NovelToon NovelToon
Menikah Karena Fitnah

Menikah Karena Fitnah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Zafira adalah perempuan sederhana yang hidup tenang—sampai satu malam mengubah segalanya. Ia dituduh mengandung anak Atharv, pewaris keluarga terpandang.

Bukti palsu, kesaksian yang direkayasa, dan tekanan keluarga membuat kebenaran terkubur.

Demi menjaga nama baik keluarga, pernikahan diputuskan sepihak.

Atharv menikahi Zahira bukan sebagai istri, melainkan hukuman.

Tidak ada resepsi hangat, tidak ada malam pertama—hanya dingin, jarak, dan luka yang terus bertambah.

Setiap hari Zahira hidup sebagai istri yang tak diinginkan.

Setiap malam Atharv tidur dengan amarah dan keyakinan bahwa ia dikhianati.

Namun perlahan, Atharv melihat hal-hal yang tidak seharusnya ada pada perempuan licik:
Ketulusan yang tak dibuat-buat

Air mata yang disembunyikan.

Kesabaran yang tak wajar.

Kebenaran akhirnya mulai retak.

Dan orang yang sebenarnya bersalah masih bersembunyi di balik fitnah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Baru Datang

Dua minggu berlalu tanpa mereka sadari. Hari-hari Zafira terasa berjalan seperti biasa, hingga pagi itu tubuhnya memberi sinyal yang berbeda. Saat baru saja bangun dari tempat tidur, rasa mual tiba-tiba menyeruak begitu kuat.

Zafira menutup mulutnya, berusaha menahannya, namun langkahnya terhuyung menuju kamar mandi. Suara muntah terdengar pelan, membuat napasnya tersengal dan keningnya berkerut menahan tidak nyaman.

Zafira bersandar di wastafel, menatap pantulan wajahnya yang tampak sedikit pucat.

“Aneh” gumamnya lirih. Ini bukan pertama kalinya pagi itu rasa mual datang.

Sejak beberapa hari terakhir, perutnya sering terasa tidak enak, bau makanan tertentu membuatnya ingin muntah, dan tubuhnya lebih cepat lelah dari biasanya. Ia mengira hanya kelelahan atau masuk angin, namun kali ini rasanya berbeda lebih intens, lebih nyata.

Saat keluar dari kamar mandi, Arthav yang baru saja bersiap berangkat menoleh cepat.

“Zafira, kau kenapa?” tanyanya, nada khawatir tak bisa disembunyikan.

Zafira menggeleng pelan, mencoba tersenyum.

“Tidak apa-apa. Mungkin hanya perutku yang sedang tidak baik,” jawabnya, meski di dalam hatinya ada kegelisahan kecil yang mulai tumbuh.

Arthav mendekat, menyentuh punggung tangannya dengan lembut.

“Kau yakin? Wajahmu pucat.”

“Aku baik-baik saja,” ucap Zafira meyakinkan, meski jemarinya sedikit gemetar.

Ia tak ingin berpikir terlalu jauh belum. Namun jauh di sudut hatinya, sebuah firasat samar mulai berdenyut, seolah kehidupan baru sedang mengetuk pelan, menunggu untuk disadari.

Zafira baru saja melangkah beberapa langkah ketika tiba-tiba rasa mual itu kembali menyerang. Ia refleks menutup mulutnya, tubuhnya sedikit membungkuk.

“Ugh—”

Arthav sigap menahannya sebelum ia terjatuh.

“Zafira,” panggilnya cemas. “Kau mau muntah lagi?”

Zafira mengangguk pelan, napasnya terengah.

“Aku tidak tahu kenapa. Sejak tadi perutku tidak nyaman,” ucapnya lirih, masih menutup mulutnya seakan takut rasa itu kembali naik.

“Duduk,” kata Arthav tegas namun lembut, menuntunnya ke sofa. “Jangan memaksakan diri.”

Zafira menurut, bersandar dengan wajah pucat.

“Maaf, aku membuatmu khawatir.”

“Jangan minta maaf,” balas Arthav cepat. “Ini bukan hal sepele. Sejak kapan kau merasakannya?”

“Beberapa hari ini,” jawab Zafira pelan. “Awalnya ringan, aku pikir hanya kelelahan. Tapi sekarang semakin sering.”

Arthav menatapnya penuh perhatian.

“Apakah ada makanan yang membuatmu mual?”

Zafira mengernyit, berpikir.

“Bau kopi pagi ini saja sudah membuatku ingin muntah.”

Arthav terdiam sejenak, lalu berkata hati-hati,

“Zafira, apakah mungkin—”

Zafira mengangkat tangannya pelan, menghentikan kalimat itu.

“Jangan dulu,” ucapnya lirih. “Aku belum siap memikirkannya.”

Arthav mengangguk, menurunkan suaranya.

“Baik. Kita pelan-pelan. Tapi hari ini kau tidak ke mana-mana. Aku akan menemanimu.”

Zafira menatapnya, ada rasa hangat menyelinap di balik ketidaknyamanan itu.

“Terima kasih,” bisiknya.

Rasa mual itu perlahan mereda, namun kegelisahan kecil tertinggal di antara mereka sebuah tanda yang belum diucapkan, namun mulai terasa nyata.

**

Tepat pukul sembilan pagi, Zafira masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Sejak subuh tadi, ia sudah muntah berkali-kali hingga tubuhnya benar-benar kelelahan. Wajahnya pucat, bibirnya sedikit kering.

Arthav berdiri di sisi tempat tidur dengan raut wajah tegang, ponsel masih di tangannya setelah memanggil dokter pribadi keluarga.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Seorang dokter masuk diikuti oleh Nyonya Maharani yang wajahnya tampak penuh kekhawatiran.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Nyonya Maharani pelan, mendekat ke sisi Zafira.

Zafira mencoba bangkit, namun Arthav langsung menahannya.

“Jangan dipaksakan,” ucapnya tegas namun lembut.

“Maaf, Bu” suara Zafira lirih.

Dokter mendekat, memeriksa nadi dan tekanan darah Zafira.

“Nona Zafira, sejak kapan mual dan muntahnya?”

“Sejak beberapa hari ini, Dok,” jawab Zafira pelan. “Tapi pagi ini lebih parah.”

Dokter mengangguk, lalu melirik Arthav.

“Apakah ada keluhan lain? Pusing, lemas, atau perubahan nafsu

makan?”

“Iya,” sahut Arthav cepat. “Dia jadi tidak bisa mencium bau tertentu. Tubuhnya juga mudah lelah.”

Nyonya Maharani terdiam, menatap dokter penuh harap.

“Dokter maksud Anda apa?”

Dokter tersenyum tipis, lalu berkata tenang,

“Berdasarkan gejala dan pemeriksaan awal, besar kemungkinan Nona Zafira sedang hamil.”

Ucapan itu membuat ruangan mendadak sunyi. Zafira membelalakkan mata.

“H-hamil?”

Arthav menoleh cepat padanya.

“Zafira” suaranya bergetar, antara kaget dan tidak percaya.

Dokter melanjutkan,

“Untuk memastikan, saya akan sarankan tes lanjutan. Namun tanda-tandanya cukup jelas. Usianya kemungkinan masih sangat muda, sekitar beberapa minggu.”

Nyonya Maharani menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca.

“Syukurlah" ucapnya pelan, nyaris berbisik.

Zafira menelan ludah, tangannya refleks menyentuh perutnya.

“Aku, aku tidak menyangka,” katanya lirih, campuran antara takut dan bingung.

Arthav meraih tangan Zafira, menggenggamnya erat.

“Kau tidak sendirian,” ucapnya mantap. “Apa pun hasil pastinya nanti, aku akan bertanggung jawab.”

Zafira menatap Arthav, ada getar emosi di matanya. Untuk pertama kalinya, kabar itu tidak hanya membawa rasa takut namun juga harapan yang perlahan tumbuh di hatinya.

1
Ariany Sudjana
ngapain itu jalang murahan ikut komen soal kehamilan zafira? owh kamu iri ya karena bukan kamu yang jadi istrinya atharv? dasar pelacur kamu Raisa
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah atharv dan zafira
Ariany Sudjana
ini selesai sampai di sini? kok ga ada updatenya lagi?
Ndaa: besok ya, karena author baru sembuh makanya lama gakada update babnya
total 1 replies
Yuningsih Nining
sudah waktunya untuk ngebangun kepercayaan di antara kalian, saling mengukuhkan utk tumbangin niat si raisa dgn fitnah² atau pun trik²lain di otak kotor nya
Ariany Sudjana
saya pikir update baru, ternyata cerita kemarin di ulang lagi hari ini
Ndaa: maaf, terdouble kayaknya. soalnya sedikit gangguan tadi.
total 1 replies
Ariany Sudjana
jadi fitnah Raisa sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan dokter, saatnya kalian berdua membuka hati, jangan ada celah orang ketiga masuk dalam kehidupan rumah tangga kalian
Ariany Sudjana
sudahlah zafira, tinggalkan saja laki-laki seperti atharv, kok lebih percaya sama si ratu racun Raisa. masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih bisa menghargai perasaan istrinya dan pasti lebih bertanggung jawab
Ariany Sudjana
bagus zafira, kamu harus tegas, jangan biarkan ular berbisa seperti Raisa, menghancurkan rumah tangga kamu dan atharv
Ariany Sudjana
bagus zafira kamu harus tegas, jangan biarkan perempuan murahan seperti Raisa itu menindas kamu dan atharv kalau kamu mau berpikir, selidiki dulu kebenarannya, jangan termakan omongan Raisa yang beracun itu. atau jangan-jangan Raisa itu mencintai atharv? cuma karena atharv sudah menikah dengan zafira, jadi segala cara dia lakukan untuk menghancurkan zafira
Ariany Sudjana
muak dengan ular berbisa Raisa ini
muna aprilia
lanjut
Ariany Sudjana
ga suka sama atharv,. laki-laki kok lemah dan gampang dipengaruhi sama si ratu ular Raisa
Arw
ceritanya bagus kak...d tunggu Up-nya...seru..ga sabar nunggu Up
sunshine wings
Apalah makna sebuah ikatan tanpa hubungan.. Seperti orang asing.. Tapi ya sudahlaa..
sunshine wings
Tapi kamu tidak menyayangi Zafira apalagi mencintainya Arthav.. 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️
sunshine wings
🥹🥹🥹🥹🥹
sunshine wings
Alamak! 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
sunshine wings
Ikhlaskan aja sayang maka hidupmu akan diserikan dengan bunga² cinta disinari dengan warna² pelangi yg sangat terang.. ❤️❤️❤️❤️❤️
Heny
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!