NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN MUDA DINGIN

TAWANAN CINTA TUAN MUDA DINGIN

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:20.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Selow Update
Dalam masa revisi.
Typo bertebaran.
Jangan lupa follow ig Author jika berkenan 😉
@kaniananov229


Rania Odelia, gadis cantik nan polos yang baru berusia 19 tahun. Ia harus rela bekerja di sebuah mansion milik seorang pengusaha muda yang terkenal dingin sekaligus kejam demi melunasi hutang yang di tinggalkan oleh kedua orang tuanya.


Tapi seiring berjalannya waktu, ia memiliki perasaan pada majikannya. Rania hanya bisa mencintai dalam diam, melihat statusnya yang bahkan tidak sederajat dengan majikannya.



Tapi suatu malam, semuanya berubah. Hal yang tak diinginkan terjadi, membuat Rania harus mengandung anak dari sang majikan.

***

Revan Argantara, CEO perusahaan ternama di Jakarta. Memiliki sifat yang dingin dan kejam, bisa melenyapkan siapapun yang mengganggunya.



Revan adalah pria yang selalu bergonta-ganti pasangan, sebelumnya dia adalah anak yang baik. Tapi kejadian masalalu membuat sifatnya menjadi dingin.



Hari di mana dirinya mabuk berat karena alkohol, membuat ia merenggut kesucian seorang wanita yang merupakan salah satu pelayan di mansionnya.



Ia bisa melupakan hal itu, tapi hal yang tidak ia inginkan terjadi. Wanita tersebut mengandung anaknya.


Kolaborasi dengan:@Chacha
Cover by pinterest
edit by Kan/Kaniana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita PMS

Revan memutuskan untuk segera kembali ke mansion saat Bian datang dengan membawa satu paperbag berisi kotak persegi, dengan rujak buah di dalamnya.

Dalam perjalanan, Revan hanya diam sambil memengang kuat paperbag di tangannya. Saat mobil tiba di depan Mansion, pria jangkung dengan perawakan bak model itu, segera keluar dari mobil. Berniat masuk dan menikmati rujak buah yang sejak tadi ingin ia santap.

Revan diam saat menatap punggung wanita yang masih dengan terburu-buru ke dalam mansion setelah melihat kedatangannya.

Dengan acuh Revan mengedikkan bahunya. Di dalam ingatan Revan, ia sudah melupakan kejadian itu dan mengganggap semuanya biasa saja, seolah hal itu tidak pernah terjadi. Seperti hal yang ia lakukan saat selesai melakukan hubungan ONS dengan wanita malam. Tapi selama sebulan terakhir sejak malam panasnya dengan Rania, Revan sama sekali tidak melakukan hal seperti itu. Atau bisa dibilang, ia mulai tidak memiliki minat.

Jika ke club malam, ia hanya akan minum tanpa mencari wanita seolah kebiasaannya bermain dengan wanita telah menghilang tanpa jejak dari dalam dirinya.

Segera Revan melangkahkan kakinya memasuki mansion, berjalan mendekat ke arah dapur untuk mengambil piring dan sendok. Hari ini ia malas mengeluarkan suara hanya untuk meminta pelayan memberikan barang yang ia inginkan.

"Bi, sendok sama piring dong!" Ucap Revan, lalu beralih menatap wanita di sampingnya, yang tadi menghindarinya secara terang-terangan di depan Mansion.

Sepeninggal Bi Susi, Revan memberanikan diri untuk berbicara pada Rania karena ia merasa aneh dengan wanita itu. Jangan lupakan, jika Revan sudah beranggapan tidak pernah melakukan hal itu pada Rania. Jadi dia hanya biasa saja seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka.

"Kamu baik-baik saja?" Tanya Revan, ia mengerang kesal dalam hati saat Rania menghindari tangannya yang berniat menyentuh bahu wanita itu.

"Kamu sakit?" Tanya Revan lagi, entah mengapa rasa khawatir tiba-tiba menjalar di hatinya melihat bibir pucat Rania.

"Tuan Muda, ini piring dan sendoknya."

Suara Bi Susi terdengar, mengalihkan pandangan Revan dari Rania. Pria jangkung itu meraih sendok dan piring tersebut, lalu memberanikan diri bertanya pada Bi Susi lantaran hatinya yang tidak tenang.

"Dia sakit?" Tanya Revan, seketika memicingkan matanya saat melihat reaksi yang diperlihatkan Bi Susi. Wanita paruh baya itu terkejut karena pertanyaannya.

"Em ... I-ini, Tuan Muda. Ra-rania baik-baik saja, hanya saja tidak enak badan," Bi Susi mengigit bibir bawahnya. Ia terpaksa berbohong pada Revan lantaran Rania yang memohon padanya di rumah sakit tadi untuk merahasiakan hal ini dan hanya diketahui oleh dirinya dan Rara. Jangan lupakan sopir yang selalu mengantar mereka ke pasar.

Terdengar Revan menghela nafas kasar, membuat dua wanita itu menunduk. Satu takut mendapati amarah Revan dan satunya lagi takut ketahuan.

"Bukankah sudah aku katakan sejak awal, Bi. Jika ada satu pekerja yang terlihat tidak sehat, sebaiknya beritahu padanya untuk tidak bekerja selama beberapa hari dan fokus pada pemulihan, Bibi sangat tahu jika aku tidak ingin hal seperti waktu itu terjadi lagi," Revan menekan setiap ucapannya yang diangguki oleh Bi Susi.

Pria itu melenggang pergi sambil mengelengkan kepalanya, segera berjalan ke ruang tamu untuk menikmati rujak buahnya.

Setelah memastikan jika Revan benar-benar jauh, Bi Susi berbalik menghadap ke arah Rania.

"Rania, apa ada yang sakit, nak?" Tanya Bi Susi khawatir. Namun wanita itu hanya mengelengkan kepalanya.

"Tidak, Bi. Rania baik-baik aja," jawab Rania dengan senyum di bibirnya mencoba menyakinkan Bi Susi jika dia baik-baik saja.

"Apa tidak ada hal yang ingin kamu makan, Nak? Mungkin seperti rujak buah? Atau yang asam-asam, begitu?" Tanya Bi Susi membuat kening wanita itu mengerut.

Dengan cepat Rania mengelengkan kepalanya. Sama sekali tidak ada hal seperti itu di fikirannya, ia hanya ingin tiduran dalam kamar, mengingat jika Revan telah kembali ke Mansion.

Bi Susi menatap bingung ke arah Rania, tidak biasanya ibu hamil anteng seperti Rania saat ini. Biasanya kebanyakan ibu hamil menginginkan sesuatu yang sulit dipahami, seperti dirinya dahulu.

"Baiklah jika begitu. Masuklah ke dalam kamarmu, istirahat. Jika mau makan sesuatu, bilang saja pada Bibi."

Bi Susi mengusap sayang rambut Rania, membuat wanita itu memejamkan mata menikmati usapan lembut di rambutnya.

"Baik, Bi. Rania masuk kamar dulu," pamit Rania diangguki oleh Bi Susi.

Wanita paruh baya itu hanya mengangguk dengan seutas senyum yang tak lepas dari bibirnya. Ia menatap kasihan dan prihatin pada Rania, sangat sulit bagi seorang wanita jika mengandung tanpa kehadiran suami.

'Mungkin bagus jika mereka pendekatan terlebih dahulu,' batin Bi Susi, berharap agar keinginan berjalan lancar. Ia ingin mengurangi beban dipundak Rania, karena baginya Rania sudah seperti anak kandungnya sendiri. Bukankah bagus jika menjadi anak kandung sungguhan, ataukah menantu?

Bi Susi mengeleng pelan, segera berjalan keluar dari dapur untuk memeriksa pekerjaan para maid.

Tiba-tiba wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya saat melihat sosok Revan tengah duduk di ruang tamu, menikmati sepiring rujak buah yang entah di bawa ke mana.

Padahal ia baru saja mengatakan pada wanita hamil itu, apakah ingin makan rujak atua tidak. Tapi kini ia malah mendapati majikannya yang makan rujak buah.

'Aneh, tidak biasanya Tuan Muda mau makan rujak buah,' batin Bi Susi mulai bertanya-tanya, merasa aneh dengan tingkah Revan.

Segera wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya, pergi dari sana untuk melanjutkan tugasnya.

Sementara Revan duduk dengan begitu nyaman di atas sofa ruang tamu, sangat menikmati rujak buah pada piring di tangannya. Hingga terdengar suara yang cukup mengganggu ketenangannya.

"Revan!"

Revan menoleh ke arah pintu utama, melemparkan tatapan malas pada sahabatnya itu. Ia yakin, jika Dave baru saja pulang dari perusahaan dan segera ke mansionnya tanpa mandi.

"Apa?" Tanya Revan ketus, menguyah dengan wajah datar.

Dave mengabaikan ekspresi wajah sahabatnya, memilih menatap sekeliling untuk mencari wanita pujaannya.

"Cari apaan?" Tanya Revan yang menyadari tingkat aneh sahabatnya.

Dave tersenyum, menampilkan deretan gigi putih yang tertata rapi.

"Rania mana? Kok enggak keliatan, ya? Dia baik-baik saja, kan?" Tanya Dave, menampilkan wajah khawatirnya. Mengingat jika beberapa hari terakhir setiap bertemu dengan Rania, ia selalu mendapati bibir pucat wanita itu.

KLANG!

Dave terkejut saat tiba-tiba mendengar suara yang cukup keras di depannya, seketika ia menatap Revan yang meletakkan kasar piring berisi rujak di atas meja. Mendadak mood makan Revan menghilang.

"Dia tidak ada! Pulanglah ke apartemenmu! Bukankah kamu bilang ada urusan ke Bali beberapa hari ini dan harus berangkat sore ini! Sana pergi!" Usir Revan dengan begitu kasar, membuat Dave terdiam dengan wajah penuh tanyanya.

Revan kini terlihat seperti wanita yang tengah datang bulan.

"Aku 'kan hanya bertanya, Van. Kasar banget sih jadi temen! Iya-iya, aku pergi," ucap Dave akhirnya. Meski berat, tapi ia tidak punya pilihan. Lantaran hal yang Revan ucapkan tadi benar adanya.

Tanpa menemui Rania, Dave akhirnya pergi ke Bandara.

Sepeninggal Dave, Revan bangkit dari duduknya dengan kasar. Berjalan ke arah tangga untuk naik ke lantai dua, sepertinya ia tidak akan makan malam karena kesal hari ini.

***

Esoknya, tepat pukul enam pagi. Revan buru-buru terbangun dari tidurnya, berlari memasuki kamar mandi dan mulai menunduk di depan wastafel.

Hoek! Hoek! Hoek!

1
Mpi
Kak, jangan lupa buat lanjutin season 2 nya yah .. hehe .. 😉
Mpi
Othor, ayo dilanjut lagi season 2 nyaa .. 😉
Mpi
Thor sayang, season 2 dilanjut yah .. 😉
Mpi
Thor sayang, ayo dilanjutkan season 2 nya..
Semoga dgn komen trus2.. suatu saat bisa mengetuk hati Thor nya untuk lanjut, hehe
😉
Mpi
Thor sayang, season 2 nya dilanjut lagi yah..
Makasih 😉
Mpi
Thor sayang, season 2 nya dilanjut yah .. Maacih 😉
Mpi
I kembali lagi di 2025 ..

Thor sayang tolong 2 novel yang baru dilanjut lagi yah..

Sambil nunggu dengan manis saya ulang baca ini dulu
Rohimatul Amanah
Luar biasa
Rohimatul Amanah
Lumayan
Debby Liem
6c7cucy4c3c
tie_rhahdyt
bagus
NAJ L
luar biasa
sunshine wings
Luar biasa
Tarmi Widodo
sapa sih yg bawa Rania pergi jd sebel aq gak paham aq pria misterius ad hub AP dg rania
Tarmi Widodo
kabur dong Rania😀
Shelly Tefa
kasian juga si Dave😭🥲
Meisa Eko
bagus
Mayora
ohhh Logan 😭😭😭
Mayora
ish ish Louis Louis
TheK2
kak cara ngatur paragrafnya biar rapat gak jarang2 gimana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!