Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.
Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.
Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.
Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.
KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Ingin hidup damai bersama kamu.
"Saya tanya betul sama kamu. Kenapa kamu buka file XXX milik saya???" Tanya Bang Oscar. Tangannya masih sibuk menyelipkan ujung handuk di sela lilitan pinggangnya. Wajah Bang Oscar ikut memerah.
Dengan tubuh yang masih gemetar karena kaget, Pitta menelan ludah dengan kasar sambil menenangkan diri.
"Mana Pitta tau, Pitta nggak sengaja buka."
"Nggak sengaja, tapi kau lanjutkan lihatnya??? Sebegitu penasarannya kau, dek???" Ujar Bang Oscar.
"Abang penasaran juga, kan???? Kalau nggak penasaran nggak mungkin Abang simpan video begini." Oceh Pitta.
"Abang sudah 21+, kau........." Ingin membalas cicitan Pitta tapi pada kenyataannya gadisnya itu sudah menikah meskipun prosesnya tidak sempurna. "Kau tau sawan atau tidak, kata orang Jawa kau bisa kena sawan.........."
Belum sampai ucap itu berlanjut, lampu kamar tiba-tiba padam. Pitta kaget, ia refleks berteriak, berlari dan melompat memeluk Bang Oscar.
Sontak Bang Oscar ikut terkejut, kakinya sampai tak sengaja menendang sisi tempat tidur dan membuatnya oleng dan membuat keduanya jatuh diatas tempat tidur.
Semua gelap gulita tanpa cahaya, Pitta tertegun. Namun ia juga tidak beranjak dari tubuh Bang Oscar.
Mendadak sekujur tubuh Bang Oscar bereaksi, dengan tubuh besarnya itu ia mendekap Pitta dengan erat hingga hilang dalam peluknya kemudian membalik posisi. Pitta kembali menjerit saat merasa ada sesuatu yang mengganjal menekan tubuhnya, tapi ia terlalu takut untuk menolak Bang Oscar.
Pitta sungguh bimbang menguraikan rasa yang baru pertama kali ini ia rasakan, di sayangi, di belai manja dan perlakukan dengan lembut.
Tak lama lampu menyala terang, Bang Oscar mulai frustasi karena rasa inginnya seakan tertahan, Pitta begitu 'menutup diri' hingga ia sulit menembus benteng pertahanan. Ia berusaha keras mencari jawaban atas rasa penasarannya mengenai status Pitta.
"Pitta ikhlas, kan??" Ucap Bang Oscar terdengar lirih, terengah di telinga Pitta sembari sekuatnya menahan diri. Beberapa menit lamanya ia terus mendekap Pitta.
"Sudaahh.. Sudaaaahhh..!!!" Pitta buru-buru menepuk bahu Bang Oscar.
Bang Oscar tak menjawab, hanya desah nafas dan erangan lirih yang terdengar hingga kemudian ia menggelinjang tak karuan.
'Semoga Allah memberkahi setiap rejeki dari setiap tetes nutfah yang ku tumpahkan dalam tempat mulia di rahimmu, istriku.'
"Baaang, Pitta.. Nggak hamil, kan??" Tanya Pitta, suaranya mulai serak. "Pitta takut bertemu lagi sama Bang Samuel, Pitta bisa dihajarnya kalau ketahuan selingkuh sama Abang."
"Siapa yang bilang kita selingkuh???"
"Tapi Bang Samuel nggak tau kalau Pitta kerja sama Abang."
Bang Oscar tersenyum, ternyata hingga saat ini Pitta menyangka mereka hanya sekedar terikat dalam pekerjaan semata. Padahal dirinya sudah memberikan uang 'gaji' sesuai perjanjian untuk Pitta, uang nafkah belanja harian, uang pegangan, uang keperluan pribadi bahkan sampai dua kartu ATM nya pun Pitta yang membawanya.
"Sekalipun samuel bisa menemukanmu, dia tidak akan bisa membawamu pergi. Kecuali dia berani melangkahi mayat saya..!!" Jawab Bang Oscar tegas dan jelas.
Pitta menelan ludah dengan kasar. Ia tau betul bagaimana sosok Letnan Oscar. Dulu.. Saat ia mengikuti kegiatan bela negara, pria yang masih menyandang pangkat Letnan Dua itu adalah seorang pria yang begitu tegas.
Flashback Pitta on..
"Terserah kalau kalian berpikir saya ini manusia yang jahat, tapi asal kalian tau.. Dunia ini bekerja lebih jahat dari yang kalian rasakan saat ini. Tugas kalian sebagai generasi muda, seharusnya bisa lebih tangguh, kuatkan mental, tegar menghadapi kehidupan..!!!" Ucap tegas Letnan Dua Ricky Oscar Falaq saat itu.
Pitta menunduk tak berani menatap wajah garang itu. Tapi, tanpa ia sadari Letnan Oscar sudah berdiri di hadapannya.
"Saya bertanya-tanya, darimana ide nama Tupai imut?? Saya lihat kamu jauh lebih sembrono dari julukan itu." Tegur Bang Oscar.
"Pelatih hanya menuduh saja. Saya tidak begitu." Kata Pitta.
"Saya harap kamu tidak mengulanginya lagi, tolong kamu tolak jika ada pelatih yang memintamu menari, itu bukan bagian dari pelatihan. Yang masih di ijinkan adalah jika kamu menjadi instruktur senam, paham..!!!!" Ucap tegas Bang Oscar.
Pitta baru menyadari dirinya membuat kesalahan. Kemarin ia menuruti perintah Pelatih Samuel dan membuat Pelatih Oscar marah besar. Kegiatan sempat terhenti beberapa jam karena Letnan Oscar sangat marah.
Flashback Pitta off..
"Jan_jii???" Tanya Pitta meyakinkan dirinya sendiri.
"Laki-laki pantang ingkar." Jawab Bang Oscar.
//
"Aku tau dimana perempuan sial itu berada. Dia lari dan di amankan oleh seorang pria. Aku rasa dia jadi perempuan simpanan." Kata Bu Mieke. Ibu dari Letnan Samuel.
Tak sengaja saat itu Bang Samuel mendengar percakapan antara ibunya dan pria yang di gadang-gadang akan menjadi suami ibunya itu.
Tapi saat akan menegurnya, Bang Samuel mendengar kenyataan yang sungguh menyesakan dada.
"Kapan kita jual sertifikat tanah si Sam?? Biar saja dia mencari Pitta dan menghajar perempuan sial itu, enak saja pengen gajinya anak ku." Ucap Bu Mieke terdengar begitu jelas.
"Tunggu Sam tenang, biarkan dia sibuk mencari Pitta dulu. Yang jelas jangan sampai Samuel mendekati Pitta lagi." Jawab Baron, kekasih Bu Mieke.
Bang Samuel begitu terpukul mendengarnya, tapi jika ia langsung bertanya sekarang, ia tidak akan mendapatkan informasi apapun tentang Pitta dan siapa pria yang sudah menyembunyikan gadis yang sebenarnya sangat ia sayangi itu.
Tidak ada yang tau bagaimana lelah dirinya mencari Pitta di setiap harinya, hanya Tuhan dan dirinya yang tau bagaimana perasaannya untuk Pitta.
.
.
.
.
ditunggu lanjutanya mba
ditunggu lanjutannya mba Nara
lanjut mba Nara👍