NovelToon NovelToon
Warung

Warung

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: BundaDM

seorang chef yang punya masa lalu yang kelam, bertemu dengan wanita seorang guru Paud yang religius.

Kisah sang wanita di masa lalu terus menghantuinya selama ini hingga belum juga berniat menikah diusianya menjelang 30 tahun.

Sang pria yang sukses dalam karier tapi terjebak dalam cinta terlarang. Sebuah cinta dari masa lalu pula.

Sanggupkah keduanya keluar dari bayang-bayang masa lalu dan menjalani hidup lebih baik ke depannya? bagaimana dengan kisah masa lalu nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Cooking 23, Tahap serius

Ale menyambut Ulay yang baru datang, dia bersama Wiya, menyapa sebagai basa basi. Anton, Lio dan Anwar benar-benar dibikin mlongo sama kejadian yang berlangsung didepan mata mereka.

"Kita ke ruangan saya aja ya" ajak Ale.

"Kayanya ga perlu di ruangan tertutup begitu Chef, di lantai 2 aja ya" pinta Ulay.

"Terserah sih, ayo silahkan naik duluan. Oh ya Wiya, kamu sama Anton dulu gapapa kan?" tawar Ale.

"Gapapa Chef" jawab Wiya.

Setelah menyapa Wiya seperlunya, Ale mengajak Ulay ke lantai 2. Wiya bergabung dan ngobrol sama Anton serta memesan makanan dan minuman, tidak lama kemudian waiters menyediakan makanan yang tadi dipesan oleh Wiya.

"Nanti ini dish yang saya masak disajikan ke table saya di lantai 2, bawain juga salad sayur mayonya plus minuman squash apa aja yang seger" instruksi Ale pada seorang waiter kemudian Ale menyusul Ulay ke lantai 2.

Mereka memilih duduk di meja pojok dekat rak buku.

"Kamu belum makan kan?" tanya Ale.

"Udah sih tadi pagi, ini baru pulang ngajar langsung kesini" jawab Ulay.

"Tapi pasti lapar lagi.. kan abis ngajar, udah deket jam makan siang juga" ucap Ale.

"Ya emang sih sedikit lapar" ujar Ulay jujur.

Waiter menyajikan makanan didepan meja Ulay dan Ale.

"Makasih ya" ucap Ale.

"Ada lagi Chef yang mau disiapkan?" tanya waiter.

"Ikha ada mau tambahan lain?" tawar Ale dengan lembut.

"Cukup Chef" jawab Ulay.

"Oke cukup dulu" kata Ale ke waiter sambil memberikan kode agar waiter segera menjauh dari mereka.

"Ini saya bikinin khusus, ga ada disini menunya, silahkan dicicipi" kata Ale sambil menunjuk ke piring penne tunanya (penne sejenis pasta).

Ulay mencoba memakannya. Ale masih makan salad kegemarannya.

"Enak pake banget Chef, ga banyak bumbu tapi kok enak banget ya" puji Ulay.

"Wah saya dikomentarin bumbunya kurang ya?" canda Ale.

"Bukan gitu Chef, justru ini pujian, walaupun bumbunya keliatannya ga banyak varian tapi enak dan gurih" kata Ulay.

"Like it?" tanya Ale.

"Yup.. so yummy" jawab Ulay.

"Kalo gitu... ini habisin sekalian yang ada piring saya juga .. biar kamu kenyang" ucap Ale sambil menyerahkan piringnya yang masih belum tersentuh.

"Beneran Chef?" tanya Ulay meyakinkan.

Ale mengangguk dan tersenyum.

Mereka berbincang tentang rencana untuk menikah. Intinya Ulay meminta ke Ale untuk menanyakan langsung ke orang tuanya. Jika orang tuanya setuju maka dia pun akan setuju. Ale menyanggupi dan berjanji, lusa dia akan bertemu dengan orang tuanya Ulay, selepas mentoring di Chef Academy.

Saat Ulay mau pamit pulang, tidak lupa Ale memberikan oleh-oleh ke Ulay dan berpesan untuk dibagikan juga ke orangtuanya Ulay.

"Oke Ikha... terimakasih atas kedatangannya. Bukannya saya ga mau ngobrol di rumah kamu, tapi suasana disana malah nanti merepotkan buat saya ngobrol santai sama kamu .. maaf sudah merepotkan, langsung pulang kan?" tanya Ale.

"Iya... nanti Wiya masuk siang jadi mau siap-siap kerja" jawab Ulay.

"Sekali lagi makasih, saya ga bisa antar ya karena masih mau supervisi di Restoran ini. Soalnya saya rutin seminggu sekali melihat pola kerja mereka dan memastikan hidangan yang tersaji bisa dinikmati dengan baik" kata Ale sopan.

"Gapapa Chef... santai aja" jawab Ulay.

"Jangan panggil Chef bisa? Panggil Mas aja" pinta Ale.

Ulay hanya tersenyum.

"Ya Chef .. eh Mas" jawab Ulay.

"Kalo orang tua kamu setuju, Minggu depan kita ketemu sama Mama dan Oma saya ya. Seperti kata kamu, kita harus melewati fase saling berkenalan dengan orang tua dulu sebelum menikah. Karena kan kamu maunya menikah dengan restu dari kedua belah pihak keluarga. Kita buat senatural mungkin" kata Ale.

"Ya Mas" jawab Ulay lagi.

Hanya tiga puluh menit mereka berbincang, setelahnya Ale mengantar Ulay dan Wiya sampai parkiran motor.

"Hati-hati bawa motornya ... jangan ngebut-ngebut" saran Ale.

Ulay memberikan tanda klakson sebagai tanda dia pamitan.

💐

Jum'at malam, Ale menepati janjinya untuk datang ke rumah Ulay. Dia sengaja pinjam motor bebek salah satu karyawan Laperpull biar ga mencolok perhatian kedatangannya kali ini, dia juga memakai masker untuk menutupi wajahnya serta topi agar makin samar orang tau identitasnya.

Keluarga Ulay menyambut dengan hangat kedatangan Ale ke rumah. Ulay sudah bilang sebelumnya jika Chef Ale akan datang berkunjung.

Sekarang hanya ada mereka berempat di rumah sederhana itu. Ale to the point menyampaikan maksud hatinya untuk meminta Ulay menjadi istrinya. Orang tua Ulay jelas aja kaget sama pembicaraan yang tiba-tiba seperti ini, Baba Somad seketika langsung diam karena Ulay hanya sekedar memberitahu kalo Chef Ale akan datang tanpa tau apa tujuannya.

Suasana mencair ketika semua pertanyaan Baba Somad ke Ale bisa terjawab dengan baik. Kemudian mereka makan bareng beralaskan karpet plastik didepan TV.

"Intinya Baba nyerahin semua ke Ikha, dia udah cukup dewasa untuk menentukan pilihannya" kata Baba Somad bijak.

Nyak Puah dan Ulay meletakkan makanan diatas karpet plastik.

"Cuma begini masakan di Kampung Cep Ale" ucap Nyak Puah.

"Gapapa Bu .. malah saya jarang ketemu yang kaya gini. Maklumlah .. saya makan seketemunya, namanya juga hidup sendiri, ga ada yang urusin" kata Ale sambil tertawa kecil.

"Sendokin dah nasi sama lauknya ke piring Nak Ale" perintah Baba Somad.

Ulay memberikan piring yang sudah terisi nasi, tumis kangkung, tempe goreng tepung sama ikan kembung banjar. Ale memakannya menggunakan tangan. Ale terlihat menikmati sajian didepannya. Karena dia ga bisa terlalu banyak cabe, irisan cabe di kangkungnya dia singkirkan.

"Jangan dilepeh ya Chef..." canda Ulay sambil tertawa kecil.

"Mas panggilnya.. kok masih aja panggil Chef" jawab Ale.

Ulay diam dari tawanya.

"Iya tuh nanti kaya yang di tipi, dijajalin terus ambil tissu dan dibuang ke tempat sampah" tambah Nyak Puah.

"Hahaha .. itu mah saya dibayar Bu. Pada intinya saya tuh sangat menikmati setiap masakan, tapi demi sebuah tayangan ya harus ada drama-dramanya sedikit" jelas Ale santai.

"Tapi beneran ga enak emangnya tuh masakan para peserta?" ucap Ulay penasaran.

"Mereka udah tersaring dari ribuan peserta, ga mungkin dong mereka ga punya skill masak. Tapi kadang banyak faktor yang membuat mereka ga maksimal hasil masakannya. Mereka kan di karantina di Jakarta, ga ketemu keluarga, mungkin aja timbul rasa kangen apalagi yang udah berkeluarga. Belum juga kalo timbul grogi dan ga pede, itu bisa ngancurin konsentrasi peserta. Masak ga sekedar mengubah bahan mentah jadi masakan, tapi gimana caranya hati kita secara ikhlas menyajikan yang terbaik yang kita bisa, ditambah juga harus bisa mengatur time management yang baik" jelas Ale dengan gamblang.

"Ribet ya ternyata masak sampai itu" timpal Ulay.

"Ya.. namanya juga acara komersil, ya harus ada drama dan tekanan, biar rating tinggi" tambah Ale.

Ale berjanji akan segera membicarakan ke keluarga besarnya tentang pembicaraannya malam ini. Baba Somad pun menunggu reaksi keluarga besar Ale dulu sebelum berdiskusi lebih mendalam ke Ulay.

1
Endang Sulistia
kata kata Wak Yani mengerikan...aku yg bacanya aja skit ati...😭😭😭
Bunda DM: jadi pengen nampol mulutnya ya
total 1 replies
Endang Sulistia
ulay orangnya baik banget..padahal Wak Yani dah jahat banget,tapi Wak Yani yg di sindir Ale si ulay gak tegaan.
Bunda DM: inilah ragam manusia
total 1 replies
Elseu
Luar biasa
Bunda DM: terima kasih sudah membaca karya saya
total 1 replies
Elseu
Lumayan
Bunda DM: terima kasih
total 1 replies
erna erfiana
bagus banget recommended buat dibaca
Bunda DM: terima kasih sudah mampir membaca dan merekomendasikan cerita ini
total 1 replies
matcha
wkwkwkwk.. lucu kali wak yani ni.. karakter terpaporit ni.. /Facepalm/
Bunda DM: icon nya judul ini ya Wak Yani😅
total 1 replies
matcha
astaghfirullah gak nyangka bgt ternyta dy pelakunya..
Bunda DM: plot twist bgt ya
total 1 replies
matcha
paling seru emng kalo muncul ni uwak yani.. wkwkwk
Bunda DM: hehehehe
total 1 replies
palupi
terimakasih💕🙏
Bunda DM: sama2
total 1 replies
Nusa thotz
wahhhh...efek samping "roti bakar" ini mah..
Bunda DM: jadi buka warung ya
total 1 replies
Ulil
wkwkwk Bagong bukan Petruk pa Semar gitu
Ulil
wkwkwk gumoh
Ulil
karena aturan agama hak paten raiso d ganggu gugat
Ulil
ternyata sogokan
Ulil
jangan cari kambing hitam kalau gk mau d jadikan kambing hitam
Ulil
wanita akhir zaman maksud nya wanita kadaluarsa experient
Ulil
Iyo Kong,,saiki seng Poso Karo seng ora akeh seng ora Poso,,saiki d walik seng Poso malah rikuh le piye seng gk Poso ngerokok ngopi looss gk enek isine
Bunda DM: hehehehe
total 1 replies
Ulil
minyak tawon andalan Kalbe Farma
Bunda DM: selalu sama dimana aja..myk tawon favorit keluarga
total 1 replies
Ulil
wkwkwk emang top cer tuh minyak tawon terbukti khasiatnya
Ulil
kalau d daerah ku nama nya jaglukan
Bunda DM: disini jekglungan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!