NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:161.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Bahasa Cinta

Ekhem...

Shanum mendadak canggung sementara Naka terlihat biasa saja. Tak tau di dalam hatinya. Sebab, kini Naka sudah menarik tuas rem tangan kembali dan melajukan mobil lagi.

Benar, langit mendung tadi menandakan jika awan sudah tak tahan lagi untuk menurunkan hujan.

Rintik-rintik kecil dari langit mulai membasahi tanah membuat para penguasa hutan itu menyingkir dari jalanan mencari tempat teduh.

Mungkin untuk seminggu ke depan Shanum akan trauma memakan coklat, sisa yang ada di dalam mulutnya saat ini saja ragu untuk ia telan.

Diam, Shanum memilih memandang ke arah samping lainnya dengan tangan yang refleks menyeka bibirnya sendiri, ia bahkan sudah menggigit bibir bawahnya menahan rasa gemas, greget dan argghhh! Ia tak berani menoleh pada Naka sekarang, lihatlah wajahnya yang mendadak panas itu, sudah pasti memerah.

Ada jeda waktu untuk gerbang itu terbuka, dan saat itulah Shanum justru ingin keluar dari mobil menggebrak gerbang, woyyy buka buruan anjirrr! Lama banget deh, reseee!

"Mau ke istana panda dulu atau jajan?" suara Naka memecah keheningan yang sudah terjadi sejak tadi. Iya---sejak kissing mereka tadi.

"Liat panda aja yuk, gue lagi ngga pengen jajan." Jawabnya diangguki Naka.

Dan entah sejak kapan, ketika Naka meraih tangannya dari samping sesaat setelah memarkirkan mobil, seperti ada sengatan aliran listrik yang membuat tangan Shanum kebas dan tak berdaya untuk menepis.

Naka mengisi setiap sela jemari tangan Shanum dan menggenggamnya hangat, termasuk ketika telapak tangan mereka saling menempel.

Every inch of your skin is a holy grail I've got to find....

(Setiap inci kulitmu adalah cawan suci yang harus aku temukan)

Dan semua mengalir saja seperti adanya, seperti biasanya....kecanggungan itu tak lagi berarti ketika keduanya sama-sama melihat panda-panda lucu disana.

Ada 3 Giant Panda, yang berasal dari negri tirai bambu disana, dimana ketiganya tengah bermalas-malasan, salah satunya tengah mengunyah bambu.

Ada keeper yang mengoceh disana demi memberikan edukasi....sekilas Shanum mendengar nama ciri khas yang diberikan pada ketiganya. Namun Naka menunduk berbisik di sampingnya.

"Yang itu namanya Canza, yang lagi ngemil bambu."

Shanum tertawa kecil awalnya. Kemudian Naka kembali berbisik menunjuk panda lucu nan gemuk lainnya yang tidur diantara ban mobil, "yang itu Savero."

Shanum kembali tertawa geli, sampai-sampai membuat pengunjung di dekatnya melirik Shanum karena berisik.

"Terus yang satu lagi Lutfi gitu?" tanya nya meninju bahu Naka, benar...tentu saja, Naka mengangguk, "cocok banget tukang ngeles. Tuh...dia garuk-garuk pan tat begitu, kaya Lutfi."

Shanum masih tertawa, "kurang satu. Terus yang namanya Mainaka yang mana?"

Naka menggeleng, "ngga ada."

Berkeliling dan melihat hal yang jarang dilihat, akhirnya Shanum dan Naka mencoba berswafoto dengan Panda merah hewan asal Tiongkok juga yang ada disana.

Shanum terlalu sering mengumbar senyum manisnya pada Naka hari ini, terutama ketika ia berinteraksi dengan makhluk hidup.

"Ayo buruan gue fotoin..." ujar Naka telah memegang ponsel miliknya. Sementara Shanum dibimbing para keeper untuk memberi makan hewan gembul nan lucu itu.

"Yang ini Mei-Mei kak, ini sing-sing namanya..." ujar si keeper, Shanum tertawa, "Hay Mei-Mei...cantik banget warnanya... Sing-sing ini jantan kak? kalo aku panggil Naka aja boleh ngga?" Shanum tertawa begitupun si keeper. Namun Naka hanya mendengus geli saja.

Kini sang keeper membantu Shanum untuk berinteraksi lebih dekat lagi, tapi Shanum yang ragu sekaligus excited ini masih sedikit ketakutan dengan memegang lengan Naka, "buruan Ka, bareng aja kita...jangan gue sendiri..."

Hingga akhirnya...

Cekrek!

Sing-sing dan Mei-Mei berada di antara Naka dan Shanum. Bahkan jepretan kedua yang khusus ada di ponsel Naka dimana ia sempat menyerahkan ponsel ya pada keeper lain sejenak menampakan Shanum yang menarik lengan Naka dan berlindung di baliknya refleks saat Mei-Mei dan Sing-Sing mendadak mengendus dirinya lalu meraih tangan Shanum.

Sejenak Naka kesampingkan urusan OSIS, urusan proposal, dan urusan pekerjaan, ia nampak tertawa riang di foto itu.

Langit rupanya masih enggan memberikan kesempatan untuk mentari kembali mendominasi. Hingga pukul 3 sore pun mendung dan hujan gerimis belum jua menunjukan akan berhenti.

"Mau langsung balik?" tanya Naka diangguki Shanum, ia bahkan sempat menerima telfon dari bunda yang akhirnya ia jujur sedang bersama Naka...bunda tentu saja tak marah, melainkan Sheyna yang kemudian mengoceh sambil mengomel sebab tak diajak.

Shanum tak menyangka jika ide gila kencan di taman safari bisa jadi seseru ini.

"Besok gue langsung jemput dari rumah."

Wiper bergerak ke kanan dan kiri mengusir butiran air yang menghalangi pandangan sebab nyatanya hujan yang turun justru semakin deras.

"Tapi kalo balik kayanya aku balik sendiri deh Ka, besok Juna minta anak MPK buat kumpul dulu." Shanum kini tak lagi sungkan menunjukan layar ponselnya dimana room chat grup MPK terpampang.

"Gue tungguin." Jawabnya sesimpel itu. Dan Yap! Tak lagi mendebat Shanum terdiam menatap lurus ke arah wiper yang masih bergerak.

Cukup dingin, AC mobil pun turut dikecilkan dengan Naka yang menurunkan sedikit kaca mobil bagiannya sekitar 2 cm. Dan percayalah cuaca dingin ini membuat mata ikut merasakan kantuk terlebih rasa lelah mendera tubuh.

Shanum sempat terantuk kaca jendela mobil membuatnya terperanjat termasuk Naka yang mengetahui itu, "tidur aja Sha..." tangannya bahkan sudah menunjuk ke arah belakang, dimana bantal leher berada.

"Eh, engga kok...gue cuma ngga sengaja ketiduran aja." Jawabnya mencoba menegakan badan yang---aduh! Kenapa mesti kejedot segala lagi gara-gara ketiduran.

Naka mendengus dengan senyum yang tersungging, "kenapa, Lo takut gue cium lagi waktu tidur?" tanya nya membuat Shanum langsung menoleh, "engga." wajahnya kembali memerah, ya ampun!

Naka terkekeh tanpa suara. Meski kemudian kata engga itu terhianati oleh tubuhnya sendiri. Shanum tertidur, dan kali ini ia tak lagi terantuk mobil.

Naka sempat menepikan sejenak mobil di sebuah minimarket, bukan untuk membeli sesuatu melainkan untuk meraih sesuatu dari bangku belakang.

Bantal leher yang kemudian ia pasangkan di Shanum, menatap gadis masa kecilnya dan masa depannya, insyaallah.

Tidak mencuri ciuman lagi meski hanya di kening, Naka justru meraih sesuatu lain dari bagasi...ia ingat jika terakhir kali mobil ini dipakai mama ke Jakarta, dimana mama selalu melengkapi diri dengan kain Bali tipis...Naka menyelimuti Shanum.

Ia memang tak banyak bicara dan mengumbar janji yang belum tentu bisa ia penuhi nantinya, tapi bagi Naka....bahasa cinta memang tidak harus selalu *i love you* dan itu hanya dimiliki Mainaka untuk Shanum Kamala.

.

.

.

.

1
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
filling gua dah kayaknya si Arjuna tahu kalau Naka sama Shanum ada apa-apanya...secara sering mampir kerumah num-num bisa jadi ortu/adiknya Shanum keceplosan soal perjodohan duo manusia itu
Attaya Zahro
Naka : Emang gue peduli ma Elo..suka² gue lah,mau gue sosor juga gpp 😂😂😂
hiro_yoshi74
keren bngt kk 👍
devinisi buah jatuh sepohon" nya
karakter naka plek ketiplek kayak pap ganes cuma agak kaleman dikit ngk gedebak gedebuk modelan anomali 30 an 🤭 semangat kk💪
mama_im
aq kok gak suka ya sama juna, gak tau kenapa kayak bad yg berkedok good, ngeri kalo ampe jadi obsesi kayak kenzi.
hiro_yoshi74: juna titisan om ibas x kk
total 1 replies
PuputMega Shelviana SuJanii
lg dong kak🤭
🎃
lha sukak² sinakal mau liatin shanum apa engga org tunangannya kok bebas dong kok situ sewot... jgnkan cuma diliat elunya uda panas. gmn tau kalo udah disosor.hemm auto.megap² dek looo
Tysa Nuarista
awas num jgn Deket" Juna Klo GK mau tambah ngamuk ntar titisan papa ganesh ini.... lama" pasti Naka GK tahan buat publish hubungan mereka.
bunga citra
darah muda😍😍
Septi
wkwkwkwkwk nggak ada yang percaya 🤣
Septi
wooowww 😅
Septi
bisa aja 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
berdua dengan posisi begitu ya bahaya lah ka
El aisya
apa shanum semacam banteng? bisa nyruduk ternyata 😅😆
El aisya
ampun dah num, semvak gak tuhhh🤣
El aisya
ealah bocil mau pangkuan juga
mommyanis
pokok e seru....best lah teh Shin 👍👍👍👍👍🤭
Elmaz
🤣🤣🤣🤣
mommyanis
apakah penampakkannya Naka sama dg penampakkan yg sekarang Num 🤔🤔🤔🤭🤭🤭
El aisya
wes pokoknya shanum kalo beli coklat fix ingatnya langsung sosoran Naka🤣🤣
mommyanis
nah kannnnn setannya ternyata ngumpet di dalam kolornya Naka 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!