NovelToon NovelToon
Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"

"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"

Deg

Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?

"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"

Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"

'Tega kamu mas' batin Kinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Kamu panggil aku apa?" pekik Bima yang cengkeramannya semakin kuat di pergelangan tangan Kinan.

Kinan menatap mata Bima dengan tatapan penuh kebencian.

"Lepaskan aku!" balas Kinan memekik tak kalah keras di bandingkan Bima.

Bima terdiam, Kinan tidak pernah bicara kasar, bicara keras padanya. Apalagi sampai membentaknya seperti itu.

"Kinan..." lirih Bima.

Kinan menatap Bima masih dengan tatapan yang sama. Tatapannya sama sekali tidak melembut atau melunak. Dulu, kalau Bima bicara dengan nada seperti itu padanya. Kinan pasti akan mengalah, sebesar apa perbedaan pendapat yang mereka miliki.

Tapi sekarang, bahkan mendengar suara Bima, membuat Kinan muak.

"Bersandiwara apa lagi kamu?" tanya Kinan tanpa merubah ekspresi wajahnya, "kamu benar-benar membuatku muak, Bima!"

"Kinan!" bentak Bima.

Pria itu sungguh tidak senang, istrinya yang selama tiga tahun selalu memanggilnya dengan 'mas Bima' mendadak merubah panggilannya. Dan panggilan baru itu membuat Bima merasa hubungan mereka menjadi sangat asing.

Kinan mendorong Bima. Membuat tangannya juga luput dari cengkraman pria itu.

Pak Toni yang kebetulan melirik ke arah spion, segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Dia tidak sengaja, dia sebelumnya tak pernah melihat nyonya nya bersikap seperti itu pada tuannya. Biasanya nyonya Kinan nya sangat patuh, sangat sayang dan perduli pada tuan Bima nya. Kali ini, dia benar-benar merasa sangat tidak tenang berada di mobil bersama dua majikannya yang sedang bertengkar itu.

"Kinan jangan keterlaluan, aku suamimu!" tegas Bima.

Bima bicara masih seperti seseorang yang punya dominasi begitu kuat di rumah tangga mereka.

"Sebentar lagi bukan!"

"Kinan!" Bima marah, Bima mencengkeram kuat bahu Kinan membuat wanita itu tidak bisa menyembunyikan rasa sakit lewat matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Aku membencimu!" geram Kinan.

Bima kembali menatap wanita di depannya itu, wanita yang setiap hari biasanya mengatakan kalau dia sangat menyayangi Bima, sangat mencintai Bima. Sekarang Kinan dengan begitu tegas dan berani mengatakan kalau dia membenci Bima. Ada rasa tak senang, ada rasa tidak terima dalam dada Bima.

Bima mendekati Kinan, dan memaksa mencium istrinya itu. Kinan berusaha menolak, tapi Bima terus memaksa.

Plakk

Mata Bima melebar, dia menyentuh pipinya yang terasa panas. Ini adalah kali pertama Kinan memukulnya setelah tiga tahun pernikahan mereka.

"Kamu pukul aku?" tanya Bima dengan suara tertahan.

"Iya, kenapa? tidak terima? balas saja! cepat pukul aku!" tantang Kinan.

Kinan benar-benar tak perduli lagi, dia sudah sangat muak pada Bima.

Bima terdiam, saat ini istrinya itu sedang hamil. Emosinya mungkin tidak stabil.

"Aku tidak akan membalas, kamu sedang hamil. Anak kita tidak boleh kenapa-kenapa!"

Kinan memalingkan wajahnya, sandiwara apa lagi yang dimainkan Bima? terlihat sangat perduli pada anaknya. Sungguh terdengar menjijikkan.

"Pak Toni, ke villa barat!"

Kinan menoleh ke arah Bima.

"Aku tidak mau..." ucapan Kinan tertahan, karena lagi-lagi Bima mencengkeram pergelangan tangannya.

"Aku tidak sedang bertanya padamu! kamu sedang bingung Kinan. Kamu juga dipengaruhi oleh istri Zayn yang suka membangkang itu! pikiranmu tidak tenang! kamu butuh tempat sepi untuk menenangkan pikiranmu!"

Kinan berusaha menarik tangannya. Tapi sayangnya itu percuma, tenaga nya mungkin hanya sepersekian dari tenaga Bima.

"Bima Dirgantara, kamu benar-benar menjijikan!" maki Kinan lagi.

Bima menelan salivanya dengan sulit, hari ini semua kata-kata yang keluar dari mulut Kinan. Benar-benar tak ada satu pun yang terdengar baik.

"Aku tidak masalah kamu memaki ku seperti apa, kamu sedang hamil. Wajar kalau emosi kamu tidak stabil. Setelah kamu tenang, aku yakin kamu akan kembali seperti Kinan, istriku yang biasanya...!"

"Jangan mimpi!" sela Kinan.

"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu, Kinan!"

Kinan mendengus kesal, dan memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil di sampingnya. Bahunya naik turun dengan begitu cepat. Kinan sungguh merasa begitu emosi. Kalau dia bisa membuka pintu mobil, dia akan lebih memilih lompat dari mobil Bima itu, daripada terus mendengar omong kosong dan melihat wajah Bima yang sungguh membuatnya dadanya bergemuruh dengan kebencian.

Cittt

Di tempat berbeda, Bella sudah berada di depan pagar rumah besar Kinan dan Bima. Wanita itu mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Bahkan dia menginjak pedal rem dengan begitu mendadak sampai suara decitan ban terdengar begitu memekikkan telinga.

Bella turun dari dalam mobil, menggebrak pintu gerbang seolah akan merobohkan pintu baja yang tingginya lebih dari dua meter itu.

"Buka pintunya!" pekik Bella.

Seorang penjaga lantas berlari ke arah pintu gerbang.

"Nyonya Bella..."

"Buka pintunya, Kinan sudah berada di dalam kan?" tanya Bella.

"Nyonya belum pulang..."

"Jangan bohong!" pekik Bella.

Penjaga itu sampai menaikkan bahunya dengan cepat karena kaget di bentak Bella.

"Benar nyonya, berani sumpah saya! Tuan dan nyonya belum pulang. Mobilnya tidak ada!" kata penjaga itu menunjuk ke arah pekarangan rumah.

Bella mendengus kesal. Berarti Bima tidak membawa Kinan pulang. Lantas Kinan di bawa kemana.

Bella berbalik dan kembali masuk ke dalam mobilnya, sepertinya dia harus bertemu dengan Zayn. Suaminya itu kan sahabat karibnya Bima. Pasti dia tahu, Bima bawa Kinan kemana.

Bella kembali menyalakan mesin mobil, dan menginjak pedal gas dengan kuat. Mobil itu melaju begitu cepat meninggalkan area rumah Bima dan Kinan.

Sementara itu, setelah satu jam perjalanan. Dan tangan Kinan rasanya sudah keram, terus di cengkeram oleh Bima. Mobil Bima berhenti tepat di depan villa milik Bima yang bahkan Kinan sendiri baru tahu.

Bima membuka pintu bagian Kinan. Tapi Kinan tetap diam sambil memegang erat tas di pangkuannya.

"Turunlah Kinan" suara itu masih bisa di bilang pelan.

"Tidak!" balas Kinan ketus.

Dan tidak sampai dua detik, Bima kembali memaksa Kinan dengan menggendongnya turun dari dalam mobil.

Kinan di bawa masuk, dan di bawa ke dalam kamar paling besar yang ada di villa itu.

Bima menurunkan Kinan di atas sofa di kamar itu. Kinan segera bangkit, dan hendak berlari keluar, namun Bima dengan cepat menghadang di depan pintu.

"Aku mau pergi, aku tidak mau di sini!"

"Tidak bisa! kamu harus menenangkan dirimu di sini. Kalau sudah bisa berpikir jernih dan tidak membahas masalah perceraian. Aku akan membawamu pulang!"

"Kamu mau mengurungku?" Kinan semakin marah.

Bima tidak menjawab, tapi segera mengambil tas Kinan yang ada di tangannya. Lebih tepatnya merampas.

"Tasku..."

"Kamu harus merenung dengan baik disini, aku ada di kamar sebelah. Butuh apapun, katakan saja!"

"Aku cuma mau cerai!" tegas Kinan.

Bima menghela nafas berat, dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Apapun boleh, tapi bercerai tidak boleh!"

***

Bersambung...

1
J
knpa lama2 skali updatenya, jadi gk seru bacanya
falea sezi
bosen thor muter doank😓
Adinda
seret juga bima kepenjara sekalian biar tau rasa
Nurlaila Hidayah
percepat napa thor sidang cerai sama sidang kasus pmbunuhan'a biar ga bertele2 jga, lma2 bisa pda bosan baca'a krna msih jln di t4
mimief
dia yg berhutang nyawa,kenapa aku yg harus membayar. laki laki sialan..kalau lu yg punya utang nyawa...nyawa lu aja yg di tarohin,jgn orang lain
mimief
ternyata bawa dia ada gunanya 🫣🤣🤣. orang ga tau malu mesti ketemu orang yg ga bisa nahan mulut nya 🤣🤣. biar berasa malunya
yula
💪💪💪💪💪thor
gaby
Sumpah lama2 bosen bacanya, padahal jalan ceritanya seru. Tp muter2 doang, dah bab 38 tp msh jalan di tempat. Mana upnya jarang2. Kalo mau bikin crita yg muter2, minimal upnya 2× sehari. Kalo kaya gini yg ada bikin yg mbaca bosen, lalu nabung bab. Ujung2nya pada lupa kalo lg nabung bab. Aq pamit thor, nanti aja bacanya kalo dah tamat
Dokkan Battle: asli cerita Klise
total 1 replies
Siti Zaid
Author lanjut..ditunggu terus lanjutan cerita nya...🤭
Allea
ahh kesel lah bacanya tgu tamat dulu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tinggal lihat aja nek apa yang akan terjadi pada Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ada² Viona 🤣
falea sezi
males klo balik🤣🤣najis kali bekas jalang
Siti Zaid
Bima ternyata bukan hanya buta hati..tapi matanya juga buta kali ya...Agnes si wanita ular pura2 baik hanya didepan Bima..hatinya sangat jahat😠
merry
nek jgn dbyrr usir ajj trs laporin ke polisi ud ada bukti,, knp hrs byr itu duit cucu bodoh mu tak nafkah cucu mantu mu di mkn sm ular busuk itu ud gk tau brp M M,, tu rumh miliar blm lg barang yg lain,, klo aku jdi nenek aku usir lngsng tnp bw baju aksesoris sedikit pun nek,,, cm bju yg nempel di bdn y ajj,,, tuntut kasus pembunuhan dan pemerasan nek,, trs viralkan biar cwo lain gk kena mangsa ya lgh 🤭🤭🤭setelah lahir Kinan kbur aj nan bw ank mu jgn peduliin nenek y Bima
merry
gk ush byr x nek justru pelakor itu hrs balikin uang gak Kinan dan usir dr aptermn yg dibeliin bima
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kok aq gedek ya sama nenek, kayak sebelas dua belas sama Bima dia😡
Moreno
Hahahah pantesan Bima egois dan bodoh, ternyata keluarganya juga sama. Kirain Nenek Ningsih agak waras 😅
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa mesti bayar Agnes agar mau dipenjara, mending miskinkan aja Bima atau penjara kan saja Bima nek 🙄
Dokkan Battle
bunuh si tua bangka Ningsih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!