NovelToon NovelToon
Rahasia Istri Pengganti

Rahasia Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Balas Dendam / CEO
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Gavin terpaksa menikah dengan Ayana, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya membawa semua barang yang seharusnya untuk acara resepsi.

Ayana merupakan asisten pribadi pilihan ibunya yang baru bekerja selama tiga bulan. Selama itu pula mereka tak pernah akur dan selalu berselisih paham. Bagaimana saat mereka menikah nanti?

Ayana sering tak ada di kamarnya setiap malam Minggu, dan Gavin mulai meras penasaran dengan jati diri Aruna. Siapakah dia sebenarnya? karena selain suka mendebatnya, Ayana juga pintar bela diri.

Bagaimana kisah Gavin dan Ayana? terus ikuti ceritanya ya kak... 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gavin-Ayana 3

Kedua orang tua Gavin masuk ke dalam ruangan kerja anaknya dengan penuh emosi bahkan membuka pintu dengan sangat kasar. Ayana dan Cakra saling pandang dan memalingkan wajah. Perang dunia sepertinya akan di mulai.

"Apa kamu sudah tak punya otak, Gavin? Kamu memberikan mereka dua miliar sebelum hari pernikahan kalian? Apa kamu tahu siapa mereka hah! Mereka hanya akan memanfaatkan kamu saja! Dasar anak ini benar-benar membuat aku emosi sekali!" Emosi Mami Tanisa masuk ke dalam ruangan Gavin dan bahkan menggebrak meja membaut semua orang berlonjak kaget.

Semalam ternyata Gavin meminta manager keuangan untuk mentransfer uang dua miliar ke rekening calon ayah mertuanya tanpa meminta izin dari papinya. Semua itu dia lakukan karena saat tiba di rumah, Vania kembali menghubunginya sambil menangis. Gavin si bicin paran tanpa pikir panjang mengiyakan keinginan kekasihnya itu.

Gavin tak langsung menjawab pertanyaan ibunya, melainkan menatap tajam ke arah dua orang yang berada di belakang kedua orang tuanya. Cakra dan Ayana, bahkan Ayana hanya mengangkat kedua bahunya seolah tak bersalah. Benar-benar cari perkara asistennya itu.

"Siapa yang sudah mengadu kepada Mami dan Papi? Cakra atau asisten kesayangan mami itu? Aku yakin pasti dia kan? Karena dia tukang ngadu!" Gavin balik bertanya kepada kedua orang tuanya.

"Astaga anak ini benar-benar!" Kesal Mami Tanisa menggeplak tangan sang anak saking kesalnya, Gavin hanya bisa meringis mendapatkan perlakuan seperti itu dari ibunya.

"Tidak keduanya! Melainkan manager keuangan. Jangan selalu menuduh Ayana! Otakmu itu selalu di penuhi kebencian dan hal buruk kepada Ayana. Tapi tidak kepada wanita itu dan keluarganya! Sekarang katakan alasanmu memberikan mereka uang itu sebelum pernikahan, Gavin! Kamu benar-benar membuat Papi kecewa! Cinta boleh besar tapi jangan menjadi pria bo-doh dan to-lol sehingga tak bisa berfikir realistis!"kali ini Papi Evan yang berbicara membuat Gavin sedikit pucat melihat api kemarahan di mata papinya.

"Pi, aku dan Vania akan menikah lusa. Wajar kalau aku memberikan uang itu untuk kebutuhan mereka sebelum pesta nanti,"jawab Gavin tergugup.

"Persiapan apa? Bukannya semua sudah kamu urus dan bayar? Mereka bahkan tak mengeluarkan uang sepersen pun untuk itu, Gavin!" Sambar Mami Tanisa yang emosi dengan tingkah bo-doh anak laki-lakinya.

"Kenapa bos kita bisa se bo-doh itu ya? Aku heran kenapa dia bisa menjadi pemimpin perusahaan, tapi urusan perempuan bo-doh banget. Apa semua orang cerdas akan bo-doh dengan urusan asmara?" Bisik Ayana kepada Cakra membuat sekretaris Gavin itu menahan tawa.

Gavin bisa melihat interaksi keduanya. Apa mereka berdua sedang menertawakan dirinya! Awas saja, dia akan membuat perhitungan. Terutama kepada Ayana. Berani sekali mereka tertawa di atas penderitaannya.

"Jawab! Bukannya bengong!" Kesal Mami Tanisa kembali menggebrag meja.

"Iya mi, sudahlah. Kenapa malah jadi perkara besar begini. Toh Vania akan menjadi istriku lusa, mi. Pernikahan kami tak lama lagi, dia dan kedua orang tuanya akan menjadi keluarga kita juga. Jadi tak ada salahnya kan? Nanti Gavin ganti uang itu kalau memang mami dan papi keberatan," Gavin masih membela diri.

"Astaga, anak ini benar-benar membuat kepala mami sakit sekali, Pi! Apa dosa dan salah mami sehingga menjadikan anak kita sebulol ini kepada wanita yang bahkan tak memiliki harga diri!" Ucap Mami Tanisa membuat Gavin mendelik kesal ke arah ibunya yang menghina Vania.

"Biarkan saja dia, Mi! Kalau ada apa-apa nantinya biar dia telan sendiri tak usah kita pedulikan lagi. Sudah di beri tahu baik-baik malah ngeyel. Dia yang akan menyesal dengan keputusannya sendiri," ajak Papi Evan kepada istrinya.

"Dengar ini Gavin! Mami dan papi terpaksa mengizinkan kamu menikah dengan wanita itu demi kebahagiaan yang katanya akan kamu dapatkan bersama dia. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, mami dan papi tak pernah merestui pernikahan kalian! Jangan mengeluh saat terjadi sesuatu yang buruk dalam pernikahan kamu nanti. Lihat saja sampai sejauh mana kamua akan membela wanita kesayanganmu itu!" ucap Mami Tanisa sebelum pergi dari ruangan Gavin diikuti oleh Ayana dan Cakra.

"Kau! Siapa yang menyuruhmu keluar dari ruanganku!" cegah Gavin membuat Cakra dan Ayana saling pandang.

"Maaf kau yang anda maksud siapa pak? Saya atau Pak Cakra?" tanya Ayana sambil menunjuk dirinya sendiri dan Cakra.

"Kau! Kau asistenku!" jawab Gavin menggeram.

"Oh, lain kali kalau ngasih perintah itu yang jelas,Pak! Biar nggak salah paham. Iya kan Pak Cakra?" jawab Ayana mendekat ke arah meja Gavin. Cakra hanya terkekeh kemudian pergi dari sana menuju ruangannya.

"Ada yang perlu saya kerjakan pak?" tanya Ayana santai.

"Pijat kepalaku. Aku sangat pusing karena ulahmu juga yang selalu mengadu kepada Mami dan papi!" pinta Gavin.

"Tidak mau pak! Saya bukan istri anda. Saya bekerja sebagai asisten. Kalau bapak sakit kepala, saya bawakan obat saja dan anda bisa istirahat sebentar karena meeting kita akan di lakukan satu jam lagi," Ayana menolak tegas. Gavin mendelik tajam.

"Aku hanya meminta kamu memijit kepalaku! Jangan sok suci begitu! Lagian siapa juga yang akan tertarik padamu. Cepat pijit kepalaku sakit sekali ini, Ayana!" kesal Gavin membuat Ayana kesal sambil memanyunkan bibirnya.

"Nggak usah merengut dan di buat sok cantik!" Celetuk Gavin.

"Namanya cewek ya cantik lah! Lagian cari perkara sendiri. Jadinya malah sakit kepala. Ingat umur anda tak muda lagi dan akan jadi orang tua. Jadi jangan bicara kasar kepada mereka. Aku aja bahkan kangen kedua orang tuaku. Anda malah begitu kepada mereka, pasti sakit hati sekali mereka berdua dengan ucapan dan tindakan anda!" Celoteh Ayana.

"Lakukan tugasmu! Nggak usah berisik. Aku tak meminta pendapat darimu, Ayana!" Gavin menarik tangan Ayana untuk memijitnya. Dia benar-benar pusing.

Tangan Ayana kembali memijat kepala Gavin yang bersandar di kursi miliknya. Gavin terlihat menikmati pijatan dari Ayana. Lumayan juga membuat kepalanya tidak terlalu pusing. Gavin memikirkan ucapan kedua orang tuanya. Mulai ada rasa ragu dan gamang dalam diri Gavin dengan keputusannya semalam. Tapi semua sudah terjadi dan dia sudah mengirimkan uang dengan nominal besar kepada kedua orang tua Vania. Mana mungkin di minta kembali.

"Sayang ... Kamu ngapain sama wanita itu?" Teriak Vania yang datang ke ruangan Gavin.

"Ya elah heboh amat Bu Vania! Orang cuma mijetin kepala Pak Gavin doang. Bukan Mijet yang lain-lain. Lagian mana mau saya sama calon suami orang! Mana galak lagi! Pak Gavin bukan tipe saya! Saya tak suka pria tak punya pendirian!" jawab Ayana menurunkan tangannya dari kepala Gavin.

"Apa-apaan dia? Dia bilang apa? Aku bukan tipenya? Memang dia fikir dia cantik dan tipe aku? Astaga wanita ini benar-benar terlalu percaya diri!" Batin Gavin.

"Sudah! Kamu keluar sana!" Pinta Gavin kepada Ayana.

"Akan aku pastikan kamu di pecat setelah ini!", bisik Vania saat Ayana melewatinya.

"Aku menunggu sekali moment di pecat. Aku tunggu hari ini juga Bu Vania. Jika anda berhasil membuat aku di pecat aku akan sangat berterima kasih padamu," jawab Ayana yang bisa di dengar oleh Gavin.

"Ayanaaaa! Berhenti mengoceh dan pergi ke meja kerjamu. Siapkan berkas untuk meeting kita! Jangan pernah bicara macam-macam kepada Vania!" Kesal Gavin.

"Aku tunggu ya Bu Vania. Aku mohon segera pecat aku, rasanya aku sudah tak tahan bekerja di sini," ucap Ayana sebelum pergi.

"AYANAAAAAAAAA ..." Geram Gavin.

"Cuma minta di pecat saja pak! Katanya Bu Vania bisa pecat saya. Makanya saya minta dia melakukannya segera," jawab Ayana tenang kemudian pergi dari sana.

Gavin mendengus sedangkan Vania terlihat sangat kesal kepada Ayana. Entah kenapa dari awal Vania tak pernah suka kepada asisten pribadi pilihan ibunya Gavin itu. Wanita itu terlalu berani dan bar-bar bahkan menurutnya tidak sopan. Tapi sejujurnya dia juga khawatir karena Ayana memang memiliki paras yang sangat cantik dan body yang bagus kalau saja dia mengenakan derss atau gaun pasti akan sangat bagus seperti model. Sayangnya dia selalu mengenakan pakaian formal.

1
Ariany Sudjana
sudahlah Gavin, lepaskan Ayana, lagian pernikahan kalian kan pura-pura, karena jalang murahan kamu itu kabur entah kemana 😂😂 terus kenapa kamu harus sewot kalau Rainer menjemput Ayana? dan kasih perhatian sama Ayana?
nely_48
mulai posesif kau Gavin,,, awas az s Gavin tantrum pas ayana pergi,, jd depresi beneran
Mundri Astuti
maaf thor ni Aruna apa Ayana sih yak
Allea
lady tp kok keok didepan si gavin 🤣
nely_48
ayana jd istri dominan nanti,, Gavin manut apa kata ayana 😄😄😄
nely_48
lady aya😍😍😍😍
Ariany Sudjana
nanti setelah kamu tahu siapa Ayana sesungguhnya, yakin masih ingin berpisah dengan Ayana?
Ariany Sudjana
sudahlah Gavin, Ayana itu perempuan baik-baik, bukan piala bergilir seperti jalang murahan peliharaan kamu itu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
belum sadar si Gavin kalau dia suka sama Ayana..
Narti Narti
luar biasa
Narti Narti
semoga cepat sembuh dan berkumpul lagi dengan keluarga Amin 🤲🤲🤲
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga cepat sembuh🤲
siti Syamsiar
semoga diberikan kesembuhan buat mm nya Thor aamiin
tutiana
semoga mamanya othor lekas sembuh
nely_48
syafakillah buat mmh nya kk outhor 😍😍
Ariany Sudjana
lagian Gavin percaya penuh sama si pelacur Vania 🤭🤭😂😂 kamu bodoh Gavin, orang yang kamu kejar itu piala bergilir 😂😂
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
sabar Ayana😅😅
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
kamu aja yang bo doh Gavin🤣🤣
nely_48
sekap az s Gavin n ikat kaki tangan nya, lakban mulutnya sekalian br ayana pergi keluar🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
seharusnya kamu bersyukur Gavin, si Vania dihari pernikahan so kamu gak sampai terlanjur nikah sama dia apalagi sampai malam pertama,iihh gak kebayang nanti kamu kena penyakit menular😬😬
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐: maksudnya kabur di hari pernikahan😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!