NovelToon NovelToon
Lingerie Merah Dikamar Adikku

Lingerie Merah Dikamar Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Pulang dari rumah sakit sehabis melahirkan, Alena di kejutkan sebuah Lingerie Merah yang tergeletak di atas ranjang adiknya. Alena terkejut bukan tanpa alasan. Sementara Tiyas - adiknya itu masih lajang. Lalu, Tiyas gunakan untuk apa pakaian vulgar itu.

Setelah Alena menyelidiki, ternyata Lingerie itu Tiyas gunakan untuk memuaskan....????

Tak hanya hati Alena yang hancur. Masa depan putranya juga ikut terpatah. Di tengah himpitan masalah ekonomi, datanglah sosok Juragan cukup matang bernama~Danu Albiru. Pria berusia 38 tahun itu tidak hanya menawarkan pernikahan KONTRAK. Tapi membantu Alena bangkit, menjamin masa depan putranya.

Akankah Alena tetap mempertahankan pernikahannya dengan Dewantara? Ataukan bersedia cerai, dan memilih tawaran menggiurkan Juragan Danu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Malam itu, dengan terpaksa Alena mengunci ruangan rawat putranya. Alena ingin tenang. Ingin menemani Delan tanpa kebisingan apa pun. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Setelah memberikan susu untuk Delan, Alena kini berjalan dengan langkah berat menuju ranjang untuk keluarga pasien.

Alena merebahkan tubuhnya di sana. Ia memiringkan badan, wajah sendunya sejak tadi mengawasi setiap tarikan napas sang Putra, tengah meyakinkan hati kecilnya, bahwa semua ujian ini pasti akan segera berlalu.

Di sana, Bik Risma juga bergerak menuju sofa setelah memastikan Delan tidur dengan nyenyak.

Sementara di luar, dua pra tadi masih saling melempar tatap tajam, bersitegang seolah tengah merebutkan sesuatu yang menyangkut nyawa seseorang. Juragan Danu duduk menyandarkan punggung tegapnya pada tembok, memejankan mata sementara tanganya bersedekap.

Dewan, pria dewasa itu sejak tadi berdiri di depan pintu, menyandarkan tubuhnya di sana, sesekali menatap belakang, memastikan bagaimana anak Istrinya terlelap di dalam.

"Semua ini gara-gara kamu, Juragan Dewan! Andai saja Anda tidak bermain-main dengan wanita, pasti Putra Anda tidak sampai di rawat seperti ini," gumam Dewan masih dengan memejamkan mata.

Suara santai terkesan berat itu bak kain merah yang membuat emosi Dewantara terpanggil. Pria berusia 36 tahun itu berjalan mendekat, dan kini berkacak pinggang di depan kursi Juragan Danu.

"Heh, apa maksud Anda, Juragan? Sakit putra saya tidak ada hubunganya dengan masalah rumah tangga saya. Anda lebih baik diam dan jangan sok tahu," cerca Dewan dengan sorot mata tajam. Bahkan telunjuknya sampai menunjuk wajah mantan rekan bisnisnya itu.

Danu membuka mata sangat malas. Menguap sejenak, lalu menegakan badanya sambil meraup wajah berat. "Nggak ada hubungan apa? Bayi itu masih menggantungkan hidupnya melalui Asi ibunya. Ya kalau Ibunya banyak pikiran... Anda pikir anaknya juga baik-baik saja? Ya nggak bisa gitu!"

Dewantara membuang wajah dengan senyuman remeh. Lalu kembali menyahut ucapan pria di depanya itu.

"Halah, bilang saja kalau Anda sudah sejak dulu 'kan mengincar Istri saya?"

Danu membenarkan itu, "Yaps, Anda sangat benar, Juragan Dewa. Pria mana yang nggak akan jatuh cinta dengan wanita spek bidadari seperti Istri Anda. Eh, maksud saya bakalan segera menjadi mantan Istri Anda."

Kedua tangan Dewantara sudah termat kuat, disaat ia ingin mengangkat tanganya, Suster penjaga mendekat sambil bersuara.

"Maaf, Bapak-bapak di larang begaduh di depan ruangan bayi. Jika Anda ingin bersitegang, silahkan keluar dari rumah sakit!"

Dengan terpaksa, tangan Dewan luruh. Danu hanya tertawa remeh menatap itu. Sementara Dewan, mau tak mau dirinya harus lebih bisa mengontrol emosinya demi kesehatan sang Putra. Ayah Delan itu mengambil duduk yang cukup berjarak dengan Juragan Danu.

*

Malam panjang sudah terlewati. Pagi ini, Dewantara yang sedang menggendong putranya di dalam ruangan, tiba-tiba fokusnya teralihkan oleh kedatangan Istri mudanya.

Semua orang di dalam ruangan itu juga cukup terkejut tak halnya Juragan Danu yang masih duduk di sana.

"Tiyas? Kamu kesini?" Kalimat itu lolos dari mulut Dewan, wajahnya sejak tadi menahan syok berat.

Alena tak mempedulikan itu. Ia lebih memilih mendekat ke arah Dewantara, lalu mengambil alih gendongan Delan tanpa sepatah kata. Dan untuk beberapa detik, suasana ruangan bercorak coklat muda berstiker beberapa hewan itu, kini lebih terasa senyap.

Juragan Danu berjalan menghampiri Delan, membenarkan posisi topi calon putranya. Sementara tanganya mengusap pundak Alena begitu lembut, reflek Alena mendongak sedikit risi. Namun sorot mata kuat itu melemah. Danu berharap calon Istrinya itu akan lebih tabah dan sabar.

"Kenapa, Mas? Kaget ya lihat aku datang? Selain ingin mencari suamiku... Aku juga ingin menjenguk keponakanku -Delan!" Tatapan Tiyas beralih ke tempat Alena. Wanita cantik itu tersenyum tipis, lalu berjalan tenang sambil menghampiri Dewantara.

Satu tangan Tiyas membawa sebuah amplop coklat untuk ia sodorkan pada Dewantara.

"Mas... Ini ada titipan dari pengadilan untuk kamu. Suamiku tercinta," ucap Tiyas dengan senyum penuh arti.

Jantung Dewantara berdegup lebih cepat. Ia perlahan menggapai amplop coklat tadi, lalu menatap Tiyas untuk sekilas. Dan ketika sebuah kertas berhasil Dewan keluarkan, alangkah terkejutnya sang Juragan jika surat itu memang dari Pengadilan Gunung Kidul.

Degh!

Surat gugatan Alena.

Kedua tangan Dewan bergetar. Garis rahang tegasnya runtuh. Perlahan ia menatap sang Istri dengan sorot mata yang sudah memanas. Langkah Dewan membawanya menghampiri Alena yang bersikap acuh sambil terus menimang Putranya.

"Alena... Aku nggak mau kita pisah!" Di depan wajah Alena, Dewan merobek kertas gugatan itu.

Krekkk....

Syok?! Jelas bukan Alena, melainkan Tiyas. Wanita muda itu bergegas menghampir suami sirinya, sorot mata tajamnya seolah tak terima dengan penolakan Dewantara saat ini.

"Kamu robek pun, gugatan akan tetap berjalan, Dewantara! Dan mungkin, aku hanya menunggu jadwal panggilan sidang saja," ucap Alena menatap Suaminya sekilas.

Dewantara menggelengkan kepala cepat. Air matanya sudah menggumpal di balik pelupuk matanya. Hal menyakitkan ini sama sekali tak pernah terbayangkan dalam hidup Dewantara sebelumnya. Rasanya lebih perih daripada gagalnya panen beberapa hektar kebun cengkehnya.

"Mas... Mbak Alena itu sudah bener ya gugat kamu! Kamu ini gimana sih? Kamu 'kan sejak dulu yang mulai hubungan kita?! Seharusnya kamu seneng, sebentar lagi kita akan meresmikan pernikahan kita!" Sentak Tiyas menarik lengan Dewan.

Juragan Danu merasa geram, sebab perdebatan itu membuat tidur lelap Delan terganggu.

"Juragan Dewan, mohon selesaikan urusan rumah tangga Anda dengan Istri Anda di luar! Suara cempreng Istri Anda membuat tidur Putra saya terganggu-"

"Stop memanggil Delan Putra anda! Delan selamanya putra saya, dan saya tidak akan membiarkan Anda merebut peran saya!" tekan Dewan.

Tiyas menarik lengan Dewantara untuk di ajaknya keluar. "Ayo, Mas!!!"

Setelah pintu tertutup, Dewan menghempaskan lengan tangan Tiyas begitu kasar. Tak peduli dengan rintihan sang IstrI siri, Dewan seolah tengah membuat jarak di antara hubunganya.

"Mas... Kamu apa-apaan sih? Kamu seharusnya seneng 'kan... Mbak Lena sudah menggugat kamu! Lalu, untuk apa lagi kamu bersikap seperti ini?" Tiyas jelas kecewa.

Dewan menatap Istri sirinya sangat bengis. Tatapan yang tak pernah ia berikan kepada Alena sebelumnya. Karena memang pada dasarnya, Dewan selalu bersikap manis, selalu memperlakukan Alena penuh kelembutan.

"Ingat, Tiyas! Sampai kapan pun, saya tidak akan pernah meresmikan pernikahan ini! Pernikahan siri ini hanya demi penglabuhi para warga atas rumah yang saya beli waktu itu. Kamu hanya pelampiasan saya! Dan saya sama sekali tidak pernah mencintai kamu!" Dewan sampai menuding wajah Tiyas.

Dada Tiyas terguncang hebat. Rasanya sesak hanya sekedar menarik napas. Kedua mata kecil itu memanas, perlahan air matanya luruh begitu saja.

"Mas... Aku mencintai kamu! Aku rela menghianati Kakakku sendiri demi kamu! Aku sudah nggak punya siapa-siapa lagi, Mas!" suara Tiyas lebih parau dan bergetar.

Dewan menimpali, "Kamu pikir Alena punya siapa lagi, ha? Gara-gara kamu menggoda aku, hidupku HANCUR!"

"Tapi kamu juga menyukainya, Mas! Kamu nggak bisa bersilat lidah seperti ini!" balas telak Tiyas

Dewan yang sudah merasa geram, kini langsung pergi begitu saja meninggalkan Tiyas sendirian.

"Mas... Kamu mau kemana?!" pekiknya.

1
hasana
semangat othor
ceritanya bagus alen audah kuat ituuuu,
tapi gpp belum rejeki
👍👍👍👍
Ig:@septi.sari21: Makasih kak, nanti pasti kalau udah ada cerita baru, septi kabarin di sini🙏
total 1 replies
nunik rahyuni
padahal bagus lho ceritanya..aq j nunggu2 para juragan rebutan lena..dan lena yg berubah jadi mommy yg tegar tegas tapi manja sama juragan danu lhl thor
Esmawati Sinaga
sayang banget ceritanya harus berhenti, tapi sebenarnya ceritanya sangat bagus dan mudah dipahami baik jalan cerita dan bahasa penulisannya.
semoga bisa baca kelanjutan cerita ini di lain waktu.
Ririn Danayanti
gak bisa di benerin gitu kak author
Ririn Danayanti
padahal saya suka ceritanya
Ig:@septi.sari21: insya allah, dalam waktu yang belum di tentukan, septi akan buat cerita baru. semoga masih bisa memberikan cerita terbaik ya kak🙏
total 1 replies
Ummi Sulastri Berliana Tobing
☹️☹️☹️☹️
tinie
wa'alaikummussalam
semangaat thor
Ig:@septi.sari21: terimaksih kakak🙏
total 1 replies
Kusmini Kusmini
Kapan apdete lgi,sru cerita nya... Thor
Soraya
lanjut
nunik rahyuni
alena cepati cerainya sm dewan..trus nikah sm juragan perjaka tua...biar fauzan g berharap lg...emang susah ya jadi orang cantik ni baru niat cerai j sdh bnyk yg antri
Ririn Danayanti
kak author ksh tahu jadwal up dong penasaran kita
Ig:@septi.sari21: udah up kakak, tunggu yups😍
total 1 replies
Ririn Danayanti
kak up dong
Ariany Sudjana
bagus Alena, kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti Lisa, yabg hanya pelacur murahan
nunik rahyuni
ayo lawan lena jgn lagi lengah atau lemah ntar yg ada kamu kehilangan masa drpan mu yg cerah yaitu atm berjalan...sikat sikut tinjak si ani ani jgn di beri celah
nunik rahyuni
wah wah parah ni..blm apa apa sdh ada yg bakal jadi ulat bulu keket🤣🤣..klo lena tau ada wanita yg mengidam idamkan danu bisa2 dia mslas di dekati danu...🤔
Ig:@septi.sari21: tenang kak, Alena kali nggak mau kalah juga🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
ternyata ada pelacur murahan yang telepon juragan Danu, pantas saja Alena sewot 😂😂
nunik rahyuni
lama nya thorrr ....up selanjuut nya thor
nunik rahyuni
thor up tiap hari dong biar wow..klo perlu triple up👏👏
nunik rahyuni: jangan klamaan thor ..ngambang nanti critanya
total 2 replies
Mundri Astuti
yeeee dewan ga ada otak ...cepet urus surat cerainya alena
Soraya
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!