Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..
Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.
Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.
Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.
Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh tiga
Melati terbangun ketika sinar matahari pagi masuk melalui celah kamarnya. Ia melihat kesamping, ternyata Nabila sudah tidak ada.
Melati sangat cemas. Ia langsung bangun dan mencari keberadaan Nabila sambil berlari. Ia lega ketika melihat Nabila berada dalam gendongan Willy sambil tertawa.
"Nabila... apa kamu masih bisa tertawa dan tersenyum jika bunda memutuskan berpisah dengan ayahmu. Bunda dapat merasakan kesedihan seorang anak yang tak memiliki ayah seperti bunda yang dari kecil juga sudah tak pernah merasakan kasih sayang dari sosok seorang ayah...Bunda harus bagaimana Nabila... apakah bunda sanggup bertahan disamping ayahmu... tapi demi kamu akan bunda coba buat bertahan... "
Melati termenung di sofa dan tak menyadari kehadiran Willy.
Willy meletakan Nabila dipangkuan Melati dan memeluk Melati lalu mengecup pipinya..
"Maafkan ayah ya... bunda. Ayah tahu tak m mudah buat bunda memaafkan kesalahan ayah.. tapi ayah janji akan memperbaiki semua yang telah terjadi. Ayah sangat mencintai bunda.. ayah tak mau kehilangan bunda..."ucap Willy sambil berurai air mata
Melati hanya diam sambil memeluk Nabila dan tanpa sadar air matanya kembali mengalir di pipinya.
"Jika kamu memang benar benar mencintai aku... kamu tak akan pernah mau menyakiti hatiku mas. Jika aku kembali bisa menerima kamu, bukan berarti aku memaafkan semua kesalahan dan melupakan yang kamu lakukan padaku. Aku bertahan demi Nabila. Aku tak mau Nabila merasakan apa yang pernah aku rasakan.. tapi untuk percaya denganmu lagi... aku rasa itu akan sulit. Hatiku sudah terlanjur sakit dan terluka... "
Willy melihat Melati menangis dan menangkup wajah Melati menghadap ke dirinya..
"Sayang... bicaralah.. aku lebih suka jika kamu memarahiku dan memakiku dari pada kamu diam begini.. aku tak tahu harus berbuat apa"ucap Willy Dan menghapus air matanya.
Melati berdiri dan meninggalkan Willy sendiri. Ia masuk ke kamar dan menyusui Nabila dengan membelakangi pintu.
"Aku tahu Melati.. tak mudah bagimu memaafkan aku.. tapi dengan kamu tetap bertahan berada disamping ku walaupun belum memaafkan aku itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku akan berusaha dengan cara apapun nanti agar kamu memaafkan aku dan menerima aku seperti dulu lagi"
####################
Sebulan sudah berlalu, Melati memang masih tetap bertahan berada disamping Willy. Tapi setiap hari ia tak akan mau bicara banyak. Hanya menjawab sekadar yang ditanyakan Willy.
Ia tetap menjalankan kewajibannya untuk memasak buat Willy. Tetapi untuk berhubungan Melati tak pernah melakukannya. Di dalam kamarpun ia selalu tidur memunggungi Willy.
Willy yang selalu berusaha mengajak Melati bicara, hal sekecil apapun akan ia tanyakan agar Melati mau bicara.
"Bunda... susu Nabila sudah habis ya.. "tanya Willy padahal ia tahu susu Nabila masih banyak stok nya.
"Belum... "jawab Melati singkat
"Kita beli ke super market ya bunda.. "
"Nggak perlu... "
"Bunda.. Nabila pengin main keluar rumah.. kita pergi jalan ya... "
"Nggak usah... "jawab Melati masih dengan singkat
"Sayang... kok jawabnya masih ketus gitu sih.. aku kan jadi sedih... "ucap Willy memeluk pinggang Melati agar duduk mendekat.
Melati masih diam dan tak memandang kearah Willy. Tiba tiba Willy turun dari sofa dan berlutut didepan Melati.
"Melati... jangan bersikap seperti ini terus. Sudah satu bulan lebih kamu perlakukan aku begini.. aku mohon maaf Melati "ucap Willy bersujud di kaki Melati.
Melati memegang bahu Willy agar Willy tidak bersujud lagi.
"Mas.. aku bukan Tuhan atau orang tuamu. Mas tak perlu bersujud dikakiku. Bangunlah.. bukan ini yang aku mau"
"Kalau begitu.. katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu kembali seperti dulu lagi Mela...aku rindu Mela yang perhatian dan lemah lembut.. "
"Melati yang dulu telah hilang mas.. hanya tinggal Melati yang penuh dengan luka dan kecewa. Jangan pernah meminta Melati kembali seperti dulu lagi... karena mas juga tak akan dapat mengembalikan keadaan seperti dulu lagi kan. Sekarang kita hanya berusaha menjadi ayah dan bunda yang baik buat Nabila saja.. selain itu mas boleh melakukan apa saja yang mas mau lakukan.. aku tak akan pernah melarang atau bertanya.. begitu juga sebaliknya jangan pernah bertanya apa yang akan aku lakukan... "ucap Melati dan meninggalkan Willy yang masih berlutut.
"Sesakit apakah hatimu sekarang Melati. Aku memang bodoh.. tak pernah membayangkan ini akan terjadi.. aku pikir akan dapat menyembunyikan semuanya terus dari sisimu. Dan aku pikir kamu tak akan begitu kecewa karena Lani sahabat kamu sendiri. Seperti yang pernah Lani katakan.. kamu tak akan keberatan berbagi dengannya. Tapi perkiraan aku salah... ternyata rasa sakit yang aku dan Lani berikan lebih besar... "
Willy akan menyusul ketika ponselnya berdering.. ia melihat layar dan tertera nama Lani. Willy mengabaikannya sampai beberapa kali.
Setelah cukup lama terdengar nada pesan masuk. Willy membuka pesan itu yang ternyata dari Lani kembali.
"Angkat telepon aku.. atau kamu ingin aku sekarang juga ke rumahmu. ...."
Ponselnya kembali berdering. Willy pergi ke dapur untuk bicara.
"Ada apa Lan... "
"Ini sudah lebih dari satu bulan mengapa kamu tak datang. Aku sudah bilangkan..aku mau kamu datang dan mengunjungiku sekali dua minggu.... "
"Aku sibuk Lan.. "
"Sibuk apa... sibuk ngeloni Melati. Kamu harus adil Wil. Apa lagi saat ini aku lagi mengandung anakmu.. aku yang lebih butuh perhatianmu bukan Melati"
"Aku minta pengertian darimu.. aku dan kamu telah membuat hati Melati terluka.. aku ingin mengobati sedikit lukanya dulu.. "
"Aku tak mau tahu.. atau aku minta mama kamu ke sana agar meminta pada Melati untuk dapat mengizinkan kamu kesini "
"Lan.. kamu jangan gila. Apa kamu tidak ada sedikit rasa bersalah karena telah mengkhianati sahabat kamu sendiri.. "
"Apa dengan rasa bersalah yang aku rasakan Melati akan menerima aku sepenuhnya "
"Lani.. aku tak pernah mengira jika kamu ternyata wanita yang tidak memiliki perasaan"
"Aku tak peduli apapun penilaian kamu.. ..sekarang yang aku inginkan kamu kesini.. jika besok kamu belum juga datang.. aku pastikan lusa aku dan mama kamu yang akan datang kerumahmu"
"Oke.. besok aku datang... "
Willy menutup sambungan ponselnya dan ingin kembali ke kamar, ia melihat Melati berdiri dibelakangnya.
"Mela.. sejak kapan kamu berdiri di sini"
"Sejak tadi"ucap Melati dan pergi berlalu dari Willy. Ia mengambil air minum dan meminumnya,setelah itu ia kembali ke kamarnya diikuti Willy.
"Mela.. besok aku.. "
"Pergilah... "potong Melati dan langsung tidur disamping Nabila.
Tapi tak bisa Melati bohongi hatinya sakit dan tak terasa air matanya mengalir dengan sendirinya.
"Bunda.. ternyata hatiku tak bisa juga ikhlas... bunda.. katakan bagaimana caranya agar aku ikhlas menerima semua cobaan dalam hidupku.. "
Willy terpaku berdiri di samping Melati. Ia dapat mendengar isak tangis Melati.
****************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..
semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..
rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..
semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..
keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..
oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️