follow akun ig author : @maulidamaulida84
season 1
berceritakan tentang sepuluh murid yang baru menduduki kelas 9 SMP disemester kedua. Mereka yang tidak tau apa apa tiba tiba disuruh kepala sekolah mereka untuk menyamar jadi murid SMA?
kebayang gak tuh gimana ceritanya? kenapa mereka disuruh menyamar menjadi murid SMA?
***
season 2
tiga tahun setelah kejadian itu. maulida memutuskan untuk kembali ke jogja melanjutkan kuliahnya. hal hal yang tak terduga muncul seiring berjalannya waktu. dan perlahan... masalalu akan terungkit kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
joker and bagas
aku berlari memasuki gang gang sempit sambil kejar kejaran dengan pria misterius itu. haiss rok sialan!! aku tidak dapat bergerak dengan leluasa.
bruk
bangg
aku menghindari barang barang yang di tumpahkan pria itu untuk memperlambatku. cukup lama kami saling kejar kejaran di gang sempit ini.
brukh
" awh " aku terjatuh saat tiba tiba dia melempar tong bekas hingga mengenaiku. aku melihat dia berlari semakin jauh, dengan perlahan aku bangkit dan kembali berlari mengejarnya.
" mau lari kemana kamu?! " teriakku sesaat setelah dia menghentikan langkahnya. di depanku kini adalah gang buntu, tentu saja dia akan berhenti.
" ya!! siapa kamu?! apa tujuanmu sebenarnya?! apa salahku?! " teriakku mengeluarkan semua pertanyaan sedari dulu terus menghantuiku. hening. dia tidak menjawab, melainkan membalik badannya menghadapku sepenuhnya.
" tak!! " aku mengeryitkan keningku bingung. kenapa dia menjentikkan jarinya? apa maksudnya?
Tap tap tap
" SIAP TUAN MUDA!! " aku terdiam seketika saat mendengar suara berat dari belakangku. dengan perasaan campur aduk aku perlahan memutar badanku dan langsung tersentak kaget hingga mundur beberapa langkah. lima orang bertubuh kekar dengan prawakan seperti preman tengah berada tepat di depanku. aku melirik kesal ke arah belakang, di mana joker palsu itu dengan santaynya pergi meninggalkan aku dengan preman preman ini.
puk
" meskipun kau terlihat jahat, tapi tidak ada jalan lain. aku mohon jangan ganggu aku hiks hiks. kita bisa bicarakan baik baik, gak perlu gini jugakan? " ucapku dengan wajah memelas. ku buang egoku jauh jauh dan lebih memilih memegang tangan pria itu agar tidak pergi. tanpa mengucapkan apa apa pria itu berusaha melepaskan tangannya dariku, dan aku semakin mempereratnya lalu mendongkak menatapnya dengan bergelimang air mata.
" hiks ku mohonn!! " dengan wajah memelas aku menatap netra mata coklatnya di balik topeng itu. tiba tiba aku melihat tangan pria yang satunya itu berniat ingin menggapaiku, kulihat matanyapun terlihat lebih lembut. tapi semua itu sirna seketika, dia kembali menarik tangannya dengan enggan, dan sorot matanyapun kembali penuh dengan kebencian.
brukh
" akhh--- " aku meringis sakit saat dengan kasarnya dia mendorongku hingga tersungkur di lantai yang penuh debu itu. entah perasaanku saja atau... pria itu sama sekali tidak jahat.
***
joker segera mendorong gadis mungil itu hingga jatuh tersungkur. dengan segera dia memberi isyarat kepada anak buahnya untuk memulai aksinya. dia menatap tangannya lalu memejamkan mata sesaat untuk meyakinkan diri. tanpa perduli dengan tangisan gadis itu joker segera meninggalkannya dengan penuh kebencian.
tap tap tap
dari arah berlawanan bagas berlari dengan khawatir saat melihat maulida tiba tiba berlari tadi. sesaat keduanya berselisih, keduanya sama sama memandang lalu berhenti secara bersamaan.
Tap
" kau masih berani menganggunya?! " tanya bagas tanpa berniat ingin memutar badannya.
" bukan urusanmu!! " jawab orang yang ada di balik topeng itu, tidak ada yang tau seperti apa ekspresi orang itu saat menjawab. menghela nafas kasar bagas segera memutar badannya menghadap pria itu.
" gue udah bilang sama lo, jangan ganggu dia!! " bentak bagas penuh emosi.
" itu urusan gue!! jangan ikut campur!! " teriak joker itu tak kalah emosi. " urusan yang bersangkutan dengannya tentu urusan gue juga!! " jawab bagas penuh penekanan.
" emang lo tau apa?! emang lo tau apa soal--- " teriak joker mulai menggila.
" gue tau semuanya!! dan lo belum saatnya tau soal itu!! suatu hari lo pasti bakal nyesel udah bikin gadis manis itu menderita!! " potong bagas cepat. terlihat nafas keduanya sudah memburu, saling menatap penuh dengan aura permusuhan.
" ARRRGHHH " keduanya langsung menoleh bersamaan ke arah suara saat mendengar teriakan penuh penderitaan itu.
" maulida?! " gumam keduanya sama sama kaget. " kau!! tunggu saja nanti!! " setelah mengatakan itu bagas segera berlari menuju arah suara untuk menyelamatkan gadis malang itu.
joker menatap punggung pria pirang itu yang mulai menjauh dari pandangannya. dia menatap sendu tangannya.
" kakak. apa... apa perbuatanku ini sudah benar?! "
***
preman preman itu perlahan mendekatiku. aku terus beringsut mundur saat melihat mereka menatapku dengan penuh nafsu. ya allah selamatkanlah hamba.
" hei cantik--- " plak!! dengan kasar aku menampar wajahnya yang berani membelai wajahku. pulang rumah aku harus mandi pake bunga tujuh rupa.
" hei kasar banget sih. kitakan gak mau ngapa ngapain, santay aja lagi " ujar salah satu di antara mereka. dengan sekuat tenaga aku bangkit dari keterpurukanku. jika tidak melawan aku tidak akan selamat.
" santay santay gundulmu!! pergi kau botak!! " teriakku geram. glek. aku menelan salivaku payah saat melihat tatapan mereka mulai memiliki aura menyeramkan. apa? akukan cuma bilang botak? apa salahnya?
" kau!! bagus!! gue suka di panggil botak!! " aku langsung menampakkan wajah melongo. dia gak marah malah suka dengan wajah sumringah, bahkan memberikanku jempol besarnya.
" ha. ha. benarkah? " tertawa hambar aku menatap pria botak itu dengan ekspresi tak percaya. sebara minusnya IQ orang ini?
" adikku mungkin senang. tapi tidak denganku!! " tiba tiba muncul dari belakang pria bertubuh kekar dengan wajah 10.10 dengan si botak. sama persis.
" sayakan cuma becanda " cicitku pelan.
" jangan bermain main lagi!! ingat misi kita kesini untuk apa!! " teriak si ketua geram. aku perlahan beringsut mundur saat tiba tiba kelima orang itu mulai serius dan berjalan pelan ke arahku. aku menatap sekeliling untuk mencari benda apa saja untuk melawan.
" jangan mendekat!! a-atau... atau aku pukul!! " ancamku sambil mengacungkan sebongkah kayu besar kepada mereka berlima.
" hahaa kamu pikir kami takut? sikat dia!! " aku memejamkan mataku lalu mengikuti kata hati untuk mengayun kayu itu sembarang.
bug
bug
bug
puk
aku membuka mataku dan melihat hampir semua orang terkapar jatuh dengan wajah memar. yah hampir, karna ada satu orang yang berhasil memegang kayuku.
" hahaa sekarang kau mau apa bocah kecil? " ledeknya penuh kemenangan. dengan sekuat tenaga aku menarik ksyu itu, namun perbedaan kekuatan kami jauh berbeda. dia mampu mengambil kayu itu dan langsung mematahkannya.
" pergi!! pergi ku bilang!! jangan mendekat!! " teriakku dengan air mata yang terus berlinang.
" kami tidak ingin menyakitimu. jadi berhentilah menangis " ujarnya penuh kebohongan. aku menatapnya dengan berani lalu segera berlari menerobos di samping tubuhnya.
brakk
" arrrgghhh " aku berteriak dengan kencang saat pria itu dengan kejinya menarik bajuku lalu melemparku hingga membentur balok balok kayu yang ada di sana.
" hiks ja-- hiks ngan. men-- hiks hiks dekat!! " ucapku dengan parau. punggungku terasa sangat sakit, dan darah terus bercucuran dari kepalaku hingga membuat hijabku berubah merah.
" MAULIDA!! "
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
visual cowok ndk cocok 🤣
maksa banget sih 🤣🤣🤣
ga jadi baca 🙈
bye 👎
karyamu hebat kak 👍
favorit 👌
gak sabar nunggu Up-nya
favorit
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
semangat up & smg ceritanya sukses yah, aku sllu tunggu feedback-nya. 😉✨
aku membawa boomlike dan boom comment. jangan lupa mampir yaah thorr