Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demam
"Vi..... Vivian" panggil Bagas sambil mengetuk pintu kamar Vivian tapi tak ada jawaban.
"Vi...." panggil Bagas lagi tapi tak juga ada jawaban,Bagas takut terjadi apa-apa pada Vivian dia segera membuka pintu kamar perempuan itu.
"Vi....." panggil nya lagi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan Vivian keluar hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuh nya.
"Mas....." pekik Vivian membuat Bagas terkejut.
"Maaf" ucap Bagas lalu segera membalikkan tubuhnya.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Vivian
"Aku hanya ingin memberikan ponsel ini" jawab Bagas sambil mengangkat kotak ponsel nya.
"Aku letakkan di sini setelah memakai pakaian kita makan malam" ucap Bagas lalu segera keluar.
Vivian menghela nafas panjang sebenarnya dia tidak ingin mandi tapi dia merasa tubuh nya berkeringat karena Dika mengejarnya tadi.
Bagas merasa gugup karena melihat tubuh Vivian yang hanya di balut handuk pendek, berkali-kali lelaki ini menggeleng kan kepala nya karena pikiran nya hanya tertuju pada Vivian.
"Bisa-bisa nya dia menguasai pikiran ku" gumam Bagas merasa kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama, melihat Vivian yang saat itu masuk kedalam mobil nya dia merasa hal yang berbeda,Bagas merasa harus membantu perempuan itu.
Vivian berjalan perlahan keluar dari kamar nya.
"Mas" panggil Vivian pelan
"Ayo kita makan malam tadi aku sudah memesan makanan" ajak Bagas mencoba mengendalikan kegugupan nya begitu juga dengan Vivian yang merasa sedikit malu.
"Di dalam ponsel nya sudah ada nomer ku jadi kamu bisa menghubungi ku kapan pun" ujar Bagas dan diangguki Vivian mengerti.
"Kamu masak mas?" tanya Vivian yang melihat ada makanan di atas meja
"Tadi aku minta Alan untuk membelinya di restoran dekat sini,oh ya itu Alan membeli beberapa baju tidur tadi nya aku ingin mengajakmu belanja pakaian tapi insiden tadi membatalkan segala nya" kesal Bagas
"Maaf ya mas, gara-gara ak-u"
"Bukan kamu tapi lelaki brengsek itu,siapa nama nya?" tanya Bagas
"Untuk mengingat nama nya saja aku enggan mas" jawab Vivian membuat Bagas tersenyum kecil.
"Ayo di makan"ujar Bagas mengambil kan nasi dan lauk untuk Vivian.
"Terimakasih" sahut Vivian sambil tersenyum manis.
*****
"Bagaimana dengan perjanjian kita,jika dalam satu minggu ini kamu tidak bisa menemukan Vivian terpaksa anak perempuan mu Olivia yang menikah dengan ku" ucap pak Sobirin
"Tidak bisa pak, Olivia sudah memiliki kekasih" sahut Erika yang memang tidak ingin Olivia anak nya menikah dengan lelaki tua itu apalagi menjadi istri ke tiga nya.
"Kalau kamu tidak ingin memberikan anak perempuan mu kamu harus membayar semua hutang-hutang mu berikut dengan bunga-bunga nya"
"Beri aku waktu untuk menemukan Vivian pak, pasti aku bisa menemukan nya"
"Satu Minggu!" tegas pak Sobirin membuat Erika bergedik ngeri.
****
"Anggaran nya seperti yang sudah kita bahas sebelumnya tidak ada penambahan" ucap Bagas dalam zoom meting nya.
Hari ini Bagas sengaja tidak masuk kantor karena khawatir dengan kondisi Vivian yang semalam sedikit panas mungkin efek dari sakit di kaki nya dan lelaki tampan ini sengaja melakukan zoom meting agar tetap bisa menjalankan rapat pagi ini.
"Pastikan proyek kali ini tepat waktu menghindari kemungkinan kerugian yang akan terjadi" lanjut Bagas dan diangguki para peserta rapat.
"Mas kamu nggak ke kantor?" tanya Vivian yang melihat Bagas hanya duduk di sofa ruang tamu sambil menghadap laptop.
"Tidak hari ini kita akan pergi ke dokter" jawab Bagas
"Buat apa mas?"tanya Vivian bingung
"Semalam kamu demam"
"Jadi kamu yang mengompres ku?" tanya Vivian yang memang melihat air bekas kompres di atas meja hias nya.
"Makasih ya mas untuk balasan nya aku siap kan sarapan kita pagi ini" ucap Vivian sambil berjalan kearah dapur dan di anggukki Bagas sambil tersenyum manis membuat para karyawan nya terkejut melihat senyum sang atasan.
Baru kali ini mereka melihat sang atasan tersenyum.
"Manis" puji salah satu karyawan perempuan membuat Bagas tersadar kalau dia tengah melakukan zoom meting.
"Hmmmm.....sampai di mana tadi?" tanya Bagas kembali fokus ke layar laptop nya.
"Siapa perempuan itu?" batin Sinta
"Kenapa pak Bagas sangat peduli sekali dengan nya?"
Selama ini setau Sinta bos nya ini sangat menjaga jarak dengan perempuan tapi kenapa ada perempuan yang bisa tinggal di apartemen bersama sang atasan.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya