NovelToon NovelToon
Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Anak Genius / Selingkuh / Duda
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.

Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.

Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.

Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.

"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."

Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Suka 03

"Pagi Om Dud, rajinnya Om Dud pagi-pagi udah nyuci."

"Pagi Om Dud, lagi nanem apa nih? Mau dibantuin nggak?"

"Ei Om Dud, mau ikut arisan nggak? Kalau nggak sempet dateng, nanti saya yang dateng deh."

Rohan Shankara, satu bulan dia tinggal di desa tersebut, dirinya sudah banyak sekali mendapat penggemar. Semua orang tidak ada yang tidak mengenalnya. Om Dud, atau Om Duda, begitu lah dia dipanggil. Karena keramahannya Rohan banyak sekali mendapat perhatian oleh warga setempat terutama dari para wanita.

Dari ibu-ibu sampai para gadis, semua seolah tersihir oleh pesona Rohan.

Pria berusia 36 tahun, dengan tinggi 187 cm, wajahnya campuran antara India, Indonesia dan Irlandia membuatnya terlihat tampan paripurna.

Hidung mancung, garis rahang tegas, bibir tidak tipis dan juga tidak tebal, dan wajah yang sedikit terdapat bulu-bulu halus,menambah kesan macho dari pria tersebut.

Mereka memanggilnya Om Duda karena tahu bahwa Rohan datang ke sana hanya bersama anak-anaknya. Status Rohan tersebut semakin jelas saat para penggemar Rohan bertanya kepada putri sang ketua RT setempat. Anak ketua RT mengonfirmasi Rohan adalah single parent dari dua orang anak.

"Terimakasih."

"Tidak, saya tidak tertarik."

"Iya ini sedang menanam sayuran."

Rohan pun menanggapi semua sapaan itu dengan senyum ramahnya. Meski awalnya dia terkejut karena keramahan warga desa ini sangat berbeda ketika dia tinggal di kota, namun lama-lama dia pun bisa menerimanya dan terbiasa.

"Ayah nggak capek apa ngejawab setiap orang yang nyapa?" tanya Rishi sang putra pertamanya kepada ayahnya. Rishi merasa heran dengan cara Rohan membalas setiap sapaan dari warga itu.

"Nggak lah, mereka orang baik kok. Lagian, kita itu harus ikuti arus. Dimana kita tinggal ya kita harus mengikuti kebiasaan orang sekitar. Jika mereka ramah kepada kita, ya kita harus ramah kepada mereka juga,"jawab Rohan. Dia menjelaskan dengan baik kepada putranya yang masih berusia 5 tahun itu.

"Oh gitu, oke aku paham,"sahut Rishi. Anak itu menanggapi sang ayah dengan cara dewasa.

Usia Rishi memang masih terbilang kecil, tapi dia sudah lebih dewasa. Rishi bahkan juga sudah paham bahwa ayah dan bundanya sudah tak lagi bersama. Bukti dari itu semua ya sekarang ini. Rishi dan Riesha tinggal bersama ayah mereka tanpa kehadiran ibu.

Berbeda dengan Riesha yang barus berusia tiga tahun. Gadis kecil itu tentu tidak mengerti sama sekali. Maka dari itu dia masih sering menanyakan tentang keberadaan bundanya.

"Dek, Bunda tuh sekarang rumahnya jauh dari kita. Jadi nggak bisa dateng. Kan adek udah ada Abang sama Ayah, jadi Adek nggak usah nyariin bunda."

"Oh ditu, jadi kita udah ndak punya Bunda ladi ya. Kenapa?"

Begitulah cara Rishi menanggapi Reisha setiap adiknya itu bertanya tentang keberadaan Ista. Dan setiap Riesha bertanya kembali, Rishi hanya bisa mengalihkan sang adik dengan mengajaknya bermain.

"Ya udah main lagi sama adek. Bentar lagi makan siang, Ayah buatin dulu makan siang buat kalian,"ucap Rohan sembari mengusap lembut kepada putra pertamanya itu.

Rishi hanya mengangguk pelan, baginya tidak sulit bermain dengan Riesha karena selama ini memang demikian. Dan bagi Rishi juga kondisi seperti ini sudah sangat biasa karena memang dia dan adiknya lebih sering bersama Rohan. Secara tidak langsung, Rishi sudah sangat mandiri di usianya tersebut.

Rohan pun mulai sibuk dengan di dapur untuk membuat makan siang. Tadi pagi dia belum sempat memasak dan hanya membuat sereal, sehingga siang ini harus memasak untuk makan siang.

Selama membuat makanan untuk dirinya dan kedua anaknya, Rohan sambil berpikir. Apa yang harus dia lakukan di sini. Uang bekal yang ada di dalam rekeningnya memang banyak dan masih bisa untuk hidup bahkan untuk dua sampai tiga tahun ke depan tanpa bekerja. Akan tetapi, Rohan jelas tidak mungkin berpangku tangan. Uang itu ia sudah sisihkan sebagian sebagai tabungan bagi anak-anaknya.

"Di desa ini, sektor pertanian dan perkebunannya lah yang bagus. Tapi aku jelas nggak ada bakat di sini. Ya kalau cuma nanem-nanem biasa sih bisa ya. Tapi kalau buat dijadikan sumber penghasilan, aku jelas nggak bisa,"gumamnya lirih.

Sudah satu bulan Rohan mengistirahatkan pikirannya, sekarang dia harus mulai berpikir kedepannya apa yang musti dilakukan.

Hmmm

Rohan mengerutkan alisnya ketika mencium aroma yang sangat familiar bagi penciumannya tersebut. Dia lalu melihat ke sekeliling, dan menghela nafasnya panjang.

Di rumah ini hanya ada satu orang dewasa yakni dirinya. Tak mungkin ada yang membuat kopi. Tapi aroma kopi yang menyeruak ini benar-benar menguasai hidungnya.

"Apa sekangen itu aku sama kopi, sampai-sampai bisa menciumnya padahal aku nggak ada stok kopi di rumah,"ucapnya getir.

Semenjak memutuskan untuk pergi dari kota dan meninggalkan semuanya, Rohan juga memutuskan untuk berhenti meminum kopi. Kopi adalah sebuah hal yang memiliki banyak kenangan tentang mantan istrinya. Dan Rohan sebisa mungkin melupakan itu meski berat.

Tapi godaan aroma kopi sama sekali tidak bisa dia abaikan.

"Aaah sialan, jadi pengen kan?" umpatnya lirih.

Ista dan kopi, dua hal yang berbeda tapi saling bertaut. Ista sangat menyukai kopi pun dengan dirinya, bahkan mereke bertemu pun juga di kedai kopi milik Rohan.

Hubungan yang manis dibalik rasa pahitnya kopi membuat keduanya semakin dekat. Tapi kini semua itu telah hilang. Setiap melihat kopi, Rohan jadi teringat dengan Ista yang telah mengkhianatinya.

Tok tok tok

Rohan tersadar dari lamunannya ketika mendengar pintu rumah di ketuk. Dia sejenak hanyut dalam memory manis dan pahit yang bercampur.

"Abang, tolong lihat siapa yang datang,"pinta Rohan kepada anak sulungnya. Tangannya penuh dengan tepung jadi sangat nanggung sekali jika harus menyudahi kegiatannya yang tengah membuat adonan tepung untuk menggoreng udang sebagai menu makan siang.

"Ada kakak cantik,"sahut Rishi.

Aaah

Rohan langsung paham siapa yang dimaksud oleh Rishi. Kakak cantik adalah sebutan bagi gadis cantik putri Ketua RT setempat yang rumornya merupakan gadis tercantik di desa itu.

"Suruh masuk, Bang. Ayah lagi nanggung,"sahut Rohan.

Degh!

Aroma kopi yang tadi timbul dan tenggelam, kini tercium dengan sangat kuat. Rohan langung membalikkan badan dan berjalan menuju ke ruang tamu. Tenyata kakak cantik putri dari Ketua RT lah yang membawa minuman hitam pekat tersebut.

"Siang Om Dud, ini aku bawakan lauk dari Bapak. Sekaligus kopi yang belum lama di panen. Apa Om Dud, bersedia ngicipin sedikit?" ucap gadis itu dengan tersenyum lebar.

Rumor yang didengar oleh Rohan bukan hanya isapan jempol belaka. Gadis itu memang cantik dan manis. Dan dia semakin cantik setelah ditatap dari dekat.

"Terimakasih untuk makanannya, tapi maaf saya nggak suka kopi."

Yaaah

TBC

1
Esther Lestari
cocok nih anak2 mau ketemu Ista kalau Bestari ikut.
Esther Lestari
Dani sudah sadar akan perbuatannya dan tahu bagaimana Ista, makanya dia datang ke Rohan untuk meminta maaf.
mustika ikha
nah ini nih baru seru pertemuan pertama antara masa lalu dan masa depan, siapakah yang menang dan apakah 2 bocil cuek bebek sm bundanya dan welcome sm ibunnya, eit masih ada apakah masalah antara ista dan rohan juga bakal bestari ketahui, semangaaaat 💪💪💪💪
marie_shitie💤💤
lagi rugi bgt KLO mpe balik m model wanita jalang seperti itu
marie_shitie💤💤
uuuuh Dani kirain si jalang
Nie
bagus anak2 biar bundamu yg sableng itu kepanasan kalo liat kalian bawa ibun baru
ElHi
🤣🤣🤣tuing tuing jadinyaa
GiZaNyA
wahhh kayaknya bakalan seru nihh nanti klo ketemuan antara Ista dan anak2nya... ada Bestari juga gitu lohh🤣🤣
Dew666
💥🪻
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Dew666
Bagus Dani kasih tau rohan tentang ista biar rohan gak rujuk lagi sama ista
Dewi kunti
semangat mas duda
GiZaNyA
Ista seorang petualang soalnya sekarang... makanya kelakuannya out of the box...
meita
ceritanya bagus tdak berbelit,
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Attaya Zahro
Sama..Q juga gitu,meski habis minum kopi kalo dah rebahan ujung²nya juga merem 😅😅
mustika ikha
wah siapa tuh? dani kah ?
GiZaNyA
wahhh si Dani itu yang dateng...
Vie
tamu be like : "iya aku" 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kayaknya kafein dalam kandungan kopi tidak berpengaruh pada rohan... 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!