NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: FASILITAS BARU PERUMAHAN DAN CAHAYA DUNIA BARU

BAB 23: Fasilitas Baru Perumahan dan Cahaya Dunia Baru

Matahari pagi yang membias hangat dan jernih perlahan-lahan terbit dari ufuk timur Distrik Jiangcheng, menembus sisa-sisa kabut tipis musim dingin kiamat. Sinar keemasan itu menyinari seluruh jengkal lanskap teritori baru Suaka Zone Level 3 yang membentang amat megah.

Tepat ketika jarum jam digital di dalam pusat kesadaran Lin Yue menyentuh angka 06.00 pagi—menandai berakhirnya masa karantina Aturan Darurat—sebuah nada dentang mekanis yang amat halus bergema dari panel pintu setiap unit kamar kos.

Cklek! Brak!

Pintu-pintu besi tebal bercat abu-abu gelap di blok perumahan halaman timur terdorong terbuka secara perlahan dari arah dalam.

Lu Yan sang mantan instruktur beladiri taktis melangkah keluar paling awal dengan posisi kapak panjang siap di dada. Di belakangnya, Gu Ning sang veteran tim evakuasi darurat, Xiao Chen, pasangan suami istri paruh baya dari Kamar 102, serta penyewa baru lainnya melangkah keluar dengan gerak-gerik yang dipenuhi kewaspadaan ekstrem.

Sepasang mata mereka secara refleks menyipit untuk menyesuaikan dengan terpaan sinar matahari pagi... lalu, seketika itu juga, sepasang bola mata mereka membelalak lebar-lebar! Rahang mereka terjatuh kaku, dan seluruh tubuh mereka membeku bagaikan patung batu di atas lantai teras!

Guncangan psikologis yang teramat dahsyat menghantam pusat kesadaran mereka tanpa ampun.

"I-Ini... ini tidak mungkin... Tidak mungkin ada keajaiban seperti ini di era kiamat!" bisik Lu Yan dengan suara yang gemetar hebat. Cengkeraman jemarinya pada gagang kayu kapaknya melonggar, hingga mata pisau baja tebal itu hampir saja terlepas jatuh menghantam lantai.

Dunia kotor, kumuh, dan sempit yang mereka kenal kemarin sore telah musnah secara total tanpa menyisakan jejak sedikit pun! Sebagai gantinya, sebuah mahakarya arsitektur futuristik yang amat megah, kokoh, dan tak tersentuh kini membentang luas di depan sepasang mata mereka.

Area halaman tanah berdebu yang dulunya sempit kini telah disulap menjadi kompleks perumahan modern. Lantai dasarnya dilapisi oleh ubin beton khusus yang sangat bersih, rapi, dan bebas dari butiran debu kiamat.

Di sekeliling perimeter teritori baru yang membentang seluas 2.500 meter persegi—mencakup lima blok jalan raya yang dulunya dikuasai zombie—berdiri dengan sangat gagah Dinding Benteng Baja Setinggi Enam Meter yang berketebalan rapat! Permukaan baja padat berwarna perak gelap itu memancarkan pendaran cahaya mengintimidasi yang memotong habis akses dunia luar.

Di setiap sudut atas benteng pertahanan raksasa tersebut, moncong meriam energi otomatis (Turret Automatic Guard Level 1) berdesir halus secara konstan, berputar memindai setiap titik buta lorong-lorong luar dengan tingkat presisi pemusnahan yang sangat mematikan.

Tepat di tengah-tengah kompleks, berdiri dengan anggun dan megahnya sebuah rumah induk berlantai tiga bercat abu-abu modern dengan panel-panel dinding kaca spion hitam tebal—kediaman pribadi eksklusif sang Pemilik Suaka.

Sementara itu, bangunan empat unit kamar kos beton tua milik mereka telah ditransformasi ulang menjadi blok hunian bertingkat yang sangat luas. Di sisi utara dan timur halaman, sepuluh unit kamar kos modern standard baru bercat abu-abu elegan telah berdiri rapi, siap untuk menampung gelombang penyewa baru! Setiap unit kamar baru tersebut telah dilengkapi dengan sirkuit pintu digital, pendingin udara mandiri, serta fasilitas sanitasi kamar mandi dalam yang terhubung penuh ke jaringan distilasi air murni terpusat.

Namun, yang paling membuat air mata mereka menetes adalah keberadaan sebuah bangunan beratap kaca polimer transparan yang berdiri megah di sebelah barat rumah induk—Kafetaria Internal dan Pusat Perdagangan Suaka. Dari dalam ruangan kafetaria yang luas dan bersih itu, menguar aroma harum roti gandum hangat bertabur wijen, seduhan kopi hitam Murni, dan gurihnya olahan daging sapi panggang yang disintesis secara otomatis oleh tiga unit Vending Machine Level 1 terbaru!

"Dinding benteng baja padat setinggi enam meter... meriam otomatis penembak monster... sepuluh kamar kos mewah baru... dan sebuah kafetaria..."

Gu Ning, sang petarung veteran yang telah mengarungi ratusan pertumpahan darah di jalanan kota mati, merangkak maju beberapa langkah dengan deru napas yang tersengal-sengal parah. Dadanya naik-turun dalam ketakjuban dan rasa gentar yang tak terbayangkan oleh akal sehatnya.

"Hanya dalam kurun waktu satu malam... tanpa ada suara alat berat, tanpa ada ribuan pekerja bangunan, dan tanpa pasokan semen material... Saudari Lin Yue mendirikan sebuah benteng kota mandiri yang sempurna secara instan!" jerit Gu Ning di dalam hatinya.

Xiao Chen mendadak jatuh terduduk lemas di atas ubin bersih halaman. Ia menatap sekeliling dinding benteng baja perak dengan air mata haru yang menetes deras membasahi pipinya yang kusam.

"Kita... kita tidak lagi sekadar menumpang di sebuah tempat kos sederhana..." bisik Xiao Chen dengan suara serak yang bergetar hebat. "Kita... kita saat ini sedang tinggal di dalam pusat imperium paling aman di seluruh muka bumi!"

Pasangan suami istri paruh baya dari Kamar 102 saling berpelukan erat seraya menangis histeris. Di dunia luar yang penuh neraka pembantaian oleh Zombie Tipe Runner, mereka kini terbangun di dalam sebuah surga berdinding baja yang memiliki pasokan air bersih tak terbatas, listrik hangat, dan kafetaria makanan segar!

Cklek.

Di tengah guncangan emosional yang melanda para penyewa, pintu kaca utama di lantai dua rumah induk tiga lantai terbuka secara perlahan.

Lin Yue melangkah keluar ke atas balkon dengan gerakan tubuh yang amat tenang, anggun, dan memancarkan aura dominasi mutlak seorang Landlord tertinggi. Ia mengenakan celana kargo hitam dan kaus polos bersih, memanggul tombak kayu jati rakitannya secara santai di bahu kanan. Sepasang matanya yang jernih, tajam, dan dingin menatap lurus ke arah keenam penyewanya yang sedang terduduk dan berdiri membeku di atas halaman.

"Selamat pagi," ujar Lin Yue dengan suara datar yang bergema jernih di seluruh penjuru teritori benteng. "Selamat datang di wujud baru rumah tinggal kalian: Suaka Zone Level 3."

Suara halus Lin Yue seketika menyentak keenam penyewa itu dari guncangan psikologis mereka.

Tanpa perlu ada komando atau instruksi lanjutan, Lu Yan, Gu Ning, Xiao Chen, dan seluruh penyewa lainnya secara serentak berlutut di atas ubin halaman, membungkukkan badan dan kepala mereka secara mendalam ke arah sosok Lin Yue yang berdiri di atas balkon.

"Terima kasih yang teramat mendalam atas kemurahan hati, keagungan, dan perlindungan mutlak Saudari!" seru Lu Yan dengan suara membahana yang dipenuhi oleh ketundukan, rasa hormat yang mendalam, dan kesetiaan tanpa batas.

"Terima kasih, Saudari! Terima kasih telah memberi kami tempat berlindung di surga ini!" seru para penyewa lainnya bersahut-sahutan dengan air mata yang mengalir.

Lin Yue memandang reaksi ketundukan dan ketakjuban yang mendalam dari para penyewanya dengan sebuah senyuman tipis yang amat dingin di sudut bibirnya.

"Di dalam area perimeter Suaka Zone Level 3 ini, seluruh Aturan Mutlak Ibu Kos tetap berlaku tanpa ada pengecualian," kata Lin Yue tegas, suaranya menusuk bagaikan belati es.

"Dilarang keras bertengkar, dilarang mencuri, dilarang merusak fasilitas, dan patuhi penuh seluruh Otoritas Tuan Tanah. Selama kalian rajin bekerja berburu, membayar sewa tepat waktu, dan mematuhi hukum Suakaku, Dinding Benteng Baja Setinggi Enam Meter dan Meriam Otomatis ini akan menjamin keselamatan hidup kalian dari ancaman monster atau manusia jahat mana pun di luar sana."

"Kami bersumpah demi jiwa dan darah kami untuk mematuhi seluruh hukum dan sabda Saudari sampai napas terakhir kami!" jawab seluruh penyewa secara serentak dalam ikrar kepatuhan mutlak.

Lin Yue menganggukkan kepalanya pelan, lalu mengarahkan pandangan matanya ke arah Kafetaria Utama.

"Fasilitas baru telah resmi beroperasi," lanjut Lin Yue datar. "Sepuluh unit kamar kos modern standard baru telah siap dibuka untuk penyewa baru. Kafetaria internal telah dilengkapi dengan variasi menu Makanan segar baru seperti Paket Nasi Daging Sapi Lada Hitam, Mie Instan Premium, Kopi Hitam Murni, dan Teh Hangat yang bisa kalian beli menggunakan Kristal Inti di Vending Machine."

Mendengar sebutan menu Nasi Daging Sapi Lada Hitam dan Kopi Hitam Murni, Xiao Chen dan para penyewa lainnya menelan ludah mereka dengan sangat susah payah. Di saat jutaan manusia di luar sana saling membunuh hanya demi berebut sekerat roti berjamur, mereka di sini bisa menikmati santapan Nasi Daging hangat di dalam kafetaria mewah!

"Biaya sewa untuk unit kamar standard baru adalah 2 Kristal Inti Murni Level 1 atau 10 Kristal Inti Keruh Level 0 per minggu," tegas Lin Yue. "Kalian boleh menyebarkan kabar keberadaan tempat ini kepada penyintas lain di luar sana, karena begitu gerbang benteng dibuka esok hari... tempat ini tidak akan pernah sepi lagi."

"Kami mengerti dan siap melaksanakan perintah Saudari! Kami akan memastikan hanya penyintas berkualitas yang mengetahui keagungan Suaka Zone ini!" seru Lu Yan penuh semangat seraya kembali merundukkan badannya.

Sementara itu, tepat di luar Dinding Benteng Baja Suaka Zone Level 3, guncangan, gempar, dan histeria luar biasa pecah secara serentak di seluruh koridor Distrik Jiangcheng!

Pagi itu, puluhan kelompok penyintas liar, tim pemungut barang bekas, hingga faksi-faksi manusia mutan yang bersembunyi di balik reruntuhan gedung terbangun dari tidur mereka dengan sepasang mata membelalak lebar dalam ketakutan yang luar biasa!

Mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa lorong-lorong jalanan umum dan lima blok gang yang kemarin sore masih dipenuhi oleh sisa-sisa reruntuhan beton serta lalu lalang Zombie Level 1 Tipe Runner kini telah hilang sepenuhnya!

Seluruh area lima blok strategis itu secara ajaib telah dicaplok, diratakan, dan ditutupi oleh sebuah Dinding Benteng Baja Raksasa Setinggi Enam Meter yang memancarkan pendaran cahaya perak mengintimidasi!

"L-Lihat ke arah sana! Demi Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi di ujung gang raya itu?!" jerit seorang penyintas pemungut barang bekas dengan suara histeris panik seraya menunjuk jari gematarnya ke arah struktur benteng baru.

"Baja padat murni setinggi enam meter?! Di mana dinding beton tua yang kemarin ada di sana?!" seru seorang Esper Elemen Tanah dari kelompok penyintas luar dengan raut wajah yang pucat pasi bagaikan mayat.

"Bagaimana mungkin ada benteng baja raksasa bermeriam otomatis muncul begitu saja di tengah malam di tempat mati seperti ini?! Apakah ini ulah dewa?!"

Keheranan, ketakutan, dan rasa takjub yang luar biasa menjalar bagaikan badai supersonik ke seluruh penjuru Kota Jiangcheng.

Kabar burung mengenai lahirnya Suaka Zone Level 3—sebuah benteng perumahan mandiri berbenteng baja terisolasi yang dipimpin oleh seorang wanita misterius bernama Lin Yue, yang memiliki pasokan air bersih murni, listrik 24 jam, serta fasilitas makanan otomatis—menyebar cepat menembus jaringan komunikasi para penyintas.

Ratusan penyintas yang terdesak di balik gedung runtuh, kelompok-kelompok kecil yang berada di ambang kepunahan akibat sergapan Zombie Tipe Runner, hingga faksi-faksi manusia mutan yang arogan di pusat kota kini mulai memusatkan seluruh perhatian dan pandangan mereka ke satu titik lokasi yang sama: Benteng Baja Suaka Zone!

Peta kekuatan politik dan militer di seluruh Distrik Jiangcheng telah resmi berguncang hebat hingga ke akarnya. Imperium bisnis Landlord milik Lin Yue telah berdiri kokoh di atas puncak kekuasaan, dan Suaka Zone Level 3 kini siap menyerap ribuan batu Kristal Inti serta menyambut gelombang penyewa baru dalam skala yang jauh lebih masif!

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!