namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam Maya
Sore menjelang malam, sinar jingga keemasan terbenam di ufuk barat, seorang wanita yang tengah frustasi berdiri di tepi tebing di pesisir laut, dia adalah Maya Diana, hidupnya benar benar hancur, harapan nya kandas, lelaki yang dia cintai sampai rela meninggalkan anak dan suami ternyata hanyalah seorang pecundang penipu kelas kakap, tidak ada yang tertinggal sedikitpun, dendam dalam hatinya kian membara, seribu rencana telah tersusun di otaknya, jika tidak bisa memilikinya setidaknya bisa memiliki hartanya kalau pun tidak bisa maka semuanya harus musnah, itu rencana utamanya.
Maya yang masih mempunyai akses masuk ke rumah Anton meski telah di usir, ingin mencuri sebagian dari harta benda Anton,dia tahu dimana laki-laki itu menyembunyikan brankasnya dan kode untuk membukanya ternyata masih sama," bodoh sekali si Anton" fikir Maya, ternyata setelah brankas di buka isinya zonk, si Anton tidak sebodoh yang di perkirakan, tak ada satupun barang berharga yang tersisa, dan hal ini membuat Maya sangat murka, selama setahun dia peras habis habisan oleh lelaki pemeras ini.
"Bangsat si Anton" .gumamnya lagi, karena tak tahu lagi bagaimana melampiaskan dendam kesumatnya Maya menuju dapur, rumah yang sekaligus jadi showroom kecil itu memang menyatu dengan dapur, Maya memotong regulator gas dan dibiarkan gas bocor, ketika gas itu bocor dan berbau menyengat, Maya menutup semua ventilasi, membiarkan gas menyebar di sekitar ruangan kemudian dia mematikan saklar listrik, di tengah malam itu dia nekat, jika harus tertangkap dan di penjara dia sudah ikhlas daripada hidup lontang lantung melihat Anton yang semakin semena mena membawa para kekasihnya tinggal di ruko mereka, Anton yang baru pulang entah darimana dan dalam keadaan mabuk membawa wanita pula langsung masuk rumah, dia tidak sadar bahwa gas nya telah bocor, ketika Anton dan wanitanya masuk ,Maya yang sembunyi mendekati saklar listrik lalu menghidupkan kembali listrik nya dan akhirnya, "duar" gas meledak dengan dahsyatnya membuat Anton dan wanita yang dibawanya terpanggang tanpa pertolongan keduanya mati terbakar.
Maya menyelinap pergi dan disinilah dia semalam setelah kejadian itu di terus berjalan tanpa arah tujuan dan akhirnya sampai di tepi pantai, dia terus menyisir pantai hingga tiba di sebuah jurang terjal, dia merenung sendiri apa yang harus dilakukan kedepannya, mencari anak dan mantan suaminya, meski harus bermuka tebal dia berniat mencarinya entah di terima atau tidaknya itu urusan nanti, mungkin saja mantan suami nya bisa menolong.
Kabar segera menyebar kemana mana, lewat internet dan Mahendra pun membaca kabar tersebut, judul di platform itu menyatakan dua pasangan mati terpanggang karena kebocoran gas, tetapi korban tak di kenali karena hangus terbakar, hanya saja nama korban di sebutkan atas nama Anton dan Maya, Mahendra terkejut bagaimana pun wanita itu pernah singgah dalam hidupnya, dan untuk terakhir kalinya Hendra berniat pulang ke kampung halamannya untuk takziah dan sekaligus menengok Mbak Imah, sekalian mengajak Rizki dan kini mereka bertiga naik travel dari Bali ke kampung halaman.
Mbak Rohimah tentu saja sangat bahagia atas kepulangan orang orang yang sangat di rindukan itu, apalagi Mahendra pulang bersama Rizki yang beberapa bulan ini tak bisa di hubungi dan tak menghubungi dirinya.
"Mas Hendra, rumahnya yang di segel bank kemarin, sekarang bisa di tempati kembali karena sudah aku tebus sertifikat nya, sayang mas kalau harus hilang itu kan rumah kenangan mas Hendra pertama kalinya bisa beli rumah". Ucap Mbak Imah.
Mahendra speechless, tak percaya bahwa Mbak Imah yang hanya membuka warung sembako itu bisa menebus utang Mahendra di bank. "mesti nya biarin aja Mbak nggak usah di tebus, aku di Bali sudah bisa membeli dan mencicil rumah kok". Ucap Mahendra, dan itu membuat Rizki bingung, segitunya si Emak menolong Mahendra yang bukan siapa-siapa nya menurut dia, jangan jangan rumor itu benar bahwa Emak naksir Mahendra dan berniat menikahi Mahendra, kalau begitu Rizki setuju saja secara Mahendra bakal jadi bapak tirinya.
"Emak sungguh naksir ya sama mas Hendra sampai rela menebus sertifikat rumah mas Hendra?" bisik Rizki membuat emaknya mendelik sambil mencubit lengannya, Rizki mengaduh kesakitan membuat Mahendra menoleh kearahnya.
"kenapa Ki?" tanya Mahendra.
"Ah enggak mas, itu anu hmmm gini mas, umpama Emak naksir mas Hendra apa mas Hendra mau menikahi Emak?" tanya Rizki, gan Mahendra cuma ngakak merasa telah di lamar oleh Rizki buat Emaknya.
"Dulu sudah aku tawarin Emak mu Ki untuk ku nikahi tapi Emak kamu bilang katanya apakah aku nggak takut kualat?, padahal kan nggak apa apa nikah beda umur, beda cuma delapan belas tahun ini, nabi Muhamad dan Siti Hadijah beda nya juga lima belas tahun, saat ini banyak pasangan nikah beda usia". Jawab Mahendra panjang lebar.
Mbak Imah bingung, apa saatnya ya dia harus berterus terang, secara saat ini Mahendra sudah dewasa sudah bisa membawa diri toh andai dia mencari keluarganya maka itu sudah haknya, sudah tak ada lagi yang berani ngancam karena sekarang sudah bisa jaga diri, andaikan ada yang berniat berbuat jahat juga pasti si Mahendra sudah bisa mengatasi, tapi dia akan mengatakannya besuk selesai pemakaman Maya dulu, semua orang yakin bahwa yang meninggal adalah Maya dan Anton, dan polisi pun dengan mendapat keterangan dari tetangga dan RT sudah mengeluarkan pernyataan bahwa kedua pasangan itu benar-benar Anton Nugroho dan Maya Diana.
Keesokan harinya Mahendra bersama dengan Rizki mendatangi rumah duka, dan benar saja mayat yang sudah hangus tak bisa di identifikasi itu dibawa pulang ke rumah orang tua Maya, Mahendra dengan santun menjadi tuan rumah karena bagaimanapun yang meninggal adalah ibu dari putrinya.
Setelah mayat di kuburkan, diapun masih belum pulang kerumahnya dan kembali lagi kerumah Maya sambil memberi santunan yang tak sedikit pada orang tua Maya, bapak dan ibu Maya serta adik adiknya sungguh malu pada kebaikan hati Mahendra, dan mengutuk Maya alangkah bodohnya dia menyia nyiakan kan lelaki sebaik ini.
Dari kejauhan Maya mengintai semua pergerakan di rumah orang tuanya, dia sebenarnya ingin menampakkan diri dan mengatakan bahwa yang barusan di kubur itu bukan dirinya, tapi dia takut mereka bertanya yang macam macam, akhirnya Maya hanya bisa melihat dari kejauhan, ada Mahendra disana, semua kenangan indah masa lalu kini muncul kembali, Mahendra yang penyabar dan tanggung jawab, bahkan di perlakukan seperti apapun dia tak kan membalas, ternyata dia adalah laki-laki yang sangat sempurna.
Kini Maya menyesali dirinya yang tak pandai bersyukurlah dan terkecoh dengan tipu daya laki-laki buaya seperti Anton, tiba tiba dia merindukan putrinya yang hampir setahun dia tinggalkan, "putri ku apa kabarmu nak". Isaknya sambil mengusap tetes demi tetes airmata yang jatuh di wajahnya yang mulai kusam karena tak lagi di hiraukan.
*****