Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 34
Saat itu, Yan Jian pun kembali berkumpul bersama orang-orang dari Provinsi Chang Yuan, yang datang untuk menyaksikan para jenius muda yang mewakili Provinsinya. Begitu juga dengan Chang Ge, Peri Yun Xi, dan juga Xiao Yu'er, yang telah berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, dan memastikan diri mereka lolos ke babak delapan besar kompetisi tahap kedua ini.
Di sisi lain, Feng Xian masih duduk bersandar pada dinding penghalang arena sembari menahan rasa sakit atas setiap luka di tubuhnya. Tidak ada satu orang pun yang membantunya untuk bangkit, tidak ada satu orang pun yang menyambut, dia benar-benar menyedihkan. Namun, Yan Jian tiba-tiba kembali memutar tubuhnya dan berjalan memasuki arena itu lagi.
Tetua Huo Li melayang turun dari udara, menghampiri Feng Xian. Melihatnya, membuat tetua Huo Li menyadari bahwa Feng Xian di Provinsi Chang Yuan, tidak disukai banyak orang, menjadikannya sangat begitu menyedihkan, bahkan tidak ada satu orang pun yang perduli di saat dia terluka seperti itu.
Namun, Yan Jian datang dan berdiri di depan Feng Xian, di samping tetua Huo Li. Lalu, Yan Jian pun mencondongkan tubuhnya ke depan, mengulurkan tangannya kepada Feng Xian.
Feng Xian pun mengangkat kepalanya dengan berat, memandang Yan Jian dengan pandangannya yang sayu, dan tubuhnya yang lemas. Bahkan nafasnya terasa berat dan terdengar suara mengorok seperti nafas ayam, akibat berulang kali memuntahkan darah dan mengalami luka dalam yang serius.
Feng Xian pun berbicara, "Apa yang kau inginkan?" tanya Feng Xian dengan nada yang berat dan mata yang hampir tertutup, ia pun kembali menundukkan kepalanya karena lemas.
Yan Jian kembali berdiri tegak, tetapi dia tersenyum. Lalu berjalan ke samping Feng Xian dan duduk di sebelahnya.
Feng Xian menoleh berat kepada Yan Jian yang duduk disebelahnya. Dia tidak mengerti dan tidak tahu apa yang dilakukan pemuda yang selalu ia anggap musuh itu. Namun, Yan Jian tetap berada di posisinya, duduk dengan satu kaki yang lurus, dan satu kaki yang di tekuk, sebelah tangannya di atas lututnya.
"Hal yang benar-benar berharga... sering kali baru kita sadari setelah kehilangan nya. Karena itu, hargailah mereka yang masih berada di sisimu sekarang. Penyesalan... selalu datang terlambat." ucap Yan Jian, kepalanya terangkat tinggi memandang langit.
Feng Xian pun kembali menoleh kepada Yan Jian, tetapi dia tidak berbicara apapun, selain kata "Hahh?" yang terucap dari bibirnya, yang mewakili rasa bingungnya.
"Kekuatan sejati seorang Praktisi Bela Diri bukanlah dari banyaknya keterampilan tempur, melainkan dari hari yang bangkit untuk melindungi apa yang ia cintai dan apa yang ingin ia lindungi. Air mata mungkin akan hilang di dalam pasir, tapi perasaan... tidak akan pernah lenyap. Seperti kembang api yang gugur, keindahan bersinar justru dalam sekejap."
"Orang lemah hanya pandai berbicara. Yang kuat membuktikannya dengan kekuatan. Air mata yang jatuh demi teman, demi keluarga, demi orang yang kita cintai, tidak akan pernah sia-sia. Demi mereka yang aku sayangi, aku akan bangkit kembali, tidak peduli seberapa kuat lawanku, selama aku masih kuat untuk berdiri, aku akan terus bertarung, dan kau... senior! Yang lemah hanya akan di injak dan dihancurkan. Di dunia ini, kekuatan adalah segalanya. Aku bukanlah orang yang istimewa, aku hanya menggunakan kekuatan yang telah diberikan kepadaku. Aku juga bukan pahlawan, aku hanya menghajar orang-orang yang tidak aku sukai, dan kelembutan... bisa merenggut nyawamu, begitulah dunia ini. Senior Feng! Ubahlah apa yang tidak bisa kamu terima, dan terimalah apa yang tidak bisa kamu ubah."
"Takdir setiap manusia telah ditentukan sejak mereka lahir, tetapi dengan bekerja keras... kita dapat menentukan takdir kita sendiri. Dan saat ini... Senior Feng telah membuktikan bahwa kamu benar-benar menginginkan istriku, Zhao Ling'er. Dan aku juga telah memberikan satu kesempatan padamu untuk merebutnya, namun kau tetap gagal. Terimalah! Masih banyak wanita di dunia ini yang bisa menerima segala sikap dan sifatmu. Namun kau juga harus sedikit memperbaiki sifatmu yang arogan dan kejam, kau harus lebih menggunakan hati dan perasaan untuk menyampaikan sesuatu, bukan hanya dengan kekejaman yang kau tunjukan. Zhao Ling'er... walaupun aku melepaskannya, dia tidak akan mungkin menjadi milikmu."
"Saat ini... kita adalah musuh, tapi kita juga adalah rekan dari provinsi yang sama, dan sama-sama mewakili Provinsi kita dalam kompetisi ini. Kau telah gugur, tetapi bukan berarti jalanmu sudah berakhir. Kemarilah! Berdiri di sampingku dan sama-sama kita menuju puncak tertinggi di dunia ini, biarkan semua masa lalu menjadi kenangan, dan kita sama-sama membuka lembaran baru untuk jalan yang lebih baik lagi."
Yan Jian berbicara panjang dan Feng Xian hanya mendengarkan. Dia tahu bahwa kini dirinya lebih lemah, bahkan sangat lemah dihadapan Yan Jian, sosok pemuda yang dulu sangat begitu mudah untuk ia tekan. Namun sekarang... situasi berbalik menekannya. Bahkan dia pun menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya terhadap Zhao Ling'er, dan pada saat itulah, Feng Xian pun bertekad untuk melepaskan wanita tercantik di Kabupaten Bulan Matahari dari Klan Celestial itu.
Namun, ketika Yan Jian bangkit lagi berdiri, dan kembali mengulurkan tangannya kepada Feng Xian. Feng Xian pun meraihnya, namun bukan untuk menjalin satu tali pertemanan dengan Yan Jian, melainkan hanya untuk membantunya bangkit berdiri.
"Hari ini aku kalah... suatu hari... aku pasti akan menantang mu lagi!" ucap Feng Xian, lalu berjalan sembari menyeret sebelah kakinya yang lumpuh, tulang keringnya yang patah.
Yan Jian tersenyum. Dia tidak berbicara apa-apa lagi. Namun, kejadian itu disaksikan oleh banyaknya penonton yang memenuhi tribun, tepi lapangan, dan sosok-sosok besar di Kekaisaran Api Agung yang menyaksikannya.
Bahkan, sikap pemuda seperti Yan Jian itu, membuat Gadis Mawar Neraka Wang Yuxiu, tersentuh hatinya. Melihat sosok yang berani merangkul musuhnya sendiri, berinisiatif untuk menjadikannya rekan. Walaupun sedikit arogan, tetapi Wang Yuxiu mulai tertarik kepada Yan Jian.
wanita paling hot Yao Qingyu
Wanita paling cantik Qing Yan
laki-laki paling cool Zha Luo
Paling kuat dan seram Wu Hao, paling kece Long Yin
lah ini koq turun ke Nirvana ⭐ 1
gimana ceritanya 🤔