"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. KULIAH DARI SANG BOS BESAR
" Pagi ini beritamu ditayangkan lagi, Aleeza..."
Sapaan Clarissa begitu Aleeza melangkah masuk ke ruang redaksi langsung membuat dahi Aleeza berkerut dalam. Tentu saja ia tahu berita mana yang dimaksud berita tentang bagaimana ia kembali gagal menjebak si bastard berwajah dewa itu kemarin.
"Jujur saja, Aleeza, aku mulai curiga," selidik Clarissa menyipitkan mata. "Sebagian besar orang di kantor tahu hubungan kalian hanya skandal bohongan. Tapi melihat kau tinggal di Penthouse-nya apa benar tidak ada hal lain di antara kalian berdua?"
"What the hell are you talking about, Clarissa?!" bentak Aleeza tertahan, membanting Pulpennya ke atas meja lalu memutar kursinya menghadap sang teman.
"Aku dengan si El Oso arogan itu? Yang benar saja! Aku hanya ingin membalasnya. Sialnya, pria itu licin seperti belut!"
"Senang sekali mendengarmu bisa mengucapkan namaku dengan lengkap dan benar, Honey."
Sebuah suara bariton yang amat familier mendadak mengalun dingin dari arah belakang kursi Aleeza.
Aleeza melonjak kaget, langsung memutar kursinya ke belakang.
Dan benar saja. Austin Vanderbilt berdiri di sana dengan setelan jas hitam tailored yang melekat sempurna, dasi hitam terikat rapi, dan sepasang mata elang yang menatapnya penuh kemenangan. Ketampanan luar biasa pria itu membuat Aleeza mendadak punya dorongan kuat untuk menarik dasinya erat-erat hingga leher Austin tercekik.
"Kenapa kau ada di kantor ini?!" pekik Aleeza sengit.
Austin tersenyum miring, angkuh dan menyebalkan. "Kenapa? Jangan lupakan fakta kecil, Nona Wira Aku adalah bos dari bosmu. Jadi, tidak salah jika aku berdiri di sini, bukan?"
"Fine ! Pergi sana ke neraka!" usir Aleeza mentah-mentah.
Austin melirik sekilas ke arah Clarissa yang berdiri mematung di dekat meja kerja. Dengan tatapan berkuasa, Austin mengibaskan tangan dinginnya.
" Siapa yang menyuruhmu berdiri di sini,"
Clarissa, yang mendadak ciut nyalinya di hadapan pemilik baru perusahaan, tersenyum kaku lalu buru-buru beringsut mundur meninggalkan mereka berdua.
"Siapa yang menyuruhmu mengusir temanku, hah?!" Protes Aleeza sengit.
"Apa aku harus mengulang panggilan sayang kita, Honey?" Potong Austin santai, merapikan kerah jasnya. " Aku adalah pemilik tempat ini. Jadi, waktu kita berdua tidak boleh diganggu oleh siapapun."
"Kau sudah gila, El Oso!" geram Aleeza.
"Dan syukurlah kau sadar itu, karena kaulah yang membuatku gila sejak pertama kali kita bertemu," balas Austin tanpa beban. Pria itu menatap Aleeza tajam, lalu memberi perintah mutlak: "Cepat berdiri. Ikut aku sekarang."
"Siapa kau sehingga aku harus menuruti perintahmu?!" tantang Aleeza berani. Ia langsung memutar kursinya kembali menghadap meja, merogoh karet gelang, dan buru-buru menguncir rambutnya erat-erat, mengabaikan kehadiran Austin sepenuhnya.
Grepp!
Sebelum Aleeza sempat bergerak, Austin menarik kursi kerjanya secara paksa hingga menghadap ke arahnya lagi. Dalam satu gerakan cepat, Austin menyambar lengan Aleeza dan mengangkat tubuh gadis itu ke atas bahunya laksana seorang penculik yang memanggul karung beras!
"Kyaaaa ! Apa-apaan ini?! Turunkan aku, El Oso sialan!" teriak Aleeza histeris, meronta-ronta dengan kedua tangan memukul punggung tegap Austin.
"Gampang saja, jika kau tidak mau berjalan sendiri," ucap Austin dingin tanpa sedikit pun rasa bersalah, melangkah santai meninggalkan ruang redaksi yang langsung mendadak hening total. " aku tinggal menunjukkan padamu siapa bos yang berkuasa di sini."
Aleeza meronta dan berteriak sekuat tenaga di sepanjang koridor kantor, sementara seluruh karyawan menunduk ketakutan melihat aksi sang billionaire membawa kabur tunangannya dengan cara Paling bar-bar yang pernah ada.
Dunia Aleeza Wira benar-benar telah jungkir balik sejak mengenal seorang Austin Vanderbilt!
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!