NovelToon NovelToon
So Fever Together Him

So Fever Together Him

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Bayi imut / Tamat
Popularitas:71.5k
Nilai: 5
Nama Author: kulid

Memet dan Bety telah menikah. Dan mereka menikmati kehebohan menjalani bahtera rumah tangga karena menikah muda.

Keduanya kerab kali cek-cok mempermasahkan hobi Memet yang suka main game online.
Sementara Bety, ia sangat kesal diabaikan oleh suaminya itu.

Suatu ketika Bety membuat rencana, memberi obat pada minuman Memet, sehingga lelaki itu mabuk tak sadarkan diri.
Bety memutuskan untuk pergi meninggalkan Memet setelah malam pertama mereka.

Tak ada angin tak ada hujan, di saat Memet pusing memikirkan istrinya, sembilan bulan kemudian tiba-tiba saja orang mengantarkan bayi laki-laki kepadanya. Orang itu mengatakan kalau Bety telah meninggal setelah melahirkan anaknya.
Lima tahun kemudian Bety kembali dari luar negeri. Ia menyamar dengan dua anak kecil berumur lima tahun.
Ia melakukan itu untuk menghindari Memet, ia yakin kalau Memet masih marah kepadanya karena telah berani membohonginya.
Tetapi penyamarannya terbongkar, ia ketahuan oleh Memet, hingga membuat lelaki itu murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kulid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenyataan buruk

Sepuluh bulan kemudian.

Bety melahirkan tiga bayi lucu di sebuah rumah sewa. Ia terpana melihat bayi-bayi imutnya di tempat tidur, dua laki-laki dan satu perempuan.

Sepuluh bulan belakangan, pencarian akan dirinya tidak pernah dihentikan.

Memet yang tidak pernah menyulutkan dendam amarahnya untuk mencari Bety. Ia terus menyewa detektif untuk menemukan keberadaan Bety.

Sekarang Bety telah memiliki anak untuk ia jaga dan mustahil baginya untuk tetap bersembunyi. Bety berpikir bagaimana kedepannya. Apakah ia sanggup menjaga semua bayi-bayinya. Sebuah ide muncul dari benaknya.

Memet menerima hadiah yang tidak diharapkan, yaitu bayi yang baru lahir. Saat ia melihat bayi yang terbungkus dan berteriak-teriak meminta susu, wajahnya langsung diselimuti bongkahan es.

“kemana ibu dari bayi ini?” Memet bertanya sambil menggerutu, matanya menatap tajam.

Berani-beraninya wanita itu mengambil benihnya dan menghindari tanggung jawab untuk merawat anak yang baru lahir ini.

“Maafkan saya, pak,” pengantar bayi menjawab.

“Ibu dari bayi ini telah meninggal di rumah sakit karena pendarahan.”

Memet terpaku mendengar itu. Otaknya butuh waktu yang lama untuk memproses berita mengejutkan itu, nyala api di matanya bercampur dengan sedikit rasa keraguan. Sedikit tidak mempercayai fakta itu.

“Meninggal?”

Orang itu mengangguk dengan sedih, ia mengeluarkan ponselnya memperlihatkan foto mayat Bety kepada Memet.

“Pak, ini adalah foto Bety yang kami ambil di hari pemakamannya. Saya bisa mengirimkan ini jika bapak mau.”

Mata Memet melirik ke arah layar handphone dengan cepat. Wanita yang di dalam foto itu sudah ditutupi kain di seluruh tubuhnya, dan hanya memperlihatkan rambut hitamnya yang terurai dari samping.

Siapa lagi kalau bukan Bety?

Ketika Memet melihat foto Bety yang telah tiada, semua rasa simpati dan belas kasihan di dalam dirinya seketika berubah sirna.

“Tidak mungkin! Katakan padaku di mana dia dikurburkan?”

“Di pemakaman umum di daerah Karet, nomor seratus dua puluh.”

Memet menerima anak itu. Ia memeluk bayi merah itu dengan sayang dan bergegas membawanya masuk ke dalam rumah.

Tak jauh dari rumah Memet, Bety melihat dari dalam jendela mobil sosok lelaki tampan yang tinggi gagah itu masuk kedalam rumah. Ada ekspresi sedih di matanya melihat kepergian bayinya.

Bahkan kabar kematian palsunya tidak membuat Memet terguncang sedikitpun. Mungkin ia bisa menipunya dengan sangat mudah karena Memet sudah menaruh kebencian kepadanya.

Dengan perlahan Bety menaikkan kaca jendela mobil dan menatap lurus kedepan. Kerinduan yang besar pada Memet mungkin akan hilang setelah kepergiannya saat ini, selamanya.

….

Lima tahun kemudian.

Di luar bandara daerah ibukota. Bety menarik koper di belakangnya. Ia mengenakan topi baseball, kacamata yang sangat besar dan masker berwarna hitam. Sebagian wajah kecilnya tertutupi oleh masker, memberikannya kesan yang sangat misterius.

Di belakangnya terdapat dua anak kecil yang lucu dan cantik. Anak-anak yang berusia lima tahun itu tampak lebih tinggi dari teman sebaya mereka.

Anak laki-laki itu mengenakan jersey merah dengan sayap di pundaknya, dipasangkan dengan celana panjang hitam dan sepatu Nike hitam. Skuter di bawah kakinya bergerak seirama dengan tubuhnya.

 Gadis disebelahnya mengenakan kuncir di rambutnya. Ia mengenakan gaun putri merah muda dan wajahnya sangat halus dan putih berseri seperti peri kecil di cerita dongeng.

Anak-anak itu tampak seperti model-model cilik yang ada di layar kaca televisi. Ketika mereka berjalan, banyak orang-orang melirik dan menyapa.

“Wah, mereka sungguh anak-anak yang lucu! Apakah mereka seorang model majalah anak?”

“Lihatlah, betapa cantik dan tampannya orang tua mereka sehingga bisa melahirkan anak-anak secantik dan setampan ini.”

Celo dan Celine sepertinya sudah terbiasa dengan pemandangan itu. Merekah bahkan berpose ketika orang-orang meminta mereka berfoto bersama. Orang-orang yang lewat menyukai sesi berfoto bersama kedua anak itu dan mereka menyukai kelakuan kedua anak yang riang itu ketika berinteraksi dengan mereka.

“Aku Celo, kakaknya.”

“Aku Celine, adiknya.”

Ketika Bety mendengar si kembar memperkenal kan diri mereka lagi, ia merasa tidak tenang. Saat ia telah berjalan lebih jauh di depan, ia berbalik untuk menegur kedua anak itu.

“Celo! Celine! Aku sudah bilang kepada kalian berkali-kali mengenai penculikan anak! Apakah kalian ingin diculik? Kenapa kalian memberitahu nama kalian kepada orang yang tidak dikenal? Apakah itu akan membuat mereka mati kalau mereka tidak mengetahui nama kalian?”

Kedua anak itu bergegas mengejar ibu mereka. Sang kakak laki-laki menatap wajah kesal ibunya dan cemberut.

“Mami, kenapa kau menutupi penampilanmu seperti itu? apakah kau stalker?”

Bety sedikit merasa bersalah. Ia memilih berpakaian seperti itu karena takut akan dikenali oleh Memet atau orang-orang yang mengenalnya. Bagaimanpun ia telah menipu Memet lima tahun yang lalu dan bahkan memalsukan kematiannya. Jika ia tiba-tiba muncul dalam keadaan hidup di depannya, ia mungkin akan membunuhnya dengan kedua tangannya sendiri.

Dian mengatakan kalau ibunya tiba-tiba sakit keras dan menginginkan untuk bertemu dengan anak dan cucunya untuk terakhir kali. Kalau bukan karena itu, Bety tidak akan pernah membahayakan dirinya dengan kembali ke kota itu.

Bety berkata dengan nada meremehkan, “ apa yang kau tahu? Ini disebut fashion. Dan ini tren terbaru.”

Ketika Bety sadar jika kedua anaknya membuka kedua kacamata mereka, Bety membentak mereka dengan keras, “ Pakai kacamata kalian!”

Kedua anak itu mendesah pasrah dan memakai kacamata hitam mereka.

Kakak laki-laki, si kecil Celo, tampak seperti orang dewasa saat ia menggembungkan pipinya.

“Setidaknya menurut mami itu keren.”

Bety meghela nafas lega ketika ia melihat mereka mengenakan kacamata hitam mereka kembali dan menutupi mata mereka yang sangat khas.

Ibu dan anak itu mengenakan jenis kacamata yang sama, mereka bergandengan tangan dan berjalan ke luar bandara. Sambil berjalan Bety menasehati kedua anaknya.

“Dengarkan mami, keamanan di sini tidak begitu bagus. Banyak penculikan anak yang berkeliaran di sini, jadi kalian jangan jauh-jauh dari mami, ya.”

Sementara itu di pintu keluar bandara. Memet mendekati Bety. Melihat sosok tinggi dan tampan yang tampak akrab itu, membuat Bety terpana.

Jantung Bety hampir saja keluar dari tenggorokannya. Ia buru-buru menambahkan.

“Terutama pria yang terlihat tampan dengan jas dan dasi. Siapa yang tahu? Bahkan jika berpakaian bagus, ia mungkin adalah orang jahat di balik pakaian itu. Lihatlah pria yang berjalan di sana. Meskipun ia terlihat tampan dan berwibawa, ia mungkin adalah pria yang kejam. Kemungkinan besar ia adalah seorang penculik anak. Kalau kalian bertemu dengan orang seperti itu suatu saat nanti, kalian harus menjauh. Mengerti?”

Ketika Bety dengan panik mencoba mencari cara untuk menghindari Memet, Memet tiba-tiba menatap lurus ke arahnya dan tersenyum hangat. Bety langsung terpaku di tempat. Tubuhnya kaku. Wajahnya tampak pucat.

Tidak mungkin. Apakah Memet telah melupakan kejadian lima tahun lalu. Wajahnya, lelaki itu tersenyum kepadanya.

“karena aku? Mungkin setelah lima tahun perpisahan, ia akhirnya sadar apa yang telah hilang dari hidupnya.” Pikir Bety.

“Memet!” suara lembut wanita dari belakang dengan cepat menghancurkan khayalan Bety.

Memet berjalan melewati Bety. Wajah santainya membuyarkan lamunannya. Memet berbelok untuk menghindari tiga orang yang menghalangi jalannya tersebut.

Bety mendesah pelan. Benarkah? Kenapa lelaki ini tersenyum pada wanita itu?

“Mami, pria itu tampak seperti orang baik. Bagaimana mungkin ia adalah penculik anak!” matanya menonjol dengan ketertarikan dan kecerian, membuatnya tampak lebih lucu dari apapun.

“Apa yang kamu tahu? Kamu tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya,” Bety bergumam.

Ia menarik anak-anaknya dengan cepat. Sambil berjalan ke luar bandara, Bety tidak bisa menahan dirinya untuk menengok ke belakang. Ia melihat Memet tersenyum pada wanita cantik itu.

Memet bahkan berinisiatif untuk membawakan koper wanita itu, dengan lemah lembut dan penuh perhatian.

“Bajingan!” Bety mengutuk dirinya sendiri.

Ia tidak mengerti yang pria bajingan itu lakukan. Mereka adalah orang yang di khususkan untuk selalu berhati-hati. Tidak sepertinya yang multitalenta, yang mampu melakukan segala macam hal. Ia tidak takut tangannya kotor, ia adalah ibu rumah tangga yang baik yang bisa bekerja di luar juga, ia bisa melahirkan anak-anaknya dengan baik. Secara keseluruhan, ia adalah istri dan menantu yang didambakan oleh semua orang tua.

1
Dhina ♑
Ceritanya cukup menarik, tulisannya rapi.
ayo promo thor, jangan biarkan karya anda terbengkalai
Dhina ♑
di rate & like dulu
Dhina ♑
🎆🎇🎆🎇🎇🎇
Dhina ♑
👰👰👰
Dhina ♑
💃💃💃
Dhina ♑
🎉🎉🎉
Dhina ♑
😍😍😍🤣🤣🤣
Dhina ♑
😘😘😘👻👻
Dhina ♑
👻👻👻
Dhina ♑
👍👍👍👍
Dhina ♑
😱😱😱😱
Dhina ♑
🎉🎉🎉🎉
Dhina ♑
👌👌👌👌
Dhina ♑
💏💏💏💏💏
Dhina ♑
🥀🥀🥀🥀
Dhina ♑
👍👍👍
Dhina ♑
hfod58rugnvkhdtdy
KULID
aku senang loh, tiap hari kamu selalu hadir 😄
KULID
oke. jangan bosan hadir di sini 😊
KULID
keren bgt pantunnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!