David Alexander Praja seorang pria yatim piatu yang di tinggal mati oleh kedua orang tua serta adik kesayangannya,saat diri nya masih berusia belasan tahun.
Kecelakaan mobil orang tua nya saat itu membuat bocah yang sedang mengadakan pertandingan basket itu,seperti akhir hidup bagi nya apalagi orang tua nya meninggalkan banyak hutang yang makin membuat nya terpuruk.
Hidup dalam kesendirian membuat nya sangat kesepian,karna pria itu hanya seorang anak yatim piatu dengan pekerjaan serabutan menghidupi kehidupan pahit nya.
Adakah yang bersedia menjadi mentari untuk kehidupan nya yang gelap atau itu hanya cita2 nya saja yang tak pernah terwujud ??
Dan bagaimana kisah kehidupan seorang gadis yang juga berjuang untuk membahagiakan orang tua dan membalas jasa seorang Kakak asing berbaik hati yang sudah membesarkan nya hingga sekarang ??
Saksikan kisah hidup mereka disini.
Sebelum itu,harap membaca membaca kisah sebelum nya.
SENYUMAN ANAK YANG TERBUANG season 1 dan 2
Terima kasih,happy reading😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yes Or No
Suasana tegang,Cila terus menolak tak ingin menikah dengan David,gadis itu tak mau mengorbankan masa muda nya.
" Aku ngak mau Kak hiks hiks " kata Cila menangis.
David sudah panas saking kesal nya,ingin sekali pria itu mengumpat tapi David urungkan karna tak berani dengan Reno dan Nisa.
" Sayang ini demi kebaikan kamu,nama baik kamu, kamu ngak tau bahwa saat ini keluarga itu mencari celah untuk menghancur Mas Reno " Kata Nisa terpaksa membuka fakta nya.
Deg...
Cila terkejut dan kembali menangis.
" Maafin Cila Kak,hiks maafin Cila " Kata Cila menangis memeluk kaki Reno.
Pria itu menghela nafas dan mengusap lembut rambut gadis itu.
" Ini sudah konsekuensi nya Cila,mereka bukan orang sembarang,saat ini Cafe Kakak mu diserang mereka,dan Kakak takut kafe peninggalan Siska itu akan ikut tutup karna mereka memfitnah makanan dan minuman yang kita jual disana " Kata Reno pelan.
Cila semakin menangis menyesali perbuatan nya dulu.
" Kakak takut mereka menyerang kamu lagi,dan semakin membuat ulah,apa kamu mau membuat Ayah mu masuk penjara jika tau kasus ini ?? Tanya Reno lembut.
Cila menggeleng dan kembali menangis mengingat sang Ayah yang sangat menyayangi nya.
Meskipun pria itu terlihat tenang,tapi Cila dan yang lainnya tau bahwa Beni bukan lah pria yang mempunyai kesabaran lebih apalagi jika itu menyangkut anak dan istri nya,Beni bisa berbuat nekad makanya Reno dan Nisa masih menyembunyikan masalag Cila..
" Menikahlah Cila,agar kamu terlindungi saat mereka memfitnah mu nanti,kalian tidak akan apa2 karna ada ikatan pernikahan yang menguatkan kalian "
Cila terus menangis terisak isak hingga membuat David kesal kepada gadis itu.
" Jadi mau nikah ngak nih ?? Tanya David gatal.
Nisa mengusap pundak Cila dan menyuruhnya duduk kembali.
Cila menunduk melihat expersi David yang ingin menelan nya hidup2.
" Gimana apa kamu mau ? tanya Nisa lembut.
Cila melihat wanita itu dan Reno bergantian.
" Aku tak mungkin mengecewakan mereka,apalagi menyusahkan Kak Reno yang sudah banyak berkorban buat aku dan Clara.
Mereka terlalu baik untuk aku sakiti perasaan nya,tak apa aku harus berkorban juga untuk masa depan ku dan masa depan keluarga ini,iya aku harus bisa " Batin Cila menatap Reno dan Nisa.
" Gimana Dek ? Tanya Reno lembut.
Cila menarik nafas nya panjang dan menatap David dengan seksama.
" Apa aku harus menerima lelaki ini,tapi dia terlihat tak menginginkan ku sama sekali,lihat wajah nya ingin sekali aku mencarkari wajah dingin itu " Batin Cila kesal.
" Mau ngak nih,lama bener ! " Kata David tak sabar.
" Cilaaa " Panggil Nisa.
" Uh,sudah lah Cila terima nasib mu mungkin pria rese ini sudah ditakdirkan Tuhan untuk mu " Batin Cila lagi melihat David dengan kesal.
" iy ya Kak,aku mau " Kata Cila mengangguk.
" Alhamdulillah " Kata Reno dan Nisa tersenyum.
" Tiiiiddaaaaaaaaaakkkkk " Teriak seseorang berlari menangis.
" Lah ni bocah kenapa ? Tanya Cila kaget melihat Ana berlari dengan air mata mengalir dipipi nya.
" Huhuhu Kak Cila ngak boleh nikah sama Abang ini,Dia jodoh Ana,Kak Cila ngak boleh ngambil milik Ana !! " Kata Ana garang kepada Cila dengan air mata terus menetes.
" Astaga anak mu Mas " Kata Nisa sakit kepala.
" Enak aja,anak mu juga itu " Kata Reno tak terima.
" Pusing aku,kita kayak lagi main Ftv gara2 Ana "
" Iya,dramatis banget " Kata Reno bangkit dari duduk nya diikuti Nisa yang sakit mata melihat Ana.
" huhuh Abang jangan mau nikah sama Kak Cila,Kak Cila itu ngak bisa masak,suka ngupil dan jarang mandi " Adu Ana kepada David.
Pria itu terkejut dan menatap aneh Cila.
" Eh enak aja,kamu tuh yang suka ngupil terus ngelapin keorang " Kata Cila tak terima dirinya difitnah.
" Pokok nya Abang ngak boleh nikah sama Kak Cila " Kata Ana berkacak pinggang.
David mengaga bingun dengan 2 bocah itu.
" Eh anak kecil,kamu juga ngak boleh nikah sama dia,tidur aja suka jalan,males ngerjain tugas nyontek mulu sama kembaran,gaya nya diet eh diem2 nasi habis sebakul " Kata Cila menggebu gebu membuka aib Ana.
" Mana ada Ana kayak gitu,ya kalo laper makan lah,nanti kalo Ana sakit siapa yang susah hayo " Kata Ana kesal.
" Cih,deman dikit2 aja nangis nya mau sekampung orang tau " Olok Cila langsung tertawa jahat.
2 gadis itu terus beradu mulut,meski sudah Dewasa, Cila tak mau kalah dengan Ana karna Ana sudah memfitnah diri nya di depan pria yang baru melamar nya malam ini.
" Aduuh belum nikah aja udah liat beginian,gimana kalo udah,apes dah idup gue ketemu mereka ini " kata David tak percaya dengan diri nya saat ini.
Pria itu pun bangkit dari duduk nya,membiarkan Cila dan Ana masih membacot membongkar aib masing2.
Pria itu keluar dari rumah Reno berencana ingin pulang.
" Ee eh mau kemana ?? tanya Nisa sedikit berlari.
" Mau pulang Mba,tiba2 kepala aku pusing liat mereka ber2 " kata David jujur.
Nisa tertawa renyah dan menampar lengan pria itu.
" Mereka emang gitu,tapi bentar lagi juga akur " Kata Nisa tersenyum.
David menggaruk kepala nya sambil cengengesan.
" Ayo masuk,kamu tidur disini aja malam ini,besok diantar sama supir buat pulang " Ajak Nisa.
" Hah ngak usah Mba,aku langsung pulang aja " Kata David terkejut dan langsung menolak.
" Kamu bahkan belum istirahat dari pagi tadi,ngak papa suami saya sudah mengizinkan,dirumah ini juga ada kamar kosong "
Deg...
David terkejut Nisa mengetahui diri nya belum beristirahat bukan hanya pagi tadi,tapi sudah beberapa hari ini,saat pikiran nya kacau.
" Mba tau semua nya,karna kamu selalu diawasi suami saya beberapa hari ini " kata Nisa tersenyum malu.
David menghela nafas,sudah menyangka pria itu tak akan tinggal diam begitu saja.
" Iya Mba " Kata David tersenyum kecil.
Pria itu mengikuti Nisa dari belakang..
Nisa memberi kamar kosong yang berada dilantai atas,agar kamar David dan Cila berjauhan untuk menghindari fitnah.
Hari semakin larut,Ana sudah tertidur setelah lelah berdebat dan berakhir menonton film korea bersama Cila.
Benar saja kata Nisa tadi,David melihat kedua bocah itu akur dengan cepat meski sempat bertarung sengit.
David kembali deg degan membayangkan nanti hidup berdua dengan Cila yang masih seperti anak2 itu,tapi pria itu juga bernafas lega karna yang dia nikahi itu Cila bukan Ana.
Karna jika David dan Ana menikah,David tak tau lagi membayangkan bagaimana hidup nya nanti.
Apalagi melihat Ana yang sangat percaya diri,hingga David malu sendiri melihat nya.
" Ehm " Dehem David melihat Cila duduk diayunan seorang diri.
Gadis itu mendongak dan menatap kesal David yang berjalan menghampiri nya.
David berdiri bersedekap dada di depan perempuan itu,Cila hanya cuek saja kembali memainkan ponsel nya.
" Gini ya adab calon istri kepada Calon suami nya ? Tanya David dingin.
Cila menghela nafas dan menyimpan hp nya di kantong.
" Ini " Kata David menyerahkan sesuatu.
" Apa ini ? Tanya Cila bingung..
" Ambil " Titah pria itu.
Cila mengambil nya dan membuka kotak itu.
Deg...
Cila terkejut melihat cincin emas melingkar dikotak itu.
" Gue ngak punya duit lebih buat beli yang lebih gede,itu mahar pernikahan nanti " Kata Pria itu datar.
Cila memegang nya dengan lembut dan memasukkan ke jari manis nya.
" Apa ini cincin pernikahan kita ? Tanya Cila mendongak melihat pria yang jauh lebih tinggi dan dewasa dari nya itu.
" Iya,tapi punya gue ngak ada,duit nya ngak cukup beli sepasang " Jujur David dengan wajah dingin nya.
Cila melihat lagi cincin emas itu,senyum kecil nya pun terbit dan perasaan nya tiba2 menghangat.
" Terima kasih " Kata Cila lirih dengan mata berkaca kaca.
" Lo ngak usah nangis,ntar gue dikira jahatin lo lagi,hidup gue udah susah jangan disusahin lagi " kata David ketus.
Cila mengangguk dan tersenyum kecil.
" Em nanti kalo Ayah kamu tanya bilang aja kita udah pacaran 1 bulan gitu atau apalah,biar dia ngak curiga " Titah David.
Cila mengangguk cepat dan memberikan senyum termanis nya.
" Y y yaudah gue kedalam dulu " Kata David gugup karna melihat senyum manis gadis itu.
" Selamat malam " Kata Cila lirih.
David langsung melangkah meninggalkan gadis itu.
Setelah David masuk kedalam rumah,Cila tersenyum kecil mengangkat jari nya yang dilingkari cincin dari pria itu,meski hanya 10 mata tapi Cila sangat bahagia.
" Hahah aku bakal jadi istri pria jutek itu wahaha lucu nya " Kata Cila kesemsem sendiri.
Wanita itu bahkan lupa bahwa pria yang akan menikahinya itu merupakan mantan gebetan Clara.