NovelToon NovelToon
An Affair Ashford

An Affair Ashford

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sepuluh tahun Dominic Qiel Ashford mempertaruhkan kesetiaannya hanya untuk ditolak berulang kali oleh Florence Nightingale, wanita yang menolak ikatan pernikahan. Luka penolakan itu akhirnya mendorong Dominic pada keputusan gila di sebuah malam yang pekat.

Di tengah frustrasi, ia mendapati Ester Alba—mahasiswi berbeasiswa sekaligus guru privat keponakannya—terjebak dalam gaun seksi di bar elit demi mencari biaya operasi sang ayah.

Demi menyelamatkan harga dirinya sekaligus melampiaskan keputusasaan, Dominic mengajukan penawaran berbahaya. Sebuah kesepakatan terikat yang menuntut kepatuhan mutlak, jauh dari ranah cinta.

Namun, saat rahasia alasan sebenarnya di balik kebencian Florence pada pernikahan mulai terkuak, Ester menyadari bahwa ia bukan sekadar pelampiasan—melainkan kunci dari permainan emosi yang siap menghancurkan mereka bertiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

...`[🚧 🔞AREA DEWASA ONLY 🚧]`...

"Terima kasih, Tuan Ashford," jawab Ester lurus, suaranya bergetar tipis di dalam kegelapan kamar yang mulai mendingin. "Sesuai perjanjian... ini hanya untuk satu malam."

Kalimat yang meluncur dari bibir tipis Ester itu seketika menghantam dinding dada Dominic, membakar habis sisa-sisa ketenangan yang ia miliki. Jiwanya merontokkan rasa terima kasih itu dengan kemarahan yang mendadak meledak.

Hanya satu malam?

Ester Alba—gadis yang selama dua tahun terakhir selalu melangkah dengan anggun di koridor mansion keluarganya, gadis yang kepolosannya baru saja ia renggut hingga meneteskan darah dan air mata—apakah sekarang gadis ini berpikir bahwa Dominic akan membiarkannya pergi begitu saja?

Membiarkan gadis ini kembali ke bar remang-remang itu, memamerkan tubuh indahnya pada pria-pria hidung belang lain, atau berpindah dari satu ranjang ke ranjang pria berkantong tebal demi selembar cek?

Tidak.

Dominic Ashford ingin menjadi pria egois kali ini.

Jika Florence Nightingale Berres tidak bisa ia paksa, tidak bisa ia tundukkan, dan terus melangkah pergi menginjak-injak harga dirinya selama sepuluh tahun, maka aturan itu tidak berlaku untuk gadis 22 tahun ini.

Perkataan Joy dan Julian di bar tadi kembali mengambil alih logikanya yang kini terkikis. 'Ganti saat kau bosan... Cari yang bisa kau atur... Kenapa harus menyiksa diri untuk wanita yang tidak mau terikat?'

Selama ini, Dominic telah menjadi pria paling baik, paling nurut, dan paling sabar di dunia. Namun apa balasannya? Florence tetap menghianati harapannya, menolak lamarannya enam kali tanpa rasa bersalah.

Kebaikan hanya membuatnya menjadi pecundang.

Tapi bukan berarti Dominic akan membuang Ester begitu saja.

Gadis ini membutuhkan uang dalam jumlah sangat besar untuk menyambung nyawa ayahnya, dan Dominic memiliki kekuatan finansial yang tak terbatas. Ia akan memanfaatkan peluang emas ini.

Bersama Ester, dalam pelukan dan rintihan gadis ini, Dominic merasakan pelampiasan yang belum pernah ia dapatkan.

Bersama Ester, ia bisa melupakan bayangan dingin Florence.

Dominic bergerak cepat. Tubuh kokohnya mendadak berbalik, mencengkeram kedua bahu mulus Ester dengan tekanan yang kuat.

"Ulangi!" bentak Dominic dengan suara rendah yang amat menakutkan, matanya yang tajam mengunci manik mata Ester dalam remang.

"Ulangi perkataanmu tadi!"

Ester tersentak, napasnya tercekat saat merasakan cengkeraman keras di bahunya.

Mengingat betapa berkuasanya pria di atasnya ini, Ester berasumsi bahwa Dominic sedang meradang karena takut reputasinya ternoda.

Pria kaya seperti Dominic Ashford pasti sedang bersiap untuk mengancamnya agar rahasia malam panas ini tidak sampai bocor ke telinga keluarga besar Ashford—atau lebih buruk lagi, diketahui oleh kekasih pria ini.

Ya, Ester tahu betul Dominic memiliki kekasih yang sangat dicintainya.

Kekasih Dominic—Florence—bahkan sering terlihat menginap dan beraktivitas di kediaman utama Ashford karena Florence merupakan keponakan tuan Huxley—suami dari Nyonya Penny, orang tua murid yang diajarinya.

Di mata Ester, Dominic dan Florence adalah pasangan sempurna dari kalangan elit yang tak tersentuh.

Namun, prasangka Ester meleset jauh dari kenyataan di dalam kepala Dominic.

Dominic yang sejak tadi terbayang-bayang ucapan Julian tentang sugar baby dan koleksi Madam Choo memandang Ester sebagai jawaban paling sempurna.

Tanpa memikirkan risiko atau bagaimana rumitnya masa depan nanti, Dominic mensejajarkan wajahnya dengan Ester, membisikkan kalimat beracun tanpa filter.

"Mari mengulangnya kembali," tekan Dominic, suaranya sarat akan dominasi yang mutlak. "Aku pastikan... hidupmu, tempat tinggalmu, hingga seluruh biaya kesehatan ayahmu menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Jadi jalang pribadiku!"

Deg.

Kata itu bergaung nyaring di telinga Ester.

Jalang pribadi.

Darah Ester serasa berhenti mengalir.

Sejak awal berada di mobil hingga melewati kepasrahan malam ini, Ester Alba selalu berusaha bersikap lembut, sopan, dan menahan seluruh kepedihannya demi menghormati paman dari-muridnya. Namun, hinaan yang baru saja dilontarkan pria ini merobek habis batas kesabarannya.

Sebelum Dominic sempat kembali menindihnya sepenuhnya, Ester mendorong dada bidang pria itu dengan seluruh tenaga yang ia miliki.

"Apa maksudmu, sialan?!" seru Ester kasar, matanya menyalang penuh amarah. Air mata kemarahan menetes di pipinya.

Dominic sedikit terkejut melihat gadis yang biasanya sehalus sutra itu tiba-tiba mengumpat tepat di depan wajahnya.

"Aku bukan jalang!" bentak Ester dengan suara bergetar hebat, napasnya memburu.

"Seandainya kau tidak memiliki kekasih dan aku tidak mengenal siapa dirimu, mungkin aku tidak akan sesakit ini! Tapi aku melakukan ini hanya untuk satu malam demi ayahku! Aku bersumpah akan mencari pekerjaan lain besok, walaupun harus menguras keringat siang dan malam! Aku tidak akan pernah sudi menjadi simpananmu!"

Mendengar penolakan keras itu, emosi Dominic kembali tersulut.

Kata 'tidak' adalah kata paling haram yang ia dengar malam ini.

Florence sudah mengucapkan kata itu ratusan kali, dan ia tidak akan membiarkan wanita kedua dalam hidupnya mengucapkan hal yang sama.

Dengan gerakan brutal, Dominic membungkam bibir Ester. Ia memenjarakan kedua tangan Ester di atas kepala gadis itu, memaksa kehendaknya tanpa memberi ruang untuk bernapas.

"Mmph! Lepas—" Ester mencoba berteriak di sela tautan bibir mereka, menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk menghindar.

"Tuan Ash—mmph!"

Dominic tidak memberikan kesempatan sekecil apa pun bagi Ester untuk bicara. Ia melumat, menggigit kecil, dan menindih tubuh molek itu hingga Ester tak berkutik. Namun, di tengah perlawanan Ester yang makin melemah dan napas gadis itu yang makin tersengal, Dominic mendadak menghentikan gertakan brutalnya.

Kepala Dominic terkulai di leher jenjang Ester. Tubuh pria gagah itu bergetar pelan.

"Bisakah jangan menolakku?" bisik Dominic dengan suara parau, hampir pecah oleh keputusasaan yang teramat sangat. "Kumohon, Ester... Aku berulang kali ditolak. Jangan kau juga..."

Ester membeku di bawah tubuh Dominic.

Bisikan parau dan getaran di dada pria itu menembus naluri terdalamnya. Ada rasa sakit yang begitu dalam dan menganga di dalam suara Dominic—sebuah kepedihan dari seorang pria yang tampaknya baru saja hancur berkeping-keping oleh wanita lain.

Naluri kemanusiaan Ester melumpuhkan amarahnya.

Perlahan, tanpa ia sadari, jemari Ester yang tadinya terkepal memukul bahu Dominic kini mengendur. Dengan kepala yang dipenuhi pertimbangan pahit, Ester mengangguk pelan di dalam kegelapan.

"Aku... aku setuju," lirih Ester dengan suara hampir tak terdengar.

Realita menghantam Ester tanpa ampun. Ia tidak punya pilihan lain.

Di kota New York yang dingin ini, tidak ada pekerjaan yang sanggup menghasilkan puluhan ribu dolar dalam hitungan hari untuk membiayai operasi rumit dan obat-obatan ayahnya.

Gaji mengajar privatnya di rumah keluarga Ashford memang besar, namun tak akan pernah cukup untuk menutupi biaya tebusan obat dua minggu ke depan.

Jika ia menolak Dominic malam ini, dalam dua minggu ia harus kembali menjual dirinya pada pria asing di tempat lain. Lebih baik menyerahkan diri pada satu pria yang ia kenal, meski pria itu adalah paman muridnya sendiri.

Mendengar persetujuan itu, Dominic menegakkan tubuhnya. Tatapan matanya membara oleh perpaduan antara lega, gairah, dan kepemilikan yang murni.

Penyatuan panas itu kembali meledak di atas tempat tidur berukuran king-size tersebut.

Dominic menyerang Ester tanpa memberi ampun.

Gerakannya lebih dalam, lebih intens, dan jauh lebih menuntut dibanding sebelumnya. Rintihan dan desahan napas beradu dengan bunyi gesekan kulit yang memanas di dalam kamar penthouse yang megah.

Dominic menyusuri setiap senti kulit mulus Ester, menanamkan gigitan halus dan ciuman panas yang meninggalkan bercak-bercak keunguan di leher, dada, hingga paha dalam gadis itu—sebuah tanda kepemilikan mutlak yang tak bisa dibantah.

"Ahn... T-Tuan... pelan-pelan..." desah Ester pasrah, tangannya mencengkeram sprei putih yang kini sudah kusut berantakan.

Persetujuan dan kesepakatan terlarang itu benar-benar mereka kunci di bawah kegelapan New York yang merangkak menuju pagi buta.

Dominic seolah memiliki energi tak terbatas, melampiaskan seluruh dahaga dan rasa frustrasinya selama bertahun-tahun pada tubuh Ester.

Gadis 22 tahun itu sama sekali tidak diberikan waktu untuk beristirahat lama.

Setiap kali Ester hampir tertidur karena kelelahan, Dominic kembali menarik tubuhnya, menciumnya, dan membawanya kembali ke puncak gairah.

Di sela-sela kepasrahannya yang terkuras habis, Ester mengutuk dan mencaci Dominic di dalam hati. Rasa hormatnya pada paman muridnya itu telah runtuh sepenuhnya.

"Paman... Paman benar-benar menyebalkan!" cicit Ester lirih di sela napasnya yang patah-patah saat Dominic kembali bergerak di atasnya.

Dominic yang mendengar panggilan itu mendadak menghentikan gerakannya sejenak. Matanya menyipit tajam menatap wajah Ester yang berantakan oleh peluh dan rambut cokelat yang menempel di pipinya.

"Paman?" ulang Dominic dengan nada tak terima, suaranya amat berat. "Jangan panggil aku paman di atas ranjang, Ester! Panggil namaku!"

Dominic memberi dorongan yang lebih dalam sebagai hukuman, membuat Ester membelalak dan menjerit pelan, menancapkan kuku-kukunya di punggung kekar Dominic saat gairah panas itu kembali membakar mereka berdua hingga fajar menyingsing di ufuk timur.

1
Yusry Ajay
semangat berkarya 💪💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih uda up bnyk Thor 🤗🤗🤗
Isma Nayla
kasihan Ester walaupun caranya salah dalam masuk kekeluarganya Dominic semoga bila Dominic mengetahuinya rencana Ester sebelumnya dom2 tidak meninggalkan Ester /Whimper//Sob/
Rosdianah 🌷: huhu😭
total 1 replies
Yusry Ajay
wahhh dominic cemburu 🤗🤗
Isma Nayla
terima kasih Thor sudah up banyak2 hari ini 🙏
love sekebon kebonnya 😍/Kiss/
Rosdianah 🌷: huhu love setaman-tamannya kak 🤭🫶
total 1 replies
Isma Nayla
lagi Thor 🤭
sekejap saja bacanya,kayak kurang panjang 😄
Rosdianah 🌷: hehhe siap kak🫶
total 1 replies
Isma Nayla
keren ceritamu Thor,sangat menarik dan tak terduga.
di tunggu kelanjutannya Thor 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Lilla Ummaya
Ditunggu updatenya
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
JR Rhna
bukan susahpun utk tegaskan bahawa dia tak pernah tidur dengan Florence
Isma Nayla
kalau sampai domdom nikahi si flo lebih baik Ester pergi saja Thor./Right Bah!/
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🤭
total 3 replies
Isma Nayla
terima kasih sudah up Thor 🙏
Rosdianah 🌷: happy reading kak 🫶
total 1 replies
Isma Nayla
lanjut thor
berasa sedikit bacanya 🤭
Isma Nayla
keren...
makasih Thor sudah up 🙏
Rosdianah 🌷: maaf ya author nggak pernah double up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Isma Nayla
yang ini kok belum up Thor 😭
Rosdianah 🌷: huhu bentar kak
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjut thor
Yusry Ajay
selalu semangat Thor 💪💪
Yusry Ajay
lanjut Thor makin seru nih 🤗🤗
Lilla Ummaya
Karyamu slalu keren .. ditunggu updatennya soon kaa😍
Lilla Ummaya: Thor ko lama updatenya
total 4 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪😁
Yusry Ajay
uda Dominic ma Ester aja Thor 😁😁
Rosdianah 🌷: bisa di atur🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!