NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Pergolakan batin.

Sesaat tadi, masih ada senyum menghias wajah Bang Dante di rumah dinasnya. Namun saat meninggalkan rumah dinasnya, langkahnya mulai gontai.

Bang Dante tidak mengendarai mobil ataupun motornya, ia terus berjalan dengan pikiran yang melayang terbang.

"Dante.. Kau mau kemana malam begini??" Sapa Bang Jangkar.

Bang Dante tetap diam tanpa suara, hingga Bang Jangkar mengikutinya. "Kenapa kau ini????" Terpaksa Bang Jangkar yang baru membeli lauk untuk makan malamnya, menghentikan motor dan menarik lengan sahabatnya. "Kalau ada masalah, kau cerita..!! Jangan kau telan sendiri kalau memang tak sanggup."

Tak banyak bicara, pria memberikan berkas itu pada Bang Jangkar.

Setelah menerima surat itu, Bang Jangkar membacanya dengan teliti di bawah redupnya lampu jalan. Tangannya ikut gemetar, jantungnya berdegup kencang tak karuan.

"Kau dan.... Sea, Cherry..........."

"Itulah, kenyataannya kami...... kakak adik." Jawab Bang Dante.

"Eeee b*****t satu nih, kau dan Sea sudah ada main. Dia sempat hamil anakmu bro." Kata Bang Jangkar.

"Kau pikir aku stress karena apa??? Kalah main togel??? Kepalaku mumet, Kel. Bertumpuk-tumpuk dosa yang kubuat. Aku......" Bang Dante mengusap wajahnya, ia mengacak rambutnya seakan tak sanggup lagi merasakan kekacauan hidupnya.

"Gini, bro.... Aduuuhh.. Gimana ya ini..." Bang Jangkar ikut mondar-mandir sampai memijat tengkuknya. Rasa laparnya mendadak hilang terbawa angin malam. "C*k.. Bisa-bisanya trouble begini. Waktu pengajuan nikah, bagaimana kepengurusan data diri Sea?? Siapa wali yang tanda tangan??? Kau tidak bertemu keluarganya????"

"Kau emang g*b**k, ya. Sea.. Cherry.. Mereka besar di panti. Jelas walinya orang panti. Saya diam-diam juga sudah kesana mencari silsilahnya. Maka dari itu menikah dengan wali hakim dan saksi saja di masjid. Tapi kau tau sendiri, kekisruhan ini semakin parah karena Sea dan Cherry bertukar peran. Aku menikah dengan Cherry tapi Sea yang ku 'tiduri'. Sumpah, aku nggak tau apapun soal ini. Mana mungkin aku 'garap' adik ku sendiri." Jawab Bang Dante frustasi.

"Angkat tangan, Dan.. Nggak kuat aku dengarnya. Sekarang apa rencanamu??" Tanya Bang Jangkar.

"Apa lagi.. Pernikahan ini jelas tidak pernah ada secara sah. Secara agama, secara negara, secara keluarga... semuanya batal sejak awal." Bang Dante menunduk dalam kepasrahan yang menyakitkan, kedua tangannya mencengkeram rambutnya erat, suaranya menggema di tengah angin malam. "Kami satu ayah, Kel. Darah yang sama mengalir di tubuh kami. Ini haram. Dan aku... aku yang dengan sengaja melakukannya, sadar, dan setengah memaksanya karena malam itu, aku cemburu dengan Alfa. Demi Allah aku tidak tau, tapi tetap saja... aku yang melanggar batas moral."

Bang Jangkar menghela napas panjang, berusaha mencerna semuanya. Berkas di tangannya terasa berat sekali. "Tapi... kalian tidak tau, Dan. Kalian tumbuh terpisah. Tidak pernah tau hubungan darah. Itu bukan niat jahatmu, di saat itu kau melakukannya karena kau berhak atas apa yang ada dalam diri istrimu, wajar kau pulang melampiaskan rasa cemburumu pada istrimu."

"Tapi hasilnya tetap sama, kan?" Bang Dante mendongak, matanya merah dan bengkak, penuh kepedihan yang tak terlukiskan. "Aku menikahi Cherry, tapi aku tidur dengan Sea. Aku mengira dia istriku, ternyata dia adikku sendiri. Dan anak yang sempat ada... itu keponakanku sendiri. Jangkar... kau bayangkan saja betapa b*******nya aku ini, bejatnya aku dan kotornya pikiranku yang merusak adik ku sendiri. Perasaanku hancur mengetahui bahwa wanita yang kucintai, yang kuperjuangkan, ternyata darah dari ayahku sendiri."

Bang Dante berjalan beberapa langkah, menendang batu kerakal di pinggir jalan dengan frustrasi. "Dan Cherry... Perempuan kecil satu itu, ikut buat kerusuhan."

"Kalau begitu, kau hubungi Alfa. Kita harus selesaikan masalah ini. Besok ayah datang ikut mengurai masalahmu..!!"

...

Bang Alfa duduk merokok menunggu musuh rasa sahabat di hadapannya. Sudah setengah jam mereka disana namun tak juga ada suara.

"Kalau ada masalah cepat bilang..!! Penyergapan yang lalu clear, kan??" Tegurnya menyangka bahwa mereka sedang ingin membicarakan soal pekerjaan.

Melihat Bang Dante memberikan kode mata padanya, Bang Jangkar menyerahkan map berkas di atas meja.

"Begini, Al. Langsung saja..!!"

Bang Alfa meletakkan rokoknya di asbak, lalu mengambil berkas itu dengan santai. Namun semakin lama ia membaca, wajahnya yang tadinya tenang perlahan berubah pucat. Keningnya berkerut dalam, rahangnya terkatub sementara dan akhirnya ia mendongak menatap Bang Dante dengan tatapan tak percaya.

"Serius, kau????" Suaranya rendah namun tegas.

Bang Dante mengangguk pelan, matanya kembali tertunduk. "Aku hampir gila begini kau masih tanya juga. Aku juga tidak percaya pada awalnya. Sudah ku periksa ulang berkali-kali. Sampai aku sendiri yang hubungi panti asuhan untuk cari keabsahan dan meminta arsip lama, membandingkan semuanya. Dan hasilnya... tetap sama."

Bang Alfa berdiri perlahan, berjalan mondar-mandir di ruangan itu. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya memburu. "Jadi... Sea dan Cherry... mereka saudara kandungmu? Satu ayah?" Ulangnya memastikan telinga, perasaan dan pikirannya seimbang.

"Menurutmu??"

"Dan kau... kau menikah dengan Cherry, tapi yang kau bawa ke ranjang... itu Sea?" Suara Bang Alfa mulai meninggi, menahan amarah yang meluap. "Kau sadar apa yang kau lakukan, Dante? Kau sadar betapa kacaunya masalah ini?"

"Ku gorok betul lehermu itu..!!!" Bang Dante ikut berdiri karena emosi. "Aku bawa kau kesini karena kau itu pacaran sama Cherry, kan?????" Bentak Bang Dante.

"Sudaah..!!! Duduk kalian semua..!!!!!" Bang Jangkar mendorong kedua sahabatnya agar kembali duduk dan berunding. "Kita disini untuk memecahkan masalah, bukan menambah masalah."

Bang Dante mengambil rokoknya, ia kemudian menyulutnya lalu menghisapnya kuat-kuat. Beberapa detik selanjutnya, Bang Dante kembali gelisah, ia beralih mengurut pelipisnya.

Braaaakk..

Tangan itu menghantam meja dengan kuat, matanya memerah menahan air mata, nafasnya pun berat.

"Aku niat menikah untuk menjaga harga diri, kehormatan dan menjaga landasan batas kesucian seorang gadis, dia wanita yang kusayang tanpa syarat. Tapi sekarang apa?? Aku mencoret putihnya selembar kertas tanpa aku bisa menghapusnya lagi. Aku........." Bang Dante menunduk, perasaannya sungguh hancur.

Kedua sahabat langsung memeluknya, berusaha menenangkan seorang 'Dante' yang memang mereka paham benar bagaimana wataknya. Pria yang ia kenal selalu teguh pada prinsip, selalu menjaga kehormatan, terutama wanita, kini hancur lebur di hadapan mereka.

Amarah Bang Alfa yang selama ini selalu menjadi penghalang kedekatan mereka, kini perlahan luntur, berganti dengan rasa iba yang mendalam. Ia melihat ketakutan, penyesalan, dan kepedihan yang begitu nyata di mata Bang Dante.

"Seumur hidup.. Aku tidak ingin kenal lagi dengan wanita, apalagi sampai menikah." Ucapnya mengungkapkan dengan jelas apa yang ada dalam hatinya beberapa waktu ini.

"Huusshh.. Banyak-banyak istighfar kau, Dan. Jodoh, maut dan rejeki itu ranah Allah. Kau tidak berhak melangkahi." Kata Bang Alfa menengahi.

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!