang tiba-tiba muncul di belakang sang adik.

"Sudah sehat Jak?"

"Sudah Kek. Maaf membuat kakek khawatir."

"Lain kali kalau ada apa-apa bilang sama Kami. Jangan seperti kemarin. Kalaupun ada masalah tolong bicarakan baik-baik."

"Baik Kek."

 Ramli dan Dewi akhirnya pulang. Hingga malam hari Vina belum juga pulang. Kakek Darma dan Jaka khawatir terjadi sesuatu padanya. Jaka yang minta izin untuk mencari tidak diperbolehkan oleh Kakek Darma. Jaka mondar-mandir didalam kamarnya dengan tidak tenang. Sedangkan orang yang sedang ia khawatirkan sedang bersenang-senang didalam hutan.

Siang tadi Vina menemukan seekor kancil yang terluka.Setelah diobati , kancil itu ia bawa untuk berkeliling.

"Sudah gelap nih, Aku harus segera pulang nih. Kalau tidak Kakek bisa khawatir."

"Aku ikut," kata si kancil. Tanpa diminta pun Vina memang sudah berniat untuk membawa si kancil itu pulang ke rumahnya.

Sangat disayangkan jika tidak membawanya, apalagi ia bisa memahami bahasanya.

Benar....sistem memberikan hadiah karena telah menyelamatkan kancil yang sedang sekarat itu dengan memahami apa yang diucapkan si kancil.

"Tenang saja Aku pasti akan membawamu pulang. Tapi sebelum itu Aku harus mengumpulkan semua yang sudah aku peroleh tadi."

Vina tidak hanya menemukan buah rambutan saja, tetapi juga buah Tin, mangga dan blackberry. Buah-buah itu ia masukkan kedalam keranjang yang ia beli dari sistem. Ia harus merelakan sepuluh poin miliknya dengan keranjang.

Setelah semuanya ia masukkan ke dalam keranjang, Vina menggendong si kancil dan berjalan pulang.

Vina tidak perlu khawatir tersesat, karena ia meninggalkan jejak di setiap jalan yang ia lewati.

"Vina!"

"Malam Pak lik," sapa Vina dengan hangat.

"Kamu kemana saja? Semua sibuk mencarimu," kata Lelaki yang vina panggil Pak Lik itu.

"Oh....Aku tadi jalan-jalan di dekat hutan," jawab Vina dengan jujur. Ia menunjukkan Si Kancil yang ad di dalam gendongannya.

"Kamu pegi ke hutan sendiri dan menemukan kancil ini? Kamu tidak takut?"

"Kenapa harus takut?"

"Bagaimana kalau ada binatang buas?"

"Tinggal lari atau naik pohon saja, gampang kan," jawab Vina dengan enteng.

1
Yuni Anto
ayo next lagi doank Thor 🥰🥰🥰💪💪💪 terus lah pokoke 😍😍😍/Determined//Angry//Determined//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo jelasin Januu
Osie
/Frown//Frown//Frown/baru mu melotot eh continue..dahlah lembek lagi
Lina Sofi
ok banget ceritanya dan bikin kita terhibur
Lina Sofi
lg seru y terpotong 😄😄 tetap semangat ✊
Yuni Anto
🥰🥰 lanjut lagi donk Thor 💪💪💪😍😍😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Siap2 loh dikerjain mba kun 👻/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm lemah juga sih kau jadi laki 😏
Rangiku Gin
sistem engga mau rugi 😩😩
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅 Kteatif Vina
Ebhot Dinni
bagus
Nanik S
ceritanya sama bagus kek lainn
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor up na lama kaliii /Proud/ dikit pula
Yuni Anto
innalilahi wainailaihi Raji'un KKA author tersayang kamu para fans novel KKA turut berduka ya 💪💪💪 terus bwt kka/Angry//Determined//Angry//Determined//Angry/
Nurul Senggrong: Terima kasih kak🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Janu ini mimpi kah 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Innalillahi Wainnailaihi Roji'unn.. Turut berduka thor.. /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Syama2 /Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeehhh ketemu mereka lgi
Osie
nah ini bapak yg rela ninggalin vina n ibunya demi wanita lainkan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aih Vina masih punya bpk toh
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau belo oven apa udah ada listrik gitu 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Oohhh 🤣 oven kompor toh /Facepalm/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!