NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23. Sama-sama Mengagumi

Kinanti melihat ke arah Rudy kemudian tersenyum tipis ke arah Khalid agar Khalid tenang dan fokus ke proposalnya.

“Aku sangat tahu kemampuan adikku jadi aku nggak mungkin memberikan kesempatan dan peluang besar ini kepada orang lain,” batinnya Kinanti.

Ucapan Kinanti belum selesai ketika Pak Ridwan buru-buru menyela.

“Manajer kami tidak memiliki masalah dengan keputusan Ibu Kinanti.” sahutnya pak Ridwan.

Pak Ridwan sebagai direktur pasti memikirkan keuntungan perusahaannya dan mengesampingkan kepentingan pribadinya Rudy.

Pak Ridwan langsung menoleh kepada Khalid.

“Silakan, Khalid. Maju dan presentasikan proposalnya.” pintanya Pak Ridwan yang tidak mau rencananya gagal total.

Rudy hanya bisa diam dengan rahang mengeras.”Khalid, kalau sampai kamu yang mengambil alih proyek ini aku nggak bakalan membiarkanmu begitu saja.”

Sementara Reva dan Amri semakin penasaran.

Mereka tidak mengerti mengapa Kinanti begitu bersikeras memberikan kesempatan kepada Khalid.

“Kenapa Mbak Kinanti begitu memperhatikan Khalid?” Reva membatin dengan rasa cemburunya yang lebih dominan.

Bahkan, keputusan tersebut sempat menimbulkan ketegangan di antara pihak Global sendiri.

“Apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka?” batin Amri.

Akan tetapi, Amri teringat dengan rencana perceraiannya Kinanti dengan suaminya Yudha Pratama.

“Apa salah satu penyebab kehancuran rumah tangga mbak Kinanti adalah pemuda ini? apa Mbak Kinanti doyan brondong?” batin Amri menduga-duga.

Khalid akhirnya berdiri. Dia berjalan menuju layar presentasi sambil membawa laptop.

“Apa Mbak ingin aku memperlihatkan kemampuan aku sekarang?” duganya Khalid.

Sebelum mulai berbicara, Khalid menarik napas panjang. Dia tahu, sejak melangkahkan kaki ke depan ruangan, semua orang akan memperhatikannya.

Termasuk kakaknya sendiri.

Namun, dia tidak boleh membiarkan hubungan pribadi mempengaruhi pekerjaannya.

Presentasi pun dimulai.

“Baik, Bapak dan Ibu. Izinkan saya menjelaskan inti dari proposal kerja sama yang kami ajukan.”

Suara Khalid terdengar jelas dan mantap.

Rasa gugup yang sempat terlihat di awal perlahan menghilang.

Dia menjelaskan setiap poin proposal dengan runtut dan terperinci. Bukan sekadar membaca isi dokumen, Khalid benar-benar memahami data, strategi, keuntungan, hingga risiko yang mungkin terjadi.

Kinanti beberapa kali mengajukan pertanyaan.

Khalid mampu menjawabnya dengan lugas.

Bahkan, Kinanti sengaja menguji kemampuan bahasa asingnya.

Kinanti menatap Khalid dengan serius, lalu bertanya menggunakan bahasa Jepang.

“Kono bijinesu keikaku ni okeru saidai no risuku wa nan da to kangaete imasu ka?”

Khalid tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab.

“Saisho no risuku wa, shijo no henka ni taiou suru made no jikan da to kangaete imasu. Shikashi, fukusu no shinario o junbi shite okeba, sono risuku wa ookiku herasu koto ga dekimasu.”

Kinanti mengangguk pelan.

Jawaban tersebut sesuai dengan apa yang dia harapkan.

Namun, dia kembali memberikan pertanyaan, kali ini menggunakan bahasa Korea.

“Geureotdamyeon sijangui byeonhwa-e daeeunhagi wihae gajang meonjeo haeya hal ireun mueosirago saenggakhaseumnikka?”

Khalid tetap tenang.

“Gajang meonjeo haeya hal ireun sijang data-reul jeonghwakhage bunseokhaneun geosimnida. Geu gyeolgwareul batang-euro jeonryageul yunyeonhage jojeonghaeya handago saenggakhamnida.”

Ruangan kembali hening.

Khalid baru saja menjawab pertanyaan Kinanti menggunakan dua bahasa asing tanpa terlihat gugup sedikit pun.

Kinanti tersenyum tipis. “Baik. Silakan dilanjutkan.”

Khalid mengangguk. “Baik, Bu.”

Presentasi kembali berlanjut.

Semakin lama, semakin terlihat kemampuan Khalid yang sebenarnya. Membuat semua orang tidak lagi meragukan kemampuan pemuda yang baru berusia 23 tahun itu.

Ini namanya kemampuan adiknya tidak jauh berbeda dengan kakaknya.

Dia mampu menjelaskan data dengan baik, menjawab pertanyaan dengan tenang, serta tetap menghormati siapa pun yang memberikan pertanyaan kepadanya.

Tidak ada kesan sombong. Tidak ada usaha untuk menunjukkan dirinya lebih hebat daripada orang lain. Semuanya dilakukan dengan sikap profesional.

Reva yang sejak awal merasa kesal melihat perhatian Khalid kepada Kinanti kini justru dibuat kagum.

Tatapannya tidak lepas dari pria tersebut.

Dia baru menyadari bahwa selama ini ada begitu banyak sisi Khalid yang belum pernah dia ketahui.

Bukan hanya pintar. Khalid juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tenang menghadapi tekanan, dan memiliki sikap yang sangat menghargai orang lain.

“Kamu kok sempurna banget...” batin Reva.

Sementara itu, Kinanti hanya memperhatikan Khalid dengan senyum tipis.

Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa di balik keputusan kecilnya hari ini, dia sebenarnya sedang menjalankan sebuah rencana.

Kinanti sudah memiliki rencana khusus untuk Khalid.

Dia ingin memberikan kesempatan kepada adiknya untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mungkin tidak pernah mendapatkan tempat yang semestinya.

Namun, semua itu masih menjadi rahasia.

Kinanti belum berniat memberitahukan kepada siapa pun bahwa Khalid Anugerah adalah adik kandungnya.

Bahkan di depan Khalid sendiri, Kinanti memilih bersikap seolah-olah mereka hanyalah dua orang profesional yang baru pertama kali bertemu.

Untuk saat ini, rahasia itu harus tetap tersimpan rapat.

Kinanti tahu, ketika hubungan darah mereka akhirnya terungkap, akan ada banyak hal yang berubah. Bukan hanya dalam kehidupan Khalid, tetapi juga dalam hubungan mereka dengan orang-orang di sekitar.

Karena itu, Kinanti ingin memastikan satu hal.

Ketika hari itu tiba, Khalid harus sudah cukup kuat untuk menghadapi semuanya.

Kinanti dan Amri sudah berada di area parkiran perusahaan, tetapi Reva belum juga terlihat bersama mereka. Beberapa kali Kinanti menoleh ke arah pintu masuk, berharap sekretaris sekaligus sahabatnya itu segera muncul.

Namun, sosok Reva tak kunjung terlihat.

Kinanti akhirnya mengerutkan kening.

“Amri, Revalina di mana?” tanyanya. Kemudian, sudut bibirnya terangkat, seolah menemukan alasan untuk menggoda sahabatnya itu. “Jangan-jangan dia nggak tahu jalan pulang lagi?”

Amri yang sebenarnya tahu ke mana Reva pergi hanya tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak berniat mengatakan yang sebenarnya.

“Kayaknya tadi dia ke toilet,” jawab Amri santai. “Kita tinggal saja, kan? Dia juga tadi pagi datang ke sini pakai mobil sendiri.”

Kinanti menatap Amri beberapa detik, seolah sedang memastikan apakah sekretarisnya itu benar-benar serius.

“Serius mau ditinggal?”

“Tenang saja, Bu,” jawab Amri sambil membuka pintu mobil mewah milik Kinanti. “Kalau nanti tersesat, tinggal share lokasi. Pasti ketemu.”

Kinanti terkekeh kecil sebelum masuk dan duduk di kursi belakang.

“Nggak apa-apa ditinggal, ya?” candanya. “Kalau kesasar, tinggal share location. Pasti nggak bakal kesasar.”

Amri hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar candaan atasannya itu. Setelah memastikan pintu mobil tertutup dengan baik, ia segera masuk ke kursi pengemudi.

Tak lama kemudian, mobil mewah tersebut meninggalkan area parkiran dan melaju kembali menuju perusahaan.

Namun, tanpa sepengetahuan Kinanti dan Amri, Reva memang sengaja tidak ikut bersama mereka.

Perempuan muda itu diam-diam menemui seseorang yang sejak beberapa waktu terakhir berhasil membuat hatinya berdebar.

Khalid.

Pemuda yang juga diam-diam menyimpan perasaan yang sama kepadanya.

Khalid baru saja keluar dari toilet ketika langkahnya terhenti. Ia sedikit terkejut saat mendapati Reva sudah berdiri tidak jauh dari sana.

“Reva?” sapanya, memastikan bahwa perempuan itu memang sengaja menunggunya.

Reva tersenyum.

“Nanti malam aku tunggu di tempat biasa, ya.”

Khalid mengangkat alis. Wajahnya seketika terlihat sedikit malu.

“Kenapa mesti datang ke sini?” tanyanya. “Bukannya bisa kirim lewat chat saja?”

Nada suaranya terdengar santai, tetapi sorot matanya justru mengkhianati perasaan yang selama ini berusaha ia sembunyikan.

Khalid memang tidak pernah mengatakannya secara terang-terangan, tetapi sejak masa kuliah, ia diam-diam telah menyimpan rasa kepada Reva, seniornya.

Reva melangkah sedikit lebih dekat.

Seketika, Khalid justru mundur satu langkah.

Reva menahan senyum melihat reaksinya.

“Karena aku ingin melihat wajahmu secara langsung,” jawabnya. “Aku juga ingin mendengar sendiri jawabanmu. Kamu setuju aku traktir makan malam atau tidak?”

Khalid terdiam sejenak dan tatapan mereka bertemu.

Ada sesuatu yang membuat suasana di antara keduanya mendadak terasa berbeda. Namun, Reva tidak memberikan kesempatan kepada Khalid untuk terlalu lama menyembunyikan rasa malunya.

“Jadi?” tanyanya lagi, kali ini dengan senyum menggoda.

Khalid akhirnya tersenyum kecil.

“Nanti kita bicarakan.”

Reva mengangkat alis. “Jawaban macam apa itu?”

“Jawaban yang bikin kamu datang lagi nanti malam.”

Reva terdiam sesaat sebelum akhirnya tertawa kecil.

“Baiklah. Aku anggap itu sebagai jawaban iya.”

Tanpa menunggu bantahan dari Khalid, Reva segera berbalik dan pergi.

Senyuman puas dan sumringah menghiasi wajah cantiknya.

Wanita muda blasteran Indonesia-Belanda itu bahkan tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Langkahnya terasa ringan, sementara bibirnya tak berhenti bersenandung kecil sepanjang perjalanan meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu, Khalid masih berdiri di tempatnya.

Ia memperhatikan punggung Reva yang semakin menjauh, lalu tersenyum tanpa sadar. Ternyata, bukan hanya Reva yang menunggu malam itu.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!