Seorang gadis berparas wajah cantik namun, wajah cantik pipi sebelah kiri cacat karena kejadian masa kecilnya dulu yaitu bernama Anna. Kehilangan Ibu kandungnya membuat Anna tinggal bersama keluarga yang mengaku ayahnya.
Hingga Ia mendapatkan siksaan dari Ibu tiri dan Kakak perempuannya.
Apakah Anna mampu bertahan dengan siksaan mereka? Apakah ada seorang pemuda jatuh cinta padanya yang menerima kekurangannya dan membawanya keluar dari siksaan yang sering dia dapatkan? Penasaran dengan kelanjutannya yuk mampir ke kisah gadis cacat ini untuk mendapatkan cinta dan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar
Waktu berlalu begitu cepat,mentari yang mulai terbenam ke arah barat memperlihatkan cahaya kemerah-merahan. Sehingga orang-orang yang melihatnya begitu suka mengabadikan melalui Handpone mereka. Apalagi mereka di dekat laut ataupun di atas puncak gunung. Rissa yang berada di puncak gunung pun juga tak mau kalah, Ia pun mengambil beberapa pose terbaik dan di unggahnya di sosmed.
" Bila nanti aku mau menikah, aku ingin Praweding di sini. Ini begitu cantik dan sempurna." gumam Rissa sambil melihat pemandangan yang begitu sempurna di puncak gunung.
" Kamu suka?" tanya seseorang yang baru saja menghampiri Rissa.
" Iya, suka banget" ucap Rissa.
" Kalau Kau suka, Aku bakal kabulkan permintaanmu." ucapnya sambil tersenyum ke arah Rissa. Rissa yang mendengar pun senyumannya mulai memudar dan menoleh ke arah pria itu.
" Jangan mimpi Lex, Kamu itu cuma supir Aku. Dan Kau bukan tipeku, Aku seorang model terkenal di mana-mana. Apa kata dunia nanti Lex? Seorang model terpopuler menikah dengan seorang supir? hahaha nggak lucu Lex" ucap Rissa yang kesal.
" Kita nggak tau takdir seperti apa di akhir nanti" ucap Alex yang menoleh ke arah Rissa.
" Terserah, yang pasti Aku nggak bakal menikah denganmu" ucap Rissa yang meninggalkan Alex.
" Kita lihat nanti Sa" ucap Alex sambil memandangi tubuh Rissa yang terlihat menjauh.
🌳🌳🌳
Di kediaman Pramudita terlihat beberapa mobil memasuki pekarangan rumah keluarga Dian. Dian, Jenie , Bram dan Ana sedang berdiri di depan rumah mereka untuk menyambut kedatangan tamu Istimewa.
Jenie yang melihat begitu terkejut, ternyata tamu istimewa itu ternyata Keluarga Prabu." Astaga ternyata mereka yang datang? Sa, padahal ini kesempatan kamu untuk dekat sama Aiden. Kenapa Papa nggak bilang sih sama Mama" ucap Jenie yang kesal terhadap Suaminya.
" Assalamu Alaikum" ucap Mereka bersama yang menghampiri Keluarga Dian.
" Waalaikum salam" balas mereka bersama. Mereka sambil menyalami dan mengajak Keluarga Prabu ke ruangan yang sudah tersedia.
" Apa kabar?" tanya Prabu.
" Alhamdulillah baik, kalau kau gimana bersama keluarga?" ucap Dian.
" Alhamdulillah kami juga baik" ucap Prabu.
Ana dan Jenie sibuk melayani mereka menyediakan minuman dan aneka cemilan. Vina memperhatikan ruangan itu yang begitu indah namun ada yang kurang. Foto yang di pajang di amati satu persatu, namun yang di carinya tak di temukan. Sehingga membuatnya tak bisa menahan untuk bertanya.
" Dian, kenapa foto Ana tak satupun terlihat di sana?" tanya Vina.
Jenie terkejut dengan pertanyaan Vina, Ia harus menjawab apa. Memang benar foto Ana tak satupun ada bersama mereka karena Jenie tak ingin orang-orang tau kalau Ana bagian dari mereka juga.
" Begini_" ucap Dian namun terpotong oleh Jenie.
" Ana nggak mau di foto bersama kami, yang kan Ana?" tanya Jenie melirik ke arah Ana dengan tatapannya.
" Iya" ucap Ana sambil menunduk.
Vina mengerti atas tundukan Ana yang seakan takut dengan tatapan Jenie. Vina menoleh ke arah Aiden yang semenjak mereka tiba selalu menatap Ana tanpa henti. Bram selalu memperhatikan tatapan Aiden ke arah Ana membuatnya merasa sakit.
"Den" panggil Vina.
" Ada apa denganku ini? Kenapa Aku melihat Aiden menatap Ana dengan penuh cinta membuat hatiku sakit ?" batin Bram.
" Den" panggil Vina kembali. Aiden menoleh ke arah Vina.
" Ada apa Mah?" tanya Aiden.
" Kamu yang kenapa? Dari tadi natap Ana mulu, Ana jadi malu tuh" ucap Vina.
" Biarin Ma, lucu lihat tingkahnya seperti itu" ucap Aiden yang kembali menatap ke arah Ana.
Ana begitu risih dengan tatapan Aiden yang tidak henti-hentinya menatapnya. Ana kembali berdiri dan ingin pamit ke arah belakang.
" Ana kemana?" tanya Dian.
" Mau kebelakang Pa" ucap Ana.
" Rasanya ada yang nggak tahan duduk bersama kami di sini" ucap Prabu.
" Nggak Tuan" ucap Ana.
" Kalau begitu Ana duduk kembali dan jangan panggil Saya Tuan. Panggil saya Papa" ucap Prabu.
Ana dan Jenie terkejut dengan permintaan Prabu yang ingin di panggil Papa. " I_iya Tu_ Pa pa" Ucap Ana yang kembali duduk di dekat Kakaknya.
" Aku akan langsung ke intinya saja, Kami ke sini ingin melamar salah satu Putri dari kedua Anakmu untuk Anakku Aiden" ucap Prabu.
Mereka bahagia mendengar ucapan Prabu, apalagi Jenie begitu senang." Benarkah? Rissa pasti senang mendengar kabar ini, kalau Dia di lamar oleh orang yang sudah lama Dia suka" ucap Jenie. Aiden, Vina dan Prabu terkejut mendengar ucap Jenie.
" Maaf Jen, Kami ke sini bukan untuk melamar Jenie tapi melamar Ana" ucap Vina.
" Apaaa?"
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
jangan lama-lama y up nya kak
ko lama banget sih update nya...aku tunggu-tunggu ceritanya....
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪