NovelToon NovelToon
Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Momoxi

Noval seorang putra pertama dari keluarga Mahesa yang kaya dan ternama di kota Y, Tapi Noval memiliki kebiasaan buruk berjudi, mabuk, bermain wanita, bahkan mengedarkan obat-obatan terlarang.

Demi menutupi keburukan putra pertama keluarga Mahesa, mereka terpaksa menikahkan putra pertamanya dengan gadis yang tidak memiliki latar belakang keluarga kaya. Sampai akhirnya datang adiknya dari luar negeri yang bernama Sam, dan mereka tinggal bersama dalam satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoxi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Kau bersedia ikut aku ke villa? Aku akan mengobati lukamu" Sam lalu memeluk Riyu.

"Bersabarlah Riyu, hari ini aku memang belum bisa melakukan apapun, bertahanlah dan tunggu aku" janji Sam dalam hati.

Perjalanan dari makam ke villa cukup jauh, rasa lelah dan kantuk membuat Riyu ketiduran di mobil. Sam memandangi wajah Riyu yang terlihat letih, tapi tatapan tajamnya menangkap beberapa luka yang ada di wajah Riyu.

Sam mengepalkan tangannya, mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.

"Sampai kapan kau akan diam bos!" ucap Aji yang sedari tadi mengamati Sam dari spionnya.

"Sampai waktu berpihak kepadaku..."

Aji memahami posisi Sam yang rumit, cinta membuatnya tidak berdaya. Tatapannya membara namun terbelenggu dalam sebuah perjanjian, perjanjian yang telah menyakiti satu sama lain.

Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di villa, Sam menggendong Riyu lalu merebahkannya di atas ranjang.

Tluuttt... Tluuuut... Ponsel Riyu berdering.

"Hallo Riyu, kau jadi ke sini malam ini kan?" ucap Siti di seberang sana.

"Riyu sedang bersamaku, ada apa kau memintanya ke sana" jawab Sam dengan nada dingin.

"Si... Siapa ini? Kenapa bukan Riyu yang menjawab telepon! Apa yang kau lakukan pada keponakan ku!" Siti panik.

"Aku Sam Tante, tenanglah... Riyu baik-baik saja"

Entah kenapa Siti merasa sangat lega saat mendengar kata-kata Sam barusan.

"Tuan Sam... Riyu janji akan datang mengunjungiku malam ini. Aku memintanya menginap, bisakah kau mengantarnya nanti?" Suara Siti terdengar bergetar.

"Oke" Jawab Sam lalu menyudahi percakapan itu.

______________

***Keluarga Mangsur___

  Siang itu juga Lila sedang menikmati suasana berenang di kolam yang berada di samping rumahnya, Setelah 2x berenang bolak balik Lila duduk di kursi santai yang berada di pinggir kolam itu.

 

"Silahkan non jusnya, apa ada lagi yang non perlukan?" tanya seorang pelayan.

"Tidak, kau boleh pergi" jawab Lila lalu meminum jusnya. Tak lama kemudian...

"Lila... Putri kecilku, siang-siang begini kamu berenang?" Mangsur menyapa Lila lalu duduk di sebelahnya.

"Pa... Aku sudah bukan putri kecil lagi! usiaku 23 tahun sekarang" jawab Lila.

"Haha oke, oke... Bagaimana kelanjutan kamu dengan Sam?" Tanya Mangsur, seorang pelayan menaruh kopi di meja yang ada di depannya.

"Sam? Hemh... Pria itu begitu dingin dan angkuh pa, hubungan kami masih seperti biasa"

"Apa dia mengabaikan mu lagi?" tanya Mangsur mengerutkan dahinya.

"Yeah... Begitulah, tapi aku tidak akan pernah menyerah. Sam pasti akan takluk padaku" Lila penuh percaya diri.

"Haha tentu saja, selama ini tidak ada yang bisa mengabaikan mu sayang" ucap Mangsur.

"Itu pasti pa. Sore nanti aku akan mengajaknya makan malam"

"Baiklah, papa yakin Sam pasti akan mencintaimu suatu hari nanti"

Lila mengangguk tersipu...

Di lain tempat, tepatnya di villa Sam, Riyu mulai bangun dari tidurnya. Ia bangun perlahan-lahan, dia juga tidak terlalu merasakan sakit di perutnya.

Matanya menelusuri ruangan kamar yang tidak asing lagi, saat Riyu duduk dia terkejut karena telah berganti pakaian.

"Bajuku..." Riyu terkejut.

"Tenang non, tadi saya yang membantu menggantikan baju non. Kalau ga di ganti nanti baju non Riyu terkena obat" ucap seorang pelayan yang sedang menyimpan bad cover di lemari bagian bawah.

"Obat?" tanya Riyu bingung.

"Iya... sewaktu non Riyu tidur tadi, Tuan Sam mengoleskan obat herbal ke perut non Riyu sambil memijit perlahan. Tapi tenang non, tuan Sam tidak melakukan hal aneh-aneh terhadap mu" ucap pelayan itu tersenyum.

"Sam... Sebenarnya kamu itu baik meskipun... Terkadang sangat menyebalkan"

"Oh iya bi, sekarang dimana Sam?"

"Tuan Sam sedang ada di ruang makan non"

"Ok, aku akan ke sana sekarang" Riyu tersenyum lalu beranjak pergi.

Riyu merasa bersemangat lagi, setelah sekian lama dia tidak pernah cukup istirahat. Tapi hari ini, Riyu benar-benar menikmati harinya.

Riyu turun ke lantai satu, terlihat Sam yang sedang menyiapkan makan siang, Sam terlihat manis dan menggemaskan saat memakai celemek.

"Apa yang sedang kamu lakukan?" Riyu tersenyum geli.

"Kau tidak lihat? Aku sedang menyiapkan makan siang" ucap Sam membuka kedua tangannya

"Ini... Kamu yang masak?" Riyu melihat berbagai jenis makanan di atas meja.

"Tidak, aku membelinya" ucap Sam. Pertama kalinya Riyu melihat wajah Sam sangat lugu.

"Pffft... Lalu kenapa kamu memakai celemek! Dasar" Riyu menahan tawanya.

"Hey! Aku sedang menyalin makanan ini ke piring, aku tidak mau bajuku kotor!"

Riyu mendekat berniat membantu Sam. "Eits, lebih baik kau diam di sana. Aku ingin hari ini kamu istirahat penuh"

"Okey baiklah, aku akan diam disini" ucap Riyu menopang wajahnya dengan kedua tangan.

Riyu memandangi wajah Sam yang begitu serius menyiapkan makan siang, sesekali Riyu tersenyum dan menahan tawanya ketika Sam mengecup jarinya yang terkena kuah. Tak lama kemudian, Semua makanan telah siap, mereka makan bersama dengan sedikit obrolan yang cukup menyenangkan.

"Tadi budemu menelpon, aku berjanji padanya untuk mengantarmu ke sana"

Mendengar kata-kata Sam Riyu berhenti menyendok makanannya... "Sam, maukah kau berjanji untuk tidak memberi tau tentang lukaku pada bude?" ucap Riyu penuh harap.

"Termasuk luka di bibir dan kening mu?" Sam menatap Riyu tajam.

Riyu kaget memegangi wajah "Bagaimana kau..."

"Riyu setebal apapun kau berias, kau tidak akan bisa membohongi mataku"

Riyu terdiam, dia tertunduk tidak berani menjawab apapun.

"Habiskan makananmu setelah ini kita bersiap ke rumah bude Siti"

Riyu mengangguk patuh. Akhirnya setelah berbulan-bulan Riyu bisa mengunjungi rumah itu lagi, rumah dimana ia di besarkan meskipun banyak kenangan pahit di sana.

Masih tersisa waktu satu jam lagi sebelum berangkat ke rumah bude, Riyu menyempatkan diri untuk berkeliling di villa Sam yang memiliki taman luas di belakangnya.

"Ibu... Ayah,,, Hari ini aku membuat kesalahan lagi karena telah melanggar janji untuk tidak bertemu dengan Sam, tapi... Ini merupakan suatu pelanggaran yang membuatku bahagia. Mungkin konsekuensinya akan berat jika Noval tau, tapi setidaknya... Aku sudah di berikan kesempatan ini untuk... Melepas rindu padanya."

Riyu berjalan perlahan sambil menyentuh bunga-bunga yang tertata rapi di taman, ketika Riyu hampir sampai di kolam renang terlihat Aji sedang duduk sambil menghisap rokoknya.

"Hay nona... Tidakkah kau takut pangeranmu akan merantai mu jika kau berkeliaran!" ucap Aji.

"Itu berlebihan! Lagian aku hanya jalan-jalan di taman ini. Masih area rumahnya kan?" jawab Riyu tersenyum manis.

"Sebenarnya aku kesal dengan kehadiranmu" Aji membuang puntung rokoknya lalu menaruh kedua tangan di dadanya.

"Aji... Jangan bilang kau cemburu" ucap Riyu ragu, ia menyipitkan matanya.

"Hemh, meskipun bos Sam seorang wanita aku tidak akan tertarik padanya!"

Riyu tertawa geli, Aji memang sangat berbeda dengan Reno. Reno orang lumayan pendiam dan tertutup, sedangkan Aji... Dia orang yang sangat blak-blakan. Namun mereka memiliki kesamaan yaitu baik dan setia.

"Lalu... Jika bukan cemburu, apa dong?" Riyu penasaran.

Aji beranjak dari tempat duduknya, dia memasukkan kedua tangannya kedalam saku lalu berjalan ke arah sisi kolam.

"Sejak kau datang Sam menjadi seperti harimau yang terjerat rantai di lehernya, meskipun dia ingin sekali menerkam tapi bayanganmu selalu hadir di matanya"

"Apa maksudmu?" Riyu menatap Aji seksama.

"Nona... Meskipun bos Sam telah bertunangan dengan Lila, sekalipun dia tidak pernah menganggap Lila. Bos Sam tau, kalau Lila adalah musuh mu sejak kecil bukan? Sam menerima pertunangan itu demi melindungi mu!" ucap Aji berbalik ke arah Riyu.

"Melindungiku? Jadi Sam sudah tau kalau keluarga Mangsur..."

"Tepat" Sahut Aji. "Tapi kau tenang saja, Sam tidak pernah sekalipun menyentuh Lila sedikitpun. Meskipun Lila menginginkannya" Aji melangkah pergi.

Tinggallah Riyu di sana, ia duduk di bangku taman. Ada rasa bahagia bahwa Sam selama ini tidak pernah menyentuh Lila, tapi di sisi lain juga Riyu merasa bersalah pada Sam.

Riyu menatap kosong ke arah kolam renang, ia berfikir mau sampai kapan akan menjalani hubungan yang seperti ini. Hubungan Tersembunyi, hubungan terlarang... Antara kakak dan adik ipar...

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Sam secara tiba-tiba, dia sudah duduk di sebelahnya.

"Sam kau mengejutkan aku! Sejak kapan kamu ada disini?!" Riyu menyentuh dadanya karena kaget.

"Sejak kamu asik menatap air kolam, ada apa?" Sam menarik dagu Riyu pelan dan mengarahkan wajah Riyu untuk menatapnya.

"Sam... Aku... Aku sedang berfikir, hubungan kita, Setelah ini mungkin kita harus menyelesaikan hubungan kita" Riyu tertunduk meremat jari-jarinya.

"Hemh..." Sam tersenyum sinis. "Sepertinya kamu memang lebih memilih Noval daripada aku, apa kau mencintainya sekarang?"

"Sam! Tidak. Aku hanya... Ga mau kamu menderita gara-gara aku. Sam... Mau sampai kapan kita akan terus seperti ini, kamu juga tidak boleh terbelenggu"

"Riyu, untuk saat ini kita jalani apa adanya dulu. Esok aku pasti akan membawamu"

"Sam..." Riyu menatap tanpa daya.

Sam tidak ingin membahasnya lagi, dia ingin Riyu tetap bertahan di sisinya meskipun sekarang ini mereka tidak bisa bersatu.

Sam mencium Riyu dengan lembut, kedua mata terpejam menyalurkan perasaan satu sama lain. Tiba-tiba...

"Sudah waktunya untuk pergi, belum puaskah kalian bercumbu di depanku!" ucap Aji yang telah berdiri di depan Riyu dan Sam.

Mereka terkejut lalu menyudahi ciuman itu, Riyu tertunduk malu dengan wajah yang merona.

"Aji kau cemburu!" ucap Sam tersenyum tengil.

Riyu melongo memandang Aji, "Jadi benar kau cemburu Aji?" tanya Riyu sontak.

"Cih hentikan omong kosong! Sudah nanti keburu sore lebih baik bersiap untuk pergi ke desa!"

"Oke... Oke... Baiklah sayangku" ucap Sam merangkul aji.

"Sebaiknya setelah ini kau cari pasangan, supaya tau bagaimana rasanya berciuman" Sam sengaja meledeknya.

"Enyahlah, jangan sentuh aku" ucap Aji

"Jadi kalian?? Aji kau suka pada Sam??" Riyu masih saja bertanya dengan lugu. Dia benar-benar berfikir kalau Aji menyimpan rasa pada Sam.

"Ch... Kalian benar-benar menggelikan" ucap Aji lalu pergi.

"Sam jelaskan padaku!" ucap Riyu dengan ekspresi serius, tapi Sam tertawa geli.

"Sudahlah, ayo kita bersiap. Jika tidak Aji akan ngambek dan dia akan meminta bonus gaji 2x lipat nanti!" ucap Sam lalu melangkah ke rumah. Riyu menyusul langkah Sam dengan berlari kecil.

_________

Ting Tong.... Bel pintu villa Sam berbunyi. Tak lama kemudian seorang pelayan membuka pintu.

"Selamat datang non Lila" sapa pelayanan itu.

"Aku kesini mau ketemu sama Sam, Sam.... Aku datang" teriak Lila yang langsung menyelonong masuk lalu naik ke kamar utama.

Setelah mengecek seluruh rumah itu Lila kembali menemui pelayanan yang menyambutnya di pintu tadi.

"Dimana Sam? Pergi kemana dia!" tanya Lila kesal karena tidak menemukan Sam di manapun.

"Maaf non, tuan Sam sedang pergi ke luar kota. Mungkin akan kembali di awal pekan nanti"

"Ke luar kota? Kenapa kau tidak memberi tahuku sejak tadi!" ucap Lila memarahi pelayanan.

Lila mengambil ponselnya ingin menelpon Sam, tapi hanya ada Jawaban dari operator meskipun dia berkali-kali menelpon.

"Sama siapa dia pergi!"

"Sama tuan Aji non"

"Kau tau kemana tujuannya?!"

Pelayanan itu menggeleng, Lila membuang nafasnya dengan rasa kesal. Tanpa pamit dia langsung keluar menuju mobilnya.

"Gagal lagi aku bertemu dengannya, aku tunangannya bagaimana bisa dia mengabaikan ku! Eerrgghh!!" Lila memukul setir melampiaskan rasa kesalnya.

"Huh dasar, mana ada laki-laki yang betah memiliki istri macam dia! tidak punya tata Krama dan galak! Untung saja non Riyu dan tuan Sam sudah pergi dari sini" gerutu pelayan lalu mengunci kembali pintunya.

Hari sudah menjelang malam, mobil sport mewah terparkir di halaman rumah Siti.

Bheepp... Bheepp...

Mendengar klakson mobil, Siti langsung keluar membuka pintu. Sam, Riyu dan Aji turun dari mobil menemui Siti yang sudah menyambutnya di depan pintu.

"Kenapa kalian sangat terlambat!" protes Siti.

"Maaf bude ini salah Riyu, tadi saat di toko kue antriannya sangat panjang." ucap Riyu mencium tangan Siti

"Ya sudah, kalian masuklah... Aku sudah menyiapkan makan malam" wajah Siti terlihat sangat berseri.

Mereka duduk bersama, Siti biasanya hanya bersama Agi di meja makan itu. Tapi malam ini hidupnya terasa terisi kembali, jauh dari kesepian meskipun hanya beberapa malam saja.

Agi yang duduk bersebrangan dengan Sam merasa gelisah, Ia terus mencoba mengalihkan wajahnya supaya Sam berhenti menatapnya.

"Hey... Kau!" ucap Sam mengejutkan orang-orang yang ada di meja makan itu. Agi semakin salah tingkah, rupanya Sam tetap saja mengenalinya.

"Bude, aku tidak akan mengijinkan Riyu tidur sendirian selama dia menginap di sini!" ucap Sam sambil menatap Agi tajam.

"A.. Ada apa tuan Sam?" tanya Siti tidak mengerti.

"Bude, aku akan ikut menginap disini. Aku khawatir akan ada buaya yang tiba-tiba menerkam Riyu lagi seperti dulu" Sam masih tetap menatap Agi.

Siti mengalihkan pandangannya ke Agi. "Apa yang sudah kau lakukan dulu!" ucap Siti mulai curiga pada Agi.

"Aku... Aku..." Agi gugup, tidak bisa berucap apapun.

"Em... Waaahh, makanan bude lezat sekali. Sudah lama aku tidak memakan masakan bude, bisa kita mulai sekarang? Aku sangat lapar" Ucap Riyu membuyarkan ketegangan itu.

Riyu memberikan isyarat pada Sam supaya dia tidak membahas perbuatan Agi di depan budenya.

Mereka menikmati makan malam bersama, terkadang Siti mengamati Riyu yang terus memperhatikan senyum di wajahnya.

Siti menyetujui Sam untuk menginap di rumah mereka, kebetulan dia juga sudah menyiapkan kamar tamu untuk Sam.

"Tapi tuan... Apa tuan Sam akan betah tidur di sini? ruangan kamar ini begitu sempit dan kecil" ucap Siti menunjukkan kamar tamunya.

"Aku rasa aku bisa tidur di sini untuk semalam" ucap Sam sambil melihat ke sekeliling kamar.

Malam itu mereka berkumpul di ruang keluarga, moment dimana jarang sekali merasakan kehangatan seperti ini sejak dulu. Mereka saling mengisi dan bercerita satu sama lain.

1
Cahyaniya
pemeran wanita nya goblog
Cahyaniya
orng pinter tapi bego harsia sllu kethuan musu lebih dulu apa Lg Sam oon
ibeth wati
maaf Thor saya berhenti ceritanya sprt sinetron ikan terbang konfliknya berputar dan berulang
ibeth wati
kok macam orang bodoh ini orang" jadi citra buruk untuk para pebisnis aja
Neus Assalma
katanya orang kaya tapi gk ada yg peka ada org jahat dlm klurga.
Neus Assalma
18 tahun kala itu eh di bawah malah balik lg 17 tahun, lebih teliti lg Thor.
wina
bagus ada kelanjutannya lgi gk
Enung Samsiah
knpa nggk pki CCTV d ruangan nya,,, bikin drting aja sm noval
Enung Samsiah
ko datang lngsung keok gimn sih tor,, bikin drh tinggi bacanya,,
Enung Samsiah
adeeh tor nggk kepergok aja terus d vidio buat laporan
Enung Samsiah
😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
korban kupu" malam...
R_3DHE 💪('ω'💪)
pengen punya ayah kayak si sam....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😭😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
berarti lila sama Noval sedarah???
pernah berhubungan juga???
wah wah... ini kisah menarik....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😂😂😂😂
R_3DHE 💪('ω'💪)
jadi bu siti gak tau kalau riyu itu anak Sultan?
Yulianto
Lumayan
Yulianto
Biasa
Yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!